Font Size
15px

Disaat yang sama, di akademi.

Saat ini aku dan Irene sedang berada di asramaku. Kami berdua sedang mbersihkan peralatan makan yang baru saja kami gunakan untuk makan malam. Kami berdua saling ngobrol saat mbersihkan peralatan makan itu agar suasana tidak terasa sunyi.

"Kamu nanti pergi jam berapa untuk nghadiri perayaan malam pergantian tahun, Rid ?," tanya Irene.

"Hmmm entahlah, mungkin aku akan pergi jika Noa atau Charles sudah datang untuk manggilku," ucapku.

"Hmmm, kalau begitu aku akan pergi jika kamu pergi juga," ucap Irene.

"Apa kamu berencana untuk tetap disini sampai reka manggilku untuk ngikuti perayaan malam pergantian tahun, Irene ?," tanyaku.

"Iya, tidak apa-apa kan ?," tanya Irene.

"Tidak apa-apa. Tetapi bagaimana jika nanti Chloe datang ke asramamu dan manggilmu untuk pergi ke perayaan malam pergantian tahun namun kamu malah tidak ada di asramamu ?," tanyaku.

"Jika dia sampai datang ke asramaku untuk manggilku lalu tidak ada jawaban, Chloe pastinya tahu kalau aku sedang berada di asramamu. Setelah itu dia juga pasti akan datang ke asramamu untuk manggilku. Karena Chloe juga pastinya datang bersama pangeran Charles, kamu pun juga pasti akan dipanggil untuk pergi ke perayaan malam pergantian tahun," ucap Irene.

"Yah, kamu ada benarnya. Ya sudah, kalau kamu mau tetap disini ya disini saja," ucapku.

"Oke. Ngomong-ngomong, soal hadiah dari Yang Mulia Ratu yang kamu minta untuk dikirim ke kampung halamanmu, apa kira-kira hadiah itu sudah sampai ? Kamu sebelumnya bilang kalau Yang Mulia Ratu akan ngirimnya di malam pergantian tahun kan ?," tanya Irene.

"Iya. Mungkin saat ini hadiahnya sudah dibagikan kepada warga disana. Jika sudah dikirim, perwakilan dari Yang Mulia Ratu juga pastinya akan ngabariku," ucapku.

"Ya sudah kalau begitu," ucap Irene.

Lalu kami pun sudah selesai mbersikan peralatan makan yang tadi kami pakai. Setelah itu, Irene lihat ke arah jam yang ada di dinding.

"Hmmm masih pukul 7 malam ya. Sepertinya yang lainnya akan manggilmu sekitar pukul 9 atau 10 malam. Masih ada banyak waktu sebelum reka datang dan manggilmu. Selagi nunggu reka, boleh aku pinjam buku milikmu untuk aku baca, Rid ?," tanya Irene.

"Ambil saja di kamarku, Irene," ucapku.

"Baiklah. Buku apa saja boleh ?," tanya Irene.

"Iya, buku apa saja yang ada di kamarku boleh kamu baca. Mau itu buku pengetahuan, buku teknik sihir dan yang lainnya," ucapku.

"Baiklah," ucap Irene.

Irene lalu pergi ke kamarku, sentara aku hanya duduk di kursi yang ada di ruang tengah.

-

Pukul 9 malam.

Noa, Charles dan yang lainnya pun datang dan manggilku untuk pergi ke perayaan malam pergantian tahun. Karena kebetulan Irene juga ada di asramaku, Irene pun juga dipanggil untuk ikut. Aku dan Irene pun langsung nerima ajakan reka untuk pergi ke perayaan malam pergantian tahun.

Dalam perjalanan, kami pun saling ngobrol. Untuk yang laki-laki ngobrol dengan sesama laki-laki, sedangkan untuk perempuan ngobrol dengan sesama perempuan.

"Sejak tadi kamu ada di asramanya Rid ya, nona ?," tanya Leandra.

"Iya," ucap Irene.

"Apa yang kamu lakukan di asrama Rid, nona ?," tanya Lily.

"Seperti biasanya. Hanya makan bersama, ngobrol atau mbaca buku," ucap Irene.

"Apa kamu tidak lakukan hal-hal ncurigakan bersama Rid di asramanya ?," tanya Lily.

"Hal-hal yang ncurigakan ? Aku tidak tahu apa yang sedang kamu bicarakan," ucap Irene.

"Percuma saja kamu nanyakan itu, Lily. Nona sepertinya tidak tertarik dengan itu," ucap Leandra.

"Ya, sepertinya kamu benar, Lea," ucap Lily.

Sentara Irene hanya lihat ke arah reka berdua tanpa berbicara sedikitpun.

"Ngomong-ngomong, apa kita mau langsung pergi ke danau akademi ?," tanya Noa.

"Kita pergi ke area pertokoan dulu. Kita harus beli banyak makanan dan minuman dulu sebelum pergi ke danau akademi," ucap Charles.

"Benar juga. Kita harus mbeli makanan dan minuman dulu agar bisa nikmati perayaan pergantian tahunnya," ucap Noa.

Lalu kami semua pun pergi ke area pertokoan untuk mbeli makanan dan minuman.

-

Setelah itu, kami pun langsung pergi ke danau akademi. Sesampainya di danau akademi, terlihat sudah banyak orang di danau tersebut. Orang-orang itu kelihatannya juga ingin nikmati malam pergantian tahun di danau tersebut. Lalu kami pun ncari tempat yang nyaman di danau tersebut untuk bisa nikmati malam pergantian tahun. Kami ndapatkan tempat di pinggir danau akademi untuk bisa nyaksikan kembang api yang njadi bagian dari perayaan malam pergantian tahun. Kemudian, kami pun mulai duduk di tempat tersebut sambil nata makanan dan minuman yang sudah kami beli. Setelah itu, kami pun saling ngobrol sambil nunggu detik-detik pergantian tahun.

Sekian lama ngobrol, waktu pun telah nunjukkan pukul 00.00, pertanda tahun telah berganti. Kembang api pun mulai dinyalakan dan terbang di atas langit ibukota San Estella. Saat itu, langit ibukota San Estella dipenuhi oleh kembang api. Aku pun terus lihat ke arah langit yang penuh dengan kembang api itu.

"Sudah 2 kali ya kita rayakan perayaan pergantian tahun di akademi ini," ucap Charles.

"Iya, sudah 2 kali," ucapku.

Saat aku terus lihat ke arah langit yang penuh dengan kembang api itu, entah kenapa tiba-tiba aku rasa kangen dengan kampung halamanku yaitu desa Aston.

"Kenapa aku rasa kangen dengan desa Aston ? Padahal saat aku pertama kali ikut rayakan malam pergantian tahun di akademi ini, aku tidak rasa kangen dengan desa Aston. Apa mungkin karena sebelumnya aku bertemu dengan orang-orang dari desa Aston setelah sekian lama makanya aku jadi kangen dengan desa tersebut ? Lalu selain perasaan kangen tersebut, entah kenapa aku juga rasakan perasaan yang tidak enak. Aku tidak tahu perasaan tidak enak apa ini, mungkin perasaan tidak enak ini nunjukan kalau ada sesuatu yang akan terjadi. Yah lebih baik aku tidak terlalu mikirkannya," pikirku.

Aku pun terus lihat ke langit ibukota San Fulgen yang penuh dengan kembang api agar bisa berhenti mikirkan tentang hal itu.

-

Sentara itu, disaat yang sama di suatu jalan yang terletak di wilayah San Minerva.

Jalan itu rupakan jalan untuk nuju ke desa Aston. Di jalan tersebut, terlihat komandan Keira dan para prajuritnya sedang bergerak dengan naiki kuda untuk nuju ke desa Aston. Di belakang kuda-kuda tersebut, terlihat ada 5 buah kereta kuda yang ngangkut para prajurit milik komandan Keira.

"Kalian semua, percepatlah langkah kuda-kuda kalian. skipun saat ini adalah malam pergantian tahun, kita tetap harus njalankan tugas yang diberikan,"

"Yang Mulia Ratu lewat komandan Oliver mberitahu kalau para prajurit kerajaan yang diutus untuk ngantarkan hadiah ke desa Aston belum mberikan kabar sama sekali. Sepertinya ada sesuatu yang terjadi di desa tersebut. Kita harus bergegas," pikir komandan Keira.

"Siap, komandan," ucap para prajuritnya.

Komandan Keira dan para prajuritnya terus laju nuju desa Aston. Saat reka sudah berada dekat dengan desa Aston, komandan Keira dan para prajuritnya lihat ada asap hitam yang ngepul hingga ke atas langit.

"Asap hitam apa itu ?," tanya komandan Keira.

"Sepertinya ada kebakaran hebat yang terjadi, komandan. Lalu posisi asap hitam itu terlihat sama persis dengan posisi letaknya desa Aston," ucap salah satu prajurit.

"Jadi kemungkinan asap hitam itu berasal dari desa Aston ya. Tambah kecepatan kalian, kita harus bergegas," ucap komandan Keira.

"Siap, komandan," ucap para prajurit itu.

Komandan Keira dan para prajuritnya pun nambah kecepatan agar bisa segera sampai ke desa Aston.

Setelah sampai di desa Aston, komandan Keira dan para prajuritnya terlihat sangat terkejut.

"Apa-apaan ini ?," tanya komandan Keira yang terkejut.

Komandan Keira terkejut karena lihat seluruh bangunan yang ada di desa tersebut telah terbakar oleh api. Bangunan yang terbakar itulah yang mbuat asap hitam ngepul hingga ke atas langit. Selain bangunan yang terbakar, terlihat orang-orang yang berada di desa itu juga telah tewas secara ngenaskan. Ada dari reka yang tewas dengan kondisi tubuh yang sudah hangus terbakar, tewas dengan kondisi bagian tubuh yang telah terpotong atau berlubang, dan tewas dengan kondisi bagian tubuh utuh namun bermandikan darah. Tubuh orang-orang yang telah tewas itu tersebar di jalanan desa ataupun di sekitar bangunan yang terbakar itu. Di antara orang-orang yang telah tewas itu juga ada beberapa prajurit kerajaan yang ditugaskan oleh Yang Mulia Ratu untuk ngirimkan hadiah ke desa tersebut. Beberapa kereta kuda yang para prajurit itu bawa pun juga telah hancur beserta dengan barang-barang yang diangkut kereta kuda tersebut.

"Siapa yang lakukan hal ini ?," tanya komandan Keira yang terkejut.

-

Kembali ke akademi, pukul 4.20 pagi.

Aku dan nona Violetta baru saja selesai lakukan latihan tanding seperti biasanya.

"Ngomong-ngomong, nona, saat pergantian tahun tadi, nona ada dimana ?," tanyaku.

"Aku ada di gerbang akademi bersama dengan beberapa prajuritku. Kenapa mangnya ?," tanya nona Violetta.

"Tidak apa-apa, nona. Aku hanya penasaran saja apakah nona juga ikut rayakan malam pergantian tahun atau tidak. Aku penasaran apakah orang-orang dewasa di akademi ini juga rayakan pergantian tahun atau tidak karena saat aku berada di danau akademi untuk nikmati malam pergantian tahun, hanya ada para murid saja disana. Aku tidak lihat para prajurit staf dan pengajar akademi ini," ucapku.

"Yah, aku dan para prajuritku juga lihat kembang api dan kami pun juga nyediakan makanan dan minuman untuk perayaan pergantian tahun. Bisa dibilang kami ikut rayakan juga. Orang-orang dewasa di akademi ini juga pastinya rayakan pergantian tahun juga namun mungkin cara reka rayakannya itu berbeda," ucap nona Violetta.

"Iya, sepertinya begitu," ucapku.

Aku dan nona Violetta pun lanjutkan untuk ngobrol. Disaat kami sedang ngobrol, kami ndengar suara langkah kaki seseorang yang sedang ndekat. Kami berdua pun langsung noleh ke asal suara langkah kaki tersebut. Saat kami noleh, kami lihat nona Karina yang sedang berjalan untuk nghampiri kami.

"Selamat pagi, kalian berdua," ucap nona Karina sambil berjalan ndekat ke arah kami.

"Selamat pagi, nona," ucapku dan nona Violetta.

"Ada perlu apa nona datang kemari pagi-pagi begini ? Apa nona hanya sedang ingin jalan-jalan pagi saja ?," tanya nona Violetta.

"Aku datang kemari karena ada sesuatu yang ingin aku beritahu kepada Rid," ucap nona Karina.

"Begitu ya, kalau begitu nona silahkan bawa Rid bersama anda atau aku saja yang pergi ninggalkan tempat ini agar nona bisa mberitahukan sesuatu kepada Rid tanpa didengar olehku," ucap nona Violetta.

"Tidak perlu, kamu tetap disini saja. Lagipula apa yang ingin aku beritahu ini bukanlah sebuah rahasia," ucap nona Karina.

"Baiklah, nona," ucap Violetta.

Nona Karina lalu noleh ke arahku.

"Sesuatu apa yang ingin anda beritahu, nona ?," tanyaku.

Nona Karina terdiam setelah ndengar pertanyaanku. Dari raut wajahnya terlihat kalau beliau seperti tidak mau berbicara. Namun tidak lama kemudian, beliau pun mulai berbicara.

"Sebenarnya aku tidak ingin mberitahumu tentang hal ini. Tetapi, tanpa aku beritahupun kamu pastinya juga akan ngetahui tentang hal ini nanti. Jadi aku mutuskan untuk mberitahumu agar kamu bisa ngetahuinya lebih awal,"

"Ini tentang desa Aston yang rupakan kampung halamanmu, Rid," ucap nona Karina.

"Desa Aston ? Ada apa dengan desa Aston ?," tanyaku.

"Yang Mulia Ratu baru saja mberitahuku kalau desa Aston telah diserang. Seluruh bangunan di desa itu telah terbakar dan seluruh orang di desa tersebut telah tewas," ucap nona Karina.

Aku pun sangat terkejut setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Apa ?!?!," ucapku yang terkejut.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 309 : Perayaan Pergantian Tahun Kedua on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.