"Seperti yang dikatakan nona Claret tadi, kau itu mang benar-benar keparat!!!," ucap Duchess Harriet.
Duke Remy pun mulai tertawa setelah ndengar perkataan Duchess Harriet.
"Hahahaha," tawa Duke Remy.
"Apanya yang lucu ? Kau pikir perkataanku barusan hanyalah sebuah candaan. Aku tidak akan mbiarkanmu mbuat Florian njadi budakmu," ucap Duchess Harriet.
"Jika kamu berkata seperti itu, apa itu berarti kamu akan mbiarkan Florian tetap ditahan di penjara San Sabaneta, nona Harriet ? Tidak kusangka kalau kamu adalah tipe ibu yang tidak peduli dengan anaknya sendiri, kamu bahkan mbiarkan Florian tetap ditahan di penjara San Sabaneta sambil terus ngalami siksaan setiap dia diinterogasi oleh para prajurit kerajaan," ucap Duke Remy.
"Aku sendiri pun tidak tega dengan Florian yang saat ini sedang ditahan dan mungkin juga ngalami siksaan, tetapi aku lebih tidak tega lagi apabila Florian njadi salah satu bidakmu, tuan Remy!!!," ucap Duchess Harriet dengan suara yang cukup keras.
Duke Remy pun hanya tersenyum setelah ndengar perkataan Duchess Harriet. Setelah itu, Duchess Claret pun kembali ke ruang tahanan tempat Duke Remy berada sambil mbawa sebuah suntikan yang berisi cairan berwarna rah.
"Saya sudah mbawa suntikannya, tuan," ucap Duchess Claret dengan suara yang datar.
"Bagus. Sekarang kamu segera suntik nona Harriet dengan suntikan itu," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap Duchess Claret.
Duchess Claret pun berjalan perlahan nuju Duchess Harriet sambil gang suntikan yang dibawanya. Duchess Harriet nampak tidak berontak sedikitpun ketika lihat Duchess Claret berjalan ke arahnya.
"Sebentar lagi, kamu juga akan njadi salah satu bidakku juga, nona Harriet. Apa kamu ada kata-kata terakhir sebelum sepenuhnya njadi bidakku ?, tanya Duke Remy.
"Aku berharap langit njatuhkan hukuman kepadamu atas apa yang telah kamu perbuat," ucap Duchess Harriet sambil natap tajam ke arah Duke Remy
Duke Remy pun tertawa setelah ndengar perkataan Duchess Harriet.
"Ahahaha, kamu berharap langit njatuhkan hukuman kepadaku ? Apa yang kamu maksud adalah para Malaikat yang kamu sembah itu ? reka tidak akan lakukan apa-apa, reka hanya berdiam diri saja di atas sana. reka mungkin adalah ras terkuat sekaligus pemimpin di benua Utara ini tetapi reka sama sekali tidak peduli dengan benua Utara ini. reka tidak peduli jika di benua Utara ini ada perang antar negara, ras atau konflik yang lainnya, reka hanya akan tetap diam. reka hanya akan bergerak ketika ada iblis tingkat atas yang ngacau di benua Utara, contohnya ketika salah satu komandan pasukan iblis nyusup ke benua Utara dan ngacau di kerajaan Framtida,"
"Para Malaikat itu langsung turun ke ’bawah’ untuk ngalahkan dan mbunuh komandan pasukan iblis itu. Tetapi kamu tahu kan kalau para Malaikat itu bukan hanya ngalahkan dan mbunuh komandan pasukan iblis itu ? reka juga mbunuh orang-orang di kerajaan Framtida. reka bahkan nghancurkan seluruh kota itu tanpa tersisa dan mbunuh semua orang yang berada di kerajaan itu. reka seharusnya hanya perlu ngalahkan dan mbunuh komandan pasukan iblis itu ? Kenapa reka sampai harus mbunuh orang-orang kerajaan Framtida dan nghancurkan kerajaan itu ? Itu nandakan kalau reka sama sekali tidak peduli dengan para ras dan makhluk lemah yang berada di benua Utara ini seperti orang-orang dari kerajaan Framtida, itu berarti reka juga tidak peduli kepadamu skipun kamu adalah mantan Priest gereja agama Sancta Lux yang nyembah pemimpin ras Malaikat. Harapanmu itu tidak akan pernah terwujud, nona Harriet. Hukuman langit tidak akan pernah jatuh kepadaku," ucap Duke Remy.
Duchess Harriet hanya terdiam ndengar perkataan Duke Remy, sentara Duchess Claret sudah hampir ndekati Duchess Harriet.
"Sebelum kamu njadi salah satu bidakku, biar aku beri tahu sesuatu. Ini berkaitan dengan Florian, tanpa bertanya padamu terlebih dahulu pun aku sudah berencana untuk nyelamatkan Florian, itu karena Florian masih miliki jantung Elf di tubuhnya. Dia rupakan aset berharga yang tidak boleh dibiarkan jatuh ke tangan pihak lain. Okeh karena itu aku harus nyelamatkannya,"
"Aku tadi bertanya kepadamu hanya untuk ngetahui respon apa yang akan kamu berikan jika aku nyelamatkan lalu njadikan Florian sebagai salah satu bidakku. Tepat seperti dugaanku kalau kamu pasti akan nolaknya. Tetapi, aku tetap akan ngubah Florian njadi iblis dan mbuatnya njadi salah satu bidakku skipun kamu nolaknya, nona Harriet," ucap Duke Remy.
Nona Harriet yang ndengar itu pun mulai marah.
"Kurang aja kau, tuan Remy! Aku tidak akan mbiarkan kau ndapatkan Florian!," ucap Duchess Harriet dengan suara yang keras.
Duchess Harriet berusaha lepaskan diri dari rantai yang ngikat tubuhnya namun dia tetap tidak bisa lepaskan diri. Duke Remy hanya tersenyum lihat Duchess Harriet yang sedang berusaha lepaskan diri. Sentara itu, Duchess Claret pun sudah berada di samping Duchess Hariett yang sedang berusaha lepaskan diri. Duchess Claret bersiap untuk nyuntik Duchess Harriet.
"Lakukan, Claret," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap Duchess Claret dengan nada yang datar.
Duchess Claret pun langsung nyuntik Duchess Harriet tepat di lehernya. Cairan yang berada di suntikan itu pun disuntikkan ke dalam tubuh Duchess Harriet. Duchess Harriet pun langsung tenang setelah disuntikkan oleh cairan itu. Duke Remy yang lihat Duchess Harriet berhasil disuntik pun tersenyum lega.
"Satu bidak pun bertambah," ucap Duke Remy.
Namun setelah Duke Remy ngatakan itu, tiba-tiba Duchess Harriet pun mulai bergerak lagi. Dia mulai berusaha lepaskan diri lagi dari rantai yang ngikatnya. Duchess Claret dan Duchess Arnett yang berada di Duchess Harriet pun langsung waspada ketika lihat Duchess Harriet masih bisa bergerak. Sentara Duke Remy hanya terdiam lihat Duchess Harriet.
"Sepertinya darah iblis yang kamu suntikkan ke dalam tubuhku itu tidak berpengaruh, tuan Remy. Kamu pasti rasa bingung kenapa darah iblis yang kamu suntikkan ini tidak berpengaruh, kalau begitu biar aku beri tahu alasannya. Para Priest gereja Sancta Lux sebelum reka dinobatkan sebagai Priest diharuskan untuk minum sebuah air suci. Air itu miliki efek khusus yang akan mbuat kami kebal dengan zat-zat ncurigakan yang masuk ke dalam tubuh kami seperti racun ataupun darah iblis yang kamu masukan ke dalam diriku. Efek dari air suci itu bertahan sampai kami mati, jadi skipun aku saat ini sudah tidak njadi Priest gereja Sancta Lux, efek dari air suci itu masih tetap ada di dalam tubuhku. Oleh karena itu, kamu tidak akan bisa ngubahku njadi ib-," ucap Duchess Harriet.
Namun sebelum Duchess Harriet nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba dia langsung muntahkan cukup banyak darah dari mulutnya. Duchess Harriet pun terus muntahkan darah dari mulutnya itu. Sentara Duke Remy tersenyum saat lihat Duchess Harriet yang muntahkan darah.
"Apa....yang terjadi ?," tanya Duchess Harriet yang terbata-bata setelah muntahkan darah dari mulutnya.
"Kamu baru saja muntahkan darah, nona Harriet. Itu berarti suntikan itu bekerja dan kamu sebentar lagi akan berubah njadi iblis," ucap Duke Remy.
"Tidak....mungkin....efek air suci....itu masih ada.....di dalam tubuhku...Jadi tidak mungkin...darah iblis itu bekerja," ucap Duchess Harriet yang terbata-bata.
"Aku sebelumnya tidak tahu soal air suci yang diminum oleh para Priests, aku baru ngetahuinya sekarang. Mungkin benar kalau air suci itu mbuat kamu kebal dengan zat-zat ncurigakan yang masuk ke tubuhmu seperti racun dan darah iblis. Kamu mungkin bisa kebal dengan darah iblis karena telah minum air suci itu, tetapi sepertinya air suci itu hanya mbuatmu kebal dengan darah dari iblis tingkat rendah atau darah dari iblis tingkat nengah. Itu dibuktikan dari kamu yang ngalami muntah darah setelah disuntikan oleh darah itu. Muntah darah adalah proses awal sebelum kamu berubah njadi iblis setelah darah iblis masuk ke dalam tubuhmu. Itu berarti air suci yang kamu katakan itu tidak mbuatmu kebal terhadap darah iblis yang aku suntikan. Yah itu wajar saja, karena darah iblis yang aku suntikan ke kamu berasal dari darah iblis tingkat tinggi," ucap Duke Remy.
"Darah....iblis....tingkat tinggi ?," tanya Duchess Harriet yang terkejut.
Setelah itu, Duchess Harriet tiba-tiba langsung gang lehernya dengan sekuat tenaga. Dia gang lehernya dengan sangat kuat sampai terlihat seperti sedang ncekik lehernya sendiri. Lalu beberapa saat kemudian, perubahan terjadi pada tubuh Duchess Harriet.
"Satu tetes dari darah iblis tingkat tinggi sudah bisa mbuatmu njadi iblis seutuhnya tanpa ngalami kegagalan. Kamu bisa langsung njadi iblis yang masih miliki akal setelah minum satu darah dari iblis tingkat atas. Sedangkan untuk darah dari iblis tingkat nengah dan tingkat rendah, ada kemungkinan untuk gagal setelah minum darah iblis tersebut. Kegagalan yang dimaksud adalah njadi iblis yang tidak miliki akal"
"Namun, skipun seharusnya kalian yang telah minum darah iblis tingkat tinggi masih miliki akal sendiri, kalian tidak akan bisa berpikir sendiri dan hanya bisa ndengar perintah dariku. Itu karena aku sudah ncampurkan darahku sendiri dengan darah iblis tingkat tinggi yang disuntikkan ke dalam tubuh kalian. Darahku yang masuk ke dalam tubuh kalian mbuatku bisa ngambil alih pikiran kalian untuk rintah kalian. Nah sekarang, sepertinya bidak milikku sudah bertambah," ucap Duke Remy sambil lihat ke arah Duchess Harriet.
Terlihat Duchess Harriet telah sepenuhnya berubah njadi iblis.
"Saatnya ncoba apakah kamu telah sepenuhnya njadi bidakku atau tidak. Harriet, tolong bawakan suntikkan yang berisi darah iblis. Mintalah kepada orang-orang yang berada di luar ruang tahanan," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap Duchess Harriet dengan suara yang datar.
Selain itu, tidak ada ekspresi yang terlihat dari wajah Duchess Harriet saat ngatakan itu. Setelah itu, Duchess Harriet pun mulai berjalan ke luar ruang tahanan untuk ngambil suntikan.
"Harriet sudah sepenuhnya njadi bidakku. Dan sekarang adalah giliran anda, Raja Albert," ucap Duke Remy sambil lihat ke arah Raja Albert.
Raja Albert sejak tadi hanya nundukkan kepalanya ke bawah. Dia pun juga sejak tadi hanya diam saja tanpa ngeluarkan suara sedikitpun. Duke Remy yang nyadari kalau Raja Albert sejak tadi hanya diam pun mulai bertanya kepadanya.
"Kenapa sejak tadi anda hanya diam saja, Raja Albert. Bahkan saat aku sedang mbuat Claret dan Harriet njadi bidakku pun anda tetap diam. Anda sama sekali tidak terpengaruh dengan apa yang aku lakukan tadi. Apa anda sedang kepikiran sesuatu ? Seperti sebuah penyesalan karena telah terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap istri anda ?," tanya Duke Remy.
Raja Albert tetap diam setelah ndengar perkataan Duke Remy. Lalu tidak lama kemudian, dia pun mulai berbicara.
"Ya, kamu benar. Sepertinya saat ini aku rasakan penyesalan karena sudah ikut terlibat dalam rencana pembunuhan istriku," ucap Raja Albert.
"Anda berkata seperti itu karena saat ini anda telah dikhianati olehku. Jika anda tidak dikhianati, tidak mungkin anda seperti itu. Itu karena anda sangat bersikeras untuk rebut posisi istri anda dalam mimpin kerajaan ini," ucap Duke Remy.
Raja Albert pun terdiam sebentar, lalu dia pun mulai berbicara kembali.
"Mungkin kamu benar, aku rasa nyesal karena aku telah ngalami pengkhianatan. Jika aku tidak ngalami pengkhianatan, mungkin aku tidak akan nyesal. Pengkhianatanmu mbuatku tersadar kalau ternyata lebih baik aku tetap bersama istriku daripada terlibat dalam rencanamu untuk mbunuh istriku. Aku sangat nyesal karena ikut terlibat dalam rencanamu," ucap Raja Albert.
"Penyesalan mang selalu datang di akhir, Raja Albert," ucap Duke Remy.
"Katakan kepadaku, Remy. Alasanmu ngkhianati kami saat ini karena rencana pembunuhan yang telah kamu buat sebelumnya telah terkuak. Tetapi, kalaupun rencana pembunuhan yang kamu buat sebelumnya tidak terkuak dan kamu justru berhasil mbunuh istriku dan seluruh keluarga San Lucia dengan rencana sebelumnya, apa kamu tetap akan ngkhianati kami skipun rencana pembunuhan itu berhasil ?," tanya Raja Albert.
"Iya, skipun rencana pembunuhan sebelumnya berhasil dijalankan, aku akan tetap mbunuh kalian," ucap Duke Remy.
"Jadi begitu ya, mau rencana sebelumnya gagal atau berhasil, kamu akan tetap ngkhianati kami," ucap Raja Albert.
Raja Albert nampak tidak terkejut setelah ndengar perkataan Duke Remy.
"Anda, tuan Darwin dan tuan Jas ikut terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia karena kalian ingin rebut posisi Yang Mulia Ratu. Aku pun juga begitu, alasanku rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu karena aku juga ingin rebut posisi Yang Mulia Ratu. Posisi yang direbut hanyalah satu sedangkan ada 4 orang yang ingin rebut posisi itu, bukannya wajar bagiku untuk ngkhianati kalian skipun rencana pembunuhan sebelumnya berhasil dijalankan ? Kalian pastinya juga mikirkan rencana untuk ngkhianati yang lainnya," ucap Duke Remy.
"Ya, kamu benar. Aku juga telah mikirkan rencana untuk nyingkirkan kalian tetapi sepertinya malah aku yang akan disingkirkan," ucap Raja Albert.
"Tenang saja, Raja Albert, aku tidak akan nyingkirkan anda. Justru anda masih berguna untuk njadi salah satu bidakku," ucap Duke Remy.
Lalu, Duchess Harriet pun kembali ke ruang tahanan tempat Duke Remy berada sambil mbawa suntikan yang berisi cairan berwarna rah.
"Saya sudah mbawa suntikannya, tuan," ucap Duchess Harriet dengan suara yang datar.
"Bagus, segera suntik Raja Albert dengan suntikan itu," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap Duchess Harriet.
Duchess Harriet pun mulai berjalan ndekat Raja Albert untuk nyuntikkannya. Raja Albert hanya diam saja lihat Duchess Harriet yang berjalan ke arahnya. Raja Albert bahkan tidak berusaha untuk mberontak.
"Apa ada kata-kata terakhir yang mau anda ucapkan atau sampaikan sebelum njadi salah satu bidakku, Raja Albert ?," tanya Duke Remy.
"Kata-kata terakhir ya, kalau begitu aku mau bertanya kepadamu terlebih dahulu, tuan Remy. Apakah selanjutnya kamu akan tetap rencanakan pembunuhan terhadap istriku dan seluruh keluarga San Lucia ?," tanya Raja Albert.
"Iya, aku akan tetap rencanakan pembunuhan terhadap reka karena aku masih berambisi untuk njadi pemimpin kerajaan ini," ucap Duke Remy.
"Dalam rencana pembunuhan selanjutnya, apa kamu sendiri yang akan mbunuh istriku ? atau kamu akan nyuruh para bidakmu untuk mbunuh istriku ?," tanya Raja Albert.
"Hmmm entahlah. Mungkin aku sendiri yang akan mbunuh Yang Mulia Ratu karena Yang Mulia Ratu itu sangat kuat, aku tidak yakin para bidakku akan mampu untuk mbunuhnya. Kenapa anda bertanya seperti itu, Raja Albert ?," tanya Duke Remy.
"Jika kamu yang akan mbunuh istriku, aku ingin mintamu untuk nyampaikan permintaan maafku kepada istriku sebelum kamu mbunuhnya. Sampaikan kepadanya kalau aku minta maaf karena telah ngkhianatinya dan ikut terlibat dalam rencana pembunuhan terhadapnya," ucap Raja Albert.
"Permintaan maaf untuk Yang Mulia Ratu ? Baiklah, aku akan nyampaikannya nanti saat aku mau mbunuhnya," ucap Duke Remy.
"Lalu, jika setelah kamu berhasil mbunuh istriku kemudian kamu bertemu dengan putra-putriku. Sampaikan juga permintaan maafku tadi kepada reka dan bilang kepada reka kalau aku sangat nyayangi reka," ucap Raja Albert.
"Baik, Raja Albert. Apa hanya itu saja permintaan terakhir yang anda ingin sampaikan ?," tanya Duke Remy.
"Iya, hanya itu saja," ucap Raja Albert.
Setelah Raja Albert ngatakan itu, Duchess Harriet pun telah tiba di sampingnya dan bersiap untuk nyuntiknya.
"Baiklah. Kalau begitu, selamat tinggal, Raja Albert," ucap Duke Remy.
Lalu Duchess Harriet pun langsung nyuntik Raja Albert tepat di lehernya.
-
Beberapa nit kemudian.
Terlihat Raja Albert sudah berubah njadi iblis yang patuh pada perintah Duke Remy. Sentara Duke Remy pun tersenyum lihat Raja Albert yang sudah berubah njadi iblis.
"3 bidak kuat sudah berhasil didapatkan. Arnett, tolong bawa reka bertiga ke ruangan yang tersedia untuk reka," ucap Duke Remy.
"Baik, sayang. Kalian bertiga, ikuti aku," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.
Duchess Arnett pun berjalan ke luar ruang tahanan, namun Duchess Claret, Duchess Harriet dan Raja Albert masih berada di dalam ruang tahanan. reka bertiga tidak ikut berjalan ngikuti Duchess Arnett.
"Kalian bertiga, ikuti Arnett dan turuti semua yang dia katakan," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap reka bertiga.
Setelah diperintah oleh Duke Remy, barulah reka bertiga berjalan ngikuti Duchess Arnett. Duke Remy pun juga ikut berjalan ke luar ruang tahanan sambil lihat reka bertiga yang berjalan ngikuti Duchess Arnett yang berjalan nuju suatu tempat.
"Karena urusanku di tempat ini sudah selesai, lebih baik aku kembali ke atas," ucap Duke Remy.
Duke Remy lalu berjalan nuju pintu keluar untuk keluar dari tempat itu dan kembali ke kediamannya. Setelah beberapa nit berjalan, Duke Remy pun telah kembali ke kediamannya. Duke Remy lalu ngatur kembali buku-buku yang ada di rak buku dan ngubah pola susunannya. Setelah polanya terubah, pintu yang nuju ruang bawah tanah kediamannya pun langsung tertutup rapat. Setelah pintu itu tertutup, Duke Remy langsung berniat untuk pergi ninggalkan ruangan itu. Saat Duke Remy sedang berjalan nuju pintu ruangan tersebut, tiba-tiba terdengar suara yang sangat kencang.
*BUMMMMMM
Duke Remy pun terkejut saat ndengar suara kencang itu. Suara kencang itu terdengar seperti sebuah benturan. Tidak hanya suara kencang itu saja, kediaman Duke Remy pun sempat bergetar dan berguncang beberapa saat setelah terdengar suara kencang itu. Duke Remy pun terkejut kembali ketika rasakan kalau kediamannya sedang berguncang.
"Apa yang sedang terjadi ?," tanya Duke Remy yang terkejut.
Duke Remy lalu bergegas keluar dari ruangan itu untuk ncari asal suara dan sumber guncangan yang mbuat kediamannya berguncang. Duke Remy terus berlari nyusuri seluruh kediamannya. Saat dia sedang berlari, suara benturan pun terdengar lagi.
*BUMMMMM
"Suara itu sepertinya berasal dari ruang kerjaku," ucap Duke Remy.
Duke Remy sepertinya tahu tempat asal suara tersebut dan dia pun langsung lari ke tempat tersebut. Ketika sampai di depan pintu ruangan yang dituju, Duke Remy pun langsung mbuka pintu tersebut. Ketika pintu itu terbuka, terlihat ada banyak debu asap yang nuhi ruangan itu. Duke Remy pun langsung nggunakan sebuah sihir angin di tangan kanannya dan langsung ngibaskan tangan kanannya itu untuk nghilangkan debu asap yang nuhi ruangan tersebut. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat kalau dinding bagian luar ruangan tersebut telah hancur. Bagian luar kediaman Duke Remy pun dapat terlihat dari dinding yang sudah hancur tersebut. Lalu di lantai dan dinding ruangan itu ada banyak sekali bunga yang berbentuk seperti bunga Lily berwarna rah darah yang nuhi ruangan itu. Selain itu, terlihat juga ada 5 orang prajurit milik tuan Remy di setiap sisi ruangan tersebut. Para prajurit itu sedang terlilit oleh sebuah tangkai bunga berwarna hitam. Para prajurit yang terlilit tangkai bunga itu berada dalam kondisi yang sangat ngenaskan. Tubuh reka berubah njadi kering seperti sebuah mumi. Di tangkai bunga yang lilit tubuh para prajurit tersebut, terdapat banyak bunga Lily berwarna rah darah yang nuhi tangkai bunga tersebut. Bunga Lily berwarna rah itu nampak berubah njadi terang saat terkena cahaya bulan yang masuk ke dalam ruangan itu.
Sentara itu, di bagian tengah ruangan tersebut, terlihat komandan Dayne dan senior Vyn yang juga sedang terlilit tangkai bunga berwarna hitam. Kondisi reka sama seperti prajurit yang lainnya, yaitu tubuh reka njadi kering seperti mumi. Duke Remy terlihat terkejut saat lihat komandan Dayne dan senior Vyn sudah dalam kondisi seperti itu. Lalu di dekat komandan Dayne dan senior Vyn, ada sebuah kursi dan ja yang rupakan ja kerja Duke Remy di ruangan itu. Di ja tersebut, ada seorang wanita yang sedang duduk sambil lihat ke arah halaman kediaman Duke Remy lewat dinding yang telah hancur tersebut. Wanita itu nampak tahu kalau ada Duke Remy di ruangan itu, wanita itu pun langsung noleh ke arah Duke Remy yang berada di belakangnya. Saat wanita itu noleh, terlihat wanita itu miliki tato berwarna hitam yang bercorak seperti sebuah rangkaian bunga yang manjang dari dahi kanannya sampai ke pipi kanan bagian bawahnya. Wanita itu juga miliki bola mata berwarna hitam pekat dengan pupil mata berbentuk bunga Lily yang berwarna rah pekat. Pupil mata wanita itu saat ini terlihat njadi terang setelah terkena cahaya bulan. Wanita itu adalah wanita yang ngawasi Rid Archie dan yang lainnya saat di gedung pengadilan.
"Akhirnya kamu datang juga, Remy," ucap wanita itu.
"Nona Leirion ?!?!," ucap Duke Remy yang terkejut.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)