Font Size
15px

"KAU BENAR-BENAR KEPARAT, REMY!!!," teriak Duchess Claret yang sangat marah.

Sentara Duke Remy hanya tersenyum saja lihat Duchess Claret yang marah.

"BERANINYA KAU NGUBAH SUAMIKU NJADI IBLIS. AKU PASTIKAN KALAU AKU AKAN MBUNUHMU!!," teriak Duchess Claret.

"mbunuhku ? Apa kamu bisa mbunuhku dengan tangan dan kaki yang sedang terikat seperti itu. Sudahlah tidak perlu marah-marah seperti itu, Claret. Aku mang telah ngkhianati dan ngubah suamimu njadi iblis. Tetapi setidaknya aku lah yang saat ini telah nyelamatkan kalian. Aku lah yang mbawa kamu, nona Harriet dan juga Raja Albert ke tempat ini. Jika aku tidak mbawa kalian, kalian pasti saat ini masih diinterogasi oleh para prajurit kerajaan dan juga oleh Yang Mulia Ratu sendiri. Interogasi yang dilakukan reka kepada kalian pasti tidak akan mudah, mungkin kalian akan ngalami beberapa siksaan. Seharusnya kalian berterima kasih kepadaku," ucap Duke Remy.

"BERTERIMA KASIH ?! KENAPA AKU HARUS BERTERIMA KASIH KEPADAMU ?! AKU SEJAK AWAL TIDAK MINTA UNTUK DISELAMATKAN, KAU SENDIRI YANG NYURUH ANAK BUAHMU UNTUK MBAWAKU SECARA PAKSA. BAHKAN ANAK BUAHMU LUKAIKU SEPERTI INI, APA KAU TIDAK LIHAT LUKA-LUKA INI ? DAN JUGA, SETELAH TAHU KALAU KAU TELAH NGKHIANATI DAN NGUBAH SUAMIKU BJADI IBLIS, AKU LEBIH BAIK DIINTEROGASI OLEH PARA PRAJURIT KERAJAAN ATAU BAHKAN YANG MULIA RATU SENDIRI DARIPADA DITAHAN DI TEMPAT SEPERTI INI. DENGAN BEGITU AKU BISA MBERITAHU KEPADA YANG MULIA RATU KALAU KAU LAH YANG SEBENARNYA MBUAT RENCANA PEMBUNUHAN ITU. SETELAH ITU, YANG MULIA RATU PASTI AKAN MBURUMU DAN KAU TIDAK AKAN BISA SANTAI SEPERTI INI, REMY!!," teriak Duchess Claret.

"Ya, ya, tapi kenyataannya saat ini kamu sudah ditahan di tempat ini, Claret. Kamu tidak akan bisa mberitahu Yang Mulia Ratu tentangku karena kamu tidak akan bisa keluar dari tempat ini. Kalaupun kamu bisa mberitahu Yang Mulia Ratu tentangku, informasi tentangku itu tidak akan bisa keluar dari mulutmu itu," ucap Duke Remy.

"DIAM KAU, REMY!!," teriak Duchess Claret.

ndengar teriakan Duchess Claret, Duke Remy pun nutup kedua telinganya dengan kedua tangannya.

"Ya ampun, sejak tadi kamu terus-terusan berteriak yang mbuat telingaku njadi sakit. Sepertinya aku harus nenangkanmu. Arnett, tolong urus dia," ucap Duke Remy.

Duchess Claret yang awalnya marah njadi terkejut setelah ndengar Duke Remy manggil nama Arnett, begitupun juga dengan Duchess Harriet. Setelah itu, muncul seorang perempuan yang masuki ruang tahanan tempat reka berada saat ini. Perempuan itu adalah Duchess Arnett, istri dari Duke Remy.

"Baik, sayang," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Duchess Claret dan Duchess Harriet nampak terkejut ketika lihat Duchess Arnett. reka berdua terkejut bukan karena munculnya Duchess Arnett di ruangan itu, tetapi reka terkejut karena lihat penampilan dari Duchess Arnett. Bola mata Duchess Arnett terlihat berwarna hitam pekat. Kuku di kedua tangannya pun juga berwarna hitam pekat. Selain itu, di tangan kanan dan sisi kanan lehernya terlihat ada sebuah tato berwarna hitam pekat dengan bercorak garis-garis. Penampilan Duchess Arnett saat ini mirip seperti ciri-ciri yang dimiliki oleh ras iblis.

"N-nona Arnett, kenapa kamu berpenampilan seperti itu ?," tanya Duchess Claret yang terkejut.

Duchess Arnett tidak respon pertanyaan Duchess Claret. Duchess Arnett lalu berjalan perlahan nuju Duchess Claret sambil mbawa sebuah suntikan yang berisi sebuah cairan berwarna rah. Tidak ada ekspresi yang terlihat dari wajah Duchess Arnett ketika berjalan nuju Duchess Claret. Sentara itu, Duchess Claret terlihat sedikit ketakutan saat lihat Duchess Arnett yang berjalan nuju ke arahnya.

"K-kenapa kamu mbawa suntikan, nona Arnett ? T-tolong jangan lakukan itu, nona Arnett. Kita berdua teman kan ? Jadi tolong buang suntikan itu," ucap Duchess Claret.

Tetapi Duchess Arnett tidak respon perkataan Duchess Claret, dia tetap berjalan nuju Duchess Claret. Duchess Claret pun semakin lama semakin bertambah takut seiring bertambah dekatnya jarak antara dia dengan Duchess Arnett.

"T-tolong hentikan, nona Arnett," ucap Duchess Claret.

Duchess Claret pun mberontak dan berusaha lepaskan diri dari rantai yang ngikat tangan dan kakinya, namun dia tidak bisa lepaskan rantai itu.

"Percuma saja, Claret, kamu tidak akan bisa lepaskan ikatan itu. Lebih baik kamu bersikap tenang dan biarkan Arnett nyuntikmu agar kamu bisa njadi salah satu bidakku," ucap Duke Remy.

ndengar perkataan Duke Remy, Duchess Claret pun berteriak kembali.

"AKU TIDAK SUDI NJADI SALAH SATU BIDAKMU, KEPARAT. LEBIH BAIK AKU MATI DARIPADA NJADI BIDAKMU," teriak Duchess Claret.

Duke Remy pun tersenyum ndengar teriakan Duchess Claret.

"Cepat lakukan, Arnett," ucap Duke Remy.

Duchess Arnett pun lesat dengan cepat dan saat ini dia sudah berada di samping Duchess Claret. Duchess Claret pun terkejut lihat Duchess Arnett yang tiba-tiba berada di sampingnya. Duchess Arnett lalu ngangkat tangannya yang sedang gang suntikan dan bersiap nyuntik Duchess Claret.

"T-tidak ?!?! T-tolong jangan lakukan itu, Arn-," ucap Duchess Claret.

Namun belum sempat Duchess Claret nyelesaikan perkataannya, Duchess Arnett langsung nyuntik Duchess Claret tepat di lehernya. Cairan berwarna rah pada suntikan itu pun langsung disuntikkan ke dalam tubuh Duchess Claret. Duchess Claret pun langsung tenang setelah disuntik oleh Duchess Arnett, dia tidak lagi berteriak bahkan juga tidak lagi bersuara. Namun wajah Duchess Claret saat ini terlihat sangat syok dan terkejut.

"Akhirnya jadi tenang juga, sejak tadi dia berisik sekali," ucap Duke Remy.

"Kau benar-benar keterlaluan ya, tuan Remy," ucap Duchess Harriet.

Duke Remy pun noleh ke arah Duchess Harriet. Namun setelah Duke Remy noleh ke arah Duchess Harriet, Duchess Claret yang awalnya tenang, tiba-tiba mulai muntahkan darah. Duchess Claret muntahkan cukup banyak darah dari mulutnya. Duke Remy yang sebelumnya noleh ke arah Duchess Harriet pun noleh kembali ke arah Duke Claret.

"Sepertinya dia sudah mulai berubah," ucap Duke Remy.

Setelah muntahkan darah dari mulutnya, tubuh Duchess Claret mulai ngalami perubahan. Pertama, bola matanya berubah njadi hitam pekat. Lalu yang kedua, kuku tangannya pun juga berubah warna njadi hitam pekat. Kuku tangannya pun bertambah sedikit panjang dari sebelumnya. Lalu yang terakhir, muncul tato berwarna hitam dengan corak garis-garis pada kedua lengannya. Duchess Claret pun telah sepenuhnya berubah njadi iblis.

"Arnett, lepaskan rantai yang ngikat tubuh Claret," ucap Duke Remy.

"Baik," ucap Duchess Arnett dengan suara yang datar.

Duchess Arnett pun langsung lepaskan rantai yang ngikat tangan, kaki dan tubuh Duchess Claret. Beberapa saat kemudian, rantai yang ngikat tubuh Duchess Claret pun sudah dilepaskan, Duchess Claret pun mulai berdiri.

"Sekarang, saatnya riksa apakah dia sudah sepenuhnya njadi bidakku atau belum. Claret, untuk tugas pertamamu, tolong bawakan satu suntikan yang berisi darah iblis lagi. Mintalah kepada orang-orang yang berada di luar ruang tahanan ini," ucap Duke Remy.

"Baik," ucap Duchess Claret dengan suara yang datar.

Duchess Claret pun mulai berjalan perlahan ke luar ruang tahanan untuk minta suntikan yang dibilang oleh Duke Remy.

"Kelihatannya Claret sudah njadi salah satu bidakku. skipun posisi dia sebelumnya adalah seorang Duchess, Claret dikenal sebagai salah satu wanita terkuat di kerajaan ini. Setelah njadikannya sebagai bidakku, pasukan tempur milikku pun akan semakin bertambah kuat," ucap Duke Remy sambil tersenyum.

"Pasukan tempur apanya ? Beraninya kau ngubah nona Claret njadi iblis, tuan Remy. Sebelum itu, kau juga telah ngubah suamiku njadi iblis dan mbuatnya dibunuh di gedung pengadilan karena telah nyebabkan kekacauan. Kau benar-benar keterlaluan, tuan Remy. Kau bahkan juga ngubah istrimu sendiri njadi iblis, apakah kau sudah tidak miliki akal, tuan Remy ?!?!," tanya Duchess Harriet dengan suara yang cukup keras.

Duke Remy yang sebelumnya lihat ke arah Duchess Claret yang telah berubah pun kembali noleh ke arah Duchess Harriet.

"skipun Arnett saat ini telah njadi iblis dan salah satu bidakku, dia masihlah istriku yang tercinta. Benarkan, sayang ?," tanya Duke Remy.

"Itu benar, sayang," ucap jawab Duchess Arnett.

Namun suara Duchess Arnett sangat datar saat njawab pertanyaan Duke Remy. Wajahnya pun juga terlihat tanpa ekspresi ketika ngatakan itu.

"Kau benar-benar sudah gila!!," ucap Duchess Harriet dengan suara yang cukup keras.

"Kamu tidak perlu bersuara keras seperti itu, nona Harriet. Tanpa kamu bersuara keras ataupun berteriak, kamu akan tetap njadi orang selanjutnya yang akan aku ubah njadi bidakku. Tetapi sebelum itu, aku ingin mberitahumu sesuatu. Ini tentang Florian, kamu belum ndengar kabarnya sama sekali kan ?," tanya Duke Remy.

"Kenapa kau mbawa-bawa Florian ?," ucap Duchess Harriet.

"Aku hanya ingin mberitahumu kalau Florian saat ini sedang ditahan di penjara San Sabaneta. Kamu belum ngetahui tentang kabar ini kan ?," tanya Duke Remy.

Duchess Harriet yang ndengar tentang itu pun terkejut.

"Apa ?!?! Florian sedang ditahan ?!," tanya Duchess Harriet yang terkejut.

"Iya. Saat sidang di gedung pengadilan kemarin, terkuak kalau Florian lah yang nyuruh Enzo untuk mbunuh Rid Archie di hutan Hevea. Karena hal itu, Florian disebut sebagai orang yang juga terlibat dalam rencana pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Saat ini, sepertinya dia sedang diinterogasi oleh para prajurit kerajaan, dia pastinya juga sedang ngalami banyak siksaan saat ini," ucap Duke Remy.

Duchess Harriet yang ndengar itu nampak mulai marah. Namun dia masih berusaha nahannya.

"Aku yakin alasanmu mbicarakan keadaan Florian bukan untuk mbuatku marah. Jadi apa alasanmu mbicarakan Florian ? Pastinya kau miliki alasan karena tiba-tiba mbicarakan tentang Florian," ucap Duchess Harriet.

"Ya, aku mang miliki alasan kenapa aku mbicarakan tentang Florian. Alasanku mbicarakan Florian karena aku berniat untuk nyelamatkannya," ucap Duke Remy.

"nyelamatkan Florian ? Kau tadi bilang kalau Florian saat ini sedang ditahan di penjara San Sabaneta dan kau bilang kalau kau berniat nyelamatkannya ? Mustahil kau bisa nyelamatkannya dengan cara yang biasa, apa kau berniat untuk nyerang penjara San Sabaneta ?," tanya Duchess Harriet.

"Iya, aku mang berniat nyerang penjara San Sabaneta untuk nyelamatkan Florian. Tetapi aku hanya baru berniat saja, aku belum tentu akan lakukannya. Lagipula nyelamatkan Florian bukanlah tugasku, lainkan tugasmu yang rupakan ibu dari Florian, nona Harriet. Jadi bagaimana nurutmu, apakah kamu ingin nyelamatkan Florian dari penjara San Sabaneta atau tidak ? Jika kamu mau nyelamatkan Florian maka aku akan mberikan bantuan," ucap Duke Remy.

"Sepertinya kau rencanakan sesuatu, tuan Remy. Apa yang kau inginkan setelah kau berhasil nyelamatkan Florian ? Aku yakin kau pasti ngharapkan sesuatu sebagai bayaranmu karena telah berhasil nyelamatkan Florian nantinya. Aku tahu kalau kau itu bukan tipe orang yang nyediakan ’pelayanan gratis’," ucap Duchess Harriet.

"Kamu sangat ngerti betul tentangku, nona Harriet. Jika kamu ingin nyelamatkan Florian, aku akan mbantumu untuk nyelamatkannya. Dan jika aku berhasil nyelamatkannya, sebagai bayaran atas jasaku ini, tolong izinkan aku untuk ngubah Florian njadi salah satu bidakku," ucap Duke Remy sambil tersenyum.

Duchess Harriet yang ndengar itu pun langsung marah.

"Seperti yang dikatakan nona Claret tadi, kau itu mang benar-benar keparat!!!," ucap Duchess Harriet.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 299 : Pengkhianatan Duke Remy part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.