Font Size
15px

"Remy! Dasar pengkhianat keparat!," ucap Duchess Claret yang tampak marah.

Duke Remy lalu noleh ke arah Duchess Claret.

"Hmmm, kenapa kamu berkata seperti itu kepadaku, nona Claret ? Padahal aku sudah susah payah datang untuk nemui kalian bertiga, tetapi kamu malah berkata seperti itu kepadaku," ucap Duke Remy.

"Tidak usah banyak bicara kau, pengkhianat. Suami dan anakku ninggal gara-gara kau, kau harus mbayarnya," ucap Duchess Claret.

"Bagaimana bisa kamu nuduh kalau aku lah yang telah mbuat suami dan anakmu ninggal ? Anakmu telah dibunuh oleh Rid Archie di hutan Hevea, sedangkan suamimu telah dibunuh oleh Yang Mulia Ratu di gedung pengadilan. Jadi bukan aku yang telah mbuat suami dan anakmu ninggal," ucap Duke Remy.

"Kau pandai sekali mbuat alasan, Remy. Suami dan anakku ninggal karena terlibat dalam rencana yang kau buat. Secara tidak langsung, kau lah yang telah mbunuh reka berdua," ucap Duchess Claret.

Setelah Duchess Claret ngatakan itu, Duke Remy langsung ncengkeram mulut dan dagu Duchess Claret dengan tangannya.

"Jaga bicaramu, Claret. reka berdua ninggal karena kebodohan reka sendiri. Kebodohan reka tidak ada hubungannya dengan rencana yang aku buat. Jika nurutmu reka berdua ninggal karena terlibat dalam rencana yang aku buat, itu salah reka sendiri karena reka lah yang nerima ajakanku untuk rencanakan pembunuhan kepada Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Jika reka tidak nerima ajakanku, reka pastinya saat ini masih hidup," ucap Duke Remy.

Duke Remy berkata seperti itu sambil terus ncengkeram mulut dan dagu Duchess Claret. Duchess Claret terlihat seperti ingin berbicara namun tidak bisa karena mulutnya sedang dicengkeram oleh Duke Remy.

"Tewasnya Enzo dan cerobohnya para prajurit tuan Jas dalam mbersihkan bukti-bukti di hutan Hevea njadi awal mula terkuaknya rencana pembunuhan ini. Rencana ini terkuak karena kebodohan suamimu sendiri yang tidak becus dalam rintah para prajuritnya untuk nghapus bukti-bukti itu. Karena hal itu aku harus mbuat rencana yang baru untuk ke depannya. Jika ingin nyalahkan seseorang, lebih baik salahkan suamimu sendiri, Claret," ucap Duke Remy.

Kemudian, Duke Remy pun lepaskan cengkramannya dari mulut dan dagu Duchess Claret.

"Hah, apanya yang ngajak ? Kau ngundang suami dan anakku untuk ikut dalam rencanamu dengan cara nghasut. Kau itu dikenal sebagai penghasut yang handal, wajar saja jika suami dan anakku terhasut untuk ikut dalam rencanamu," ucap Duchess Claret.

"Sama saja, mau itu ngajak atau nghasut, faktanya suami dan anakmu lah yang pada akhirnya nerima untuk ikut terlibat dalam rencanaku. Itu salah reka sendiri karena mau terlibat dalam rencanaku. Jika reka dengan mudahnya nerima untuk terlibat dalam rencanaku, itu nandakan kalau reka itu adalah orang yang mudah dibodohi," ucap Duke Remy.

"Kau!!!!," ucap Duchess Claret yang tampak marah.

Duchess Claret berusaha lepaskan diri dari rantai yang ngikat tangan dan kakinya untuk nyerang Duke Remy. Namun dia tidak bisa lepaskan diri dari rantai itu.

"Sudah cukup, nona Claret. Kamu tidak perlu untuk terus ladeni sampah yang berbicara ini," ucap Duchess Harriet.

Setelan ndengar perkataan Duchess Harriet, Duke Remy pun langsung noleh ke arah Duchess Harriet setelah sebelumnya lihat ke arah Duchess Claret.

"Sampah yang berbicara ? Aku tidak nyangka kalau kata-kata itu keluar dari mulut seorang mantan Priest gereja Sancta Lux kerajaan San Fulgen," ucap Duke Remy.

"Apa nurutmu kata-kata itu tidak boleh keluar dari mulut seorang mantan Priest ? Jangankan seorang mantan Priest atau bahkan Priest yang masih aktif, aku yakin bahkan Holy Priests yang berada di Holy Kingdom pun juga akan manggil anda sampah setelah lihat kelakuan anda, tuan Remy," ucap Duchess Harriet.

"Kamu hanya mbenarkan alasanmu saja dengan mbawa-bawa Holy Priests," ucap Duke Remy.

"Terserah. Jadi, apakah alasan anda ngkhianati suamiku, tuan Jas dan bahkan tuan Marcelo adalah karena kesalahan yang dilakukan oleh tuan Jas dalam rintahkan para prajuritnya untuk nghapus semua bukti yang ada ?," tanya Duchess Harriet.

"Iya, itu benar. Jauh sebelum rencana ini terkuak, aku sudah tahu tentang tuan Louis yang yang mpunyai mata-mata di kediaman tuan Jas. Tuan Louis tidak hanya mpunyai mata-mata di kediaman tuan Jas saja, tetapi dia juga mpunyai mata-mata di kediaman tuan Darwin dan juga kediamanku. Untuk mata-mata di kediamanku, aku sudah ngatasinya. Mata-mata milik tuan Louis di kediamanku sekarang berada di bawah kendaliku. Jadi mata-mata itu tetap mberikan informasi kepada tuan Louis, tetapi informasi itu adalah informasi palsu yang kuberikan kepadanya. Jadi tuan Louis tidak akan pernah tahu informasi sebenarnya dari kediaman ini,"

"Untuk mata-mata di kediaman tuan Darwin dan tuan Jas, aku tidak ngatasinya karena itu bukanlah kewajibanku. Seharusnya reka berdua lah yang harus ngatasi jika ada mata-mata di kediaman reka. Karena reka tidak ngetahui adanya mata-mata di kediaman reka, itu nandakan kalau reka itu sudah lalai. Kelalaian reka lah yang mbuat rencana ini terkuak,"

"Aku tahu kalau cepat atau lambat mata-mata yang ditempatkan di kedua kediaman itu akan ndapatkan beberapa informasi tersembunyi yang kita rahasiakan, salah satunya adalah rencana pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dah seluruh keluarga San Lucia. Apalagi dengan ditangkapnya Rid Archie setelah kejadian di hutan Hevea, tuan Louis selaku ayah dari Irene yang rupakan pacar dari Rid Archie saat ini pasti akan rintahkan mata-matanya untuk secepatnya nemukan informasi ncurigakan dari kediaman kita, khususnya kediaman tuan Jas. Insiden di hutan Hevea itu ada hubungannya dengan tuan Jas karena prajurit tuan Jas terlibat di hutan itu, maka dari itu tuan Jas lah yang paling dicurigai oleh tuan Louis,"

"Oleh karena itu, aku sudah nyiapkan rencana lain, yaitu dengan nyiapkan dokun informasi lain yang njelaskan kalau aku tidak terlibat dalam rencana itu. Lalu aku nyuruh mata-mata yang aku miliki untuk nyelundupkan dokun itu ke kediaman tuan Jas dan ngambil dokun informasi dimana ada namaku di dokun itu. Aku juga lakukan hal yang sama di kediaman Duke Darwin, Marquess Marcelo dan bangsawan lain yang terlibat dalam rencana ini. Jadi jika prajurit kerajaan San Fulgen riksa setiap kediaman itu, reka akan tetap nemukan dokun informasi tentang rencana pembunuhan itu, namun di dokun informasi itu tidak tercantum namaku sama sekali. Dan benar saja, dokun itu pun ditemukan di kediaman tuan Jas. Lalu rencana pembunuhan itu pun terkuak di gedung pengadilan dengan adanya bukti percakapan antara Rid Archie dengan Enzo yang dimiliki oleh kepala akademi. Ditambah oleh bukti-bukti yang ditemukan ditemukan oleh komandan Asier dan tuan Louis, terkuaknya rencana pembunuhan itu pun tidak dapat dibantahkan. Setelah apa yang terjadi di gedung pengadilan, para prajurit kerajaan pun diperintahkan untuk riksa kediaman-kediaman orang yang terlibat dalam rencana itu. reka pun nemukan dokun-dokun palsu yang kuselundupkan di setiap kediaman itu. Tidak ada namaku sama sekali di dokun palsu itu yang mbuat saat ini aku tetap aman. Tidak akan ada satupun orang yang akan nangkapku ataupun ncurigaiku skipun akulah yang sebenarnya mbuat rencana pembunuhan itu," ucap Duke Remy.

Duchess Claret yang ndengar itu mulai marah kembali.

"Kau benar-benar keparat, dasar pengkhianat. Jika kau bisa mbuat dokun palsu itu, kenapa kau tidak mbuat dokun palsu dimana suamiku dan tuan Jas tidak tercantum dalam dokun itu ? Kenapa hanya kau saja yang tidak tercantum ?," tanya Duchess Claret.

"Kenapa aku harus lakukan itu ? Asal kamu tahu saja, Claret, reka yang terlibat dalam rencanaku tidak lebih dari sekedar bidak, termasuk tuan Jas dan tuan Darwin. Jadi jika ada kesalahan dalam rencana yang ku buat sebelumnya dan rencana itu beresiko akan diketahui, maka aku lebih baik nyelamatkan diriku sendiri, aku tidak peduli dengan para bidak itu. Lagipula tanpa aku nyiapkan dokun palsu itu, cepat atau lambat rencana itu pun pasti akan terkuak karena kelalaian reka sendiri. Untuk apa aku nyelamatkan reka yang sudah lalai dan mbuat rencanaku hancur ?,"

"Namun, skipun terkuaknya rencana pembunuhan itu sebagian besar diakibatkan karena kelalaian reka, reka masih tetaplah bidak yang berguna, setidaknya sebagai pasukan tempur," ucap Duke Remy.

"Pasukan tempur ? Apa maksudmu ?," tanya Duchess Claret yang bingung.

"Ah benar juga, kamu tidak ngetahui dengan rinci tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan karena anak buahku telah lebih dulu mbawamu ke tempat ini sebelum kamu ngetahui itu. Begitupun dengan kalian berdua, nona Harriet, Raja Albert. Kalian juga tidak ngetahui tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan dari surat kabar karena kalian terus berada di tempat ini sejak dibawa oleh anak buahku. Kalian hanya ngetahui kalau tuan Jas, tuan Darwin dan tuan Marcelo telah tewas di gedung pengadilan dan juga tentang pengkhianatanku tetapi kalian tidak tahu kejadian lengkapnya. Kalau begitu biar aku beritahu kalian,"

"Kemarin, di gedung pengadilan, sebenarnya telah terjadi suatu insiden yang nghebohkan seluruh kerajaan San Fulgen. Tidak hanya karena terkuaknya rencana pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia, tetapi juga karena ada serangan yang dilakukan sekelompok iblis di gedung pengadilan itu," ucap Duke Remy.

"Sekelompok iblis ? Apa yang kau bicarakan ? Tidak mungkin ada iblis di kerajaan San Fulgen karena jarak kerajaan San Fulgen dengan benua selatan sangatlah jauh," tanya Duchess Claret.

Duchess Harriet pun ngangguk setuju, sentara Raja Albert hanya diam saja tanpa mberikan respon apapun.

"Benar juga, kalian berdua tidak ngetahui tentang ’subjek’ percobaan lain selain ’subjek’ percobaan yang nggunakan jantung Elf. Kalau begitu, aku ingin bertanya kepada kalian berdua, kalian tahu kan ciri-ciri yang dimiliki oleh ras Iblis ?," tanya Duke Remy.

"Tentu saja, ras Iblis miliki bola mata berwarna hitam pekat. reka juga miliki tato bercorak berwarna hitam pekat di beberapa bagian tubuh reka. Teruntuk ras Iblis berdarah murni, reka mpunyai pupil mata berwarna rah pekat dan pupil mata itu miliki beragam bentuk," ucap Duchess Claret.

"Jawabanmu benar, Claret. Selain pupil berwarna rah pekat, tidakkah ciri-ciri ras Iblis yang kamu katakan tadi sama dengan orang-orang yang berada di tempat ini ?," tanya Duke Remy.

Duchess Claret pun terdiam setelah ndengar perkataan Duke Remy. Dia lalu mulai mperhatikan ke luar ruang tahanan itu untuk lihat orang-orang yang berada di luar ruang tahanan. Perkataan Duke Remy benar, orang-orang yang berada di luar ruang tahanan miliki ciri-ciri yang sama seperti ciri-ciri yang dimiliki oleh ras Iblis, kecuali ciri-ciri tentang miliki pupil berwarna rah pekat. Duchess Claret yang baru nyadari hal itu pun mulai terkejut.

"Orang-orang yang miliki ciri-ciri seperti ras Iblis, serangan Iblis di gedung pengadilan dan bidak untuk pasukan tempur. Jangan bilang, kalau kau-," ucap Duchess Claret.

Namun sebelum Duchess Claret nyelesaikan perkataannya, Duke Remy tiba-tiba motong perkataannya.

"Akhirnya kamu sadar juga, Claret. Itu benar, bidak untuk pasukan tempur yang ku maksud adalah tuan Jas, tuan Darwin, tuan Marcelo dan beberapa orang lainnya yang berada di gedung pengadilan. Serangan sekelompok iblis yang terjadi di gedung pengadilan itu adalah perbuatan reka. reka termasuk tuan Jas dan tuan Darwin sudah aku ubah njadi iblis untuk mbuat kekacauan di gedung pengadilan. Alasan reka dibunuh di gedung pengadilan karena reka telah berubah njadi iblis dan mbuat kekacauan disana," ucap Duke Remy sambil tersenyum.

Duchess Harriet yang ndengar itu tampak terkejut. Duchess Claret pun juga sama namun disaat yang sama dia juga terlihat sedang nahan amarah. Tidak lama kemudian, amarahnya itu pun dilampiaskan.

"KAU BENAR-BENAR KEPARAT, REMY!!!," teriak Duchess Claret yang sangat marah.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 298 : Pengkhianatan Duke Remy on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Grasping the Evil cover
Similar genre

Grasping the Evil

I'm Ink我是墨水 ·Action

Mastersaid,thewomanIheldinmyhands,ImustprotectfortherestofmylifeMastersaid,it’shardtocultivateasaDemon,andonceyouentertheDemonDao,youshouldneverloo...

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.