Font Size
15px

Ratu Kayana kemudian nghentikan sihir gravitasi yang nahan komandan Ivana dan komandan Allister. Setelah itu, komandan Ivana dan komandan Allister pun akhirnya bisa bergerak dan bangkit kembali setelah sebelumnya hanya bisa terbaring di lantai sambil nahan beban berat.

"Sekarang beritahu aku, kenapa kalian berdua berniat saling bertarung ?," tanya Ratu Kayana.

Komandan Ivana dan komandan Allister pun saling mberi alasan. Namun Ratu Kayana belum sepenuhnya percaya dengan alasan komandan Ivana dan komandan Allister. Ratu Kayana kemudian bertanya ke nona Violetta, komandan Asier dan komandan Keira tentang kenapa komandan Ivana dan komandan Allister mau bertarung. Alasan Ratu Kayana bertanya kepada reka bertiga karena reka bertiga lah yang lihat langsung komandan Ivana dan komandan Allister yang berniat bertarung. reka bertiga pun njelaskan tentang itu kepada Ratu Kayana, lalu Ratu Kayana pun akhirnya ngerti tentang kenapa komandan Ivana dan komandan Allister berniat bertarung.

"Hmm jadi begitu. Jika mang begitu, kalian berdua lah yang salah dalam hal ini. Allister, kenapa kamu tidak nuruti perkataan Ivana untuk segera duduk ? Lagipula Ivana hanya mau nyuruhmu untuk duduk tenang tetapi kamu malah ngoceh tentang keberadaan Violetta. Apa kamu keberatan dengan keputusanku yang nunjuk Violetta sebagai komandan prajurit yang baru skipun dia hanya njaga wilayah akademi saja ?," tanya Ratu Kayana.

"Saya hanya keberatan dengan gelar yang dia punya sebagai komandan prajurit, Yang Mulia Ratu. Padahal dia hanya njaga wilayah kecil seperti akademi, tetapi dia malah ndapatkan gelar sebagai komandan prajurit. Saya tidak keberatan dengan keputusan Yang Mulia Ratu yang nunjuk orang kuat untuk njaga akademi," ucap komandan Allister.

"Sudah jelas kalau Violetta aku beri gelar sebagai komandan prajurit, karena selain njaga akademi, dia juga mimpin para prajurit yang berjaga di akademi. Ini adalah keputusan yang aku buat, kamu tidak perlu untuk rasa keberatan. Lagipula penunjukan Violetta sebagai komandan prajurit tidak akan berdampak apapun padamu. Kamu masih akan tetap njadi komandan prajurit ’Strom Leopard’. Apa kamu ngerti ?," tanya Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu. Kalau begitu saya tidak akan keberatan lagi," ucap komandan Allister.

ski komandan Allister berkata seperti itu, namun raut wajahnya terlihat tidak puas.

"Lalu, Ivana, aku tahu kalau kamu kesal dengan sikap Allister yang tidak mau duduk skipun sudah kamu suruh berulang kali. Tetapi bukan berarti kamu harus sampai nyerangnya," ucap Ratu Kayana.

"Saya minta maaf, Yang Mulia Ratu. Saya berjanji saya tidak akan ngulanginya lagi," ucap komandan Ivana.

"Ya sudah kalau begitu. Sebagai hukuman karena kalian telah mbuat keributan di ruangan ini, kalian tidak diizinkan untuk nyembuhkan luka kalian yang diakibatkan oleh sihir gravitasiku selama kalian masih berada di ruangan ini. Kalian baru boleh nyembuhkan luka kalian setelah pembicaraan di ruangan ini telah selesai dan kalian telah ninggalkan ruangan ini," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana dan komandan Allister.

"Sekarang kalian duduklah di kursi yang sudah tersedia," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana dan komandan Allister.

Lalu reka berdua pun mulai duduk di kursi yang disediakan.

"Anda juga segeralah duduk, tuan Oliver," ucap Ratu Kayana kepada komandan Oliver yang berada di belakangnya.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.

Komandan Oliver lalu mulai langkah nuju kursi dan langsung duduk di kursi tersebut. Sentara itu, Ratu Kayana sedang lihat ke arah lantai yang retak akibat sihir gravitasi miliknya. Ratu Kayana lalu nghentakkan kaki ke lantai yang berada di bawah kakinya. Setelah itu, retakan pada lantai itu tiba-tiba mulai nyatu kembali. Lantai itu pun kembali sepertinya sebelumnya. Setelah mperbaiki lantai itu, Ratu Kayana pun mulai berjalan nuju kursi yang kosong dan langsung duduk di kursi tersebut.

"Karena kalian semua sudah hadir di ruangan ini, mari kita segera mulai diskusinya. Aku yakin kalian tahu alasan aku manggil kalian semua ke ruangan ini. Ini tentang situasi kerajaan akibat kejadian besar yang terjadi kemarin. Seperti yang kalian tahu, kemarin di gedung pengadilan, terungkap rencana pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia yang direncanakan oleh tuan Darwin, tuan Jas dan Marquess Marcelo. reka bertiga yang rencanakan itu telah tewas kemarin di gedung pengadilan dalam keadaan sudah berubah njadi iblis. Ada kemungkinan kalau ada orang lain yang terlibat dalam rencana itu selain reka bertiga,"

"Kemungkinan orang lain yang terlibat itu adalah nona Claret, nona Harriet dan suamiku, yaitu Raja Albert. Itu karena reka bertiga tiba-tiba nghilang setelah rencana pembunuhan itu terungkap. Terlebih untuk suamiku sendiri, dia sudah dipastikan terlibat dalam rencana pembunuhan itu karena ditemukannya bukti dokun di kediaman tuan Jas yang nyebutkan kalau dia terlibat dalam rencana itu. Karena hal itu, dia langsung larikan diri ninggalkan istana dan keberadaannya saat ini tidak diketahui. Untuk nemukan keberadaannya, aku bahkan sampai nerbitkan bounty atau hadiah bagi reka yang bisa nemukan dan nangkapnya hidup-hidup. Karena aku masih mbutuhkan penjelasan langsung darinya, makanya aku nginginkan dia hidup-hidup,"

"ski sudah ada beberapa orang yang dicurigai juga terlibat dalam rencana itu, aku yakini kalau ada lebih banyak orang lagi yang terlibat dalam rencana itu. Untuk itu, aku ngundang kalian semua untuk datang ke ruangan ini untuk mbahas tentang orang-orang yang terlibat dalam rencana itu dan mbahas tentang situasi di kerajaan San Fulgen yang terjadi saat ini dan yang akan terjadi kedepannya,"

"Pertama, aku ingin bertanya sesuatu kepada kalian. Apakah ada hal aneh seperti adanya pergerakan orang yang tidak biasa atau yang lainnya yang terjadi di wilayah tempat kalian bertugas selama beberapa hari ini ?,"

"Ivana, apakah ada hal aneh yang terjadi di wilayah San Quentine ?," tanya Ratu Kayana.

Komandan Ivana lalu langsung njawab pertanyaan dari Ratu Kayana.

"Hal yang aneh ya, selain saat saya di perintah untuk riksa kediaman tuan Duke Remy, selama beberapa hari ini tidak ada hal atau pergerakan yang aneh yang ada di wilayah San Quentine. Mungkin ada satu, yaitu orang-orang pengungsi dari negeri Kaminari yang masuk dengan cara ilegal ke kerajaan kita. reka naiki perahu lalu berlabuh di wilayah pantai atau teluk tak berpenghuni yang luput dari pengawasan para prajuritku. ski reka telah berlabuh lewat pantai atau teluk itu, reka tetap dapat kami tahan setelah reka pergi dan singgah di wilayah penduduk setempat," ucap komandan Ivana.

"Pengungsi dari negeri Kaminari ya, bukannya itu sudah biasa jika wilayah San Quentine didatangi oleh pengungsi dari negeri Kaminari karena negeri Kaminari berada di seberang laut dari pelabuhan San Quentine. Lalu apanya yang aneh, Ivana ?," tanya Ratu Kayana.

"mang hal ini seharusnya bukanlah hal yang aneh karena pengungsi dari negeri Kaminari mang sering berlabuh secara ilegal di wilayah San Quentine. Namun yang anehnya adalah selama beberapa hari ini, para pengungsi yang berlabuh secara ilegal di wilayah San Quentine lebih banyak dari biasanya. Mungkin ini ada hubungannya dengan kabar kalau perang saudara yang berlangsung di negeri Kaminari itu sudah njadi dahsyat, sama halnya seperti perang besar. Maka dari itu banyak penduduk negeri Kaminari yang ngungsi ke negara dan kerajaan lain, salah satunya adalah kerajaan San Fulgen," ucap komandan Ivana.

"Perang saudara ya. Sayangnya negeri Kaminari dan kerajaan kita tidak miliki hubungan kerja sama, jadi kita tidak bisa ikut campur dalam perang saudara yang terjadi disana. Jika kita miliki hubungan kerja sama, mungkin aku akan ngutusmu untuk mbantu redakan perang saudara yang berlangsung disana, Ivana. Lagipula kamu miliki darah keturunan dari penduduk negeri Kaminari yang berasal dari ibumu," ucap Ratu Kayana.

"ski saya miliki darah keturunan dari penduduk negeri Kaminari, saya belum pernah ke negeri itu sama sekali, Yang Mulia Ratu. Saya sama saja seperti orang asing bagi penduduk negeri itu. Jika saya diutus kesana pun saya tidak yakin kalau saya dapat mbantu redakan perang saudara yang terjadi disana," ucap komandan Ivana.

"Yah, kamu ada benarnya juga. Daripada itu, bagaimana dengan para pengungsi dari negeri Kaminari ? Kamu bilang kalau kalian berhasil nahan reka, apa kamu mbawa reka ke penjara ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak, Yang Mulia Ratu. Saya mang bilang kalau kami berhasil nahan reka, tapi kami tidak njarakan reka. Setelah nahan reka, kami langsung laporkan tentang hal ini kepada tuan Duke Remy selaku pemimpin wilayah San Quentine. Kami mbawa reka ke tuan Duke Remy untuk ncarikan solusi bagi reka yang rupakan pengungsi ini yaitu tentang apakah reka diizinkan tinggal di wilayah San Quentine atau reka harus pergi dari wilayah San Quentine," ucap komandan Ivana.

"Lalu apa solusi tuan Remy untuk para pengungsi itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Tuan Remy secara tidak terduga ngizinkan para pengungsi itu untuk tinggal di wilayah San Quentine, bahkan beliau juga akan mberikan tempat tinggal kepada para pengungsi itu. Para pengungsi itu saat ini berada di bawah perlindungan dan pengawasan tuan Duke Remy," ucap komandan Ivana.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 294 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 3 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.