Font Size
15px

"Para pengungsi itu saat ini berada di bawah perlindungan dan pengawasan tuan Duke Remy," ucap komandan Ivana.

"Begitu ya, jadi tuan Remy milih untuk mbiarkan para pengungsi itu tinggal di wilayah San Quentine. Aku belum ndengar kabar tentang itu dari beliau tetapi aku tidak keberatan jika beliau mutuskan untuk lakukan itu. Lagipula beliau adalah pemimpin wilayah San Quentine, beliau berhak ngatur wilayah San Quentine sesukanya asal tidak bertentangan dengan hukum kerajaan," ucap Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana.

"Lalu apakah ada hal lain yang terjadi di wilayah San Quentine selain dari banyaknya pengungsi yang datang ke San Quentine beberapa hari ini ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak ada hal lainnya lagi, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana.

"Baiklah kalau begitu, terima kasih atas informasinya, Ivana," ucap Ratu Kayana.

"Sama-sama, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana.

"Kemudian, Asier, bagaimana dengan wilayah San Angela ? Apakah ada sesuatu yang terjadi wilayah San Angela selama beberapa hari ini selain insiden percobaan pembunuhan terhadap Rid Archie di hutan Hevea dan hilangnya nona Claret saat kamu pergi riksa kediaman tuan Jas," ucap Ratu Kayana.

"Tidak ada hal atau pergerakan yang aneh di wilayah San Angela selama beberapa hari ini, Yang Mulia Ratu. Sejak terjadinya penyerangan terhadap akademi beberapa waktu lalu, saya mutuskan untuk rintahkan satu per empat dari total prajurit Frost Wolf untuk berjaga di wilayah perbatasan antara San Angela dengan kerajaan Sedona. Karena seperti yang anda tahu, sebagian besar orang-orang yang nyerang akademi berasal dari ras Demi-Human, jadi ada kemungkinan kalau para penyerang itu berasal dari kerajaan Sedona. Tetapi sejak saya pertama kali rintahkan para prajurit itu untuk berjaga di wilayah perbatasan hingga saat ini, tidak ditemukan adanya pergerakan yang ncurigakan dari para warga ataupun para prajurit kerajaan Sedona. mang beberapa kali ada warga kerajaan Sedona yang masuk secara ilegal untuk ngambil sumber daya di wilayah San Angela ataupun untuk tinggal secara ilegal di wilayah San Angela, namun reka sama sekali tidak berbuat kerusuhan. reka bahkan tidak mberontak atau lawan ketika kami berhasil nangkap reka. Sepertinya apa yang dibilang oleh anda kalau orang-orang yang nyerang akademi bukan berasal dari kerajaan Sedona lainkan dari negara atau organisasi lain yang berniat untuk ngadu domba kerajaan San Fulgen dengan kerajaan Sedona adalah benar, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier.

"Ya, sebelumnya aku bilang kalau aku tidak yakin kalau kerajaan Sedona lah yang lakukan ini. Hingga saat ini, kerajaan San Fulgen dan kerajaan Sedona masih njalin kerja sama. Salah satunya adalah kerja sama pertukaran antar budak. Budak Demi-Human dari kerajaan Sedona akan dikirim ke kerajaan San Fulgen dengan ditukar oleh budak manusia dari kerajaan San Fulgen yang akan dikirim ke kerajaan Sedona,"

"Jujur saja, pertukaran budak ini bukan rupakan ideku karena aku sendiri tidak nyetujui tentang ini. Ide ini berasal dari tuan Remy, tuan Darwin dan tuan Jas. Apalagi reka bertiga lah yang selalu ndukung agar sistem perbudakan tidak dihapus di kerajaan ini. Karena sekarang tuan Jas dan tuan Darwin sudah ninggal, mungkin aku bisa mbatalkan kerja sama pertukaran budak itu dan juga nghapus sistem perbudakan yang masih dijalankan di kerajaan ini,"

"Ke depannya, orang-orang di kerajaan ini tidak akan bisa nggunakan budak untuk mbantu pekerjaan dan kehidupan sehari-hari reka. Namun reka masih bisa mpekerjakan orang lain yang berasal dari ras Manusia ataupun dari ras lainnya. Tentu saja, reka harus mberi bayaran kepada orang yang bekerja untuknya. Bayarannya pun juga harus sesuai dengan apa yang reka kerjakan,"

"Mungkin akan banyak orang yang protes dengan kebijakan ini, apalagi dari kaum bangsawan dan orang-orang yang njual budak. Tetapi aku tidak peduli, aku tetap akan nghapus sistem perbudakan di kerajaan ini. Aku kasihan kepada para budak itu yang selalu bekerja untuk tuan reka namun reka tidak ndapatkan bayaran sama sekali. mang ada beberapa orang yang mperlakukan budak yang reka punya dengan baik, salah satu contohnya adalah orang-orang dari keluarga San Lucia. Keluarga San Lucia selalu mperlakukan budak-budak yang reka punya dengan baik, bahkan budak-budak yang bekerja untuk keluarga San Lucia selalu ndapatkan bayaran atas kerja reka. Aku sangat kagum dengan keluarga San Lucia karena hal ini. Namun, yang mperlakukan budak-budak dengan baik hanyalah sebagian kecil saja, sebagian besarnya mperlakukan budak-budak yang reka punya dengan sangat buruk. Itulah alasan kenapa aku berniat untuk nghapus sistem perbudakan ini, aku tidak ingin ada budak yang ndapatkan perlakuan buruk lagi. ski begitu, aku tidak tahu apakah penghapusan sistem perbudakan ini akan segera terealisasi atau tidak," ucap Ratu Kayana.

Para komandan prajurit yang lain hanya diam saja ndengar perkataan Ratu Kayana. Beberapa dari reka nampak terkesan dengan perkataan Ratu Kayana yang ingin nghapus sistem perbudakan di kerajaan ini.

"Yah, lupakan soal itu terlebih dahulu. Lalu Asier, bagaimana soal organisasi ncurigakan yang pernah kamu kejar di wilayah San Angela ? Ada kemungkinan kalau organisasi itu lah yang terlibat dalam penyerangan akademi beberapa waktu lalu," ucap Ratu Kayana.

"Sejak insiden penyerangan akademi terjadi hingga saat ini, tidak ada tanda-tanda pergerakan dari organisasi ncurigakan itu. Entah reka sudah pergi dari kerajaan San Fulgen atau reka sedang fokus rencanakan sesuatu secara sembunyi-sembunyi," ucap komandan Asier.

"Awasi terus seluruh wilayah San Angela, Asier. Ada kemungkinan kalau reka akan lakukan pergerakan lagi. Selain penyerangan di akademi, ada kemungkinan kalau organisasi itu juga terlibat dalam rencana pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Pokoknya awasi terus seluruh wilayah San Angela dan segera laporkan apabila ada sesuatu yang ncurigakan di wilayah San Angela," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier.

"Baiklah, sepertinya selama beberapa hari ini tidak ada sesuatu yang aneh dan ncurigakan di wilayah San Angela. Selanjutnya, Allister, apa ada sesuatu yang ncurigakan di wilayah San Lucia selama beberapa hari ini ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Sebelumnya hal yang ncurigakan dan aneh yang kadang terjadi di wilayah San Lucia adalah penemuan jasad Elf yang jantungnya telah diambil dari jasad tersebut. Penemuan jasad itu terbilang aneh dan ncurigakan karena belum diketahui apa yang terjadi dengan Elf itu sebelumnya dan siapa yang lakukan hal tersebut. Namun saat ini, karena siapa yang lakukan hal tersebut sudah diketahui, penemuan jasad itu tidak akan disebut sebagai hal yang ncurigakan lagi. Selama beberapa hari ini, tidak ada jasad Elf lagi yang ditemukan di wilayah San Lucia. Jadi tidak ada hal aneh yang terjadi di wilayah San Lucia selama beberapa hari ini, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Allister.

"Begitu ya, jadi tidak ada hal aneh yang terjadi di wilayah San Lucia. Kalau begitu-," ucap Ratu Kayana.

"Tunggu sebentar, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Allister.

Di saat Ratu Kayana masih berbicara, tiba-tiba komandan Allister motong pembicaraan Ratu Kayana.

"Ada apa ?," tanya Ratu Kayana.

"Maaf karena telah motong ketika anda sedang berbicara, Yang Mulia Ratu. Namun saya ingin nyampaikan kalau ada satu hal aneh yang terjadi di wilayah San Lucia. Sebelumnya saya hampir lupa tentang hal ini, bahkan saya juga lupa untuk laporkan tentang hal ini kepada tuan Duke Louis. Beruntung saya masih ngingatnya," ucap komandan Allister.

"Hal aneh apa itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Hal aneh ini terjadi di perbatasan antara wilayah San Lucia dengan pegunungan Orokho. Beberapa penjaga yang berjaga di perbatasan itu, ngaku ndengar suara raungan Naga yang berasal dari pegunungan Orokho," ucap komandan Allister.

Komandan Asier dan komandan Ivana yang ndengar itu pun terkejut.

"Suara raungan Naga ?," tanya Ratu Kayana.

"Tentu anda pasti sudah ndengar cerita tentang Naga es yang tinggal di pegunungan Orokho, Yang Mulia Ratu. Dahulu, pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia tidak beriklim dingin seperti sekarang. Pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia berubah njadi dingin karena datangnya sekawanan Naga es yang mulai tinggal di pegunungan Orokho. Sekawanan Naga es itu selalu ngeluarkan sihir es dari tubuh reka yang mbuat iklim di tempat-tempat yang reka lewati dan singgahi berubah njadi dingin. Apalagi, kabarnya pemimpin dari sekawanan Naga es itu mpunyai sihir es yang sangat hebat dibandingkan naga es yang lainnya. Sihir es yang dikeluarkan oleh pemimpin Naga es itu dapat mbuat iklim suatu tempat berubah njadi dingin dalam radius yang sangat jauh. Karena hal itu, bisa dibilang kalau pemimpin Naga es itu lah yang mbuat iklim di pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia berubah njadi dingin,"

"Ketika ngetahui adanya sekawanan Naga es di pegunungan Orokho, para keluarga San Lucia saat itu langsung mbentuk pasukan untuk nyerang para Naga itu. Selain mbuat iklim di wilayah San Lucia njadi dingin, Naga-Naga itu juga nyerang pemukiman yang berada di sekitar pegunungan Orokho, karena itulah keluarga San Lucia mutuskan untuk nyerang Naga-Naga es itu. Penyerangan terhadap para Naga es itu pun terjadi dan kemudian para Naga es itu berhasil dikalahkan dan dibunuh, terapi ada satu Naga es yang berhasil larikan diri dan tetap bersembunyi di pegunungan Orokho. Naga yang bersembunyi itu adalah pemimpin dari sekawanan Naga-Naga es itu. Karena itulah, pegunungan Orokho dan wilayah San Lucia sampai saat ini masih beriklim dingin. Karena mang pemimpin Naga-Naga es itu masih hidup dan terus bersembunyi di pegunungan Orokho,"

"Keluarga San Lucia setiap tahun selalu lakukan ekspedisi untuk nemukan keberadaan pemimpin Naga itu. Namun reka tidak dapat nemukan keberadaan Naga itu di pegunungan Orokho. Ketika reka berhasil nemukan Naga itu, kelompok ekspedisi itu malah berakhir dengan dibantai oleh Naga itu. Apalagi, nona Arlet yang tergabung di kelompok ekspedisi itu, sampai saat ini masih tidak sadarkan diri,"

"Semua yang kuceritakan barusan adalah benar kan, Asier, Ivana ?," tanya komandan Allister.

Komandan Asier dan komandan Ivana terlihat terdiam saat ditanyai oleh komandan Allister. Namun tidak lama kemudian, komandan Asier pun mulai berbicara.

"Apa yang anda ceritakan tadi adalah benar, tuan Allister," ucap komandan Asier.

Sentara komandan Ivana masih terus diam.

"Aku juga sudah ngetahui tentang Naga yang tinggal di pegunungan Orokho. Tadi aku hanya terkejut ketika ndengar kalau beberapa prajurit Strom Leopard ndengar suara raungan Naga dari pegunungan Orokho. Itu berarti pemimpin Naga es yang hingga saat ini terus dicari-cari oleh keluarga San Lucia kelihatannya mang masih berada di pegunungan Orokho. Entah dimana dia bersembunyi karena di beberapa kesempatan, pasukan ekspedisi keluarga San Lucia tidak dapat nemukannya,"

"Setelah ndengar perkataan tuan Allister, apa tanggapan kalian berdua sebagai anggota keluarga San Lucia ?," tanya Ratu Kayana kepada komandan Asier dan komandan Ivana.

Komandan Asier dan komandan Ivana terdiam setelah ndengar perkataan Ratu Kayana. Tidak lama kemudian, komandan Asier pun mulai berbicara.

"Saya harus mbicarakan tentang apa yang dikatakan oleh tuan Allister kepada ayahanda saya terlebih dahulu, Yang Mulia Ratu. Beliau lah yang mutuskan apakah akan lakukan ekspedisi lagi atau tidak setelah ndengar kalau beberapa anggota prajurit Storm Leopard ndengar suara raungan Naga di pegunungan Orokho. Namun, saya rasa beliau tidak akan ngadakan ekspedisi ke pegunungan Orokho walaupun telah ndengar tentang kabar itu. Karena saat ini beliau sedang mperkuat pertahanan di kota San Lucia yang njadi tempat tinggal sentara anggota keluarga San Lucia yang lain. Hal ini dilakukan karena beliau ingin fokus njaga keluarga San Lucia di satu tempat setelah ngetahui adanya rencana pembunuhan terhadap seluruh keluarga San Lucia. Beliau tengah nfokuskan para prajurit miliknya untuk mperkuat pertahanan, jadi tidak mungkin beliau akan ngadakan ekspedisi ke pegunungan Orokho," ucap komandan Asier.

"Saya setuju dengan apa yang dikatakan Asier. Tuan Louis sepertinya tidak akan ngadakan ekspedisi untuk beberapa waktu ke depan sampai orang-orang yang rencanakan pembunuhan itu sudah diatasi. Jika orang-orang itu sudah diatasi, seluruh keluarga San Lucia pun akan aman karena tidak ada lagi orang yang rencanakan pembunuhan tersebut," ucap komandan Ivana.

"Hmmm yah kalian berdua ada benarnya. Jika suatu saat nanti tuan Louis berencana untuk ngadakan ekspedisi ke pegunungan Orokho, tolong kabari aku. Aku akan mberinya bantuan untuk ekspedisi itu," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier dan komandan Ivana.

"Ngomong-ngomong, apa hal aneh yang terjadi di wilayah San Lucia hanya itu saja, Allister ?," tanya Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu. Tidak ada lagi hal aneh yang terjadi selain itu," ucap komandan Allister.

"Begitu ya. Kalau begitu terima kasih atas informasinya. Tolong untuk selalu njaga dan ngawasi wilayah San Lucia. Laporkan jika ada sesuatu hal aneh yang terjadi di wilayah San Lucia," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Allister.

"Lalu Keira, apa ada hal aneh yang terjadi di wilayah San Minerva selain pertarunganmu dengan komandan Marshall dan hilangnya nona Harriet dari kediaman tuan Darwin ketika kamu sedang riksa kediaman itu," ucap Ratu Kayana.

"Tidak ada hal aneh yang terjadi di wilayah San Minerva, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Begitu ya, bagaimana dengan perbatasan wilayah San Minerva dan kerajaan Seleria yaitu hutan Mistskog, apa ada sesuatu hal aneh yang terjadi di tempat itu ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Namun, beberapa penjaga yang njaga perbatasan itu ngaku kalau reka rasakan ada banyak orang yang sedang mperhatikan reka dari dalam hutan Mistskog. Tetapi reka tidak dapat lihat siapa yang sedang mperhatikan reka karena selain gelap, pohon-pohon di hutan Mistskog juga sangat lebat sehingga nyulitkan untuk lihat ke dalam hutan jika sedang berada di luar hutan. reka hanya rasakan kalau sedang diperhatikan saja, reka tidak diserang sama sekali oleh orang-orang yang berada di dalam hutan Mistskog," ucap komandan Keira.

"Hmmm begitu ya. Sepertinya orang-orang yang sedang mperhatikan reka itu adalah para Elf yang rupakan ’penjaga hutan’. Alasan para Elf itu mperhatikan para prajurit yang berjaga di perbatasan mungkin untuk waspadai gerak-gerik para prajurit itu. reka mungkin berpikir kalau salah satu dari para prajurit yang berjaga itu bisa saja pergi nyusup ke dalam hutan Mistskog untuk nculik Elf yang berada di kerajaan Seleria,"

"Seperti yang kalian ketahui, para Elf yang ditemukan tewas di wilayah San Lucia adalah Elf yang berasal dari kerajaan Seleria. Apalagi para Elf itu rupakan para prajurit kerajaan Seleria. Para Elf itu diculik oleh para prajurit Duke San Minerva untuk dibunuh dan diambil jantungnya. Karena hal itu, penjagaan yang dilakukan oleh para ’penjaga hutan’ di hutan Mistskog saat ini sangat ketat. reka lakukan itu karena reka tidak ingin ada Elf yang diculik lagi oleh orang-orang dari kerajaan San Fulgen,"

"Selain itu, bagaimana dengan keadaan satu-satunya jalan yang berada di hutan Mistskog untuk nghubungkan kerajaan San Fulgen dengan kerajaan Seleria, Keira ? Apa jalan itu masih ditutup hingga saat ini ?," tanya Ratu Kayana.

"Iya, nona. Jalan itu saat ini masih ditutup. Banyak pohon-pohon yang telah tumbang yang digunakan untuk nutup jalan itu," ucap komandan Keira.

"Hmmm, sepertinya kerajaan Seleria masih tidak mau berhubungan dengan kerajaan kita. Aku sebetulnya ingin pergi ke kerajaan Seleria setelah diketahuinya dalang dari pembunuhan para Elf yang jasadnya ditemukan di wilayah San Lucia. Dalangnya yaitu tuan Jas, tuan Darwin dan Marquess Marcelo yang juga rupakan orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan terhadapku dan seluruh keluarga San Lucia. Namun, begitu aku ngetahui kalau orang-orang yang rencanakan pembunuhan itu tidak hanya reka bertiga saja, aku langsung ngurungkan niatku untuk pergi ke kerajaan Seleria. Karena bisa saja, orang-orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu selain reka bertiga, juga terlibat dalam penculikan dan pembunuhan para Elf yang berasal dari kerajaan Seleria. Jadi untuk sekarang aku harus mbereskan semua orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu terlebih dahulu. Setelah itu baru aku akan pergi ke kerajaan Seleria untuk minta maaf kepada Raja Elf dan mberitahu beliau kalau orang-orang yang nculik dan mbunuh beberapa rakyatnya sudah aku bereskan. Dengan permintaan maaf itu, aku berharap kerajaan Seleria akan mbangun hubungan kembali dengan kerajaan San Fulgen," ucap Ratu Kayana.

"Jika nanti Yang Mulia Ratu benar-benar ingin pergi ke kerajaan Seleria, izinkan saya untuk pergi nemani anda, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Izinkan saya juga, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier.

"Saya juga jika anda ngizinkan," ucap komandan Ivana.

Komandan Keira, komandan Asier dan komandan Ivana ngajukan diri untuk nemani Yang Mulia Ratu. Sentara komandan Allister dan nona Violetta terlihat hanya diam saja.

"Aku pergi ke kerajaan Seleria bukan untuk berperang, jadi mana mungkin aku mbawa banyak komandan prajurit bersamaku. Aku akan mbawa tuan Oliver bersamaku dan mungkin kamu juga, Keira, karena kamu adalah komandan prajurit yang berjaga di wilayah San Minerva dan wilayah San Minerva berdekatan dengan kerajaan Seleria. Untuk Asier dan Ivana, kalian fokus saja untuk njaga dan ngawasi wilayah yang njadi wilayah penjagaan pasukan kalian," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana dan komandan Asier.

"Kita kembali ke pembahasan awal. Untuk orang-orang yang mperhatikan para prajurit yang berjaga di perbatasan hutan Mistskog, selama reka tidak nyerang dan hanya mperhatikan saja, kamu tidak perlu khawatir, Keira," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Apa hanya itu saja hal aneh yang terjadi di wilayah San Minerva, Keira ?," tanya Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Begitu ya. Kalau begitu terima kasih atas informasinya. Tolong untuk selalu ngawasi dan njaga wilayah San Minerva. Laporkan jika ada hal aneh yang terjadi di wilayah itu," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Lalu Violetta, apakah ada hal aneh yang terjadi di akademi selama beberapa hari ini selain pertarunganmu dengan putra dari tuan Duke Darwin saat kamu ingin nangkapnya ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Keadaan akademi selama beberapa hari ini sama seperti biasanya. Tidak ada satupun hal aneh yang terjadi di akademi. Bahkan tidak ditemukan orang ncurigakan yang ngawasi akademi dari luar," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Terima kasih atas informasinya, Violetta. Tolong untuk selalu ngawasi dan njaga wilayah akademi, apalagi saat ini putra dan putriku rupakan murid di akademi itu. Tolong laporkan juga apabila ada hal aneh yang terjadi di akademi," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.

"Lalu yang terakhir, tuan Oliver. Anda mang rupakan komandan tertinggi di kerajaan ini, yang berarti anda adalah komandan dari para komandan prajurit ini. ski begitu, anda tetap miliki wilayah yang harus anda jaga dan awasi yaitu ibukota San Estella. Apakah ada sesuatu hal aneh yang terjadi di ibukota San Estella selama beberapa hari ini selain dari insiden yang terjadi di gedung pengadilan kemarin ?," tanya Ratu Kayana.

"Tidak ada, Yang Mulia Ratu. Tidak ada hal aneh yang terjadi di ibukota San Estella selama beberapa hari ini. mang terkadang ada beberapa keributan yang terjadi di ibukota, namun pada prajurit yang berjaga di ibukota dapat dengan mudah ngatasinya," ucap komandan Oliver.

"Begitu ya. Ya sudah, terima kasih atas informasinya, tuan Oliver. Tolong untuk tetap ngawasi dan njaga ibukota San Estella ini. Tolong laporkan juga jika anda nemukan hal aneh yang terjadi di ibukota," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.

"Dengan ini, aku sudah selesai nanyakan tentang keadaan wilayah yang kalian jaga. Sekarang kita masuk ke topik diskusi selanjutnya. Asier, Keira, aku ingin nanyakan sesuatu kepada kalian berdua ? Saat kalian berdua masing-masing riksa kediaman tuan Jas dan tuan Darwin, apakah kalian nemukan ’subjek’ percobaan lain di kediaman itu ? atau dokun yang nyebutkan tentang lokasi penyimpanan dan pembuatan ’subjek’ tersebut," ucap Ratu Kayana.

"Tidak, Yang Mulia Ratu. Saya tidak nemukan adanya ’subjek’ lain di kediaman itu. Dokun yang nyebutkan lokasi penyimpanan dan pembuatan ’subjek’ itu juga tidak ada. Saya hanya nemukan dokun yang ncantum nama-nama orang yang njadi ’subjek’ percobaan tersebut," ucap komandan Asier.

"Saya juga sama seperti Asier, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Begitu ya. Aku juga sudah lihat nama-nama dari ’subjek’ percobaan tersebut. Total ’subjek’ percobaan itu ada 11 termasuk dengan putra dari tuan Jas dan putra dari tuan Darwin. Putra dari tuan Darwin sudah berhasil ditangkap dan saat ini dia sedang ditahan di penjara San Sabaneta, sentara 10 ’subjek’ lainnya berhasil dibunuh oleh Rid Archie di hutan Hevea. Tetapi, aku sedikit curiga dengan total ’subjek’ ini. Jika reka rencanakan untuk mbunuhku dan seluruh keluarga San Lucia, tidak mungkin ’subjek’ yang reka buat untuk njadi eksekutor dalam rencana itu hanya berjumlah 11 orang. Pasti masih ada sesuatu yang reka sembunyikan seperti jumlah ’subjek’ sebenarnya dan lokasi penyimpanan serta pembuatan ’subjek’ itu,"

"Untuk itu, Asier, Keira, aku rintahkan kalian untuk riksa kediaman tuan Darwin dan tuan Jas sekali lagi. Selain itu, aku rintahkan kalian untuk riksa tempat-tempat ncurigakan yang berada di wilayah penjagaan pasukan kalian. Jika ada orang yang larang untuk riksa tempat ncurigakan itu, bilang saja kepada orang itu kalau yang rintahkan kalian adalah aku sendiri. Jika orang itu tetap larang dan bahkan lakukan kekerasan, aku ngizinkan kalian untuk lawan balik orang itu," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier dan komandan Keira.

"Ivana juga, aku rintahkan kamu untuk pergi ke kediaman Marquess Marcelo dan riksa seluruh kediamannya. Mungkin beliau mpunyai dokun tentang jumlah ’subjek’ sebenarnya dan lokasi penyimpanan serta pembuatannya. Selain itu, periksalah juga tempat-tempat ncurigakan yang berada di wilayah San Quentine," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Ivana.

"Allister, Violetta, dan tuan Oliver juga. Periksalah tempat-tempat ncurigakan yang berada di wilayah penjagaan kalian dan sekitarnya. Di akademi pun pasti ada suatu tempat ncurigakan yang kemungkinan njadi tempat berkumpulnya ’subjek’ yang sedang nyamar njadi murid akademi, untuk itu aku juga rintahkan kamu, Violetta," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver, komandan Allister dan nona Violetta.

"Temukanlah petunjuk apapun itu tentang rencana pembunuhan itu, orang-orang yang terlibat dalam rencana itu dan tentang para ’subjek’. Setelah nemukan petunjuk itu, segera laporkan kepadaku. Aku tidak akan mbiarkan orang-orang yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu terus berkeliaran di kerajaan ini. Aku akan mulai mburu reka satu persatu," ucap Ratu Kayana dengan ekspresi wajah yang serius.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 295 : Pertemuan Komandan Prajurit San Fulgen part 4 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

On the Path to the Great Dao cover
Trending now

On the Path to the Great Dao

Pig Nerd ·Action

【Fromtheauthorof''!】Mygrandfatherisverypeculiar.Everyday,helightsincenseforhimselfandeatscandlesinfrontofhisownancestraltablet.Thevillagersareallte...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.