Font Size
15px

"Ada kemungkinan kalau turnan dan festival akademi tahun ajaran ini akan ditiadakan," ucap nona Karina.

Beberapa anggota Elevrad yang ndengar hal itu pun terkejut.

"Ditiadakan ?," ucap senior Vanina yang terkejut.

"Iya. Kalian pasti tahu kalau sebelum ngajukan proposal bantuan dana kepada keluarga kerajaan dan keluarga Duke, Elevrad dan akademi nentukan terlebih dahulu berapa total dana yang dibutuhkan untuk nggelar turnan dan festival akademi. Lalu, jika besaran dana yang dibutuhkan sudah diketahui, total dana itu akan dibagi sesuai dengan jumlah anggota keluarga yang akan kita ajukan proposal. Karena kita hanya ngajukan proposal ke keluarga kerajaan dan 4 keluarga Duke, berarti hanya 5 keluarga saja yang akan kita ajukan proposal. Maka total dana yang dibutuhkan itu akan kita bagi 5 dan setelah itu kita ngajukan proposal bantuan dana sebesar total dana yang sudah kita bagi 5 tersebut,".

"Karena itu, dengan tidak adanya bantuan dana dari Duke San Minerva dan Duke San Angela, total dana yang kita butuhkan masih belum tercapai. Kita baru ndapatkan 3/5 dari total dana yang dibutuhkan, itu masih sangat kurang. Maka dari itu, aku bilang jika kita tetap kekurangan dana, ada kemungkinan kalau turnan dan festival akademi tahun ini akan ditiadakan," ucap nona Karina.

Lalu seluruh anggota Elevrad yang lain pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Karina. Disaat anggota Elevrad yang lain sedang terdiam, aku mutuskan untuk bertanya sesuatu kepada nona Karina.

"Apa Elevrad dan akademi tidak bisa ngajukan proposal bantuan dana kepada bangsawan lain, nona ? Sebelumnya, kita hanya ngajukan proposal bantuan dana ke keluarga kerajaan dan keluarga Duke, tetapi bukannya ada keluarga bangsawan di bawah Duke yang bisa kita ajukan proposal bantuan dana juga ?," tanyaku.

"Keluarga Duke yang kita ajukan proposal itu sudah wakili keluarga bangsawan lain dibawah Duke yang tinggal di wilayah Duke itu, Rid. Jadi saat kita telah ngajukan proposal ke salah satu keluarga Duke, reka tidak akan langsung mberikan bantuan dana kepada kita karena reka masih harus berdiskusi dengan keluarga bangsawan lain yang berada di bawah reka. Setelah reka selesai berdiskusi, barulah reka akan mberikan bantuan dana kepada kita. Bantuan Dana yang diberikan dari keluarga Duke bukan hanya berasal dari uang reka sendiri, lainkan juga bangsawan lain yang berada di bawah reka. Mungkin beberapa dari kalian berpikir kalau bantuan dana dari keluarga Duke itu semuanya berasal dari uang milik keluarga Duke, tetapi nyatanya tidak begitu. Tapi, mang persentase uang yang berasal dari keluarga Duke lebih banyak dari persentase uang yang berasal dari keluarga bangsawan lain pada bantuan dana tersebut," ucap nona Karina.

"Jadi begitu ya, aku baru tahu soal hal ini," ucapku.

Beberapa anggota Elevrad pun ngangguk pertanda kalau reka juga baru tahu soal hal itu.

"Lalu bagaimana jika minta tolong kepada para keluarga bangsawan yang sebelumnya kita ajukan proposal untuk naikkan bantuan dana agar bisa ncapai target total dana yang kita butuhkan. Jika kita kecualikan Duke San Minerva dan Duke San Angela, itu berarti hanya 3 keluarga bangsawan saja yang kita ajukan proposal. Total dana yang kita butuhkan jadi kita akan bagi 3. Setelah itu, kita minta keluarga bangsawan itu untuk nambah bantuan dana agar tercapai jumlah total dana yang kita bagi 3 itu," ucap senior Vanina.

"Jika kita lakukan itu sama saja kita lakukan hal yang tidak sopan, Vanina. Kita sebelumnya sudah ngajukan proposal kepada ketiga keluarga itu dan reka bertiga pasti sudah ndiskusikan dengan keluarga bangsawan yang lain tentang proposal itu. Akan tidak sopan bagi kita jika kita ngajukan proposal pengajuan bantuan dana yang baru saat ini," ucap nona Karina.

"Lalu bagaimana, nona ? Jika total dana yang dibutuhkan tidak terpenuhi, turnan dan festival akademi tahun ini akan benar-benar ditiadakan," ucap senior Vanina.

"Mungkin kita harus nunggu sampai dilantiknya Duke yang baru. Setelah dilantiknya Duke yang baru, kita akan segera ngajukan proposal bantuan Dana kepada dua orang Duke yang baru agar kita bisa nggelar turnan dan festival akademi tahun ini. Namun hingga saat ini, belum ada informasi tentang pelantikan Duke yang baru nggantikan posisi Duke San Minerva dan Duke San Angela. Karena itu mungkin kita harus nunggu sedikit lebih lama lagi," ucap nona Karina.

"Jika kita nunggu dilantiknya Duke yang baru, sepertinya tidak akan sempat, nona Karina. Karena kita tidak tahu kapan pastinya Duke yang baru itu akan dilantik, sentara penyelenggaran festival dan turnan akademi akan dimulai dalam waktu kurang lebih 6 bulan lagi," ucapku.

"Yah, kamu benar. Kalaupun Duke yang baru sudah dilantik dan kita sudah ngajukan proposal, kita tidak tahu kapan bantuan dana itu akan dikirim. Sepertinya aku mang harus mbicarakan ini dengan Yang Mulia Ratu. Tetapi sayangnya Yang Mulia Ratu saat ini sulit untuk dihubungi. Yah aku sendiri wajarkan kenapa beliau saat ini sulit untuk dihubungi ngingat banyak masalah yang saat ini sedang nimpa beliau," ucap nona Karina.

Anggota Elevrad yang lainnya pun terdiam ndengar perkataan nona Karina.

"Kalian tenang saja, aku akan berusaha untuk terus nghubungi Yang Mulia Ratu untuk mbahas tentang turnan dan festival akademi. Aku tahu kalau turnan dan festival akademi adalah acara yang sangat dinantikan bagi seluruh orang yang ada di akademi. Tidak hanya di akademi saja, orang-orang dari seluruh kerajaan San Fulgen pun juga nantikan acara itu. Jadi, aku sebagai kepala akademi tidak akan mbiarkan kedua acara itu sampai ditiadakan di tahun ajaran ini. Aku akan lakukan yang terbaik agar acara ini tetap diadakan," ucap nona Karina.

Beberapa anggota Elevrad yang ndengar perkataan nona Karina pun terlihat rasa lega.

"Serius, nona ? Nona benar-benar kepala akademi terbaik," ucap senior Vanina.

"Aku bersyukur jika nona mau lakukan yang terbaik agar turnan dan festival akademi tahun ajaran ini tetap diadakan. Karena seperti yang nona tahu, aku, Klara dan Nichelle adalah murid tahun keempat, kedua acara itu rupakan acara terakhir bagi kami sebagai murid di akademi ini. Jadi aku harap kedua acara itu tidak ditiadakan," ucap senior Darryl.

Senior Klara dan senior Nichelle pun ngangguk tanda setuju dengan perkataan senior Darryl.

"Ya, aku tahu itu. Maka dari itu aku akan lakukan yang terbaik agar turnan dan festival akademi itu tetap diadakan. Aku tidak mau murid tahun keempat di tahun ajaran ini tidak rasakan keseruan dari kedua acara itu sebelum reka lulus," ucap nona Karina.

"Terima kasih, nona," ucap senior Darryl sambil sedikit mbungkuk.

"Santai saja, Darryl. Aku nyuruh kalian semua berkumpul di ruangan Elevrad ini hanya untuk mbahas tentang itu saja. Sekarang, lebih baik kalian segera pergi ninggalkan ruangan ini karena sebentar lagi jam pelajaran akan dimulai kembali. Terima kasih ya karena kalian semua bersedia hadir di ruangan ini," ucap nona Karina.

"Tidak perlu berterima kasih, nona," ucap senior Darryl.

"Itu benar," ucap senior Vanina.

Anggota Elevrad yang lain pun ngangguk tanda setuju.

"Baiklah jika kalian bersikeras," ucap nona Karina.

"Kalau begitu kami pergi dulu ya, nona," ucapku

"Iya. Jangan khawatirkan ruangan Elevrad ini, aku yang akan nguncinya nanti. Dan juga, Rid, jangan sampai lupa kalau kamu saat ini adalah ketua Elevrad. Aku nantikan kerja sama denganmu untuk ke depannya," ucap nona Karina.

"Tenang saja, nona, aku tidak akan lupa. Aku akan lakukan yang terbaik sebagai ketua Elevrad," ucapku.

"Baguslah kalau begitu. Ya sudah, sana kalian pergi," ucap nona Karina.

"Iya, nona," ucapku.

Lalu kami semua pun pergi ninggalkan ruangan Elevrad untuk kembali ke kelas kami masing-masing.

Aku dan Irene pun pergi nuju gedung untuk murid tahun kedua. Di sepanjang jalan nuju gedung tahun kedua, aku dan Irene pun saling ngobrol.

"Aku minta maaf, Irene," ucapku.

"Minta maaf untuk apa, Rid ?," tanya Irene.

"Aku minta maaf karena aku tidak nunjukmu sebagai wakil ketua atau sekretaris Elevrad yang baru. Aku tidak nunjukmu karena ada orang yang lebih baik darimu untuk ngisi posisi itu. Mungkin kamu rasa kesal dengan alasanku ini, maka dari itu aku minta maaf," ucapku.

"Tidak perlu minta maaf, Rid. Lagipula aku tidak peduli mau ndapatkan jabatan atau tidak di Elevrad. ndengar alasanmu yang berkata kalau masih ada orang yang lebih baik dariku untuk ngisi jabatan itu, bukankah itu berarti kamu adalah orang yang kompeten ? Kamu tidak nunjukku untuk ngisi posisi itu skipun aku adalah pacarmu. Di kerajaan ini, banyak orang yang miliki kekuasaan, nunjuk orang-orang yang dikenalnya untuk ngisi jabatan tertentu skipun orang yang dikenalnya itu tidak miliki kualitas dan keterampilan yang baik untuk ngisi jabatan itu. Aku senang kamu bukan orang yang seperti itu, Rid," ucap Irene.

"Yah, aku lebih suka nunjuk orang yang mang miliki kualitas untuk ngisi jabatan tertentu, diluar orang itu rupakan orang terdekatku atau tidak. Jika suatu saat nanti ada jabatan kosong di Elevrad dan kamu miliki kualitas untuk ngisi jabatan itu, aku pasti akan nunjukmu untuk ngisi jabatan itu, Irene," ucapku.

"Baiklah, aku akan nantikan itu, ketua," ucap Irene sambil tersenyum.

"Berhenti ledekku, Irene," ucapku.

Kami berdua pun kembali lanjutkan langkah kami untuk pergi ke gedung tahun kedua.

-

Kembali ke ruangan Elevrad.

Nona Karina terlihat sedang nghubungi seseorang dengan kristal komunikasi miliknya. Tidak berselang lama, orang yang sedang dihubungi oleh nona Karina pun njawab panggilan itu.

"Halo," ucap orang yang dihubungi nona Karina.

"Ini aku, Violetta," ucap nona Karina.

Ternyata yang dihubungi oleh nona Karina adalah nona Violetta.

"Nona Karina ? Ada perlu apa nghubungiku, nona ?," tanya nona Violetta.

"Apa kamu sudah sampai di White Palace ?," tanya nona Karina.

"Sudah, nona," ucap nona Karina.

"Apa pertemuan dengan Yang Mulia Ratu sudah dimulai ?," tanya nona Karina.

"Belum, nona. Karena para komandan yang lainnya masih belum datang ke White Palace," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Setelah pertemuan dengan Yang Mulia Ratu selesai, tolong segera laporkan padaku tentang apa yang dibahas dalam pertemuan itu," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

"Itu saja yang ingin aku sampaikan. Kalau begitu aku akhiri dulu panggilan ini," ucap nona Karina.

"Baik, nona," ucap nona Violetta.

Nona Karina pun ngakhiri panggilan itu dan naruh kembali kristal komunikasinya di saku pakaiannya.

"Entah apa alasan kakak manggil semua komandan prajurit kerajaan ke White Palace. Aku yakin ada sesuatu yang penting yang akan dibahas," ucap nona Karina.

-

Sentara itu, di jalanan ibukota San Estella.

Terlihat ada sebuah kereta kuda yang sedang laju nuju White Palace yang berada di tengah ibukota San Estella. Di dalam kereta kuda itu, terlihat komandan Asier yang sedang duduk sendirian sambil lihat pemandangan kota lewat jendela kereta kuda itu. Saat komandan Asier sedang lihat pemandangan kota, tiba-tiba saku pakaiannya terlihat ngeluarkan sebuah cahaya. Komandan Asier pun langsung riksa saku pakaiannya itu dan ngambil benda bercahaya yang rupakan kristal komunikasi. Komandan Asier pun langsung njawab panggilan dari kristal komunikasi itu.

"Halo," ucap komandan Asier.

"Ini aku, Asier," ucap orang yang nghubungi komandan Asier.

"Ayahanda ? Ada apa ayahanda ?," tanya komandan Asier.

Ternyata yang nghubungi komandan Asier adalah ayah komandan Asier yaitu Duke Louis.

"Kamu saat ini sedang berada dimana ?," tanya Duke Louis.

"Aku saat ini sedang berada di jalanan ibukota San Estella. Aku sedang dalam perjalanan nuju White Palace," ucap komandan Asier.

"White Palace ? Untuk apa kamu pergi ke istana kerajaan ?," tanya Duke Louis.

"Tadi komandan Oliver nghubungiku. Beliau bilang Yang Mulia Ratu ngundangku untuk datang ke istana kerajaan. Tidak hanya aku saja, tetapi semua komandan prajurit kerajaan juga diundang untuk datang ke istana kerajaan," ucap komandan Asier.

"Semua komandan prajurit kerajaan ? Tidak biasanya. Kenapa Yang Mulia Ratu ngundang semua komandan prajurit kerajaan ke istana ?," tanya Duke Louis.

"Aku tidak tahu soal itu, ayahanda. Perkataan ayahanda tadi benar, tidak biasanya Yang Mulia Ratu manggil semua komandan prajurit kerajaan. Bahkan selama aku njabat sebagai salah satu komandan prajurit kerajaan, Yang Mulia Ratu hanya satu kali manggil kami semua yaitu saat aku baru njabat sebagai komandan prajurit kerajaan. Bisa dibilang saat itu adalah acara perkenalanku sebagai komandan prajurit kerajaan yang baru,"

"Aku mang sudah ndengar kalau San Fulgen Akademiya saat ini mpunyai komandan yang mimpin prajurit yang njaga akademi. Komandan itu juga mpunyai kekuatan yang setara dengan kami, para komandan prajurit kerajaan. Tetapi, aku yakin Yang Mulia Ratu manggil kami bukan untuk mperkenalkan komandan yang njaga akademi itu,"

"Dengan situasi kerajaan yang saat ini sedang heboh, aku yakin Yang Mulia Ratu manggil kami semua untuk mbahas sesuatu yang sangat penting tentang situasi kerajaan saat ini," ucap komandan Asier.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 291 : Orang Yang Kompeten on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.