Setelah mbaca surat kabar yang terbit hari ini bersama Irene, kami berdua pun langsung nuju ke kelas. Ketika sampai di kelas, terlihat sudah ada beberapa murid yang sudah datang. reka terlihat juga sedang mbaca surat kabar yang terbit hari ini dan mbicarakannya dengan murid yang lainnya. Ketika aku datang ke kelas, murid-murid itu langsung noleh ke arahku. Lalu saat aku sudah duduk di kursiku, beberapa dari reka pun langsung nghampiriku.
"Rid, aku tidak nyangka kalau kamu akan ngalami kejadian seperti ini,"
"Itu benar, sampai diincar oleh tuan Duke San Minerva dan tuan Duke San Angela untuk dibunuh, itu benar-benar ngerikan," ucap murid-murid itu.
"Yah mang hal itu sangat ngerikan, tapi kalian tidak perlu khawatir. Aku akan baik-baik saja," ucapku.
Lalu murid-murid itu terus nanyakan tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan dari sudut pandangku. Aku pun njelaskan kepada reka semua tentang apa yang terjadi. Penjelasan yang kuberikan kepada reka tidak berbeda jauh dengan yang tercantum di surat kabar itu.
"Begitu ya, aku awalnya tidak percaya kalau kedua Duke tiba-tiba berubah njadi iblis. Tetapi lihat foto reka berdua yang berubah njadi iblis tercantum di surat kabar ini, aku jadi mpercayainya. Aku masih tidak nyangkanya,"
"Daripada itu, kamu hebat sekali, Rid. Kamu banyak dimuat di surat kabar ini bahkan fotomu juga banyak tercantum di surat kabar ini. Kamu mbantu komandan Asier dan juga komandan Oliver dalam ngalahkan para iblis yang nyerang gedung pengadilan. Kamu bahkan juga lawan tuan Duke San Angela yang telah berubah njadi iblis,"
"Itu benar, selain itu kamu juga mampu mbunuh semua orang yang berniat untuk mbunuhmu di hutan Hevea. Bahkan beberapa ’subjek’ percobaan yang mau digunakan untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia dapat kamu bunuh di hutan Hevea,"
"Bagaimana caranya kamu dapat mbunuh reka di hutan Hevea, Rid ?,"
"Bagaimana caranya kamu dapat mbunuh para iblis itu, Rid ? skipun reka hanyalah iblis berdarah campuran karena reka pada awalnya adalah manusia, tetapi mbunuh reka seharusnya tidak semudah itu. reka itu iblis loh, salah satu ras terkuat yang nguasai benua selatan. Seharusnya tidak mudah untuk mbunuh reka namun kamu bisa dengan mudah mbunuh reka. Bagaimana caramu mbunuh reka ?," tanya murid-murid itu.
Murid-murid yang ngerumuniku saat ini terus mbombardirku dengan banyak pertanyaan. Sentara Irene yang duduk di sampingku hanya diam saja sambil mbaca buku yang dia bawa. Lalu aku pun njawab pertanyaan reka seadanya.
"Begitu ya. Yah itu masuk akal jika reka yang berubah njadi iblis adalah iblis lemah. Jika reka berubah njadi iblis kuat yang setingkat dengan komandan pasukan iblis, mungkin kerajaan ini akan dihancurkan oleh ras Malaikat,"
"Itu benar. Tuan Alan pernah mberitahu kita kalau kerajaan Framtida hancur lebur oleh ras Malaikat karena ada seorang komandan pasukan iblis yang nyusup dan ngacau di kerajaan itu. Hanya untuk ngalahkan seorang komandan pasukan iblis, ras Malaikat sampai harus nghancurkan seluruh kerajaan. Bisa dibayangkan seberapa berbahayanya komandan pasukan iblis itu,"
"Iya, kita masih beruntung karena ras Malaikat tidak datang untuk nghancurkan kerajaan kita karena yang nyerang kerajaan kita hanyalah iblis lemah," ucap murid-murid itu.
Murid-murid yang ngerumuniku itu terus mbicarakan tentang iblis yang nyerang gedung pengadilan.
"Daripada itu, aku tidak nyangka kalau Raja Albert terlibat dalam rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia,"
"Iya, aku juga tidak nyangkanya. Padahal Yang Mulia Ratu adalah istri Raja Albert sendiri. ngapa beliau terlibat dalam rencana pembunuhan istrinya ?,"
"Mungkin Raja Albert ingin mbunuh Yang Mulia Ratu untuk nggantikan Yang Mulia Ratu mimpin kerajaan ini. Beliau ingin nguasai kerajaan ini,"
"Sepertinya begitu. Bagaimana ya perasaan pangeran Charles dan putri Chloe begitu ngetahui kalau ayah reka terlibat dalam rencana pembunuhan ibu reka ?," ucap murid-murid itu.
ndengar murid-murid itu berbicara, aku pun juga kepikiran dengan perasaannya Charles dan Chloe. Pasti berat bagi reka begitu ngetahui kalau ayah reka sendiri berniat untuk mbunuh ibu reka. Disaat aku sedang mikirkan tentang itu, Noa, Kotaro, Julie, Leandra dan Lily pun tiba di kelas. reka langsung bergegas nghampiriku.
"Fotomu banyak sekali tercantum di surat kabar ini, Rid. Sepertinya kamu akan bertambah populer lagi," ucap Noa.
"Rid itu sudah populer sebelum surat kabar ini terbit," ucap Kotaro.
"Aku tahu itu, Kotaro. Maka dari itu aku bilang kalau dia akan bertambah populer lagi," ucap Noa.
"Aksi-aksimu yang tercantum dalam sebuah foto di surat kabar ini keren sekali, Rid. Kamu mbantu dalam ngalahkan iblis-iblis yang nyerang gedung pengadilan, bahkan kamu juga lawan tuan Duke San Angela yang telah berubah njadi iblis," ucap Julie.
"Itu benar. Saat lihat aksimu bersama komandan Asier dan komandan Oliver, entah kenapa aku rasa seperti lihat 3 komandan prajurit kerajaan," ucap Noa.
"Kamu bisa saja, Noa. Aku masih belum selevel atau setingkat dengan komandan prajurit kerajaan, aku masih seorang murid," ucapku.
"Aku kan hanya ’rasa’ saja, Rid," ucap Noa.
Lalu Noa dan yang lainnya pun terus berbicara tentang diriku yang tercantum di surat kabar itu. Sentara aku terus lihat ke arah reka yang sedang berbicara.
"Aku lega lihat reka yang tidak lagi ngkhawatirkanku skipun sudah mbaca surat kabar itu," pikirku.
"Daripada itu, aku rasa khawatir dengan Charles dan Chloe," ucap Noa.
"Iya, aku tidak nyangka kalau Raja Albert yang rupakan ayah dari Charles dan Chloe terlibat dalam rencana pembunuhan ibu reka," ucap Julie.
"Mungkin ini alasan kenapa Charles dan Chloe tidak datang untuk latihan tadi pagi. reka berdua sudah ngetahui lebih dulu tentang hal itu," ucap Kotaro.
"Sepertinya begitu. Kira-kira Charles dan Chloe akan hadir ke kelas ini atau tidak ya ? Bagaimana nurutmu, Rid ?," tanya Julie.
"Entahlah. Jika reka tidak hadir pun itu wajar, sepertinya reka berdua masih harus nenangkan diri setelah ngetahui tentang ayah reka yang terlibat dalam rencana pembunuhan ibu reka," ucapku.
"Ya, kamu benar," ucap Julie.
Disaat kami sedang mbicarakan Charles dan Chloe, tiba-tiba Charles dan Chloe datang ke kelas. Kami pun terkejut lihat Charles dan Chloe yang datang ke kelas, begitupun dengan murid-murid yang lain.
"Charles, Chloe, akhirnya kalian datang," ucap Noa yang langsung nghampiri Charles dan Chloe.
Kami pun juga langsung nghampiri Charles dan Chloe.
"Ah, maaf karena telah mbuat kalian semua khawatir. Aku juga minta maaf karena kami berdua tadi tidak datang latihan pagi," ucap Charles.
"Tidak apa-apa, Charles," ucap Noa.
Aku lihat ke arah Charles dan Chloe lalu mperhatikan wajah reka. Wajah reka berdua terlihat lelah. Sepertinya reka berdua tidak tidur tadi malam. Mungkin karena reka masih kepikiran tentang ayah reka.
"Maaf, kalian semua, aku dan Chloe mau duduk ke tempat duduk kami terlebih dahulu. Sepertinya tidak sopan untuk terus berdiri disini karena takut nghalangi jalan murid lain yang ingin masuk ke kelas," ucap Charles.
"Ah, kamu benar juga, kalau begitu silahkan, Charles, Chloe," ucap Noa.
"Iya," ucap Charles.
Sentara Chloe sejak tadi hanya diam saja. Dia tidak berbicara sedikitpun.
Lalu Charles dan Chloe pun duduk di bangku reka masing-masing. Kami pun langsung nghampiri Charles dan Chloe yang sudah duduk di tempat duduk reka. Namun saat kami mau berbicara dengan Charles dan Chloe, tiba-tiba tuan Alan datang ke kelas.
"Selamat pagi, kalian semua," ucap tuan Alan.
"Selamat pagi, tuan," ucap kami semua.
"Segera duduk ke tempat duduk kalian masing-masing karena pelajaran hari ini akan segera dimulai," ucap tuan Alan.
Setelah ndengar itu, kami semua pun langsung duduk di tempat duduk kami masing-masing. Kami tidak jadi berbicara dengan Charles dan Chloe karena datangnya tuan Alan.
"Kelihatannya kamu sudah hadir kembali untuk ngikuti pelajaran ini ya, Rid," ucap tuan Alan.
"Iya, tuan. Maaf karena kemarin aku telah mbolos di pelajaran anda," ucapku.
"Tidak apa-apa, lagipula kemarin kamu bolos karena sedang terkena masalah. Tapi syukurlah masalah itu kali ini telah selesai," ucap tuan Alan.
"Iya, tuan," ucapku.
"Baiklah, kalau begitu kita langsung mulai saja pelajaran hari ini. Sebelum itu, aku tahu kalau kalian masih heboh dan terkejut dengan surat kabar yang terbit hari ini. Surat kabar itu tidak hanya nghebohkan seluruh akademi ini tetapi seluruh kerajaan San Fulgen ini. ski begitu, aku harap kalian tidak mbahas tentang surat kabar itu saat jam pelajaran. Aku ingin kalian fokus dalam pelajaran ini dan jangan mbicarakan hal-hal di luar pelajaran. Apa kalian paham ?," tanya tuan Alan.
"Paham, tuan," ucap kami semua.
"Bagus. Kalau begitu, pelajaran dimulai," ucap tuan Alan.
-
Saat jam istirahat.
Charles dan Chloe terlihat terburu-buru ninggalkan kelas. Lalu Noa pun langsung ngejar reka berdua.
"Tunggu, Charles, Chloe, kalian mau kemana ? Apa kalian tidak mau makan siang bersama ?," tanya Noa setelah berhasil ngejar Charles dan Chloe.
"Maaf, Noa, kali ini kami berdua tidak makan siang bersama dulu," ucap Charles.
Lalu Charles dan Chloe pun lanjutkan langkah reka untuk pergi ke suatu tempat.
Noa pun berniat ngejar reka berdua lagi, namun aku yang sebelumnya ngikuti Noa saat ngejar Charles dan Chloe langsung nahan Noa dengan tanganku.
"Sudah, Noa, tidak perlu ngejar reka berdua lagi. Biarkan saja reka berdua, sepertinya reka berdua masih perlu nenangkan diri," ucapku.
"Baik, Rid, sepertinya aku terlalu maksa," ucap Noa.
"Kita biarkan saja reka untuk sentara. Lebih baik sekarang kita pergi ke kantin untuk makan siang," ucapku.
"Iya," ucap Noa.
Lalu aku dan Noa pun kembali ke kelas terlebih dahulu untuk ngajak yang lainnya. Setelah itu, kami semua pun pergi ke kantin untuk makan siang.
-
Setelah makan siang, kami berniat untuk lakukan pertandingan harian untuk hari ini, maka dari itu kami pun mutuskan untuk kembali ke gedung untuk murid tahun kedua.
Saat kami mau masuk ke gedung tahun kedua, aku lihat Elaina sedang berdiri di pintu masuk gedung tahun kedua. Elaina pun juga lihat ke arah kami dan setelah itu dia pun langsung nghampiri kami.
"Akhirnya aku bertemu dengan kalian juga, senior Rid, senior Irene," ucap Elaina.
"mangnya ada perlu apa, Elaina ? Kamu bahkan sampai nunggu di depan gedung tahun kedua," ucapku.
"Alasan aku nemuimu sebenarnya karena aku ingin mbicarakan tentang surat kabar yang terbit hari ini, senior Rid. Tetapi saat ini, hal itu tidak lah penting. Aku datang nemuimu karena aku ingin nyampaikan pesan dari nona Karina. Sebelumnya beliau nghampiriku dan teman-temanku yang lain yang kebetulan sesama anggota Elevrad. Lalu beliau nyuruh kami untuk mberitahu anggota Elevrad yang lain untuk berkumpul di ruangan Elevrad setelah makan siang. Oleh karena itu, aku mutuskan untuk pergi mberitahu anggota Elevrad tahun kedua, sentara teman-temanku pergi untuk mberitahu anggota Elevrad tahun ketiga dan keempat," ucap Elaina.
"Begitu ya, jadi kamu datang nemuiku untuk nyampaikan pesan dari nona Karina. Padahal aku saat ini adalah wakil ketua Elevrad tetapi nona Karina malah tidak nyampaikan pesan itu secara langsung kepadaku," ucapku.
"Mungkin awalnya nona Karina ingin nemuimu untuk nyampaikan pesan itu. Tetapi karena beliau kebetulan langsung bertemu denganku dan teman-temanku, dan agar tidak makan banyak waktu karena harus ncarimu terlebih dahulu, beliau langsung nyuruh kami untuk nyampaikan pesan itu," ucap Elaina.
"Sepertinya begitu," ucapku.
"Alasan aku mutuskan untuk pergi mberitahu anggota Elevrad tahun kedua adalah karena anggota Elevrad tahun kedua selalu bersama. Sebagai contoh, jika aku berhasil nemukanmu, maka itu sama saja aku telah berhasil nemukan anggota Elevrad tahun kedua yang lainnya. Karena anggota Elevrad tahun kedua yang lain seperti senior Irene, senior Charles dan senior Chloe pasti akan selalu bersamamu. Namun sepertinya perhitunganku kali ini salah. Kamu mang bersama dengan senior Irene, tetapi aku tidak lihat senior Charles dan senior Chloe. Kemana perginya reka, senior Rid ?," tanya Elaina.
"reka berdua saat ini sedang nenangkan diri. Kamu pasti tahu alasannya jika sudah mbaca surat kabar itu. skipun kamu ncari reka, sepertinya reka tidak akan ikut untuk berkumpul," ucapku.
"Ah, benar juga. Sepertinya reka kepikiran dengan Raja Albert," ucap Elaina.
"Iya. Oleh karena itu, biarkan reka saat ini untuk nenangkan diri terlebih dahulu. Aku dan Irene yang akan pergi untuk berkumpul sebagai anggota Elevrad tahun kedua," ucapku.
"Baiklah, senior Rid. Kalau begitu kalian berdua langsung pergi saja ke ruangan Elevrad seperti biasa, aku juga akan pergi bersama kalian," ucap Elaina.
"Baiklah. Kalian semua, maaf ya, sepertinya saat ini aku tidak bisa lakukan pertandingan harian. Aku harus berkumpul dengan anggota Elevrad yang lainnya terlebih dahulu," ucapku kepada Noa dan yang lainnya.
"Tidak apa-apa, Rid. Kalau begitu kami lakukan pertandingan harian duluan ya," ucap Noa.
"Iya. Semangat kalian, semua," ucapku.
Lalu Noa dan yang lainnya pun pergi masuki gedung tahun kedua.
"Ayo kita pergi, Irene," ucapku.
"Iya," ucap Irene.
Sentara aku, Irene dan juga Elaina pergi nuju ruangan Elevrad yang berada di gedung tengah.
-
Di ruangan Elevrad.
Saat kami masuk ke dalam ruangan itu, terlihat sudah ada banyak anggota Elevrad lain yang sudah datang. Nona Karina pun juga sudah datang dan kini beliau sedang duduk di kursi yang sebelumnya digunakan senior Florian sebagai ketua Elevrad.
"Kenapa hanya kalian berdua saja, Rid, Irene ? Kemana Charles dan Chloe ?," tanya nona Karina.
"Maaf, nona. Charles dan Chloe tidak bisa ikut berkumpul karena reka berdua masih harus nenangkan diri terlebih dahulu. Tentu anda pasti tahu alasannya jika anda susah mbaca surat kabar yang terbit hari ini," ucapku.
"Begitu ya. Yah, aku tahu alasan kenapa reka harus nenangkan diri. Baiklah, aku tidak akan mpermasalahkan reka jika tidak hadir. Kalau begitu, kalian silahkan duduk," ucap nona Karina.
Lalu kami pun duduk di kursi kosong yang masih tersedia. Setelah semua anggota Elevrad telah duduk, nona Karina pun lanjut berbicara.
"Alasan aku nyuruh kalian berkumpul di ruangan ini adalah karena aku ingin nyampaikan sesuatu. Seperti yang kalian tahu, ketua Elevrad saat ini, yaitu Florian, telah ditangkap karena njadi pelaku yang rencanakan pembunuhan terhadap Rid di Hutan Hevea. Alasan reka mbunuh Rid adalah karena Rid adalah kunci bagi reka agar bisa njalankan rencana untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia,"
"Tetapi aku nyuruh kalian berkumpul bukan untuk mbahas tentang rencana pembunuhan itu lainkan untuk mbahas posisi ketua Elevrad yang kosong karena ditahannya Florian. Tidak adanya posisi ketua di Elevrad saat ini akan nyebabkan tidak adanya pemimpin yang ngurus dan ngatur Elevrad untuk nyelenggarakan acara di akademi ini. Untuk itu, aku sebagai kepala akademi akan nunjuk ketua Elevrad yang baru untuk ngisi posisi ketua Elevrad yang kosong,"
"Aku akan langsung mulai saja. Rid Archie, sebagai wakil ketua Elevrad saat ini, aku naikkan jabatanmu njadi ketua Elevrad yang baru," ucap nona Karina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)