Sentara itu, di kota Rovinj yang berada di wilayah San Quentine.
Terlihat ada banyak orang yang berkerumun ngelilingi suatu kediaman di kota itu. Kediaman yang sedang dikerumuni oleh orang-orang itu adalah kediaman dari Marquess Marcelo. Sama seperti yang terjadi di kediaman Duke San Angela, reka datang ke kediaman itu untuk rayakan atas tewasnya Marquess Marcelo. Orang-orang di kota Rovinj sering kali kecewa dengan kepemimpinan Marquess Marcelo. Marquess Marcelo sering kali ngutamakan kepentingan para bangsawan yang ada di kota itu daripada kepentingan rakyat biasa yang ada di kota itu. Selain itu, putra dari Marquess Marcelo yaitu Javier terkadang suka berbuat onar di kota itu. Javier terkadang lukai atau bahkan mbunuh seseorang di kota itu ketika dirinya rasa kesal. Marquess Marcelo yang ngetahui hal tersebut tidak mberikan hukuman kepada Javier dan malah mbiarkannya. Hal itu tentu nimbulkan amarah bagi warga di kota itu. Namun, jika para warga itu ngajukan protes pun protes reka akan diabaikan atau yang lebih parahnya, reka akan dibungkam. Maka dari itu, kekecewaan warga di kota Rovinj kepada Marquess Marcelo sangatlah tinggi.
Ketika warga di kota Rovinj ngetahui tentang kabar kalau Javier telah dibunuh oleh Rid di hutan Hevea, reka langsung rayakan atas tewasnya Javier, orang yang terkadang suka mbuat onar di kota tersebut. Tapi reka tidak rayakan secara terang-terangan dan besar-besaran karena jika perayaan reka diketahui oleh Marquess Marcelo, sudah pasti reka akan dibunuh. Maka dari itu reka ngadakan perayaan secara sembunyi-sembunyi. Namun saat ini, karena Marquess Marcelo pun juga telah tewas, reka pun rayakannya secara terang-terangan dengan berkerumun di depan kediaman Marquess Marcelo.
Sentara itu, ketika para warga Rovinj tengah rayakan kematian Marquess Marcelo, tiba-tiba Duke San Quentine yaitu Duke Remy datang dan nghampiri kerumunan itu. Orang-orang yang sedang rayakan itu pun lalu terdiam ketika lihat Duke Remy. Duke Remy lalu tersenyum ke arah kerumunan orang-orang itu.
"Halo, para warga Rovinj sekalian," ucap Duke Remy.
Orang-orang yang berkerumun di depan kediaman Marquess Marcelo pun mulai berbisik dengan orang lain yang berada di sekitar reka. reka mbicarakan tentang kedatangan Duke Remy.
"Tuan Duke San Quentine ? Ada perlu apa beliau datang kemari ?,"
"Apa mungkin beliau datang untuk nghukum kita semua karena telah lakukan perayaan atas tewasnya Marquess Marcelo ?,"
"Sial, jika itu terjadi sepertinya kita akan nghadapi masalah yang besar karena tuan Duke sendiri yang turun tangan," ucap orang-orang itu.
Disaat orang-orang itu tengah berbisik, ada seseorang yang datang nghampiri Duke Remy.
"Tuan Duke, ada perlu apa anda datang kemari ?," tanya orang itu.
Orang itu nghampiri Duke Remy untuk mpertanyakan alasan Duke Remy datang ke kota Rovinj.
"Aku datang kesini karena ada sesuatu yang ingin aku sampaikan. Bisakah kalian semua yang berada di tempat ini untuk tenang dan ndengarkanku ?," tanya Duke Remy dengan suara yang sedikit keras.
Orang-orang yang berkerumun di depan kediaman Marquess Marcelo pun saling lihat ke orang yang berada di samping reka. Lalu setelah itu reka semua pun ngangguk.
"Terima kasih," ucap Duke Remy.
Lalu setelah ngatakan itu, tiba-tiba Duke Remy mbungkuk ke hadapan semua orang itu.
"Aku datang kesini untuk minta maaf kepada kalian semua para warga kota Rovinj," ucap Duke Remy.
lihat Duke Remy yang mbungkuk, semua orang yang berada di depan kediaman Marquess Marcelo pun terkejut.
"Tuan Duke minta maaf ?,"
"Bahkan beliau minta maaf sambil mbungkuk ?,"
"Ada apa ini ?," tanya orang-orang itu.
Lalu orang yang sebelumnya nanyakan alasan kedatangan Duke Remy pun minta Duke Remy untuk tidak minta maaf.
"Anda tidak perlu minta maaf, tuan Duke. Anda tidak salah sama sekali, justru kami bingung kenapa anda minta maaf," ucap orang itu.
Beberapa orang yang berada di tempat itu pun ngangguk.
"Justru aku minta maaf karena aku sudah salah. Aku tidak ngetahui perlakuan tuan Marquess Marcelo kepada kalian semua selama ini, padahal posisi Marquess Marcelo berada di bawah tanggung jawabku. Aku baru ngetahui tentang perlakuan beliau ketika beliau sudah tewas dan orang-orang yang selama ini dirugikan oleh beliau mulai banyak yang bersuara. Aku benar-benar minta maaf," ucap Duke Remy.
Orang-orang yang berkerumun di tempat itu pun lihat ke orang lain yang berada di sekitar reka. reka saling berpandangan seolah tidak tahu apa yang harus reka lakukan atas permintaan maaf Duke Remy. Lalu orang yang sebelumnya berbicara dengan Duke Remy pun kembali berbicara.
"Sudah, tuan Duke, anda tidak perlu minta maaf. Kami wajarkan apabila tuan Duke tidak tahu apa yang dilakukan oleh Marquess Marcelo ngingat tuan Duke tidak hanya ngawasi kota Rovinj saja, lainkan semua tempat yang berada di wilayah San Quentine," ucap orang itu.
lihat orang itu berbicara, orang-orang yang lain pun juga ikut berbicara.
"Itu benar, tuan Duke, anda tidak perlu minta maaf,"
"Anda tidak salah sama sekali,"
"Marquess Marcelo lah yang bersalah jadi anda tidak perlu minta maaf skipun Marquess Marcelo berada di bawah tanggung jawab anda," ucap orang-orang itu.
Semua orang yang berada di tempat itu pun minta agar Duke Remy tidak minta maaf. Duke Remy pun lalu lihat ke arah orang-orang itu dalam posisi yang masih mbungkuk.
"Kalian.....," ucap Duke Remy.
"Kelihatannya semua orang yang berada di tempat ini juga setuju, tuan Duke. Anda tidak perlu minta maaf jadi anda tidak perlu untuk mbungkuk lagi. Ayo berdiri, tuan Duke," ucap orang itu.
Duke Remy pun ndengarkan perkataan orang itu dan beliau pun berdiri dengan tegap kembali.
"Terima kasih kalian semua karena telah ndengarkan permintaan maafku skipun kalian tidak ingin aku minta maaf," ucap Duke Remy.
"Lagipula tuan Duke tidak salah jadi tidak perlu minta maaf. Tetapi kamu salut kepada tuan Duke karena bersedia minta maaf atas perbuatan yang dilakukan Marquess Marcelo kepada kami," ucap orang itu.
"Iya, itu benar. Kami salut kepada anda, tuan Duke,"
"Itu benar," ucap orang-orang lain yang ikut nanggapi.
"Terima kasih atas pujian kalian," ucap Duke Remy.
"Karena anda sudah nyampaikan permintaan maaf, apakah setelah ini anda berniat untuk mbubarkan kami, tuan Duke ?," tanya orang itu.
Orang-orang yang berada di depan kediaman Marquess Marcelo pun terdiam.
"Tidak, aku tidak akan mbubarkan kalian. Jika kalian masih ingin rayakan atas tewasnya Marquess Marcelo, silahkan saja. Aku tidak akan larang kalian, asalkan kalian tidak mbuat kerusuhan di kota ini. Lagipula, Marquess Marcelo adalah salah satu kriminal yang berniat untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia, jadi kematiannya tidak perlu untuk dihormati," ucap Duke Remy.
ndengar perkataan Duke Remy, orang-orang yang berada di depan kediaman Marquess Marcelo pun kembali bersorak dan rayakan kematian Marquess Marcelo.
"Terima kasih karena telah ngizinkan kami, tuan Duke," ucap orang yang sama yang berbicara dengan Duke Remy.
"Tidak perlu berterima kasih. Karena aku sudah nyampaikan permintaan maafku, kalau begitu aku mau pamit dulu untuk kembali ke kediamanku, masih ada banyak tugas yang harus aku kerjakan," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan Duke. Tolong untuk mbuat wilayah San Quentine semakin maju dan makmur ke depannya. Dan tolong juga untuk terus ngawasi setiap tempat di wilayah San Quentine, jangan sampai tempat itu njadi seperti kota ini yang sebelumnya dipimpin oleh pemimpin yang nyengsarakan warganya," ucap orang itu.
"Jangan khawatir, aku tidak akan mbiarkan kejadian ini terulang lagi. Kalau begitu, aku pergi dulu," ucap Duke Remy.
"Baik, hati-hati dalam perjalanan anda, tuan Duke," ucap orang itu.
"Hati-hati, tuan Duke," ucap orang-orang lain yang berada di depan kediaman Marquess Marcelo.
Sebagian dari orang-orang itu lambaikan tangannya ke arah Duke Remy. Duke Remy pun mbalas lambaian tangan itu sambil berjalan pergi ninggalkan kerumunan itu. Duke Remy berjalan nuju barisan kereta kuda yang terparkir tidak jauh dari tempat kerumunan orang-orang itu. Di samping barisan kereta kuda itu, terlihat ada senior Vyn yang ngenakan seragam prajurit Duke San Quentine bersama dengan komandan prajurit Duke San Quentine yaitu komandan Dayne, yang juga rupakan ayah dari senior Vyn. Senior Vyn dan komandan Dayne nampak ngenakan sebuah kacamata yang mirip dengan kacamata yang dikenakan Duke Remy. Selain reka berdua, terlihat ada beberapa prajurit Duke San Quentine yang lainnya yang sedang berjaga di sekitar barisan kereta kuda itu.
"Kalian semua, kita kembali sekarang. Saat ini di kediamanku sedang ada cukup banyak tamu, aku tidak bisa mbiarkan reka nunggu lama," ucap Duke Remy.
"Baik, tuan," ucap para prajurit itu.
Lalu Duke Remy naiki sebuah kereta kuda yang berada di tengah dari barisan kereta kuda yang ada. Senior Vyn dan komandan Dayne pun naiki kereta kuda yang sama dengan Duke Remy. Sentara para prajurit yang lain naiki kereta kuda lain yang tersisa. Lalu rombongan kereta kuda itu pun mulai bergerak dan laju untuk kembali ke kediaman Duke San Quentine.
Di dalam kereta kuda yang Duke Remy tumpangi, terlihat Duke Remy sedang mbaca surat kabar yang terbit hari ini. Duke Remy mbaca surat kabar itu sambil masang senyuman yang cukup ngerikan.
-
Di kediaman Duke San Lucia.
Terlihat Duke Louis sedang berbicara dengan tuan Irwin dan komandan Mina di salah satu ruangan yang ada di kediaman itu.
"Bagaimana, Irwin ? Apa kamu sudah berbicara dengan anggota keluarga yang lainnya ?," ucap Duke Louis.
"Sudah, kakak," ucap tuan Irwin.
"Bagaimana respon reka ?," tanya Duke Louis.
"Sebagian besar anggota keluarga San Lucia yang tersebar di seluruh kerajaan San Fulgen setuju untuk pindah sentara ke kota San Lucia, setidaknya sampai rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia telah diatasi. Namun, sisanya nolak untuk pindah ke kota San Lucia. reka beralasan jika semua keluarga San Lucia pindah ke kota San Lucia, hal itu dapat mudahkan orang-orang yang berniat untuk mbunuh seluruh keluarga San Lucia karena keluarga San Lucia saat ini telah berada di satu tempat yaitu kota San Lucia. Jika orang-orang itu nghancurkan kota San Lucia hanya untuk mbunuh seluruh keluarga San Lucia, warga kota San Lucia yang seharusnya tidak terlihat dalam hal ini juga akan njadi korban," ucap tuan Irwin.
"Alasan reka masuk akal, namun kita harus ngumpulkan seluruh keluarga San Lucia di kota San Lucia agar aku bisa fokus lindungi seluruh keluarga sekaligus. Aku bisa fokus lindungi seluruh keluarga jika seluruh keluarga berada di satu tempat yaitu kota San Lucia. Aku akan rintahkan seluruh prajuritku untuk njaga seluruh area di kota San Lucia. Namun, jika keluarga San Lucia masih tersebar ke seluruh kerajaan, aku tidak bisa lindungi reka semua sekaligus yang tersebar di beberapa tempat," ucap Duke Louis.
"Aku sudah njelaskan kepada reka yang nolak tentang hal itu namun reka tetap nolak," ucap tuan Irwin.
Duke Louis kemudian terdiam sejenak seperti hendak berpikir. Beberapa saat kemudian, Duke Louis pun kembali berbicara.
"Baiklah, jika reka masih nolak untuk pindah ke kota San Lucia, maka kita tidak bisa maksanya. Kalau begitu, rekrut beberapa orang untuk njadi pengawal yang bertugas untuk lindungi anggota keluarga yang nolak pindah ke kota San Lucia. Rekrutlah orang-orang kuat seperti para petualang dan lainnya. Berikan reka upah agar reka mau direkrut sebagai pengawal. Soal upah reka biar aku sendiri yang tanggung," ucap Duke Louis.
"Baik, kakak. Aku akan segera rekrut orang-orang itu," ucap tuan Irwin.
"Aku minta maaf karena tidak bisa rintah para prajuritku untuk ngawal reka karena seluruh prajuritku saat ini difokuskan untuk njaga semua area yang berada di kota San Lucia," ucap Duke Louis.
"Tidak perlu minta maaf, kakak. Lagipula jumlah prajurit Duke tidaklah banyak, jadi tidak mungkin disebar untuk ngawal reka yang nolak," ucap tuan Irwin.
"Iya, itu benar. Lalu, Mina, bagaimana dengan para prajurit yang kamu pimpin ? Apa reka semua sudah nempati area-area yang njadi tempat reka berpatroli di kota San Lucia ?," tanya Duke Louis.
"Sudah, tuan Duke. Saya sudah rintahkan reka untuk nempati area-area itu. Saya juga rintahkan reka agar reka tidak berada terlalu jauh dari posisi prajurit lain yang njaga area di dekat reka. Hal ini untuk ncegah terjadinya serangan diam-diam kepada salah satu dari reka. Jika salah satu dari reka diserang, prajurit yang berada di dekat reka akan langsung ngetahui dan laporkannya kepada saya dan para prajurit lainnya," ucap komandan Mina.
"Bagus, Mina, teruskanlah untuk fokus njaga seluruh kota San Lucia ini," ucap Duke Louis.
"Baik, tuan Duke," ucap komandan Mina.
"skipun Marquess Marcelo, tuan Darwin, dan tuan Jas yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu telah tewas, namun masih ada pelaku lain yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu, yaitu Raja Albert. Aku tidak nyangka kalau beliau juga terlibat dalam rencana pembunuhan itu dan sekarang beliau telah larikan diri dari White Palace. Namun, selain Raja Albert, aku yakin masih ada pelaku lain yang terlibat dalam rencana pembunuhan itu,"
"Kita tidak akan mbiarkan reka mbunuh anggota keluarga kita, jika reka datang untuk mbunuh anggota keluarga kita, maka kita akan lawan dan nghabisi reka semua," ucap Duke Louis.
-
Di istana kerajaan, White Palace.
Terlihat Ratu Kayana sedang mbaca beberapa dokun di salah satu ruangan yang berada di White Palace. Di ja tempat beliau duduk, ada banyak tumpukan dokun dan beberapa kristal komunikasi yang sedang bersinar. skipun kristal-kristal komunikasi itu sedang bersinar yang nandakan ada orang yang sedang nghubungi Ratu Kayana, namun Ratu Kayana tidak nanggapi panggilan dari kristal komunikasi itu.
Lalu kemudian, datang komandan Oliver ke ruangan itu. Komandan Oliver pun lalu lihat ke arah ja yang di tempati Ratu Kayana dimana ada beberapa kristal komunikasi yang sedang bersinar.
"Kelihatannya ada banyak orang yang ingin nghubungi anda, Yang Mulia Ratu. Apa anda tidak ingin nanggapinya ? Mungkin saja dari salah satu itu, yang nghubungi anda adalah pangeran Charles dan putri Chloe," ucap komandan Oliver.
"Aku sudah mberitahu Charles dan Chloe untuk tidak perlu khawatir tentang ayah reka, jadi reka seharusnya tidak perlu untuk nghubungiku lagi. reka yang sedang nghubungiku itu paling adalah orang-orang yang hanya ingin bertanya tentang kebenaran di surat kabar itu. Daripada itu, apa anda sudah nghubungi Diganta untuk nerbitkan ’bounty’ pada surat kabar yang akan reka terbitkan ?," tanya Ratu Kayana.
"Sudah, Yang Mulia Ratu. Namun kelihatannya reka baru bisa nerbitkan ’bounty’ itu pada surat kabar yang terbit besok," ucap komandan Oliver.
"Tidak masalah. Aku juga akan mberitahukan tuan Louis dan tuan Remy tentang ’bounty’ itu, aku harap reka akan mbantu nyebarkannya juga," ucap Ratu Kayana.
"Apa anda benar-benar yakin soal hal ini, Yang Mulia Ratu ? Anda mberikan ’bounty’ kepada suami anda sendiri dan akan mberikan hadiah kepada orang yang bisa nangkap suami anda hidup-hidup," ucap Ratu Kayana.
"Iya, aku yakin. Alasan aku minta untuk nangkapnya hidup-hidup adalah untuk ndengar penjelasannya lebih dahulu, setelah itu aku akan mutuskan hukuman apa yang akan dia dapatkan," ucap Ratu Kayana.
Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, tiba-tiba seluruh ruangan itu bergetar hebat. Namun tidak berselang lama, getaran di ruangan itu pun terhenti.
"Haaaaaahhhhhh, sudahlah. Aku masih ada banyak tugas yang harus aku kerjakan, aku tidak punya waktu untuk mikirkan tentang dia,"
"Setelah Asier dan Keira sudah riksa kediaman tuan Jas dan tuan Darwin, reka mbawa banyak sekali dokun ini. Saat aku mbaca dokun itu, aku terkejut sekali saat ngetahui kalau tuan Jas dan tuan Darwin mpunyai banyak sekali kejahatan yang disembunyikan. Salah satunya, reka berdua sering njebak dan njarakan warga atau bangsawan yang tidak sepaham dengan reka. Karena dokun-dokun itu, tugasku saat ini njadi bertambah banyak," ucap Ratu Kayana.
"Apa ada yang bisa saya bantu, Yang Mulia Ratu ? Setidaknya saya bisa ringankan sedikit perkejaan anda," ucap komandan Oliver.
"Hmmm, jika berkaitan dengan dokun-dokun ini, sepertinya tidak ada yang bisa anda bantu, tuan Oliver. Namun saya ingin minta tolong untuk hal yang lain kepada anda, tuan Oliver," ucap Ratu Kayana.
"minta tolong apa, Yang Mulia Ratu ?," tanya komandan Oliver.
"Tolong hubungi seluruh komandan prajurit kerajaan San Fulgen, termasuk Violetta yang saat ini bertugas njaga akademi. Bilang kepada reka semua untuk datang ke White Palace. Ada sesuatu yang harus kudiskusikan secara langsung kepada reka," ucap Ratu Kayana.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)