Font Size
15px

Semua orang yang terdiri dari para murid, prajurit, staf dan pengajar akademi sangat terkejut setelah mbaca surat kabar yang terbit hari ini. reka tidak nyangka kalau berita-berita yang tercantum di surat kabar itu akan lebih nghebohkan daripada yang diceritakan oleh nona Karina. Apalagi, ada beberapa berita baru yang belum diceritakan oleh nona Karina sebelumnya.

-

Di gerbang akademi.

Terlihat nona Violetta sedang mbaca surat kabar yang terbit hari ini bersama beberapa prajurit yang njaga gerbang akademi.

"Hmmm, insiden yang terjadi di gedung pengadilan dan terkuaknya rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia benar-benar njadi berita heboh yang dimuat di surat kabar ini," ucap nona Violetta.

"Aku sebelumnya sedikit tidak percaya dengan perkataan nona Karina, tetapi ternyata perkataan dia benar kalau ada iblis yang nyerang gedung pengadilan. Dan iblis-iblis ini berasal dari orang-orang yang berada di gedung pengadilan, termasuk Duke San Minerva dan Duke San Angela. reka semua tiba-tiba berubah njadi iblis saat sidang sedang berlangsung. Sepertinya reka berubah njadi iblis karena telah minum darah iblis. Ini benar-benar hal yang aneh. skipun iblis-iblis itu berasal dari orang-orang yang berubah njadi iblis dan bukanlah iblis murni, tetapi hal ini tetap aneh. Kerajaan San Fulgen berada sangat jauh dari benua selatan, jadi seharusnya tidak ada aktivitas iblis di kerajaan ini. Bahkan saat aku masih njadi salah satu ’Holy Knights’, aku sama sekali tidak pernah berurusan dengan para iblis. Dengan tidak adanya aktivitas iblis, seharusnya tidak mungkin ndapatkan darah iblis di kerajaan ini dan sekitarnya. Darimana reka ndapatkan darah iblis itu agar bisa mbuat orang-orang itu minum darah itu dan ngubahnya njadi iblis ?," pikir nona Violetta.

Lalu nona Violetta kembali mbaca surat kabar itu.

"Foto-foto dari Yang Mulia Ratu dan Rid banyak sekali dimuat di surat kabar ini. Lalu, hmm, bukannya ini Asier ?," tanya nona Violetta sambil lihat foto komandan Asier yang dimuat di surat kabar itu.

"Sepertinya dia cukup banyak berubah. Sudah lama sekali aku tidak bertemu dengannya. Terakhir kali aku bertemu dengannya adalah saat duel untuk nentukan posisi komandan prajurit 2 tahun yang lalu," ucap nona Violetta.

-

Di ruangan kepala akademi.

Terlihat nona Karina sedang berusaha nghubungi seseorang dengan kristal komunikasinya. Namun orang yang ingin dihubungi nona Karina nampaknya sedang tidak dapat dihubungi.

"Kakak, kenapa sejak tadi dia tidak dapat dihubungi ? Ya sudah, aku akan hubungi dia nanti saja. Mungkin saat ini dia sedang nenangkan diri, apalagi setelah terbitnya berita itu. Aku tidak percaya kalau kakak Albert juga terlibat dalam rencana pembunuhan kakak Kayana dan seluruh keluarga San Lucia,"

"Kalau diingat-ingat, saat pamit dengan kakak untuk kembali ke akademi, Rid bilang kalau kakak terlihat murung. Sepertinya saat itu, kakak sudah tahu kalau kakak Albert terlibat dalam rencana pembunuhan itu," ucap nona Karina

-

Surat kabar yang terbit hari ini tidak hanya nghebohkan orang-orang di akademi saja, tetapi juga orang-orang dari seluruh kerajaan San Fulgen. Seluruh orang di kerajaan ini nampak tidak percaya dengan semua berita yang dimuat di surat kabar itu, apalagi tentang rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia.

Sentara itu, di kediaman Duke San Minerva.

Terlihat sebagian besar kediaman itu sudah rusak parah akibat pertarungan yang terjadi antara komandan Keira lawan komandan Marshall. ski kediaman itu sudah rusak parah, terlihat ada banyak prajurit dari ’Silver Peacock’ yang berada di kediaman itu. reka terlihat sedang ngecek dan ncari sesuatu di kediaman yang rusak parah itu. Tidak hanya para prajurit ’Silver Peacock’ saja, komandan pasukan ’Silver Peacock’ yaitu komandan Keira juga berada di kediaman itu.

Komandan Keira terlihat sedang mbaca surat kabar di halaman kediaman itu.

"Jadi murid yang bernama Rid Archie itu dinyatakan tidak bersalah. Dan juga, aku tidak nyangka kalau Duke tua bangka itu rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Apa nurutnya dia bisa mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia skipun reka nggunakan prajurit yang berasal dari subjek percobaan ? Bodoh sekali. Pada akhirnya tua bangka itu juga tewas skipun dia berubah njadi subjek percobaan itu sendiri," ucap komandan Keira.

Saat komandan Keira sedang lanjutkan mbaca surat kabar itu, salah satu prajurit miliknya tiba-tiba datang nghampirinya.

"Lapor, komandan. Terlihat ada banyak orang yang sedang ndekat ke kediaman ini, komandan," ucap prajurit.

"Ada banyak orang yang mau ndekat ke kediaman ini ? Siapa reka ?," tanya komandan Keira.

"Dilihat dari pakaian reka, sepertinya reka hanyalah rakyat biasa, komandan," ucap prajurit itu.

"Begitu ya. Mungkin orang-orang itu adalah para rakyat yang sebelumnya dirugikan oleh Duke San Minerva. Kamu pernah ndengar tentang rumor ini kan ? Kalau kebijakan yang dibuat oleh Duke San Minerva banyak mbuat kerugian kepada rakyat di wilayah San Minerva. Namun rakyat-rakyat itu tidak dapat protes, reka yang protes langsung akan ditangkap dan dihukum oleh prajurit Duke San Minerva secara sembunyi-sembunyi agar tindakan prajurit Duke San Minerva itu tidak dapat diketahui oleh pihak luar, khususnya Yang Mulia Ratu," ucap komandan Keira.

"Iya, saya pernah ndengar tentang rumor itu, komandan," ucap prajurit itu.

"Jika reka datang ke kediaman ini untuk nertawakan dan bersenang-senang atas tewasnya Duke San Minerva, maka rumor itu sepertinya benar," ucap komandan Keira.

"Lalu kita harus bagaimana, komandan ?," tanya prajurit itu.

"Panggil rekan-rekanmu yang lain dan suruh reka berjaga di depan kediaman. Aku sendiri juga akan pergi ke depan kediaman Duke. Jika reka mang datang untuk rayakan tewasnya Duke San Minerva, biarkan saja. Lagipula Duke San Minerva juga telah lakukan perbuatan kriminal dengan terlibat dalam rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Namun jika nanti terjadi kerusuhan saat reka sedang rayakan itu, segera hentikan reka," ucap komandan Keira.

"Baik, komandan. Kalau begitu saya akan langsung nghubungi rekan-rekan saya yang lain," ucap prajurit itu.

"Iya," ucap komandan Keira.

Lalu prajurit itu pun pergi untuk nghubungi rekan-rekannya. Sentara, komandan Keira lihat kembali ke surat kabar yang saat ini sedang dia pegang. Komandan Keira terlihat sedang lihat foto Rid yang sedang lemparkan tombak listrik ke arah Duke San Angela yang telah berubah njadi iblis yang tercantum di surat kabar itu.

"Rid Archie, entah kenapa dia selalu muncul dan terlibat dalam insiden besar yang terjadi di kerajaan ini. Entah dia akan terlibat dalam insiden apa lagi ke depannya," ucap komandan Keira.

-

Di kediaman Duke San Angela.

Terlihat komandan Asier, wakil komandan Sara dan prajurit pasukan ’Frost Wolf’ yang berjumlah cukup banyak sedang berdiri di depan kediaman Duke San Angela. reka terlihat sedang berjaga di depan kediaman Duke San Angela agar tidak ada orang lain yang masuki kediaman itu. Sentara di hadapan reka, ada banyak orang yang sedang nari dan bersorak seperti sedang rayakan sesuatu. reka datang ke kediaman Duke San Angela mang untuk rayakan sesuatu, yaitu rayakan tewasnya Duke San Angela.

"Komandan, apa tidak apa-apa kita mbiarkan reka lakukan ini ?," tanya wakil komandan Sara.

"Tidak apa-apa, yang penting reka lakukan hal ini tanpa kerusuhan sedikitpun. Namun jika reka lakukan kerusuhan, segera hentikan reka," ucap komandan Asier.

"Baik, komandan. Tetapi kenapa reka rayakan ini, komandan ? Bukankah seharusnya reka bersedih karena Duke yang mimpin wilayah reka sudah tewas," ucap wakil komandan Sara.

"Jika seorang pemimpin yang baik dan ramah telah tewas, tentu orang-orang yang dipimpin oleh pemimpin itu akan bersedih dan nangis. Namun jika pemimpin yang tewas itu adalah orang yang jahat, licik dan tidak bertanggung jawab, orang-orang yang dipimpin oleh pemimpin itu malah akan bersenang-senang. lihat orang-orang itu bersenang-senang dan rayakan atas tewasnya Duke San Angela yang rupakan pemimpin reka di wilayah San Angela, bukankah itu nandakan kalau Duke San Angela rupakan pemimpin yang jahat dan dibenci oleh reka ?," tanya komandan Asier.

-

Sentara itu, di salah satu bangunan di wilayah San Quentine.

Terlihat ada seorang wanita berambut putih yang makai kimono bermotif kepingan salju dengan dilapisi sebuah jubah panjang sedang mbaca surat kabar yang terbit hari ini. Di pinggang wanita itu, terdapat sebuah pedang, namun pedang itu terlihat berbeda dengan pedang yang lainnya. Pedang itu terlihat seperti sebuah katana. Pada sarung katananya, terdapat banyak corak kepingan salju.

"Aku sudah diberi tahu oleh tuan Louis kalau keluarga kami njadi target pembunuhan. Aku awalnya tidak percaya dengan perkataan tuan Louis, tetapi setelah mbaca surat kabar ini, sepertinya apa yang dikatakan oleh tuan Louis itu benar,"

"reka rencanakan untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga kami ? Benar-benar rencana yang bodoh sekali," ucap wanita itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 287 : Surat Kabar Yang Menghebohkan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

Top-tier Unruly Master cover
Trending now

Top-tier Unruly Master

Be Qin Sanchi ·Other

WhenDingFanopenedhiseyesagain,everythingbeforehimhadchanged.ACultivatorrebornonEarth,hefoundhimselfinthedespisedbodyofadisgracedheir.Fistsstrikinga...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.