Font Size
15px

Keesokan harinya, pukul 4 pagi.

Aku keluar dari asramaku untuk nuju taman akademi, tempat nona Violetta biasa berlatih tanding. Ketika aku sudah berada dekat dengan taman akademi, aku lihat nona Violetta yang sedang berlatih dengan ngayunkan pedangnya. Aku pun langsung nghampirinya, namun ketika aku hendak nghampirinya, tiba-tiba nona Violetta dengan cepat langsung berbalik arah dan langsung lancarkan sebuah tebasan jarak jauh ke arahku. Aku pun dengan cepat langsung gang pedangku dan nahan tebasan jarak jauh itu dengan pedangku. Tebasan jarak jauh itu pun berhasil kutahan dengan sempurna. lihat aku yang berhasil nahan serangannya, nona Violetta pun tersenyum.

"Apa begini cara nona nyambut orang yang baru saja kembali dari penjara ? Jika itu orang lain, sepertinya orang itu akan terluka jika disambut oleh nona," ucapku.

"Aku tidak akan lakukannya jika itu adalah orang lain, aku lakukannya hanya ke kamu saja. Sepertinya kemampuanmu tidak nurun skipun kamu baru saja di penjara, Rid. Kalau begitu, bagaimana jika kita latihan tanding seperti biasanya ?," ucap nona Violetta.

"Aku datang kesini mang untuk itu, nona," ucapku.

Lalu aku dan nona Violetta pun lakukan latih tanding di taman itu.

-

20 nit kemudian, latih tanding pun telah usai.

Setelah latihan tanding, aku pun ngobrol dengan nona Violetta.

"Aku dengar dari nona Karina kalau nona Violetta lah yang nangkap senior Florian dan juga dia sempat lakukan perlawanan. Bagaimana dengan perlawanan senior Florian kepada anda, nona ? Apakah nyulitkan untuk lawannya ?," tanyaku.

"Tidak sama sekali. lawannya sama sekali tidak nyulitkan, malah bisa dibilang lebih nyulitkan lawanmu daripada lawannya," ucap nona Violetta.

"Bukannya serangan senior Florian sangat berbahaya dan nimbulkan kerusakan yang besar karena dia adalah ’subjek’ tapi nona bilang kalau tidak nyulitkan dalam lawannya ?," tanyaku.

"Iya, serangannya mang berbahaya dan nimbulkan kerusakan yang besar, tetapi itu tidak berarti jika serangan itu tidak dapat ngenaiku. Aku bisa dengan mudah nahan dan nghindari serangan yang dia lancarkan kepadaku. Yah ski begitu, serangannya itu berhasil nghancurkan beberapa tempat di akademi ini tapi untungnya tempat-tempat yang rusak itu sudah diperbaiki," ucap nona Violetta.

"Begitu ya. Yah lagipula nona rupakan salah satu komandan di kerajaan ini, jadi wajar jika nona bisa nghadapi senior Florian dengan mudah skipun dia adalah ’subjek’," ucapku.

"Kamu sendiri juga bisa nghadapi para ’subjek’ itu dengan mudah, Rid. Saat di hutan Hevea, ada banyak ’subjek’ yang nyerangmu kan ? Kamu bahkan juga nghadapi banyak prajurit Duke San Angela namun kamu dapat dengan mudah mbunuh reka semua. Itu nandakan kalau kamu sangat kuat sampai bisa mbunuh reka semua," ucap nona Violetta.

"Jika dibandingkan dengan nona, aku masih kalah kuat. Aku hanya beruntung bisa ngatasi reka semua," ucapku.

"Kamu sangat rendah sekali. Daripada itu, bagaimana rasanya dipenjara, Rid ? Aku penasaran dengan itu makanya aku nanyaimu sebagai orang yang pernah dipenjara skipun hanya beberapa hari," ucapku.

"Perlakuan para prajurit yang njaga penjara tidak ngenakkan, makanan untuk para tahanan pun juga tidak enak, aku harap aku tidak kembali ke penjara itu lagi," ucapku.

"Yah apalagi kamu dipenjara di penjara San Sabaneta, penjara terketat di kerajaan ini. Sudah pasti pelayanannya sangat buruk," ucap nona Violetta.

"Iya, nona," ucapku.

"Karena sekarang sudah waktunya bagimu untuk latihan bersama teman-temanmu, lebih baik sekarang kamu pergi saja untuk nghampiri teman-temanmu. Lagipula aku sudah tidak miliki pertanyaan untuk ditanyakan kepadamu. Mau nanyakan tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan pun percuma karena nona Karina sudah mberitahunya kemarin," ucap nona Violetta.

"Baiklah, nona, kalau begitu aku pergi dulu," ucapku.

"Iya, ah satu hal lagi, Rid. Duke San Minerva dan Duke San Angela yang ingin mbunuhmu mungkin sudah tewas, tetapi dalang utama dalam rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia masih belum terungkap, jadi lebih baik kamu tetap waspada dan hati-hati untuk ke depannya karena ada kemungkinan kamu akan tetap njadi incaran dalang utama ini," ucap nona Violetta.

"Baik, nona, aku akan tetap hati-hati," ucapku.

"Kamu juga harus berhati-hati dengan ancaman lainnya, Rid," ucap nona Violetta.

"Ancaman apa itu, nona ?," tanyaku.

"Putri Irene yang njadi pacarmu saat ini sebelumnya adalah peserta ~Matchmaking Battle~. ~Matchmaking Battle~ adalah acara yang dibuat oleh Raja Albert untuk nemukan pasangan untuk pangeran Charles. Acara ini juga bertujuan untuk ngakrabkan hubungan para Duke yang sebelumnya renggang, karena sebelumnya Duke San Lucia dituduh sebagai pelaku pembunuhan para Elf yang mayatnya ditemukan di wilayah San Lucia sampai apa yang sebenarnya terjadi pada para Elf itu akhirnya terungkap. Acara ~Matchmaking Battle~ pada awalnya digunakan sebagai tempat eksekusi untuk Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia sampai akhirnya rencana pembunuhan itu pun terungkap dan acara itu pun akan dibatalkan,"

"Sebelum putri Irene ditunjuk sebagai salah satu peserta ~Matchmaking Battle~, tahukah kamu kalau dia itu diincar oleh banyak orang dari kalangan bangsawan ataupun orang-orang terpandang ? reka ingin ndapatkan putri Irene sebagai pasangan reka sendiri ataupun sebagai pasangan putra reka. Jika reka berhasil ndapatkan putri Irene, itu sama halnya reka juga njadi bagian dari keluarga San Lucia. Bergabung dengan keluarga San Lucia yang rupakan keluarga salah satu Duke akan mbuat reka ndapatkan banyak keuntungan. Itulah alasan kenapa reka ingin ndapatkan putri Irene. Namun, begitu reka ndengar kalau putri Irene ditunjuk sebagai salah satu peserta ~Matchmaking Battle~, reka tidak lagi ingin ndapatkan putri Irene karena jika reka lakukan itu, reka sama saja ngganggu acara yang dibuat oleh Raja Albert. reka tidak mau ndapatkan hukuman yang berat karena ngganggu acara itu,"

"Tetapi saat ini, ~Matchmaking Battle~ akan dibatalkan, kamu tahu kan apa yang akan terjadi selanjutnya ?," tanya nona Violetta.

"Orang-orang yang sebelumnya ingin ndapatkan Irene, akan berusaha ndapatkan Irene lagi begitu ~Matchmaking Battle~ dibatalkan. Itu berarti orang-orang itu akan datang ngincarku karena aku saat ini adalah pacar dari Irene. Jika reka ingin ndapatkan Irene, maka reka harus lenyapkanku yang rupakan pacarnya," ucapku.

"Penjelasanmu tepat sekali, orang-orang itu akan datang untuk ngincarmu. Kelihatannya kamu sudah tahu tentang ini, wajahmu terlihat biasa saja," ucap nona Violetta.

"Iya, karena aku sudah diberitahu oleh senior Nadine yang rupakan sepupu Irene tentang orang-orang yang berniat untuk ndapatkan Irene. Begitu ~Matchmaking Battle~ dibatalkan, aku juga sudah nebak kalau reka mungkin akan datang ngincarku," ucapku.

"Baguslah kalau kamu mang sudah tahu, Rid. Pokoknya kamu harus hati-hati akan orang-orang yang akan datang ngincarmu. Kamu mungkin akan aman selama masih berada di dalam wilayah akademi ini karena reka juga tidak mungkin ceroboh dengan nyerang akademi ini hanya untuk ngincarmu, namun kamu harus hati-hati saat pergi ke luar akademi. Karena kamu adalah anggota Elevrad, kamu pastinya akan sering pergi ke luar akademi dan reka pasti akan datang ngincarmu di kesempatan itu," ucap nona Violetta.

"Baik, nona, aku akan terus berhati-hati. Ngomong-ngomong, kenapa nona tahu dengan rinci tentang ~Matchmaking Battle~, padahal nona Karina saja tadi tidak njelaskan dengan rinci tentang acara itu kepada semua orang. Sebelumnya, aku diberitahu oleh Irene kalau yang ngetahui tentang acara ini hanyalah para bangsawan saja karena mang acara ini belum diumumkan ke publik. Jika nona tahu tentang acara ini secara rinci, apakah nona berasal dari keluarga bangsawan ?," tanyaku.

Nona Violetta terdiam sebentar, setelah itu dia pun mulai njawab pertanyaanku.

"Iya, itu benar, aku mang berasal dari keluarga bangsawan. Namun aku tidak bisa mberitahukan kepadamu secara rinci tentang keluargaku, lagipula aku juga sudah tidak berhubungan dengan keluargaku lagi. Sebelumnya aku sudah mberitahukan padamu soal ini kan ? Tentang namaku yang hanya Violetta tanpa ada nama keluarganya," ucap nona Violetta.

"Iya, nona, anda dulu pernah mberitahu soal itu. Tidak apa-apa jika anda tidak mau mberitahukannya, nona," ucapku.

"Terima kasih karena telah ngerti, Rid," ucap nona Violetta.

"Tidak perlu berterima kasih, nona. Apa ada yang mau nona bicarakan lagi denganku ?," tanyaku.

"Tidak ada, Rid. Oh iya, kamu mau pergi latihan dengan teman-temanmu ya, maaf karena telah nahanmu," ucap nona Violetta.

"Tidak apa-apa, nona. Ya sudah kalau begitu aku pergi dulu untuk latihan dengan teman-temanku ya, nona. Sampai jumpa," ucapku.

"Iya, sampai jumpa juga, Rid," ucap nona Violetta.

Lalu aku pun pergi ninggalkan taman akademi untuk nuju tempat latihan tahun kedua.

-

Di tempat latihan tahun kedua.

Ketika aku sampai di tempat latihan itu, terlihat belum ada orang yang berada di tempat latihan itu. Namun tidak lama kemudian, Irene, Leandra dan Lily pun datang ke tempat latihan itu.

"Seperti biasa kamu selalu datang lebih dulu ya, Rid," ucap Leandra.

"Aku bisa datang lebih dulu karena aku bangun lebih cepat dari jadwal. Aku bingung mau lakukan apa setelah bangun lebih cepat jadi aku langsung datang ke tempat latihan ini," ucapku.

Lalu beberapa saat kemudian, Noa, Kotaro dan Julie pun juga datang. Namun tidak terlihat Charles dan Chloe di antara reka.

"Kalian tidak bareng Charles dan Chloe ?," tanyaku.

"Aku pikir Charles dan Chloe sudah pergi duluan. Kalau begitu biar aku panggil reka berdua," ucap Noa.

"Tidak perlu, Noa. Biarkan saja reka datang sendiri jika reka mang ingin latihan. Jika reka tidak datang latihan pun juga biarkan saja, mungkin reka masih ingin nenangkan diri setelah ndengar rencana pembunuhan ibunda reka," ucapku.

"Baiklah, Rid," ucap Noa.

"Nah sekarang, lebih baik kita mulai saja latihan pagi ini," ucapku.

Setelah itu, kami semua pun lakukan latihan pagi di tempat latihan itu. Sampai kami selesai latihan pagi pun Charles dan Chloe masih tetap tidak datang ke tempat latihan.

-

Pukul 7 pagi.

Aku keluar dari asramaku untuk bersiap pergi belajar ke akademi. Saat aku berjalan lewati asrama Charles, aku noleh ke asrama itu. Aku rasakan kalau Charles dan Chloe masih berada di dalam asrama Charles. Saat aku sedang lihat ke asrama Charles, tiba-tiba pintu asrama Irene yang berada di samping asrama Charles pun terbuka. Aku pun lihat ke arah pintu itu dan Irene pun keluar dari pintu yang terbuka itu. Irene lalu lihat ke arahku yang juga lihat ke arahnya.

"Kenapa kamu berhenti di depan asrama pangeran Charles, Rid ?," tanya Irene.

"Aku hanya sedang rasakan apakah Charles ada di dalam asramanya dan ternyata Charles mang berada di asramanya. Chloe pun juga masih berada di asrama Charles," ucapku.

"Begitu ya. Apa kamu berniat untuk manggil reka, Rid ?," tanya Irene.

"Tidak. Aku hanya ingin riksanya saja, aku tidak berniat untuk manggil reka karena takutnya aku malah ngganggu reka. Nanti reka juga pasti datang sendiri ke kelas," ucapku.

"Begitu ya," ucap Irene.

"Kamu mau ke kelas sekarang, Irene ?," tanyaku.

"Iya," ucap Irene.

"Kalau begitu, ayo bareng," ucapku.

"Kebetulan sekali, aku pada awalnya mang berniat untuk ngajakmu pergi bareng, Rid. Kalau begitu, ayo pergi ke kelas," ucap Irene.

Lalu aku dan Irene pun berjalan ninggalkan asrama untuk pergi ke kelas.

-

Di depan gedung lobi akademi.

Terlihat ada beberapa murid, prajurit dan pengajar yang sedang berkumpul di depan gedung lobi akademi. reka terlihat sedang mbaca sebuah surat kabar di tangan reka.

"Surat kabar ? Ah benar juga, kemarin nona Karina bilang kalau khusus hari ini beliau mperbolehkan beredarnya surat kabar di kalangan para murid akademi ini," pikirku.

Saat aku dan Irene sedang berjalan nuju pintu masuk gedung lobi akademi, para murid, prajurit dan pengajar yang sedang mbaca surat kabar di sekitarku pun langsung lihat ke arahku. Sepertinya ada sesuatu tentangku yang dimuat di surat kabar itu yang mbuat reka langsung lihat ke arahku begitu aku sampai di depan gedung lobi akademi.

Lalu saat aku dan Irene sedang naiki tangga untuk masuk ke gedung lobi akademi, terlihat ada beberapa prajurit yang sedang mbawa banyak surat kabar. Surat kabar itu langsung dibagikan kepada orang-orang yang hendak masuk ke gedung lobi akademi. Lalu seorang prajurit yang lihatku hendak masuk ke gedung lobi akademi pun nghentikanku.

"Tunggu, Rid Archie," ucap prajurit itu.

Lalu dia gang sebuah surat kabar dan mberikannya kepadaku.

"Ini untukmu. Nona Karina nyuruh kami untuk mberikan surat kabar ke setiap orang yang berada di akademi ini, jadi tolong terimalah," ucap prajurit itu.

"Baiklah, terima kasih, tuan prajurit," ucapku.

"Sama-sama. Lalu ini untukmu, putri Irene," ucap prajurit itu sambil mberikan sebuah surat kabar ke Irene.

"Aku tidak usah, aku akan mbaca surat kabar milik Rid saja," ucap Irene.

"Baiklah kalau begitu, putri Irene," ucap prajurit itu.

Lalu prajurit itu pun pergi ninggalkan kami untuk nuju orang lain yang belum ndapatkan surat kabar itu. Setelah ndapat surat kabar itu, aku dan Irene pun berpindah tempat untuk mbacanya karena sebelumnya kami berdua tepat berada di depan pintu gedung lobi akademi. Jika kami berhenti dan mbaca surat kabar itu disana, ditakutkan akan ngganggu orang-orang yang ingin masuk. Aku dan Irene pun berpindah ke samping kiri bagian depan gedung lobi akademi. Kami berdua saat ini sedang berdiri bersandar di dinding. Lalu aku mulai gang surat kabar itu di tanganku dan mulai mbacanya, sentara Irene yang berada di sampingku juga ikut mbaca surat kabar itu.

"’Insiden Penyerangan Iblis Di Gedung Pengadilan’, ’Terkuaknya Rencana Pembunuhan Yang Mulia Ratu Dan Seluruh Keluarga San Lucia’, ’Tewasnya Duke San Minerva Dan Duke San Angela’, ’Kebenaran Di Balik Insiden Yang Terjadi Di Hutan Hevea’, ’Kebenaran Di Balik Insiden Tewasnya Para Elf Di Wilayah San Lucia’, ’Dibatalkannya Acara ~Matchmaking Battle~’. Semua berita yang dimuat di halaman pertama surat kabar ini persis seperti apa yang terjadi di gedung pengadilan," ucapku.

Sentara Irene hanya terdiam sambil terus mbaca surat kabar itu.

Aku terus mbaca berita dari surat kabar itu. Isi berita itu sama persis dengan kejadian yang sebenarnya. Di berita itu juga dimuat beberapa foto yang diambil di gedung pengadilan seperti foto mayat para iblis, foto orang-orang yang berada di gedung pengadilan, foto beberapa tempat yang rusak karena serangan iblis itu dan lainnya. Bahkan ada fotoku yang sedang bertarung dengan para iblis bersama komandan Asier dan komandan Oliver di depan gedung pengadilan. Foto saat aku sedang lemparkan tombak listrik ke arah Duke Jas yang sudah berubah njadi iblis pun juga ada. Adanya foto-fotoku di surat kabar itu mbuatku bingung.

"Kenapa bisa ada foto-fotoku yang sedang bertarung dengan para iblis itu ? Seingatku tidak ada orang lain yang berada di sekitar bagian depan gedung pengadilan. Hmmm tapi, jika dilihat dari foto ini, seperti foto ini diambil dari luar gerbang gedung pengadilan. Mungkin saat itu aku, kakak Asier dan komandan Oliver sedang fokus untuk lawan para iblis yang berada di depan gedung pengadilan sampai tidak nyadari kalau ada orang di luar gerbang pengadilan yang sedang ngambil foto," pikirku.

Lalu aku terus mbaca berita-berita itu. Terlihat fotoku cukup banyak dimuat dalam berita itu.

"Pantas saja reka semua lihat ke arahku saat sedang mbaca surat kabar itu," pikirku.

Selain fotoku, foto Ratu Kayana juga cukup banyak dimuat dalam berita itu. Lalu aku pun telah selesai mbaca semua berita yang ada di halaman pertama.

"Kamu sudah selesai mbaca halaman pertamanya, Irene ?," tanyaku.

"Sudah, Rid," ucap Irene.

"Kalau begitu aku balik ke halaman dua ya," ucapku.

"Iya," ucap Irene.

Lalu aku pun mbuka halaman dua pada surat kabar itu dan mulai mbacanya. Terlihat ada beberapa berita baru yang belum aku ketahui di halaman dua surat kabar itu.

"’Pertarungan Antara Komandan Pasukan Silver Peacock lawan Komandan Prajurit Duke San Minerva, Sebagian Besar Kediaman Duke San Minerva Telah Hancur’. Pertarungan itu terjadi karena komandan Marshall selaku komandan prajurit Duke San Minerva terus larang komandan Keira selaku komandan pasukan ’Silver Peacock’ dan pasukannya untuk riksa kediaman Duke San Minerva. Awal mula terjadi pertarungan itu karena komandan Marshall yang terus larang pasukan ’Silver Peacock’ untuk riksa kediaman Duke San Minerva mulai nyerang beberapa anggota pasukan ’Silver Peacock’. Komandan Keira tidak tinggal diam lihat prajuritnya diserang dan mulai nyerang komandan Marshall, lalu pertarungan di antara reka pun terjadi. Pertarungan reka mbuat sebagian besar kediaman Duke San Minerva hancur lebur. Komandan Marshall ngalami luka parah akibat pertarungan itu sentara komandan Keira hanya ngalami beberapa luka ringan," ucapku sambil mbaca berita itu.

Setelah itu, aku pun mulai mbaca berita yang lain. Saat mbaca berita yang lain itu, aku pun terkejut.

"Sepertinya Charles dan Chloe sudah tahu tentang berita ini, makanya sejak semalam reka berdua masih berada di asrama Charles dan tidak keluar dari asrama itu sama sekali. Sepertinya reka sedang nenangkan diri karena hal ini," ucapku.

Lalu aku pun mulai mbaca berita itu.

"’Raja Albert, Suami Dari Yang Mulia Ratu Kayana, Terlibat Dalam Rencana Pembunuhan Yang Mulia Ratu Dan Seluruh Keluarga San Lucia’," ucapku.

Lalu ada berita lainnya yang mbuat aku juga sedikit terkejut.

"’Setelah Terkuaknya Rencana Pembunuhan Itu, Raja Albert Dikabarkan larikan Diri Dan Saat Ini Keberadaannya Tidak Diketahui. Raja Albert Dinyatakan Telah nghilang, Bersamaan Dengan Duchess San Minerva, Duchess Harriet dan Duchess San Angela, Duchess Claret, Yang Juga Telah Dinyatakan nghilang Dari Kediaman reka Masing-Masing," ucapku sambil mbaca berita itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 286 : Sambutan Nona Violetta on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Similar genre

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

Grasping the Evil cover
Similar genre

Grasping the Evil

I'm Ink我是墨水 ·Action

Mastersaid,thewomanIheldinmyhands,ImustprotectfortherestofmylifeMastersaid,it’shardtocultivateasaDemon,andonceyouentertheDemonDao,youshouldneverloo...

Marvel-ous Ninjutsu cover
Similar genre

Marvel-ous Ninjutsu

Pewpewcachoo ·Action

IdonotownanythingfromMarvelorNaruto.Ijustenjoybothuniverses. Socontentwarningfirst,thisisafanficofhotsteaminggarbage.Ihopeyouenjoyit.Iwillmostlikel...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.