Font Size
15px

"Bagaimana jika kita batalkan saja perjanjian kita saat ini ?," tanya Irene.

"mbatalkan perjanjian kita ?," tanyaku.

Irene lalu ngangguk. Aku pun terdiam sebentar mikirkan jawaban. Lalu tidak lama kemudian, aku pun njawab pertanyaan Irene.

"Tidak," ucapku.

Irene yang ndengar jawabanku pun terkejut.

"Kenapa ? Jika kita tidak pura-pura berpacaran lagi, kamu tidak akan ngalami bahaya lagi. Kamu tidak akan diincar oleh banyak orang yang akan mbunuhmu karena telah njadi pacarku. Jika perjanjian ini batal, kamu bisa kembali njalani kehidupan akademi yang damai, Rid," ucap Irene.

"mang benar, jika aku tidak berpura-pura berpacaran denganmu, aku tidak akan ngalami bahaya lagi. Aku tidak diincar oleh banyak orang dan kehidupanku di akademi mungkin akan kembali njadi damai. Tetapi apa kamu benar-benar nginginkan hal ini, Irene ?," tanyaku.

"Apa maksudmu ?," tanya Irene.

"Aku tanya, apa kamu benar-benar ingin mbatalkan perjanjian kita ?," tanyaku.

Irene terdiam sesaat, lalu dia mulai njawab pertanyaanku.

"Iya.....," ucap Irene.

"Kelihatannya kamu masih ragu-ragu untuk mbatalkan perjanjian ini. Kalau begitu, aku nolaknya. Aku tidak akan mbatalkan perjanjian ini," ucapku.

"Tidak, aku tidak ragu-ragu untuk mbatalkan perjanjian ini. Aku benar-benar ingin mbatalkan perjanjian ini!," ucap Irene dengan suara yang sedikit keras.

Beberapa murid yang berada di sekitar Rid dan Irene pun terkejut ketika ndengar suara keras Irene, ski begitu reka tidak ndengar dengan jelas tentang apa yang reka berdua bicarakan.

"Jika kamu tidak ragu-ragu, kenapa saat ini kamu masang ekspresi yang sedih. Kamu juga tadi njawab pertanyaanku dengan ragu-ragu," ucapku.

"Tidak, aku tidak bersedih dan aku sudah bilang kalau aku tidak ragu-ragu," ucap Irene.

"Kamu mang bilang begitu, tapi aku sendiri yang lihat ekspresimu saat ini. Ekspresimu berbeda dengan biasanya. Saat ini ekspresimu terlihat sedih dan kamu juga terlihat ragu-ragu. Saat dulu kamu nawarkan perjanjian ini, ekspresimu terlihat seperti biasanya, kamu juga tidak terlihat ragu-ragu dalam mbuat perjanjian ini. Namun lihat sekarang, ketika kamu ingin mbatalkan perjanjian ini, ekspresimu terlihat sedih dan kamu juga terlihat ragu-ragu. Oleh karena itu, aku tidak akan nyetujui pembatalan perjanjian ini. Aku akan nyetujuinya, apabila ekspresimu terlihat seperti biasanya dan kamu juga tidak ragu-ragu saat ingin mbatalkan perjanjian ini," ucapku.

"Tapi, Rid, jika kamu terus berpura-pura njadi pacarku, kamu akan-," ucap Irene.

Belum sempat Irene nyelesaikan perkataannya, aku langsung nyentuh kepala Irene dan ngelusnya dengan tangan kananku.

"Aku tahu kamu khawatir denganku, maka dari itu kamu mutuskan untuk mbatalkan perjanjian kita. Kamu terpaksa mbatalkan perjanjian ini agar aku tidak terus berada dalam bahaya. Kamu sebenarnya tidak ingin perjanjian ini dibatalkan sekarang kan ?," tanyaku.

Irene hanya terdiam dan tidak njawab pertanyaanku, ski begitu saat ini Irene terus lihat ke arahku. Sentara aku terus ngelus kepalanya.

"Kamu mungkin tidak tahu tapi tidak lama setelah hubungan kita sebagai pacar ini diketahui oleh orang-orang di akademi, senior Nadine sempat nghampiriku. Dia bilang kalau aku mungkin saja akan diincar oleh orang-orang berbahaya karena telah berpacaran denganmu. Jadi sebelum aku hendak dibunuh oleh Enzo dan orang-orang suruhan tuan Duke San Angela di hutan Hevea, aku sudah ngetahui lebih dahulu kalau aku kemungkinan akan diincar oleh orang-orang berbahaya. ski begitu, aku tidak peduli akan hal itu, aku mutuskan untuk lanjutkan perjanjian ini. ski saat ini aku sudah ngalami kejadian percobaan pembunuhan karena telah njadi pacarmu, aku tetap tidak peduli akan hal itu, aku tetap ingin lanjutkan perjanjian ini,"

"Kamu tidak perlu khawatir, Irene. ski aku diincar oleh orang-orang berbahaya yang ingin mbunuhku karena telah njadi pacarmu, aku jamin aku akan baik-baik saja. Aku pernah mberitahumu bukan tentang impianku ? Impianku adalah mbuat dunia ini njadi damai. Aku ingin nyatukan semua ras yang ada di dunia ini. Untuk wujudkan impianku, mungkin aku harus berhadapan dengan ras-ras kuat di dunia ini seperti raksasa, naga, roh, bahkan iblis dan malaikat. Untuk itulah, aku tidak takut akan orang-orang berbahaya yang ingin ngincarku karena telah njadi pacarmu. Jalan untuk wujudkan impianku, lebih berbahaya daripada orang-orang yang ingin ngincarku. Jadi kamu tidak perlu khawatir kalau misalkan aku akan berada dalam bahaya karena telah njadi pacarmu, Irene,"

"Lagipula, Yang Mulia Ratu bilang kalau beliau mutuskan untuk mbatalkan keseluruhan acara ~Matchmaking Battle~, jadi sepertinya tidak akan ada yang akan ngincarku lagi untuk mbunuhku dan mbuatmu ngikuti acara itu lagi. Kamu juga tidak perlu khawatir kalau aku tidak bisa njalani hidup normal dan damai karena telah njadi pacarmu. Kehidupanku sudah jauh dari kata damai saat aku miliki impian untuk mbuat dunia ini njadi damai," ucapku.

Aku ngatakan itu sambil terus nyentuh kepala Irene, sentara Irene masih terdiam dan tidak ngatakan apa-apa. Tidak lama kemudian, Irene pun mulai berbicara kepadaku.

"Kenapa kamu ingin tetap lanjutkan perjanjian ini, Rid ? Seharusnya tidak ada alasan bagimu untuk tetap lanjutkan perjanjian ini. Kamu saat ini sudah terkenal dan populer di seluruh kerajaan ini, kamu pastinya bisa ndapatkan posisi penting di kerajaan San Fulgen nanti setelah kamu lulus tanpa bantuan dariku. Kamu tadi juga bilang kalau Yang Mulia Ratu mutuskan untuk mbatalkan ~Matchmaking Battle~, jadi tidak ada alasan bagimu untuk terus berpura-pura njadi pacarku karena alasan aku nyuruhmu njadi pacarku adalah agar aku tidak ngikuti acara itu. Karena acara itu sudah dibatalkan, kamu tidak perlu berpura-pura njadi pacarku lagi," ucap Irene.

Aku terdiam sebentar ndengar perkataan Irene, namun tidak lama kemudian aku mulai njawab pertanyaan Irene.

"Aku tidak mau perjanjian ini dibatalkan karena aku masih perlu untuk berpura-pura njadi pacarmu," ucapku.

"Apa maksudmu ?," tanya Irene yang sedikit terkejut.

"ski ~Matchmaking Battle~ yang akan njadi tempat pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia telah dibatalkan, tetapi rencana pembunuhan itu masih ada kemungkinan untuk terus dijalankan karena Yang Mulia Ratu bilang masih ada pelaku utama dalam rencana pembunuhan itu. Pelaku utama inilah yang mbuat tuan Duke San Minerva dan tuan Duke San Angela njadi iblis. Oleh karena itu, Yang Mulia Ratu dan paman Louis selaku kepala keluarga San Lucia akan lebih waspada karena pelaku utama dalam rencana pembunuhan itu belum ditangkap. Pelaku utama itu kemungkinan sedang nyiapkan rencana lain untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Paman Louis dan kakak Asier bilang kalau reka akan lindungi seluruh keluarga San Lucia yang ada, namun reka tidak akan bisa lindungi kamu dan juga senior Nadine yang saat ini sedang njadi murid akademi. Oleh karena itu, akulah yang akan lindungi kalian berdua. Aku masih harus berpura-pura njadi pacarmu agar aku bisa dekat denganmu dan lindungimu,"

"Sekarang aku mau bertanya padamu, jika tadi aku nyetujui pembatalan perjanjian ini dan kita tidak berpura-pura njadi pacar lagi, lalu setelah itu hubungan kita akan bagaimana, Irene ?," tanyaku.

"Tentu saja kita akan njadi orang asing kembali. Aku sebisa mungkin akan njauh darimu. Aku juga akan njauh dari yang lainnya. Aku tidak ingin kalian ngalami bahaya gara-gara dekat denganku," ucap Irene.

"Sudah kuduga kamu akan lakukan itu. Aku masih bisa ndekati senior Nadine tanpa njalani hubungan dengannya terlebih dahulu karena dia itu mudah didekati. Tapi kalau kamu, aku harus njalani hubungan denganmu terlebih dahulu agar bisa ndekatimu. Maka dari itu aku mutuskan untuk tidak mbatalkan perjanjian ini dan terus berpura-pura njadi pacarmu. Dengan begitu aku bisa lebih dekat denganmu dan lindungimu," ucapku.

Irene pun terdiam ndengar perkataanku.

"Ngomong-ngomong, kamu berniat lakukan itu agar aku dan teman-teman yang lain tidak ngalami bahaya kan ? ternyata dibalik sifat dan ekspresi dinginmu, kamu itu ternyata orang yang perhatian ya. Bukankah begitu, putri es ?," tanyaku.

"Berhenti nggodaku," ucap Irene.

Aku pun tertawa ndengar perkataan Irene sambil terus ngelus-elus kepalanya.

"Aku tidak akan mbiarkanmu njadi orang yang seperti dulu lagi, Irene. Saat ini kamu sudah miliki banyak teman di akademi. Hanya karena kamu rupakan anggota keluarga San Lucia yang sedang diincar, kamu tidak perlu untuk njauh dan njaga jarak dariku dan teman-teman yang lain. Aku yakin teman-teman yang lain juga tidak akan mbiarkanmu njauh dari reka, terutama Chloe. Karena kalian berdua saat ini lebih dekat dari sebelumnya. Leandra dan Lily pun juga tidak mau lihat nona yang reka layani kembali njadi seperti dulu lagi,"

"Kamu bisa akrab dengan reka karena kamu rupakan pacarku dan reka pada awalnya juga rupakan temanku. Dengan kata lain, kamu bisa akrab dengan reka karena hubungan pura-pura ini. Jika kamu berniat njauh atau mutuskan hubungan pertemanan dengan reka karena kita sudah tidak berpura-pura pacaran lagi, maka lebih baik aku terus berpura-pura pacaran denganmu agar kamu bisa terus njalin pertemanan dengan reka. Aku tidak peduli skipun aku harus berpura-pura pacaran denganmu dalam waktu yang lama, yang penting kamu selalu akrab dengan reka," ucapku.

Irene pun terdiam lagi setelah ndengar perkataanku. ski begitu, aku tetap lanjutkan perkataanku.

"Sebenarnya aku miliki alasan lain tentang kenapa aku mau terus lanjutkan hubungan pura-pura. Entah kenapa, aku rasa kalau hubungan pura-pura ini tidak boleh berakhir. Aku tidak tahu alasannya tetapi aku rasa seperti itu," ucapku.

Irene tetap terdiam, namun tidak lama kemudian, Irene pun mulai berbicara.

"Hmmm, begitu ya," ucap Irene.

Irene lalu nundukkan kepalanya disaat aku terus ngelus kepalanya. Entah kenapa aku rasa kalau Irene saat ini sedang tersenyum.

"Jadi bagaimana Irene ? Aku mutuskan tidak mau mbatalkan perjanjian di antara kita, apa kamu masih tetap ingin mbatalkan perjanjian di antara kita ?," tanyaku.

Irene terdiam sambil nunduk. Lalu beberapa saat kemudian, Irene pun ngangkat kepalanya kembali.

"Baiklah, aku tidak jadi mbatalkan perjanjian di antara kita. Kita akan tetap njalin hubungan sebagai pacar pura-pura," ucap Irene.

"Baguslah kalau kamu berubah pikiran, Irene," ucapku sambil terus ngelus kepala Irene.

"Ngomong-ngomong, Rid, sampai kapan kamu akan terus ngelus-ngelus kepalaku ?," tanya Irene sambil lihat ke arah tanganku yang sedang ngelus-elus kepalanya.

ndengar perkataan Irene, aku pun langsung ngangkat tangan kananku kembali dan berhenti ngelus kepalanya.

"Ah, maafkan aku karena tidak sopan. Aku tidak nyadari kalau sejak tadi aku terus ngelus kepalamu, pasti tidak nyaman kan kepalamu dielus-elus seperti itu," ucapku.

"Tidak. Aku tidak bilang kalau aku tidak rasa nyaman saat kepalaku dielus-elus, justru aku tidak keberatan. Aku bertanya seperti itu hanya penasaran saja sampai kapan kamu akan ngelus kepalaku," ucap Irene.

"Yah, jika kamu tidak bertanya seperti itu, mungkin aku tidak akan berhenti ngelus kepalamu," ucapku.

"Hmm begitu ya, seharusnya aku tidak nanyakan soal itu," ucap Irene dengan suara yang pelan.

Aku tidak bisa ndengar perkataan Irene karena suaranya yang pelan itu.

"Apa yang kamu katakan barusan, Irene ?," tanyaku.

"Bukan apa-apa, aku hanya berbicara pada diriku sendiri," ucap Irene.

Sentara itu, di sekitar Rid dan Irene, ada beberapa murid yang lihat ke arah reka berdua.

"Aku tidak tahu apa yang reka berdua bicarakan, tetapi saat lihat reka berdua entah kenapa lucu sekali,"

"Iya, Rid bahkan ngelus kepala putri es dan putri es juga nampak tidak nolak saat kepalanya dielus seperti itu,"

"ski putri es miliki sifat dan ekspresi yang dingin, tapi lihat dirinya saat kepalanya sedang dielus itu ternyata imut juga," ucap orang-orang itu.

Orang-orang itu terus lihat ke arah Rid dan Irene yang sedang berbicara. Di antara orang-orang itu, ada senior Nadine yang juga sedang lihat ke arah Rid dan Irene. Senior Nadine lihat ke arah Rid dan Irene sambil tersenyum. Lalu setelah itu, senior Nadine pun pergi ninggalkan tempat itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 283 : Perjanjian Antara Rid dan Irene on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.