Nona Karina pun mulai mberitahu tentang semua hal yang terjadi di gedung pengadilan. Semua orang yang berada di depan gedung lobi akademi pun mulai ndengarkan apa yang dikatakan nona Karina. Satu persatu dari orang-orang itu mulai terkejut seiring nona Karina yang terus mberitahu tentang hal yang terjadi di gedung pengadilan. Lalu beberapa nit kemudian, nona Karina pun selesai mberitahukan tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan kepada orang-orang itu.
"Itu saja penjelasan dariku tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan," ucap nona Karina.
Semua orang yang ndengar penjelasan dari nona Karina pun sangat terkejut. Sebagian besar dari orang-orang itu pun masang ekspresi tercengang, di antaranya adalah Charles dan Chloe.
"Duke San Minerva dan Duke San Angela berniat untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia ?!?!,"
"Tidak hanya itu, bahkan Marquess Rovinj juga ikut andil dalam rencana itu,"
"reka bertiga berniat mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia saat acara ~Matchmaking Battle~ yang bertujuan untuk ncari pasangan untuk pangeran Charles. Aku baru tahu soal acara itu, apakah sebelumnya acara itu belum diungkapkan ke publik ?,"
"Awalnya putri es ikut dalam acara itu, namun karena dia saat ini berpacaran dengan Rid, dia jadi batal ikut dalam acara itu. Karena hal itu, reka berniat untuk mbunuh Rid agar putri es tidak miliki pasangan lagi dan bisa ikut kembali dari acara itu,"
"Aku tidak nyangka akan hal ini. Pantas saja ketua Elevrad itu nyuruh tuan muda Enzo untuk mbunuh Rid di hutan Hevea. Secara reka berdua adalah putra dari Duke San Minerva dan Duke San Angela, sudah pasti reka juga terlibat dalam rencana orang tua reka,"
"Tetapi pada akhirnya reka yang berniat mbunuh Rid malah berhasil dibunuh oleh Rid. mang setelah itu Rid lah yang tertuduh karena telah mbunuh reka, tetapi kemudian kebenaran pun terungkap, ternyata Rid bukanlah pelaku utama dalam insiden di hutan Hevea,"
"Iya, sebelumnya aku sudah berprasangka yang buruk kepada Rid karena dia telah mbunuh tuan muda Enzo. Namun ternyata tuan muda Enzo lah yang lebih dulu ingin mbunuh Rid, Rid mbunuh tuan muda Enzo hanya untuk mbela diri,"
"Aku ingat kalau Javier yang rupakan putra dari Marquess Rovinj selalu berniat nyerang Rid dengan serangan yang bisa mbunuh orang sebelumnya. Ternyata dia berniat mbunuh Rid untuk mbantu rencana ayahnya,"
"Aku tidak nyangka Javier dan tuan muda Enzo rupakan ’subjek’ percobaan yang makai jantung Elf sebagai jantung baru reka. Ternyata surat kabar yang mberitakan tentang penemuan jasad Elf yang sudah tidak miliki jantung di wilayah San Lucia berhubungan dengan reka. Duke San Minerva, Duke San Angela dan Marquess Rovinj lah dalang dari pembunuhan para Elf itu,"
"Aku lebih tidak nyangka kalau Duke San Minerva, Duke San Angela, Marquess Rovinj dan beberapa orang lainnya tiba-tiba berubah njadi iblis dan ngacau di gedung pengadilan. Ini iblis loh, salah satu ras terkuat selain ras Malaikat yang nguasai benua selatan. Kenapa reka bisa berubah njadi ras iblis ?,"
"Entahlah, apa mungkin ada iblis yang sedang bersembunyi di kerajaan ini ?,"
"Sial, aku takut jika ada iblis di kerajaan ini, kerajaan ini akan berakhir seperti kerajaan Framtida,"
"Itu tidak akan terjadi jika iblis yang ada di kerajaan ini bukanlah iblis tingkat tinggi,"
"Semua kejadian yang terjadi di gedung pengadilan, sepertinya akan nghebohkan seluruh kerajaan ini nantinya," ucap orang-orang yang ndengar penjelasan nona Karina.
reka sangat terkejut dan tercengang setelah ndengar penjelasan nona Karina. reka terus mbicarakan tentang kejadian itu tanpa henti dengan orang-orang yang berada di sekitar reka. Namun ada sebagian kecil dari orang-orang itu yang tidak percaya dengan penjelasan nona Karina. reka nganggap kalau penjelasan yang dikatakan nona Karina mustahil untuk terjadi.
"Tidak mungkin sesuatu seperti itu terjadi di gedung pengadilan,"
"Itu benar, tidak mungkin ada rencana pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Yang sedang kita bicarakan ini adalah Yang Mulia Ratu yang dijuluki sebagai penyihir terkuat di kerajaan ini. Keluarga San Lucia juga dijuluki sebagai salah satu keluarga terkuat di kerajaan ini. Mustahil ada yang berani untuk mbunuh reka," ucap orang-orang yang tidak percaya.
"Apa kalian tidak dengar penjelasan nona Karina dengan jelas ? Bukankah nona Karina sudah mberitahukan tentang adanya ’subjek’ ? reka berniat untuk mbunuh Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia dengan ngandalkan para ’subjek’ itu," ucap seseorang yang percaya dengan penjelasan nona Karina.
Orang-orang yang percaya dengan penjelasan nona Karina dan yang tidak percaya pun mulai berdebat. Situasi sedikit ricuh saat itu.
"Sudah, hentikan. Aku wajarkan apabila ada dari kalian yang tidak mpercayainya karena kejadian yang terjadi di gedung pengadilan hanya ku jelaskan dari perkataanku saja dan tidak ada bukti yang ndukung. Namun jika kalian tidak percaya, kalian bisa nunggu surat kabar yang akan terbit keesokan harinya. Khusus untuk besok, aku akan ngizinkan surat kabar dibagikan di kalangan para murid setelah biasanya aku tidak pernah ngizinkan soal hal ini. Surat kabar yang akan terbit besok, akan muat tentang kejadian lengkap yang terjadi di gedung pengadilan. Mungkin ada beberapa informasi tambahan di surat kabar itu yang tidak aku jelaskan saat ini," ucap nona Karina.
Orang-orang itu pun terdiam, reka tidak lagi mperdebatkan tentang penjelasan dari nona Karina. Sentara itu, disaat suasana sedang sunyi karena sudah tidak ada yang berdebat lagi, tuan Alan tiba-tiba ngangkat tangannya.
"Ada apa, Alan ?," tanya nona Karina.
Lalu tuan Alan pun berjalan perlahan untuk nghampiri nona Karina.
"Saya ingin bertanya, nona. Bagaimana dengan posisi kedua Duke yang kosong ngingat Duke San Minerva dan Duke San Angela yang telah berubah njadi iblis sudah tewas dibunuh. Apakah Yang Mulia Ratu sudah nemukan penggantinya ?," tanya tuan Alan.
"Belum, bahkan saat di gedung pengadilan, Yang Mulia Ratu sama sekali tidak mbicarakan tentang pengganti kedua Duke itu. Mungkin karena Yang Mulia Ratu saat ini sedang fokus untuk nangani kasus sebuah rencana pembunuhan terhadap beliau dan seluruh keluarga San Lucia, karena Yang Mulia Ratu yakin kalau masih ada pelaku lagi selain Duke San Angela, Duke San Minerva dan Marquess Rovinj dan pelaku yang tersisa itu sepertinya adalah pelaku utamanya. ngingat perubahan njadi iblis yang terjadi pada Duke San Minerva, Duke San Angela dan Marquess Rovinj terjadi dengan tiba-tiba dan kesannya reka seperti terpaksa diubah njadi iblis, maka Yang Mulia Ratu yakin kalau masih ada pelaku utama yang belum terungkap. Oleh karena itu, Yang Mulia Ratu sampai belum kepikiran untuk mbahas pengganti posisi kedua Duke yang kosong," ucap nona Karina.
"Begitu ya," ucap tuan Alan.
"mangnya ada apa kamu bertanya seperti itu, Alan ?," tanya nona Karina.
"Saya hanya penasaran saja tentang posisi kedua Duke yang kosong itu, nona. Jika posisi kedua Duke tersebut masih kosong, apakah itu berarti wilayah San Angela dan San Minerva saat ini tidak miliki pemimpin ?," tanya tuan Alan.
"Mungkin begitu, tetapi aku yakin Yang Mulia Ratu akan nunjuk pemimpin sentara untuk mimpin wilayah itu sampai dilantiknya Duke yang baru," ucap nona Karina.
"Apa ada kemungkinan kalau posisi Duke yang baru akan diisi oleh anggota keluarga dari keluarga Duke sebelumnya, nona ?," tanya tuan Alan.
"Normalnya posisi Duke diwariskan turun temurun ke anggota keluarganya sendiri, namun kasus kali ini sepertinya akan berbeda. ngingat tuan Jas sebagai Duke San Angela dan tuan Darwin sebagai Duke San Minerva telah lakukan kejahatan berat dengan rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia, maka bukan tidak mungkin kalau anggota keluarga reka yang lain juga akan terlibat. nurutku terlalu beresiko bagi Yang Mulia Ratu untuk nunjuk salah satu anggota keluarga reka sebagai Duke yang baru. Maka dari itu, kemungkinan posisi Duke yang baru akan diisi oleh keluarga bangsawan yang baru. Mungkin ini akan njadi perubahan besar di kerajaan San Fulgen karena akan terjadi perubahan dari susunan keluarga Duke setelah sebelumnya tidak tergantikan selama beberapa dekade," ucap nona Karina.
"narik sekali jika mang akan ada keluarga Duke yang baru. Sepertinya seluruh kerajaan ini akan heboh jika itu terjadi," ucap tuan Alan.
"Kerajaan ini juga akan heboh keesokan harinya, Alan. Karena surat kabar itu akan mberitahu tentang kejadian di gedung pengadilan," ucap nona Karina.
"Ya, anda benar, nona. Seluruh kerajaan ini akan heboh setelah ngetahui tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan, khususnya orang-orang yang tinggal di wilayah San Minerva dan San Angela. reka pasti akan lebih heboh setelah ngetahui kalau Duke yang mimpin wilayah reka adalah seorang pelaku kejahatan yang rencanakan pembunuhan terhadap Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia. Selain itu, Duke reka pun juga telah tewas di gedung pengadilan," ucap tuan Alan.
"Iya, aku yakin reka akan sangat heboh. Mungkin akan ada beberapa kekacauan yang landa wilayah itu. Tapi aku yakin Yang Mulia Ratu sudah ngantisipasi tentang hal ini," ucap nona Karina.
"Sepertinya begitu, nona," ucap tuan Alan.
Semua orang yang berada di depan gedung lobi akademi hanya terdiam sambil ndengarkan tuan Alan dan nona Karina yang sedang berbicara.
"Apa ada yang ingin kamu tanyakan lagi, Alan ?," tanya nona Karina.
"Tidak ada, nona. Hanya itu saja pertanyaan saya," ucap tuan Alan.
"Baiklah," ucap nona Karina.
"Kalau begitu saya izin kembali lagi, nona," ucap tuan Alan.
"Iya," ucap nona Karina.
Lalu tuan Alan pun pergi ninggalkan nona Karina untuk kembali ke kerumunan orang yang berada di depan gedung lobi akademi.
"Bagaimana dengan kalian semua ? Apa ada dari kalian yang ingin bertanya tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan ? Aku akan njawab pertanyaan kalian apabila aku tahu jawaban tentang pertanyaan kalian," ucap nona Karina.
Semua orang yang ada di ruangan itu pun terdiam, tidak ada satupun dari reka yang ingin bertanya.
"Tidak ada yang ingin bertanya ya, ya sudah kalau begitu. Karena aku sudah nyampaikan semua yang aku ketahui tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan, kalian sudah boleh bubar untuk lanjutkan aktifitas masing-masing. Terima kasih karena telah berkumpul dan ndengarkan penjelasanku," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucap semua orang itu.
Lalu sebagian dari reka pun perlahan mulai ninggalkan gedung lobi akademi, sentara sebagian lagi masih berada di depan gedung lobi akademi untuk ngobrol.
Setelah selesai ndengarkan penjelasan dari nona Karina, orang-orang yang berada di sekitarku pun mulai pergi ninggalkan gedung lobi akademi. Saat ini di dekatku hanya ada Irene saja. Lalu aku pun langsung noleh ke arah Irene yang sejak tadi terus gangi seragamku dengan tangan kanannya. Irene terus gangi seragamku dengan tangan kanannya sambil nundukkan kepalanya ke bawah. Irene mulai gangi seragamku saat ndengar penjelasan nona Karina tentang rencana pembunuhan Yang Mulia Ratu dan seluruh keluarga San Lucia.
"Ada apa, Irene ?," tanyaku.
"Tidak ada apa-apa. Aku hanya tidak nyangka kalau kamu sampai ingin dibunuh oleh tuan Duke San Minerva dan tuan Duke San Angela hanya karena kamu saat ini rupakan pacarku. mang status pacaran kita saat ini hanya pura-pura saja karena perjanjian yang kita buat. Aku akan mbantumu ndapatkan posisi yang kamu inginkan di kerajaan nanti, sedangkan kamu akan mbantuku agar aku tidak ngikuti acara ~Matchmaking Battle~ yaitu dengan berpura-pura njadi pacarku,"
"Aku pikir tidak akan ada yang terjadi kepadamu hanya karena kamu telah njadi pacarku. Namun, aku tidak nyangka kalau kamu malah akan ngalami kejadian yang berbahaya seperti ini hanya karena perjanjian yang kita buat. Aku mbuatmu dalam bahaya karena mbuatmu berpura-pura njadi pacarku," ucap Irene.
Lalu kemudian, Irene mulai ngangkat kepalanya kembali dan lihat ke arahku.
"Aku sangat minta maaf, Rid. Jika saja aku tidak nyuruhmu untuk berpura-pura njadi pacarku, kamu tidak akan ngalami kejadian berbahaya seperti ini. Kamu pastinya juga dapat njalani keseharian dan kehidupan di akademi ini secara normal," ucap Irene.
Irene berbicara kepadaku dengan senyuman tipis di bibirnya, namun senyuman itu terlihat bukan seperti senyuman dari orang yang sedang senang. Senyuman itu lebih mirip senyuman dari orang yang sedang bersedih.
"Oleh karena itu, Rid,.....bagaimana jika kita batalkan saja perjanjian kita saat ini ?," tanya Irene.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)