Irene yang tiba-tiba lompat dan lukku mbuatku jatuh sambil terduduk. Irene pun masih tetap lukku yang sedang terduduk. Orang-orang yang nyambutku terlihat hanya diam saat lihatku. Sebagian besar dari reka nunjukkan ekspresi terkejut ketika Irene tiba-tiba datang lukku. Aku pun juga terkejut saat Irene tiba-tiba lompat dan lukku.
"Irene....," ucapku.
Irene masih terus lukku bahkan aku rasakan kalau pelukannya semakin lama terasa semakin kuat. Aku ncoba untuk lihat wajah Irene namun wajahnya tidak terlihat karena saat ini Irene sedang lukku sambil ndekapkan wajahnya di dadaku.
"Aku tidak tahu Irene saat ini beneran khawatir denganku atau tidak, namun jika Irene mutuskan untuk lukku, maka lebih baik aku juga luknya," pikirku.
Lalu aku pun nggerakkan kedua tanganku yang sebelumnya hanya bersentuhan di jalan. Kemudian aku langsung ndekap bagian belakang tubuh Irene dengan kedua tanganku untuk luknya. Aku mutuskan untuk luk Irene sampai dia sendiri yang nghentikan pelukannya itu.
-
Beberapa nit kemudian.
Irene mulai lepaskan kedua tangannya yang sebelumnya ndekap di belakang tubuhku. Irene pun juga ngangkat kepalanya kembali yang sebelumnya ndekap di dadaku. Irene pun mulai lepaskan pelukannya, aku yang ngetahui hal itu pun juga mulai lepaskan pelukanku. Lalu setelah itu, Irene pun lihat ke arahku.
"Maaf, Rid, karena tiba-tiba lukmu. Kamu pasti rasa tidak nyaman kan ?," tanya Irene.
Saat aku lihat wajah Irene, wajahnya nampak normal seperti biasanya.
"Tidak, kok. Aku tidak rasa tidak nyaman. Jika aku rasa tidak nyaman, aku sudah berusaha lepaskan pelukanmu saat kamu masih lukku," ucapku.
"Ya, kamu benar juga," ucap Irene.
"Permisi, aku paham kalau kalian ingin lepas rindu dengan berpelukan tetapi tolong jangan lakukan itu di tempat umum seperti ini," ucap nona Karina yang tiba-tiba ikut dalam pembicaraan kami.
"Maafkan saya, nona Karina," ucap Irene.
Irene pun mulai berdiri secara perlahan. Lalu Irene njulurkan tangannya ke arahku. Aku pun ngambil uluran tangan itu dan setelah itu Irene narik tanganku untuk mbantuku berdiri. Aku pun berhasil berdiri dengan bantuan Irene.
"Terima kasih, Irene," ucapku.
"Sama-sama," ucap Irene.
Setelah aku telah berdiri, nona Karina pun ndekat ke arahku.
"Ayo kita masuk ke dalam, Rid," ucap nona Karina.
"Bagaimana dengan sopir dan prajurit yang ngantar kita, nona ?," tanyaku.
Lalu aku noleh ke belakang untuk lihat sopir dan prajurit yang ngantar kami berdua. Tetapi di belakangku terlihat tidak ada apa-apa, kereta kuda yang ngantar kami pun juga tidak ada.
"Aku sudah berterima kasih kepada reka dan reka sudah aku suruh pulang saat kamu sedang sibuk berpelukan dengan Irene," ucap nona Karina.
"Begitu ya, pantas saja aku tidak lihat reka," ucapku.
"Ayo masuk, kamu harus segera pergi ke asramamu untuk beristirahat apalagi setelah ngalami kejadian di ruang pengadilan tadi. Kamu juga besok harus belajar kembali di kelasmu. Dan juga, kamu bisa lanjutkan bersra-sraan dengan Irene di kamarmu. Maka dari itu segeralah kembali ke asramamu," ucap nona Karina.
"Aku tidak akan bersra-sraan di asramaku, nona," ucapku.
"Kamu mang bilang begitu tetapi siapa yang tahu bagaimana nantinya," ucap nona Karina.
Sentara itu, Irene hanya diam saja ndengar kami berdua berbicara. Setelah itu, kami bertiga pun mulai berjalan masuk ke wilayah akademi. Orang-orang yang datang nyambutku mulai mbukakan jalan agar aku bisa lewat dan masuk ke dalam akademi. Di antara kerumunan orang-orang itu, aku bisa ndengar kalau beberapa dari reka sedang mbicarakan tentang Irene yang lukku dengan tiba-tiba.
"Aku tidak nyangka kalau putri es tiba-tiba luk Rid,"
"Iya, aku juga tidak nyangkanya. Padahal putri es itu biasanya bersikap dingin kepada orang lain tetapi sepertinya dia tidak bersikap seperti itu kepada Rid,"
"Bukannya itu wajar ? Lagipula Rid adalah pacarnya, mana mungkin dia bersikap dingin kepada pacarnya sendiri,"
"Itu benar, sepertinya alasan putri es luk Rid adalah karena dia lega lihat Rid yang sudah dibebaskan dan dinyatakan tidak bersalah,"
"lihat putri es yang luk Rid seperti itu, bisa dipastikan kalau putri es manglah pacarnya Rid," ucap orang-orang itu.
Aku hanya tersenyum saja ndengar perkataan reka. Sentara itu, saat aku, Irene dan nona Karina sedang berjalan nyusuri jalan akademi, tiba-tiba Noa berlari dengan cepat ke arahku dan dia pun langsung gang kedua bahuku dengan kedua tangannya. Noa gang kedua bahuku dengan wajah yang tertunduk ke bawah.
"Noa...," ucapku.
"Syukurlah kamu sudah dinyatakan tidak bersalah, Rid. Aku sangat khawatir apabila kamu dinyatakan bersalah dan nerima hukuman berat. Jika itu terjadi, aku akan kehilangan teman pertamaku di akademi ini," ucap Noa dengan wajah yang masih tertunduk ke bawah.
"Maaf telah mbuatmu khawatir, Noa," ucapku.
"Bukan hanya Noa saja, Rid. Kami semua pun juga khawatir," ucap Charles yang tiba-tiba datang nghampiriku.
Tidak hanya Charles saja, namun ada Chloe, Kotaro, Julie, Leandra, Lily dan Lillian. Aku sebelumnya lihat reka berada di antara kerumunan itu, namun reka tidak berusaha ndekatiku mungkin karena reka tidak bisa nerobos banyaknya orang di kerumunan itu.
"Bahkan nona pun sangat khawatir kepadamu, Rid. Terlihat dia langsung lukmu begitu lihat kamu yang sudah kembali," ucap Leandra.
"Itu benar," ucap Lily.
Aku pun noleh ke arah Irene. Irene hanya terdiam tanpa respon perkataan Leandra dan Lily. Ekspresi wajahnya pun terlihat seperti biasanya. Aku pun tersenyum lihat Irene lalu setelah itu aku noleh kembali ke arah Charles dan yang lainnya.
"Kalian semua, maaf telah mbuat khawatir," ucapku.
"Tidak perlu minta maaf, Rid, yang terpenting saat ini kamu telah kembali," ucap Chloe.
"Itu benar, Rid. Dan Noa, mau sampai kapan lagi kamu terus gangi kedua bahu Rid ? Dan kenapa juga wajahmu saat ini tertunduk ke bawah ? Apa kamu sedang nangis ?," tanya Charles.
"Aku tidak nangis," ucap Noa sambil ngangkat wajahnya kembali.
Noa pun juga mulai lepaskan tangannya dari kedua bahuku.
"Aku pikir kamu sedang nangis," ucap Charles.
"Mana mungkin aku nangis," ucap Noa.
Lalu kami semua pun mulai ngobrol. Sentara itu, nona Karina lihat ke arah Rid dan yang lainnya yang sedang ngobrol sambil tersenyum. Kemudian, nona Violetta tiba-tiba datang dan nghampiri nona Karina.
"Syukurlah sidangnya berjalan dengan lancar dan anda pun juga berhasil nyelamatkan Rid, nona," ucap nona Violetta.
"Violetta ya. Aku dengar kalau beberapa tempat di akademi ini ngalami kerusakan tetapi sejauh yang aku lihat tidak ada satupun kerusakan di tempat ini. Apa kerusakannya sudah diperbaiki ?," tanya nona Karina.
"Sudah, nona. Tadi para anak buah Yang Mulia Ratu datang dan langsung mperbaiki tempat-tempat yang rusak dengan Artifact yang reka bawa. Setelah selesai mperbaiki, reka langsung kembali lagi ke istana," ucap nona Violetta.
"Iya, tadi Yang Mulia Ratu juga bilang kalau beliau akan nghubungi anak buahnya untuk mperbaiki beberapa tempat di akademi. Aku hanya tidak nyangka kalau beliau bergerak cepat untuk mperbaiki akademi ini. Ngomong-ngomong, Violetta, kamu tidak mau nghampiri Rid dan berbicara dengannya ? Bukankah kamu yang bilang kepadaku untuk nyelamatkan Rid namun ketika Rid sudah diselamatkan, kamu malah tidak nghampiri Rid dan berbicara dengannya," ucap nona Karina.
"Aku mang dekat dengan Rid karena kami sering lakukan latihan tanding, namun tidak ada yang tahu soal itu kecuali anda, nona. Jika aku nghampiri Rid dan berbicara dengannya sekarang, aku terkesan seperti kenal dekat dengan Rid. Lagipula besok pasti dia akan datang untuk latihan tanding lagi denganku, aku bisa berbicara dengannya besok saat latih tanding," ucap nona Violetta.
"Hmmm begitu ya," ucap nona Karina.
"Daripada itu, nona, apa yang nona katakan tadi lewat kristal komunikasi itu benar ? Soal sidang dan sesuatu yang terjadi di gedung pengadilan," ucap nona Violetta.
"Iya, itu benar. Jika kamu tidak percaya, kamu bisa nantikan surat kabar yang akan beredar keesokan harinya. Aku yakin kabar soal ini akan beredar keesokan harinya ke seluruh kerajaan, karena tadi ada banyak anggota Diganta yang sedang nanyai orang-orang dan ngambil gambar di gedung pengadilan," ucap nona Karina.
"Tidak, aku percaya dengan perkataan anda, nona. Aku hanya masih terkejut setelah ndengar perkataan anda soal sidang dan apa yang terjadi di gedung pengadilan. Jika kabar soal itu beredar ke seluruh kerajaan ini, aku yakin seluruh kerajaan ini akan gembar," ucap nona Violetta.
"Itu sudah pasti. Kabar itu akan nghebohkan seluruh kerajaan ini keesokan harinya," ucap nona Karina.
Saat nona Karina dan nona Violetta sedang berbicara, muncul senior Darryl yang datang dan langsung nghampiri nona Karina. Tidak hanya senior Darryl saja, terlihat ada senior Klara dan senior Nichelle yang ikut nghampiri nona Karina. reka bertiga adalah anggota Elevrad tahun keempat, sama seperti senior Florian.
"Nona Karina," ucap senior Darryl.
Nona Karina pun noleh ke arah senior Darryl yang nghampirinya.
"Ada apa, Darryl ?," tanya nona Karina.
"Kami ingin minta penjelasan tentang penangkapan ketua, tidak, maksudku Florian. Seperti yang anda tahu, kami bertiga rupakan teman dari Florian, tidak hanya di Elevrad tetapi juga di angkatan kami. Kami masih terkejut dengan penangkapan Florian yang tiba-tiba, nona. Kami ingin minta penjelasan lengkap tentang alasan penangkapan Florian," ucap senior Darryl.
"Saya juga ingin minta penjelasan soal itu, nona. Tentang alasan kenapa Florian nyuruh Enzo untuk mbunuh Rid, pasti ada alasan terkait hal itu," ucap tuan Alan yang juga tiba-tiba datang nghampiri nona Karina.
Terlihat nona Nora juga berada di belakang tuan Alan.
"Alan," ucap nona Karina.
"Ah sebelum itu, saya ucapkan selamat datang kembali, nona," ucap tuan Alan.
Nona Karina lalu terdiam.
"Nona ?," tanya senior Darryl yang bingung kenapa nona Karina terdiam.
Lalu nona Karina pun mulai berbicara.
"Kelihatannya kalian ingin ngetahui tentang alasan Florian nyuruh Enzo untuk mbunuh Rid sehingga mbuatnya ditangkap. Aku akan njelaskan alasannya kepada kalian, tidak hanya itu, aku akan njelaskan tentang apa yang terjadi saat sidang yang berlangsung di gedung pengadilan. Tapi aku tidak hanya njelaskan kepada kalian saja," ucap nona Karina.
"Apa maksudnya, nona ?," tanya senior Darryl.
Nona Karina tidak njawab dan beliau milih untuk noleh ke arah kerumunan orang yang berada di sekitar Rid.
"Kalian semua, segera berkumpul ke depan gedung lobi akademi. Ada sesuatu yang harus aku sampaikan," ucap nona Karina dengan suara yang sedikit keras.
Kerumunan orang itu pun terkejut dengan suara keras nona Karina dan langsung noleh ke arah nona Karina.
"Para murid, tolong bawa teman-teman kalian ke depan gedung lobi akademi. Para pengajar dan prajurit juga tolong bawa rekan-rekan kalian ke depan gedung lobi akademi. Bawa dan kumpulkan semuanya, jangan sampai ada seorang pun yang tertinggal saat aku sedang nyampaikan sesuatu ini," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucap semua orang yang berada di tempat itu.
Lalu reka semua mulai berjalan nuju gedung lobi akademi. Beberapa dari reka riksa bangunan atau tempat lain untuk ncari orang-orang yang mungkin belum tahu tentang nona Karina yang ingin nyampaikan sesuatu. Sentara senior Darryl, senior Klara dan senior Nichelle masih berada di dekat nona Karina. reka bertiga belum beranjak pergi ke gedung lobi akademi ataupun ncari teman-teman reka yang lain. Sentara tuan Alan dan nona Nora sudah pergi untuk mberitahu rekan-rekan reka.
"Aku akan pergi ke depan gedung lobi akademi duluan. Aku paham kalau kalian mungkin tidak percaya soal penangkapan Florian, apalagi kalian rupakan teman-teman Florian dari angkatan yang sama, bahkan dari kelas yang sama. Oleh karena itu, aku akan njelaskan secara lengkap tentang alasan penangkapan Florian dan tentang apa yang terjadi saat sidang di gedung pengadilan. Pastikan kalian bertiga juga ikut datang ke depan gedung lobi akademi untuk ndengarkan penjelasanku," ucap nona Karina.
"Baik, nona," ucap senior Darryl.
Senior Klara dan senior Nichelle tidak berkata apa-apa tetapi reka berdua ngangguk setelah ndengar perkataan nona Karina.
Lalu nona Karina pun berjalan nuju gedung lobi akademi
-
20 nit kemudian.
Semua orang di akademi ini terlihat sudah berkumpul di depan gedung lobi akademi. Nona Karina pun juga sudah berada di depan semua orang itu dan bersiap untuk nyampaikan sesuatu.
"Sepertinya kalian semua sudah berkumpul, kalau begitu aku akan mulai sekarang. Aku yakin kalian mungkin terkejut soal penangkapan Florian yang rupakan ketua Elevrad saat ini saat siang tadi. Penangkapan dilakukan sendiri oleh Violetta dan para prajuritnya yang njaga akademi ini. Namun penangkapan itu tidak berjalan mudah karena Florian lakukan perlawanan yang mbuat beberapa tempat di akademi ini ngalami kerusakan. ski begitu, pada akhirnya Florian berhasil diamankan dan ditahan,"
"Kalian pasti bertanya-tanya kenapa Florian sampai ditangkap. Beberapa dari kalian mungkin sudah ndengar sebagian kecil dari alasan penangkapan Florian. Namun kalian masih bertanya-tanya karena alasan penangkapan Florian itu tidaklah lengkap dan detail. Oleh karena itu, aku disini akan mberitahu kalian secara lengkap tentang alasan penangkapan Florian. Tidak hanya itu, aku juga akan mberitahu tentang apa yang terjadi saat sidang di gedung pengadilan siang tadi karena sidang tadi ada hubungannya dengan penangkapan Florian," ucap nona Karina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)