Font Size
15px

Senior Florian yang terhempas nghantam bagian depan gedung lobi akademi mbuat terkejut banyak orang yang berada di dekat gedung itu.

"Apa itu ?!?!,"

"Ada sesuatu yang nghantam bagian depan gedung lobi akademi,"

"Aku tidak tahu apa itu karena sesuatu itu terhempas sangat cepat nghantam gedung lobi akademi," ucap orang-orang itu.

Orang-orang yang berada di dekat gedung itu tidak ngetahui apa yang nghantam gedung itu karena saat ini, di depan gedung lobi akademi sedang diselimuti debu asap yang mbuat reka tidak bisa lihat dengan jelas apa yang nghantam gedung itu. Disaat orang-orang yang berada di dekat gedung itu sedang terkejut karena sesuatu yang nghantam gedung itu, para prajurit yang berjaga di dekat gedung itu semakin bersiaga dan mperkuat penjagaan reka agar orang-orang terutama para murid tidak ndekat ke area yang liputi gedung lobi akademi sampai gerbang akademi.

Sentara itu, setelah nghempaskan senior Florian dan naruh pedang miliknya di pinggangnya, nona Violetta mulai berjalan nuju gedung lobi akademi untuk riksa keadaan senior Florian. Nona Violetta berjalan sambil mperhatikan kedua tangannya.

"Aku kira aku tidak getar lagi saat hanya bertarung lawan Rid, tetapi ternyata aku juga tidak getar saat bertarung dengan ketua Elevrad itu. Sepertinya aku benar-benar sembuh dari trauma yang kumiliki. Dan yang nyembuhkanku adalah Rid, entah bagaimana caranya dia bisa nyembuhkanku. Yah, aku tidak perlu terlalu mikirkan tentang hal itu, yang terpenting adalah saat ini aku sudah pulih sepenuhnya dan bisa bekerja dengan benar," ucap nona Violetta.

Nona Violetta terus berjalan sampai akhirnya dia sudah berada di depan gedung lobi akademi. Para prajurit yang berjaga di dekat gedung itu, tepatnya di jalan nuju asrama murid dan jalan nuju gedung penginapan staf & tamu akademi pun terkejut lihat nona Violetta yang berada di depan gedung lobi akademi.

"Komandan Violetta ?!?! Jika komandan Violetta ada disitu, apa itu berarti sesuatu yang nghantam gedung itu adalah..," ucap salah satu dari prajurit yang berjaga.

Nona Violetta terus berjalan ndekat ke arah bagian depan gedung lobi akademi yang sudah hancur karena dihantam oleh senior Florian. Debu asap terlihat masih nyelimuti tempat itu. Namun, kemudian nona Violetta tiba-tiba nggerakkan tangan kanannya ke arah kanan. Setelah itu, debu asap yang nyelimuti tempat itu pun tiba-tiba mulai nghilang secara perlahan. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat senior Florian yang sudah tidak sadarkan diri dengan kondisi mulut dan perut yang ngeluarkan darah. Senior Florian tidak sadarkan diri setelah terkena serangan nona Violetta dan mbuatnya nghantam bagian depan gedung lobi akademi, tepatnya nghantam tangga yang berada di depan pintu akses gedung lobi akademi. Kondisi tangga itu ngalami kerusakan yang cukup parah setelah dihantam oleh senior Florian.

Setelah lihat senior Florian yang sudah tidak sadarkan diri, nona Violetta lalu nyentuh kerah bagian belakang senior Florian. Nona Violetta lalu narik dan nyeret senior Florian yang sedang tidak sadarkan diri dan mbawanya ke arah para prajurit yang sedang berjaga di jalan nuju asrama murid. Namun sebelum pergi ke jalan nuju asrama murid, nona Violetta sempat lihat ke arah jalan yang nuju gedung penginapan staf dan tamu lalu mberikan kode atau isyarat kepada para prajurit yang berjaga disana untuk berhenti lakukan penjagaan. Para prajurit itu pun ngerti dengan kode yang diberikan oleh nona Violetta, kemudian reka pun nyusul nona Violetta ke jalan nuju asrama murid untuk bergabung dengan prajurit yang berjaga disana.

Sesampainya di jalan itu, nona Violetta lalu letakkan senior Florian di jalan.

"Kalian tolong urus dia. Tolong sembuhkan dia namun jangan sampai pulih sepenuhnya, dan jangan lupa untuk ngikat dia dengan kuat agar dia tidak bisa larikan diri," ucap nona Violetta.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Beberapa prajurit lalu mulai nyembuhkan senior Florian, sentara beberapa prajurit yang lain terlihat pergi untuk ncari benda yang bisa digunakan untuk ngikat senior Florian. Sentara untuk prajurit sisanya sedang berjaga di sekitar nona Violetta dan senior Florian agar orang lain khususnya para murid tidak bisa ndekat.

Setelah itu, terdengar suara ribut-ribut antara para prajurit dengan seseorang yang berada dari arah jalan nuju area pertokoan. Nona Violetta yang ndengar hal itu pun penasaran.

"Ada suara ribut-ribut apa itu ?," tanya nona Violetta.

"Ah, itu komandan, ada seorang pengajar yang kelihatannya ingin nemui anda untuk bertanya tentang keributan yang terjadi sebelumnya. Rekan-rekan yang lain sedang nahan pengajar itu agar tidak ndekati anda karena kami pikir anda saat ini sedang lelah setelah bertarung dengan putra dari tuan Duke San Minerva," ucap salah satu prajurit.

"Aku tersentuh kalian begitu mikirkanku, bahkan sampai nahan orang-orang agar tidak ndekatiku karena kalian berpikir aku sedang lelah. Namun aku tidak lelah sama sekali. Oleh karena itu, tolong biarkan orang itu nghampiriku. Aku yakin dia butuh penjelasan tentang keributan yang terjadi sebelumnya," ucap nona Violetta.

"Baik, komandan," ucap prajurit itu.

Lalu prajurit itu nghampiri para prajurit yang sedang nahan pengajar itu. Prajurit itu mberitahu untuk mbiarkan pengajar itu nghampiri nona Violetta. Para prajurit itu pun nurut dan mbiarkan pengajar itu nghampiri nona Violetta. Lalu pengajar itu pun mulai berjalan untuk nghampiri nona Violetta dengan tergesa-gesa sampai akhirnya pengajar itu berhasil nghampiri nona Violetta.

"Akhirnya aku bisa ngobrol denganmu juga," ucap pengajar itu.

"Aku pikir siapa pengajar yang dimaksud oleh para prajuritku, ternyata anda ya, tuan Alan," ucap nona Violetta.

Ternyata pengajar yang sebelumnya terlihat ribut-ribut dengan para prajurit adalah tuan Alan. Terlihat nona Nora juga berada di belakang tuan Alan.

"Apa yang sebenarnya terjadi, nona Violetta ? kenapa kamu tiba-tiba bertarung dengan Florian dan bahkan kamu ingin nangkapnya," ucap tuan Alan.

"Ini atas perintah nona Karina, tuan Alan," ucap nona Violetta.

"Nona Karina ?," tanya tuan Alan yang nampak bingung.

"Iya. Nona Karina rintahkanku untuk nangkap dan nahan Florian karena dia adalah pelaku yang nyuruh Enzo, putra dari Duke San Angela untuk mbunuh Rid Archie di hutan Hevea," ucap nona Violetta.

"Florian nyuruh Enzo untuk mbunuh Rid ? Bukannya insiden yang terjadi di hutan Hevea rupakan perbuatan Rid yang mbunuh Enzo karena mungkin Rid miliki dendam kepada Enzo. Lalu para prajurit Duke San Angela yang kebetulan sedang berada di hutan itu, lihat Rid yang telah mbunuh Enzo. reka pun langsung ingin mbunuh Rid namun malah Rid yang berhasil mbunuh reka semua," ucap tuan Alan.

"Kejadian yang sebenarnya bukan seperti itu, tuan Alan. Nona Karina mberitahuku kalau kejadian yang sebenarnya terjadi adalah Rid Archie ingin dibunuh di hutan itu oleh Enzo dan orang-orang yang disebut sebagai prajurit Duke San Angela. Salah satu yang rintahkan orang-orang itu untuk mbunuh Rid Archie adalah Florian, putra dari tuan Duke San Minerva," ucap nona Violetta.

"Apa ?!?! Jadi kejadian sebenarnya seperti itu ?," tanya tuan Alan yang terkejut.

"Iya," ucap nona Violetta.

Tuan Alan masih terkejut ndengar hal itu, begitupun dengan nona Nora yang berada di belakangnya. Setelah itu, tiba-tiba ada seseorang yang berlari nuju nona Violetta. Para prajurit yang berjaga di sekitar nona Violetta berusaha nahan orang itu, namun reka tidak dapat nahan orang itu. Lalu orang itu pun kini berada di hadapan nona Violetta. Orang yang kini berada di hadapan nona Violetta adalah Irene.

"Nona Violetta, bagaimana dengan Rid ? Bagaimana dengan hasil sidang yang sedang dijalaninya ?," tanya Irene.

"Aku pikir siapa yang bergegas kemari, ternyata kamu ya, putri Irene. Kelihatannya kamu sangat ngkhawatirkan pacarmu itu," ucap nona Violetta.

"Tolong jawab pertanyaan saya, nona Violetta," ucap Irene dengan tegas.

Nona Violetta sempat terkejut ndengar Irene yang berbicara tegas, namun tak lama kemudian nona Violetta pun tersenyum.

"Kamu tidak perlu khawatir, Rid Archie baik-baik saja. Nona Karina mberitahuku kalau Rid Archie dinyatakan tidak bersalah dalam insiden itu. Rid Archie mang telah mbunuh putra dari tuan Duke San Angela, tidak hanya itu, dia pun juga telah mbunuh putra dari Marquess Rovinj dan banyak prajurit Duke San Angela di hutan itu. Namun apa yang dia lakukan itu adalah sebuah upaya mbela diri dari reka yang mau mbunuhnya. Jadi kamu tidak perlu khawatir, putri Irene. Rid Archie pasti akan kembali kesini, entah nanti sore atau malam, atau bisa juga keesokan harinya," ucap nona Violetta.

Irene yang ndengar jawaban dari nona Violetta nampak lega.

"Begitu ya, syukurlah," ucap Irene.

Sentara itu, nona Violetta tersenyum sambil lihat wajah Irene.

"Nona Violetta, aku masih ada pertanyaan. Apa kamu tahu apa alasan Florian nyuruh Enzo untuk mbunuh Rid ? Pasti ada suatu alasan kenapa reka ingin mbunuh Rid kan ? Selain itu, kamu bilang tadi kalau Florian rupakan salah satu yang rintahkan orang-orang itu untuk mbunuh Rid di hutan Hevea, itu berarti ada pelaku lain yang rintahkan orang-orang itu, siapa pelaku lain itu ?," tanya tuan Alan.

"Aku yakin kalau anda mpunyai banyak pertanyaan tentang hal itu, tuan Alan. Namun aku minta maaf karena aku tidak bisa mberitahukan dengan detail ski aku sudah diberitahu oleh nona Karina. Aku rasa kalau ini bukanlah tugasku untuk mberitahukan detailnya kepada anda. Lebih baik anda tunggu saja nona Karina kembali ke akademi lalu tanyakanlah kepada beliau atau anda bisa nunggu keesokan harinya. Karena aku yakin, apa yang sebenarnya terjadi di gedung pengadilan tadi akan dimuat dalam surat kabar yang akan terbit besok," ucap nona Violetta.

"Begitu ya, anda benar juga. Aku minta maaf karena telah nanyakan banyak hal kepada anda," ucap tuan Alan.

"Tidak apa-apa, tuan Alan. Apa anda ada perlu lagi denganku, tuan Alan ?," tanya nona Violetta.

"Tidak ada," ucap tuan Alan.

"Kalau kamu, putri Irene ?," tanya nona Violetta.

"Tidak ada juga," ucap Irene.

"Baiklah, kalau begitu aku mau pamit dulu karena aku harus nyiapkan prajuritku untuk mbawa putra dari tuan Duke San Minerva ke penjara San Sabaneta. Aku permisi dulu," ucap nona Violetta.

"Silahkan, nona," ucap tuan Alan.

Lalu nona Violetta pun berbalik dan natap ke arah senior Florian yang tergeletak di jalan dengan kondisi tidak sadarkan diri. Terlihat sebagian luka pada tubuhnya telah pulih. Tubuhnya pun saat ini sudah dalam kondisi terikat.

"Kalian, tolong bawa dia nuju gerbang akademi," ucap nona Violetta.

"Baik, komandan," ucap beberapa prajurit.

Beberapa prajurit lalu mbopong senior Florian dan mbawanya ke gerbang akademi, sentara nona Violetta juga ikut berjalan di belakang reka. Tidak lama kemudian, nona Violetta tiba-tiba berbalik dan natap ke arah Irene.

"Putri Irene, tolong sampaikan keadaan Rid Archie kepada teman-temannya juga. Aku yakin reka khawatir dan cemas dengan keadaan Rid Archie," ucap nona Violetta dengan suara yang cukup keras.

"Iya, saya akan sampaikan," ucap Irene.

"Baguslah kalau begitu," ucap nona Violetta.

Lalu nona Violetta berbalik kembali dan lanjutkan langkahnya nuju gerbang akademi.

-

Kembali ke halaman parkir gedung pengadilan.

Diskusi masih berlangsung di tempat itu. Komandan Oliver saat ini juga sudah bergabung kembali untuk ngikuti diskusi yang berlangsung di tempat itu.

"Sudah diputuskan, aku akan nghapus acara ~Matchmaking Battle~ itu. Aku tidak peduli apabila suamiku berencana untuk mpertahankan acara itu, aku akan tetap nghapusnya," ucap Ratu Kayana.

Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, tiba-tiba kristal komunikasi yang berada di ja nona Karina terlihat bercahaya. Nona Karina yang lihat hal itu langsung ngambil kristal komunikasi itu.

"Halo,"

"Kerja bagus, Violetta,"

"Hmmm begitu ya. Tidak apa-apa, lagipula sepertinya mang sulit untuk ngatasi dia. Sekali lagi kerja bagus karena berhasil nangkapnya hidup-hidup. Pastikan dia dibawa ke penjara San Sabaneta dengan aman dan selamat,"

"Oke, kalau begitu aku tutup dulu panggilannya," ucap nona Karina saat sedang berbicara dengan kristal komunikasi miliknya.

Setelah selesai berbicara lewat kristal komunikasi itu, nona Karina naruh kristal itu kembali ke atas janya. Lalu nona Karina mulai berbicara dengan Ratu Kayana.

"Saya baru ndapatkan kabar dari Violetta, Yang Mulia Ratu. Dia bilang dia sudah nangkap dan nahan Florian hidup-hidup dan saat ini dia sedang ngutus para prajuritnya untuk mbawa Florian ke penjara San Sabaneta. Dia tidak bisa ngantar langsung kesana karena dia harus njaga akademi saat ini,"

"Selain itu, saya juga ndapatkan kabar kalau beberapa tempat di akademi saat ini tengah ngalami kerusakan parah akibat Florian yang ngamuk saat hendak ditangkap. ski begitu, tidak ada korban luka ataupun tewas dari kejadian ngamuknya Florian karena Violetta dapat ngatasi Florian dengan tepat dan mudah," ucap nona Karina.

"Begitu ya, Violetta lakukan tugasnya dengan baik. Mungkin aku harus mberinya bonus karena sudah bekerja dengan baik. Selain itu, soal beberapa tempat di akademi yang hancur, aku akan ngirim beberapa anak buahku untuk mbantu mulihkan tempat yang hancur itu. Anda tidak perlu khawatir soal itu, kepala akademi," ucap Ratu Kayana.

"Terima kasih, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina.

"Karena Florian saat ini sudah ditangkap, kita tinggal nunggu hasil pencarian bukti-bukti lain yang dilakukan Keira di kediaman tuan Darwin dan yang dilakukan Asier di kediaman tuan Jas," ucap Ratu Kayana.

-

Sentara itu, di atap gedung pengadilan.

Terlihat seorang wanita yang makai jubah panjang yang sebelumnya muncul di pasar ibukota San Estella sedang berada di atap gedung pengadilan. Wanita itu sedang lihat-lihat bagian depan gedung pengadilan dan sekitarnya dari atap gedung pengadilan. Terlihat ada banyak orang yang saat ini berada di bagian depan gedung pengadilan dan sekitarnya. Kebanyakan orang yang yang berada di depan gedung pengadilan adalah para rakyat biasa ataupun para bangsawan. Sepertinya reka datang ke depan gedung pengadilan untuk ncari tahu tentang keributan yang terjadi sebelumnya. Terlebih, di depan gedung pengadilan juga terdapat banyak mayat iblis yang narik perhatian dan mbuat orang-orang itu berkumpul di depan gedung pengadilan.

"Hmm pantas saja keberadaan para iblis yang aku rasakan sebelumnya kini sudah nghilang seluruhnya. Ternyata reka semua sudah dikalahkan ya. Sepertinya para manusia yang berada di kerajaan ini cukup kuat juga sampai bisa ngalahkan para iblis itu skipun reka hanyalah iblis tingkat rendah dan ada beberapa yang hampir ncapai tingkat nengah," ucap wanita itu.

Lalu wanita itu berjalan ke sisi lain dari atap gedung itu. Kini wanita itu lihat ke arah tempat diskusi yang dilaksanakan di halaman parkir gedung pengadilan. Wanita itu terlihat sedang ngamati orang-orang yang berada di halaman parkir gedung pengadilan. Wanita itu ngamati orang-orang itu secara satu persatu sampai akhirnya wanita itu mulai ngamati Rid. Ketika lihat ke arah Rid, wanita itu terlihat sangat terkejut.

"Anak itu ?!??," ucap wanita itu sambil terkejut.

-

Kembali ke tempat diskusi di halaman parkir gedung pengadilan.

Aku rasakan ada seseorang yang sedang ngamatiku di atap gedung pengadilan. Aku pun langsung noleh ke arah atap gedung pengadilan namun aku tidak nemukan atau lihat seseorang disana. Aku hanya lihat ada beberapa kelopak bunga berwarna hitam yang berterbangan di atap gedung pengadilan.

Caroline yang berada di sebelahku nampak bingung ketika lihatku terus natap ke arah atap gedung pengadilan.

"Ada apa, kakak Rid ? Kenapa kamu terus natap ke arah atap gedung pengadilan ?," tanya Caroline.

"Tidak ada apa-apa, Caroline. Kebetulan aku hanya ingin lihat ke atap saja," ucapku.

"Begitu ya," ucap Caroline.

-

Sentara itu, di suatu jalan kecil yang berada tidak jauh dari gedung pengadilan.

Jalan itu terlihat sangat sepi, lalu tiba-tiba muncul banyak kelopak bunga berwarna hitam di jalan itu. Kelopak-kelopak bunga berwarna hitam itu mulai nyatu dan mbentuk wujud seorang wanita yang makai jubah panjang. Wanita itu adalah wanita yang sebelumnya berada di atap gedung pengadilan.

"Aku tidak nyangka kalau anak itu bisa nyadari keberadaanku, padahal aku sudah nghilangkan seluruh hawa keberadaanku. Selain itu, aku benar-benar terkejut ketika lihat wajah anak itu. Aku tidak percaya ini, anak itu....wajahnya mirip sekali dengan ’tuan muda’ saat dia masih muda dulu," ucap wanita itu.

Lalu wanita itu mulai mbuka tudung kepala yang nutupi kepalanya dengan tangan kanannya. Di tangan kanannya itu, terdapat tato berwarna hitam pekat dengan corak rangkaian bunga yang manjang dari bahu hingga jari tangan kanannya. Sentara itu, di wajahnya terlihat juga ada tato berwarna hitam pekat dengan corak rangkaian bunga yang manjang dari dahi kanan lewati mata kanannya hingga ke pipi bagian kanan bawahnya. Setelah mbuka tudung kepalanya itu, wanita itu terlihat sedang jamkan matanya. Tidak lama kemudian, wanita itu pun mulai mbuka matanya kembali. Terlihat wanita itu miliki bola mata berwarna hitam pekat. Selain itu, wanita itu juga miliki pupil yang berbentuk seperti sebuah bunga Lily. Pupil matanya itu berwarna rah pekat seperti sebuah darah.

"Aku penasaran apakah anak itu hanya kebetulan miliki wajah yang mirip dengan ’tuan muda’ atau mungkin rumor yang beredar ’itu’ ternyata adalah benar," ucap wanita itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 277 : Akhir Penangkapan Florian on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.