Para murid akademi yang seharusnya sedang nikmati waktu istirahatnya, saat ini njadi tidak tenang setelah kejadian ledakan yang terjadi di lantai 7 gedung tengah. Apalagi, saat ini reka juga ndengar ada beberapa suatu dentuman yang terdengar dari arah gerbang akademi.
"Apa yang sedang terjadi di akademi ini ? Sebelumnya terjadi ledakan di lantai 7 gedung tengah dan sekarang terdengar beberapa suara dentuman dari arah gerbang akademi,"
"Apa mungkin akademi ini diserang lagi seperti waktu itu ?,"
"Jika mang seperti itu, kita harus bersiap untuk nyerang para penyerang itu," ucap murid-murid itu.
Beberapa murid di akademi terlihat sangat panik saat ini, para prajurit yang lihat hal itu pun berusaha nenangkan murid-murid itu.
"Kalian semua, tenanglah. Tidak ada penyerangan yang terjadi di akademi ini. Ledakan dan dentuman yang terdengar barusan itu terjadi karena komandan Violetta sedang berusaha nangkap seseorang di akademi ini," ucap salah satu prajurit.
ndengar itu, para murid pun njadi bingung. reka bertanya-tanya siapa orang yang mau ditangkap oleh nona Violetta. Saat murid-murid itu sedang bingung, tiba-tiba Charles datang nghampiri prajurit itu.
"Apa dentuman yang terdengar dari arah gerbang akademi rupakan akibat dari pertarungan antara nona Violetta lawan orang yang mau ditangkap itu, tuan prajurit ?," tanya Charles.
Prajurit itu pun terkejut ketika dihampiri oleh Charles.
"P-pangeran ?! A-ah itu benar, pangeran. Dentuman yang terdengar dari arah gerbang akademi rupakan akibat dari pertarungan komandan Violetta lawan orang yang ingin ditangkap itu. Komandan Violetta juga nyuruh kita untuk jangan mbiarkan orang-orang yang berada di akademi ini untuk ndekat ke tempat itu karena tempat itu mungkin akan njadi tempat yang berbahaya," ucap prajurit itu.
"Begitu ya. Itu berarti orang yang sedang dilawan oleh nona Violetta sepertinya sangat kuat sampai mbuat nona Violetta berkata kalau tempat reka bertarung akan njadi tempat yang berbahaya. Ngomong-ngomong, siapa orang yang sedang dilawan oleh nona Violetta, tuan prajurit ? Aku penasaran dengan orang itu karena orang itu juga termasuk orang yang ingin ditangkap oleh nona Violetta," ucap Charles.
"E-eh...i-ituuu....," ucap prajurit itu.
Prajurit itu nampak gugup dan terlihat tidak mau njawab pertanyaan Charles.
"Anda tahu kan tentang prajurit itu ?," tanya Charles.
Prajurit itu nampak gelisah. Dia pun lihat ke arah rekan-rekannya yang berada tidak jauh darinya. Rekan-rekannya itu sepertinya ndengar pertanyaan dari Charles, reka pun ngangguk ketika prajurit itu lihat ke arah reka. Anggukan itu terlihat seperti suatu tanda yang ditujukan untuk prajurit itu. Prajurit yang lihat anggukan rekan-rekannya itu pun mbalas dengan ngangguk juga ke arah reka.
"Se-sebenarnya saya tidak tahu apakah boleh njawab pertanyaan ini atau tidak karena komandan Violetta juga tidak nyuruh kami rahasiakan ini. Tapi karena anda sendiri yang nanyakan ini, maka saya akan njawabnya, pangeran. Orang yang ingin ditangkap oleh komandan Violetta yang saat ini sedang bertarung dengan beliau adalah putra dari tuan Duke San Minerva, tuan muda Florian Randall San Minerva," ucap prajurit itu.
Charles yang ndengar hal itu pun sangat terkejut.
"Apa ?!? Senior Florian lah yang ingin ditangkap oleh nona Violetta ?!," ucap Charles yang terkejut.
"Itu benar, pangeran," ucap prajurit itu.
Murid-murid yang berada di dekat Charles dan ndengar hal itu pun juga terkejut. reka tidak nyangka kalau ketua Elevrad ingin ditangkap oleh nona Violetta.
"Kenapa nona Violetta ingin nangkap senior Florian ?," tanya Charles.
"Sebelumnya komandan Violetta ndapatkan panggilan dari nona Karina. Setelah itu, komandan Violetta mberitahu kami kalau kami harus bersiap dan bersiaga untuk nangkap tuan muda Florian dan jangan sampai mbiarkan dia larikan diri. Kami lalu bertanya kepada komandan Violetta tentang kenapa kami harus nangkap tuan muda Florian yang rupakan putra dari tuan Duke San Minerva. Komandan Violetta lalu mberitahu alasannya kalau tuan muda Florian ditangkap karena telah nyuruh tuan muda Enzo yang rupakan putra dari tuan Duke San Angela untuk mbunuh Rid Archie di hutan Hevea," ucap prajurit itu.
"Apa?!?!," ucap Charles yang terkejut.
Murid-murid yang ndengar itu pun juga ikut terkejut.
"Senior Florian nyuruh tuan muda Enzo untuk mbunuh Rid di hutan Hevea ?,"
"Jika benar begitu, apa itu berarti apa yang sebenarnya terjadi di hutan Hevea adalah suatu upaya untuk mbunuh Rid dan Rid mbunuh reka hanya sebagai upaya mbela diri ?,"
"Jika begitu, apakah itu berarti Rid tidak bersalah diri ?," ucap murid-murid itu.
Kemudian, Irene yang tidak tahu muncul darimana tiba-tiba ndekat dan langsung bertanya kepada prajurit itu.
"Bagaimana dengan Rid ? Bagaimana dengan hasil sidangnya ? Apa anda ngetahui tentang hal itu ?," tanya Irene.
Prajurit itu pun terkejut ketika Irene tiba-tiba ndekat dan bertanya kepadanya. Begitupun juga dengan Charles.
"Irene ?!," ucap Charles.
"Tolong jawab, tuan prajurit," ucap Irene yang nantikan jawaban dari prajurit itu.
"M-maafkan saya, putri Irene, saya tidak tahu akan hal itu. Kami hanya diberitahu untuk nangkap tuan muda Florian serta alasan penangkapannya saja. Mungkin komandan Violetta tahu soal itu karena tadi beliau ngobrol cukup lama dengan nona Karina lewat kristal komunikasi," ucap prajurit itu.
ndengar itu, Irene terlihat kecewa.
"Begitu ya...," ucap Irene.
"Irene....," ucap Charles.
"Jika anda ingin nanyakan tentang hal itu kepada komandan Violetta, anda bisa lakukannya nanti. Saat ini, biarkan komandan Violetta fokus untuk lawan tuan muda Florian," ucap prajurit itu.
-
Di depan gerbang akademi, tempat nona Violetta dan senior Florian bertarung.
Area sekitar tempat itu terlihat sudah ngalami kerusakan yang cukup parah. Jalanan yang njadi penghubung gerbang akademi dengan tempat-tempat di akademi, pohon-pohon, bunga-bunga serta rerumputan yang tumbuh di samping jalan, lampu jalan serta dinding gerbang akademi terlihat sudah ngalami kerusakan. ski begitu, pertarungan yang terjadi antara nona Violetta dan senior Florian masih berlangsung di tempat itu.
Saat ini, nona Violetta dan senior Florian sedang berhenti untuk saling nyerang. reka saat ini terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Nona Violetta pun lihat ke arah senior Florian untuk mperhatikannya. Penampilan senior Florian saat ini terlihat berbeda dengan sebelumnya. Karena saat ini, senior Florian tengah ngenakan armor yang terbuat dari sihir badai miliknya dari ujung kepala sampai ujung kakinya. Armor sihir itu terlihat masih utuh tanpa kerusakan sedikitpun. Selain itu, di tangan kanannya saat ini masih gang sebuah pedang berukuran cukup besar yang dia buat sebelumnya nggunakan sihir badai miliknya.
"Aku sudah diberitahu oleh nona Karina tentang ’subjek’. Aku tidak nyangka kalau seorang manusia bisa ngganti jantung miliknya dengan jantung dari ras lain yaitu jantung Elf. Tapi lihatnya bisa nggunakan banyak sihir tanpa kelelahan skipun dia masih seorang murid mbuat hal itu njadi masuk akal. Dampak kerusakan akibatnya sihirnya itu pun sangat dahsyat,"
"Aku terkejut saat diberitahu oleh nona Karina kalau beberapa ’subjek’ ini muncul di hutan Hevea untuk mbunuh Rid. Namun Rid berhasil mbunuh reka semua. Aku penasaran seberapa kuat Rid sampai bisa mbunuh reka semua ?," pikir nona Violetta.
Saat nona Violetta sedang mikirkan itu, tiba-tiba senior Florian langsung nyerang nona Violetta dengan sebuah tebasan jarak jauh.
~Great Strom Slash~
Sebuah tebasan sihir berukuran besar pun lesat nuju nona Violetta.
~Flower Magic : Flower Shield~
Nona Violetta dengan cepat langsung mbuat perisai bunga dengan sihirnya. Tebasan itu pun dengan mudah dapat ditahan oleh perisai bunga milik nona Violetta.
"Kamu sudah cukup mbuat tempat ini njadi rusak parah. Aku tidak akan mbiarkanmu untuk nambah kerusakan pada tempat ini," ucap nona Violetta.
Nona Violetta lalu lesat dengan cepat ke arah senior Florian. Nona Violetta pun langsung nyerang senior Florian dengan pedangnya.
~Flower Sword Art : Chaenoles Thorn Thrust~
Nona Violetta nyerang senior Florian dengan serangan tusukan tepat di perutnya. Senior Florian pun terdorong cukup jauh ke belakang setelah terkena serangan itu. skipun serangan itu ngenai senior Florian dengan telak, serangan itu tidak dapat nembus armor sihir elen milik senior Florian.
"Apa cuma segini saja kekuatan dari komandan prajurit yang njaga akademi ini ? Tidak kusangka kalau serangan anda itu lemah sekali. Bahkan serangan anda tidak dapat nembus armor milikku," ucap senior Florian.
"Kamu sombong sekali ya, padahal sejak tadi aku nahan diri saat nyerangmu agar tidak mbunuhmu. Karena itu, aku ngubah pedangku njadi tumpul agar serangan pedangku tidak bisa lukaimu dengan telak. Hal ini aku lakukan karena tugasku adalah untuk nangkapmu hidup-hidup. Jika tugasku adalah untuk mbunuhmu, mungkin kamu sudah mati sejak tadi," ucap nona Violetta.
"Anda hanya beralasan saja," ucap senior Florian.
"Sepertinya kamu tidak percaya ya, kalau begitu aku akan mbuatmu rasakan rasanya terkena seranganku saat aku tidak nahan diri," ucap nona Violetta.
~Enhance Weapon : Sharp~
Nona Violetta ngubah pedangnya yang sebelumnya tumpul njadi tajam kembali.
Lalu, nona Violetta lesat dengan cepat ke arah senior Florian. Nona Violetta pun langsung nyerang senior Florian kembali dengan serangan tusukan.
~Flower Sword Art : Chaenoles Thorn Thrust~
Serangan tusukan itu ngarah telak ke perut senior Florian. Serangan tusukan itu pun berhasil nembus armor sihir milik senior Florian dan mbuat perutnya tertusuk hingga nembus ke belakang perutnya. Senior Florian pun langsung muntahkan cukup banyak darah dari mulutnya. Setelah itu, nona Violetta langsung nendang senior Florian ke depan yang mbuatnya terlepas dari tusukan pedang itu. Senior Florian pun terhempas beberapa ter ke depan. Dan setelah itu, dia terbaring di tanah dengan keadaan perut yang ngeluarkan banyak darah karena luka tusukan itu. Darah pun juga masih keluar dari mulutnya itu.
"Bagaimana ? Sudah kubilang kan kalau sejak tadi aku masih nahan diri. Jika aku tidak nahan diri, kamu sudah mati sejak tadi," ucap nona Violetta.
Senior Florian yang sebelumnya terbaring pun perlahan mulai berdiri kembali sambil gangi perutnya yang terluka itu. Bagian armor yang lapisi perutnya itu terlihat sudah berlubang karena terkena serangan dari nona Violetta.
"Kelihatannya kamu masih bisa bertarung skipun perutmu saat ini sudah berlubang. Seperti yang diharapkan dari putra dari Duke San Minerva dan juga ketua Elevrad. Padahal aku berharap kalau kamu nyerah saja saat ini," ucap nona Violetta.
"Berisik!," ucap senior Florian yang kesal.
Senior Florian langsung lesat dengan cepat ke arah nona Violetta. Setelah jarak antara reka sudah dekat, senior Florian berusaha nebas nona Violetta nggunakan pedang besarnya itu namun nona Violetta dapat nghindarinya dengan mudah. Setelah nghindari tebasan yang dilakukan senior Florian, nona Violetta langsung nyerang senior Florian dengan serangan tusukannya lagi dan ngenainya dengan telak tepat di dadanya. Namun kali ini nona Violetta sudah mbuat pedangnya njadi tumpul terlebih dahulu, karena serangan tusukan itu hanya nghempaskan senior Florian tanpa nusuk tubuhnya. Senior Florian pun terhempas cukup jauh setelah terkena serangan itu. Setelah terhempas, senior Florian mulai bangkit kembali. Namun ketika dia hendak mau bangkit, nona Violetta kembali nyerang senior Florian nggunakan pedangnya. Nona Violetta terus nyerang senior Florian dengan serangan bertubi-tubi yang mbuat senior Florian terus terdorong dan terhempas. ski diserang secara bertubi-tubi, senior Florian tetap santai dan bahkan dia pun tertawa.
"Ahahah, skipun anda terus nyerangku secara bertubi-tubi. Anda tidak akan bisa nembus armor sihir milikku jika pedang anda diubah njadi tumpul. Satu-satunya cara untuk nembus armor sihir milikku adalah dengan ngubah pedang anda kembali njadi tajam dan nyerangnya. Namun jika anda lakukan itu, ada kemungkinan kalau saya akan mati jika anda nyerang saya seperti itu. Seperti situasi ini sangat nyulitkan untuk anda ya," ucap senior Florian.
"Ya, kamu mang benar, situasi ini benar-benar nyulitkan," ucap nona Violetta.
Nona Violetta ngatakan itu sambil terus nyerang senior Florian bertubi-tubi tanpa henti.
"Namun apakah kamu tahu kalau armor sihirmu itu lama-kelamaan bisa ditembus oleh pedang tumpulku ini ?," tanya nona Violetta.
"Apa yang anda katakan ? Saya mang ngakui kalau pedang anda ketika dalam keadaan normal bisa nembus armor sihir milik saya. Namun saat anda ngubah pedang anda njadi tumpul, mana mungkin pedang anda bisa nembus armor sihir milik saya skipun anda nyerangnya berulang kali karena armor saya ini cukup keras," ucap senior Florian.
"Sepertinya kamu tidak percaya ya, kalau begitu biar aku buktikan kepadamu," ucap nona Violetta.
Setelah ngatakan itu, nona Violetta yang sebelumnya terus-nerus nyerang senior Florian pun mutuskan berhenti. Senior Florian yang lihat nona Violetta berhenti pun langsung njaga jarak dengannya. Setelah itu, nona Violetta tiba-tiba nusukkan pedang yang dia pegang ke tanah yang berada di bawahnya.
~Flower Magic : Garden of Flowers~
Setelah itu, tiba-tiba muncul beraneka ragam bunga di sekeliling tempat reka berada saat ini. Rasanya seperti reka sedang berada di tengah-tengah sebuah kebun bunga.
"Apa ini ? Bunga ?," tanya senior Florian yang bingung dengan munculnya banyak bunga di sekelilingnya.
Senior Florian ngamati bunga-bunga yang ada disekelilingnya. Setelah selesai ngamati seluruh bunga-bunga itu, senior Florian noleh ke arah nona Violetta. Senior Florian pun terkejut ketika lihat nona Violetta sedang lakukan kuda-kuda nyerang nggunakan pedangnya. Dan benar saja, setelah itu nona Violetta langsung lesat dengan cepat ke arah senior Florian.
~Flower Sword Art : Sword Dance In The Flower Garden - Aster Petal Slash~
Nona Violetta nebas senior Florian dengan cepat tanpa sempat disadari oleh senior Florian. Nona Violetta berhasil nyerang beberapa bagian armor sihir milik senior Florian hanya dengan satu ayunan tebasan saja. ski begitu, karena pedang yang digunakan oleh nona Violetta adalah pedang tumpul, tebasan yang dia lakukan tidak dapat nembus armor sihir milik senior Florian. Bahkan senior Florian tidak bergeming dari tempatnya berdiri saat ini ski terkena tebasan itu. ski begitu, nona Violetta terus nyerang senior Florian dengan tebasan yang sama secara terus-nerus. lihat itu, senior Florian pun tertawa.
"Ahahaha, percuma saja, nona. skipun anda terus nerus nyerang saya dengan pedang tumpul itu, pedang tumpul itu tidak akan bisa nembus armor sihir milik saya," ucap senior Florian.
Nona Violetta hanya terdiam saja dan tidak nanggapi perkataan senior Florian. Dia tetap fokus nyerang senior Florian terus-nerus dengan pedangnya, sentara senior Florian terus tertawa lihat apa yang nona Violetta lakukan.
Beberapa saat kemudian, senior Florian rasakan ada yang aneh dengan armornya setelah ditebas terus nerus oleh nona Violetta hingga saat ini. Dia pun mulai mperhatikan armor miliknya itu. Betapa terkejutnya dia ketika lihat kalau keseluruhan armor sihir miliknya sudah mulai retak.
"Apa ?!?!," ucap senior Florian yang terkejut.
lihat senior Florian yang terkejut, nona Violetta pun berhenti nyerang senior Florian dan milih untuk njaga jarak darinya.
"Kelihatannya kamu sangat terkejut ya. Bukankah aku sudah bilang kalau armor sihirmu lama-kelamaan bisa tembus oleh pedang tumpulku ini ? Karena armor sihirmu sudah retak, saatnya lancarkan serangan terakhir," ucap nona Violetta.
Nona Violetta lalu bersiap untuk nyerang senior Florian. Kemudian, dia pun lesat dengan cepat ke arah senior Florian.
"Saya tidak akan mbiarkannya," ucap senior Florian.
~Storm Magic : Storm Laser~
Senior Florian nembakkan sebuah laser yang tercipta dari sihir badai miliknya dengan tangan kanannya. Serangan itu ngarah tepat ke arah nona Violetta namun nona Violetta dapat dengan mudah nghindari serangan itu. Serangan laser itu pun hanya ngenai tanah tempat nona Violetta berpijak sebelumnya. Tanah itu pun langsung hancur begitu terkena serangan laser itu. Senior Florian terus nyerang nona Violetta dengan serangan laser itu namun lagi-lagi nona Violetta dapat dengan mudah nghindari serangan itu.
"Sudah terlambat bagimu untuk nyerang balik," ucap nona Violetta.
Nona Violetta pun berhasil ndekati senior Florian. Nona Violetta lalu nempelkan ujung pedangnya ke bagian armor yang berada tepat di atas luka tusukan yang dia berikan sebelumnya.
~Flower Magic : Sunflowers Bloom - Imperfect Version~
Setelah itu, armor sihir milik senior Florian yang telah retak pun langsung hancur secara keseluruhan. Senior Florian pun ngeluarkan cukup banyak darah dari mulutnya. Setelah itu, senior Florian pun terhempas sangat jauh hingga nghantam bagian depan gedung lobi akademi. Nona Violetta yang lihat hal itu kemudian langsung naruh pedangnya kembali di pinggangnya.
"Aku pikir lawannya akan cukup nyulitkan karena dia adalah ketua Elevrad dan juga, dia rupakan salah satu ’subjek’ yang dibicarakan oleh nona Karina, apalagi aku harus ngalahkannya tanpa harus mbunuhnya. Namun ternyata ngalahkannya cukup mudah juga. Aku akui kalau serangan yang dia lancarkan itu berbahaya dan dampaknya pun sangat rusak namun yang bisa dia lakukan hanya itu saja. Dia tidak bisa bergerak dengan cepat, bahkan dia tidak bisa nghindari serangan yang ku lancarkan. Rid saja dapat dengan mudah nghindari serangan-seranganku. Bahkan aku tidak ndapatkan perlawanan yang berarti saat bertarung lawan dia, berbeda saat aku bertarung lawan Rid,"
"Ternyata ketua Elevrad saat ini jauh lebih lemah dibandingkan dengan Rid," ucap nona Violetta.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)