Font Size
15px

"Aku datang kesini untuk njalankan tugas yang diberikan kepadaku dan tugas itu adalah untuk nangkap dan nahan putra dari tuan Duke San Minerva, Florian Randall San Minerva," ucap nona Violetta.

ndengar itu, senior Florian pun terkejut.

"A-apa ?!? m-nangkap saya ?! mangnya apa yang saya perbuat sampai harus ditangkap ?," tanya senior Florian yang terkejut.

"Alasan aku ditugaskan untuk nangkapmu adalah karena kamu lah yang nyuruh putra dari tuan Duke San Angela untuk mbunuh Rid Archie di hutan Hevea. Kebenaran dari insiden yang terjadi di hutan Hevea sudah terbongkar. Rid Archie dinyatakan tidak bersalah karena dia hanya lindungi dirinya sendiri dengan mbunuh orang-orang yang berusaha mbunuhnya. Pelaku yang bersalah dalam insiden itu sudah diketahui dan salah satu pelaku itu adalah kamu yang nyuruh putra dari tuan Duke San Angela untuk mbunuh Rid Archie. Untuk itulah, nona Karina yang saat ini sedang berada di gedung pengadilan, rintahkanku untuk nangkap serta mbawamu ke penjara San Sabaneta," ucap nona Violetta.

Senior Florian dan putri Alia yang ndengar itu pun sangat terkejut.

"Apa ?!?!," ucap putri Alia yang terkejut.

"Ti-tidak, ini pasti tidak benar. A-anda pasti bercanda kan, nona Violetta ?," tanya senior Florian yang terkejut.

Dia terlihat tidak percaya dengan apa yang dikatakan oleh nona Violetta.

"Terserah kamu mau percaya atau tidak, tapi yang aku katakan adalah kenyataan. Aku mang diperintahkan oleh nona Karina untuk nangkapmu, tetapi yang rintah nona Karina untuk rintahku adalah Yang Mulia Ratu. Secara tidak langsung, perintah ini berasal dari Yang Mulia Ratu sendiri. Jadi lebih baik kamu jangan lawan dan biarkan aku nangkapmu, sebab jika kamu lawan itu sama saja kamu tidak matuhi Yang Mulia Ratu," ucap nona Violetta.

Senior Florian pun terdiam seakan tidak percaya dengan perkataan nona Violetta. Wajahnya nampak pucat.

"Kalian, segera tangkap putra tuan Duke San Minerva," ucap nona Violetta kepada para prajuritnya.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Para prajurit yang terdiri dari lima orang itu pun langsung bergegas ndekati senior Florian. Namun saat reka hendak nangkap senior Florian, tiba-tiba senior Florian ngeluarkan sihir yang terlihat seperti sihir angin dan mbuat sihir itu nyelimuti seluruh tubuhnya.

"Mana mungkin aku akan mbiarkan diriku ditangkap semudah itu," ucap senior Florian.

Sihir yang nyelimuti senior Florian perlahan mulai lebar dan mbesar. Nona Violetta yang lihat hal itu terlihat sedang lakukan sesuatu dengan cepat.

~Storm Magic : Storm Explosion~

Tidak lama kemudian, ledakan sihir yang cukup besar pun terjadi di ruangan itu. Ledakan sihir itu mbuat seluruh ruang Elevrad hancur dan njebol salah satu sisi dinding bagian luar dari lantai 7 gedung tengah yang rupakan lokasi dari ruang Elevrad. Ledakan sihir itu mbuat para murid, staf dan pengajar yang berada di luar sangat terkejut ketika lihat dan ndengar ledakan itu.

"Apa yang terjadi ?!?!,"

"Ada ledakan yang muncul di lantai 7 gedung tengah,"

"Ledakan itu bahkan njebol salah satu sisi dinding bagian luar,"

"Bukankah disana itu adalah ruang Elevrad ?," ucap orang-orang itu.

reka terus lihat ke arah lantai 7 gedung tengah itu khususnya lihat ke arah salah satu sisi dinding yang jebol itu. skipun dinding itu sudah jebol, reka tidak bisa lihat keadaan di dalam lantai 7 itu karena keseluruhan lantai itu saat ini tengah dipenuhi oleh debu asap akibat ledakan itu. Tidak lama kemudian, terlihat ada bayangan seseorang yang perlahan bergerak keluar dari dinding yang jebol itu.

"Hei lihat, ada seseorang yang hendak mau keluar lewati dinding yang jebol itu,"

"Lantai itu berada di lantai 7 loh. Jika orang itu mau keluar lewat dinding yang jebol itu, apa dia berniat untuk terjun bebas sampai ke lantai 1 ?," ucap orang-orang itu.

reka terus lihat ke arah dinding yang jebol itu untuk ngetahui siapa seseorang yang berniat keluar dari dinding yang jebol itu. Lalu orang itu pun lesat keluar dari kepulan asap itu hingga keluar lewati dinding yang jebol itu. Orang-orang yang lihat dari luar gedung tengah itu pun terkejut saat lihat orang yang keluar dari dinding yang jebol itu. Karena orang yang keluar dari dinding yang jebol itu adalah senior Florian.

"Orang itu, bukannya dia adalah senior Florian,"

"Dia itu adalah ketua Elevrad kan ?,"

"Apa yang sebenarnya terjadi di ruang Elevrad ?," ucap orang-orang itu.

Setelah senior Florian berhasil keluar lewati dinding yang jebol itu, senior Florian nggunakan sihirnya untuk terus lesat di udara tanpa terjatuh ke bawah gedung itu. Senior Florian terus lesat lewati bangunan akademi dan pergi nuju gerbang akademi.

Sentara itu, di dalam ruangan Elevrad. Seluruh ruangan itu saat ini sudah hancur dan rusak parah. Sentara di salah satu sisi ruangan itu, terlihat ada sebuah kotak berukuran besar yang terbuat dari beragam macam bunga. Bagian luar dari kotak itu terlihat sudah rusak parah. Tidak lama kemudian, kotak berukuran besar itu pun nghilang secara perlahan. Saat kotak itu perlahan nghilang, di bagian dalam kotak itu terlihat ada nona Violetta dan kelima prajuritnya . Selain itu, ada putri Alia juga yang berada di bagian dalam kotak itu.

"Kalian tidak apa-apa ?," tanya nona Violetta.

"Kami tidak apa-apa, komandan. Terima kasih karena telah lindungi kami. Jika komandan tidak nggunakan sihirnya untuk mindahkan dan lindungi kami, mungkin saat ini kami sudah mati," ucap salah satu prajurit.

Prajurit yang lainnya pun ngangguk nanggapi prajurit itu.

"Baguslah kalau kalian tidak apa-apa. Bagaimana denganmu, Alia ?," tanya nona Violetta.

"A-aku tidak apa-apa," ucap putri Alia.

"Syukurlah kalau kamu tidak apa-apa," ucap nona Violetta.

"Ngomong-ngomong, kak, apa benar kalau senior Florian lah yang bersalah dalam insiden di hutan Hevea ?," tanya putri Alia.

"Ya, itu benar. Nona Karina sudah mberitahu tentang apa yang terjadi di gedung pengadilan. Kamu mungkin tidak nyangkanya karena sebelumnya kamu sedang asyik berbicara dengannya," ucap nona Violetta.

"I-iya, aku tidak nyangka kalau dia lah dalang dari insiden itu. Padahal aku tadi sedang asyik berbicara dengannya tentang masalah Elevrad," ucap putri Alia.

"Begitu ya. Selain itu, aku juga diberitahu oleh nona Karina kalau sebelumnya terjadi suatu insiden besar di gedung pengadilan. Bahkan aku sangat terkejut ketika ndengar kabar itu," ucap nona Violetta.

"Insiden apa itu, kakak ?," tanya putri Alia.

"Kamu tunggu saja surat kabar yang akan terbit besok. Aku yakin insiden itu akan dimuat di surat kabar dan insiden itu pastinya akan mbuat seluruh kerajaan ini gempar. Aku tidak bisa mberitahu dan njelaskan kepadamu secara langsung tentang insiden itu karena aku tidak mpunyai banyak waktu. Aku harus ngejar dan nangkap putra dari Duke San Minerva," ucap nona Violetta.

Nona Violetta perlahan berjalan nuju salah satu sisi dinding yang jebol, tempat senior Florian larikan diri.

"Kalian semua, tolong panggil rekan-rekan kalian untuk mbersihkan dan mperbaiki ruangan ini. Jika nona Karina lihat ruangan ini telah hancur berantakan, mungkin beliau akan marah. Urusan untuk nangkap dan nahan putra Duke San Minerva, biar aku saja yang urus," ucap nona Violetta.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Lalu kelima prajurit itu ninggalkan ruang Elevrad untuk manggil rekan-rekan reka.

"Alia, lebih baik sekarang kamu pergi ninggalkan ruang dan gedung ini. Soal insiden yang terjadi di gedung pengadilan, tunggu saja surat kabar yang akan terbit besok atau mungkin nanti ayahandamu yang akan mberikan kabar itu secara langsung," ucap nona Violetta.

Lalu nona Violetta langsung lesat dengan cepat keluar dari dinding yang jebol itu untuk ngejar senior Florian. Putri Alia terus lihat ke arah nona Violetta yang lesat pergi.

"Ada insiden besar yang terjadi di gedung pengadilan dan juga Florian tiba-tiba ketahuan sebagai pelaku dalam insiden di hutan Hevea. Apa yang sebenarnya terjadi di gedung pengadilan ?," pikir putri Alia.

-

Sentara itu di sekitar gerbang Akademi.

Terlihat senior Florian terus lesat ke arah gerbang akademi. Dia kelihatannya berusaha untuk keluar dari gerbang akademi dan larikan diri agar tidak ditangkap. Tetapi para prajurit yang njaga gerbang lihat senior Florian yang sedang lesat di atas.

"Itu kan tuan Florian, putra dari Duke San Minerva,"

"Bukannya komandan Violetta dan yang lainnya mau nangkapnya ?,"

"Kelihatannya dia berusaha larikan diri dari komandan Violetta,"

"Kita harus nghentikannya, jangan sampai dia larikan diri," ucap para prajurit itu.

Para prajurit itu bersiap nyerang senior Florian yang sedang lesat di atas reka. reka nyerang nggunakan sihir dan senjata yang dipakai reka. Namun senior Florian dengan mudah nghindari serangan-serangan itu. ski berhasil nghindari serangan itu, namun pergerakan senior Florian jadi lambat akibat terus fokus nghindari serangan itu yang mbuatnya tidak bisa secepatnya pergi ninggalkan gerbang akademi.

"Orang-orang sialan, berhenti nghalangi jalanku," ucap senior Florian.

Senior Florian nampak marah dan dia berniat untuk nyerang para prajurit yang nyerangnya itu dengan sihirnya. Senior Florian terus nghindari serangan-serangan yang dilancarkan para prajurit itu sambil ngarahkan tangan kanannya ke arah para prajurit itu. Di telapak tangan kanannya itu, perlahan muncul kumpulan sihir yang terlihat seperti sihir angin. Kumpulan sihir itu secara perlahan mbentuk ukuran seperti sebuah bola. Setelah ukuran bola itu sudah terbentuk, senior Florian pun bersiap nyerang para prajurit itu.

~Storm Magic : Storm Bla-

Saat senior Florian hendak lesatkan serangan sihirnya itu ke arah para prajurit, tiba-tiba nona Violetta datang dan langsung nendang senior Florian hingga nghantam dinding pagar yang berada di samping gerbang akademi sampai hancur.

*BUMMMMM

Suara benturan pun terdengar dan tempat senior Florian nghantam dinding itu pun mulai dipenuhi oleh debu asap. Para prajurit yang lihat senior Florian nghantam dinding secara tiba-tiba pun terkejut. Kemudian reka lihat ke atas untuk ngetahui penyebab senior Florian nghantam dinding. Lalu reka lihat nona Violetta sedang layang di atas.

"Komandan!," ucap para prajurit itu.

"Kalian cepat pergi njauh dari gerbang akademi," ucap nona Violetta.

"Eh, kenapa komandan ?," tanya salah satu dari prajurit itu.

"Jangan banyak tanya, cepat pergi sekarang!," ucap nona Violetta dengan tegas.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Lalu para prajurit itu mulai pergi ninggalkan gerbang akademi dengan berlari ke dalam wilayah akademi. Saat para prajurit itu sedang berlari, tiba-tiba sebuah serangan sihir yang dahsyat muncul dari tempat senior Florian nghantam dinding. Serangan sihir itu diarahkan ke arah para prajurit yang sedang berlari itu. Para prajurit yang lihat serangan itu pun terkejut dan reka semua pun panik.

~Flower Magic : Flower Shield~

Namun tiba-tiba sebuah perisai yang berbentuk seperti bunga berukuran besar muncul dan nahan serangan sihir yang dahsyat itu. Ledakan pun terjadi akibat dari serangan sihir itu yang nghantam perisai bunga yang tiba-tiba muncul. Asap pun bermunculan di tempat itu.

Tidak lama kemudian, asap yang bermunculan itu pun perlahan nghilang. Terlihat perisai bunga itu masih kokoh ski dihantam oleh serangan sihir yang dahsyat itu. Para prajurit yang lihat serangan itu berhasil ditahan pun rasa lega. reka lalu noleh ke arah nona Violetta.

"Terima kasih karena telah lindungi kami, komandan," ucap para prajurit itu.

reka berterima kasih ke nona Violetta karena perisai bunga itu adalah perisai yang berasal dari sihir milik nona Violetta.

"Iya, sekarang lebih baik kalian segera pergi dari tempat ini. Tolong imbau para murid, staf, pengajar dan prajurit lainnya untuk jangan datang ke tempat ini karena tempat ini mungkin akan njadi tempat yang berbahaya," ucap nona Violetta.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Para prajurit itu pun terus berlari ke dalam wilayah akademi. Kemudian, nona Violetta lihat ke arah tempat senior Florian yang masih diselimuti oleh debu asap.

"Padahal aku sudah nahan diri ketika lakukan tendangan itu tapi aku tidak nyangka kalau tendangan itu tetap mbuatnya terhempas ke dinding pagar itu dan mbuat dinding pagar itu hancur. Nona Karina pasti akan marah jika lihat hal ini," ucap nona Violetta.

Tidak lama kemudian, debu asap itu pun nghilang. Debu asap itu nghilang bukan dengan sendirinya lainkan karena suatu tekanan yang mbuat reka nghilang secara paksa. Setelah debu asap itu nghilang, terlihat senior Florian sedang gang sebuah pedang yang cukup besar yang terbuat dari sihir badai miliknya. Sihir badai itu juga saat ini tengah nyelimuti seluruh tubuhnya.

"skipun anda adalah salah satu komandan di kerajaan ini. Saya tidak akan mbiarkan anda nangkap saya. Lebih baik anda mbiarkan saya larikan diri atau jika tidak, saya akan mbunuh anda," ucap senior Florian.

"Mana mungkin aku mbiarkanmu larikan diri karena tugasku adalah untuk nangkapmu bukan untuk mbiarkanmu larikan diri. Aku diperintahkan untuk nangkapmu hidup-hidup, tetapi lihatmu yang ingin lawan seperti ini, sepertinya akan sulit untuk nangkapmu hidup-hidup," ucap nona Violetta sambil bersiap nyerang senior Florian dengan nggunakan pedangnya.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 275 : Penangkapan Senior Florian on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Dragon God Supreme cover
Similar genre

Dragon God Supreme

Seven Luan ·Action

Theordinaryyouthlackedtheexceptionaltalentsofhispeers,yethepossessedashockingheritage,bearingamysteriousbloodlineandharboringthespiritoftheEvilDrag...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.