Font Size
15px

"Rid, kenapa kamu bisa nyembuhkan reka berdua dengan sihir penyembuhanmu ?," tanya Ratu Kayana.

Aku pun terkejut sekaligus bingung dengan apa yang dikatakan oleh Ratu Kayana.

"Aku baru ngetahui kalau luka yang diakibatkan oleh serangan ~Dark Magic~ tidak dapat disembuhkan selain dengan ramuan penyembuh dari gereja Sancta Lux atau dengan sihir penyembuhan yang berasal dari ~Light Magic~. Jika mang begitu, kenapa aku bisa nyembuhkan reka ? Padahal sihir penyembuhan yang kupakai ini rupakan sihir penyembuhan biasa dan bukan berasal dari ~Light Magic~ Aku mang bisa nggunakan ~Light Magic~ tapi aku tidak pernah nggunakan sihir itu ketika sedang di depan umum," pikirku.

"Saya sendiri juga tidak tahu, Yang Mulia Ratu. Saya baru ngetahui tentang luka yang disebabkan oleh serangan ~Dark Magic~ setelah Yang Mulia Ratu njelaskan sebelumnya. Awalnya saya kira luka itu sama seperti luka biasa makanya saya berinisiatif untuk nyembuhkan komandan Oliver dan komandan Asier. Luka pada tubuh reka berdua pun dapat saya sembuhkan tapi saya tidak nyangka kalau seharusnya luka itu tidak dapat disembuhkan dengan sihir penyembuhan biasa. Saya sendiri pun bingung padahal sihir yang saya gunakan ini adalah sihir penyembuhan biasa. Jika Yang Mulia Ratu tidak percaya silahkan lihat tangan saya ini," ucapku.

Lalu aku pun ngarahkan tangan kananku ke depan dan lalu ngaktifkan sihir penyembuhan di tanganku.

~Full Healing~

Kemudian di tanganku muncul sebuah aura Mana berwarna putih namun aura Mana itu tidak bercahaya terang layaknya sebuah ~Light Magic~. Aura Mana di tanganku ini rupakan aura mana dari sihir penyembuhan.

"Seperti yang anda lihat, Yang Mulia Ratu. Sihir penyembuhan yang saya miliki tidak berwarna terang layaknya sebuah ~Light Magic~. Sihir penyembuhan ini sama dengan yang saya gunakan sebelumnya kepada komandan Asier dan komandan Oliver, anda pasti juga lihat aura Mana berwarna putih di tangan saya saat saya sedang nyembuhkan komandan Oliver dan komandan Asier. Aura Mana ini sama dengan yang aura yang saya keluarkan saat ini," ucapku.

Lalu Yang Mulia Ratu pun mperhatikan aura Mana di kedua tanganku dengan lebih teliti. Komandan Asier dan komandan Oliver pun juga ikut mperhatikan.

"Hmmm kamu benar, aura Mana di tanganmu tidak berwarna terang layaknya sebuah ~Light Magic~. Itu berarti sihir penyembuhanmu mang tidak berasal dari ~Light Magic~," ucap Ratu Kayana.

"Ya, saya juga setuju, Yang Mulia Ratu. ~Light Magic~ miliki ciri berwarna terang, tetapi ada perdebatan di antara orang-orang tentang warna sebenarnya dari ~Light Magic~. Ada yang bilang jika ~Light Magic~ berwarna putih terang, ada juga yang bilang kalau ~Light Magic~ itu berwarna emas yang terang. Wajar jika ada perdebatan di antara reka karena ~Light Magic~ rupakan sihir langka yang hanya bisa digunakan oleh ras Malaikat. Tidak banyak orang yang pernah lihat ~Light Magic~ karena ras Malaikat pun jarang turun ke ’bawah’. mang ada orang dari ras lain selain ras malaikat yang bisa nggunakan ~Light Magic~, tapi orang yang bisa nggunakan ~Light Magic~ itu hanyalah orang yang ndapatkan berkah dari Malaikat. Orang-orang itu pun jumlahnya sangat sedikit. Yah pokoknya ~Light Magic~ itu berwarna terang entah apapun warnanya,"

"lihat aura Mana pada tangan tuan muda Rid tidak berwarna terang, maka bisa dipastikan kalau sihir penyembuhan yang dimiliki tuan muda Rid tidak berasal dari sihir penyembuhan," ucap komandan Oliver.

Komandan Asier pun ngangguk setuju.

"ski begitu, aku masih bingung bagaimana bisa sihir penyembuhan biasa yang digunakan olehmu bisa nyembuhkan luka yang berasal dari ~Dark Magic~," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana pun terdiam. Begitupun juga dengan komandan Asier dan komandan Oliver.

"Yah sudahlah, tidak ada gunanya mikirkan tentang itu. Lagipula sekarang Asier dan tuan Oliver juga sudah disembuhkan. Sebelumnya aku nyuruh tuan Oliver dan Asier untuk cepat-cepat pergi ke tempat itu untuk minta disembuhkan sebelum tempat itu dipenuhi oleh banyak orang yang terluka akibat terkena ~Dark Magic~ juga. Tempat yang ku maksud itu adalah gereja Sancta Lux yang berada di ibukota ini. Aku nyuruh tuan Oliver dan Asier pergi ke gereja itu dan minta para Priests nyembuhkan reka dengan ramuan penyembuhan. Tetapi karena sekarang tuan Oliver dan Asier sudah disembuhkan, aku tidak perlu nyuruh reka berdua untuk pergi ke gereja itu lagi. Kalau begitu, sekarang lebih baik kita lanjutkan untuk riksa keadaan kepala akademi, tuan Remy dan Marquess Marcelo yang sudah berubah njadi iblis. Ayo kita periksa ke dalam gedung pengadilan," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap kami bertiga.

Kami berempat pun mulai masuk ke dalam gedung pengadilan. Namun baru beberapa saat kami langkah masuk ke dalam gedung pengadilan, kami bertemu dengan nona Karina dan tuan Duke Remy yang mau langkah keluar dari gedung pengadilan.

"Eh, Ka- maksudnya kepala akademi. Kebetulan sekali kita bertemu disini. Padahal kami baru saja ingin riksa keadaan anda dan tuan Remy di dalam," ucap Ratu Kayana.

"Sungguh kebetulan sekali, Yang Mulia Ratu. Saya dan tuan Remy juga ingin nghampiri anda setelah kami rasakan adanya tekanan aura milik anda dari luar gedung pengadilan. Saya tidak nyangka malah akan bertemu anda disini. Dan terima kasih karena telah ngkhawatirkan kami berdua sampai mbuat Yang Mulia Ratu sendiri ingin riksa keadaan kami," ucap nona Karina.

"Anda tidak perlu berterima kasih, kepala akademi. Daripada itu, bagaimana keadaan kalian berdua ? Jika dilihat dari tubuh kalian, sepertinya kalian lumayan babak belur," ucap Ratu Kayana.

Ratu Kayana berkata seperti itu setelah lihat adanya beberapa luka di tubuh nona Karina dan Duke Remy.

"Dan juga, kenapa ada batang pohon yang lilit perut anda, tuan Remy ?," tanya Ratu Kayana.

Setelah Ratu Kayana nanyakan itu, Duke Remy pun noleh ke arah nona Karina. Nona Karina pun juga noleh ke arah Duke Remy sambil ngangguk seperti mberi suatu isyarat kepada Duke Remy.

"Batang pohon ini berasal dari sihir tanaman milik kepala akademi, Yang Mulia Ratu. Alasan batang pohon ini sedang lilit perut saya saat ini karena batang pohon ini sedang nutupi luka yang ada pada perut saya. Luka yang ada pada perut saya ini berasal dari serangan ~Dark Magic~, jadi sihir penyembuhan biasa tidak akan bisa nyembuhkannya," ucap Duke Remy.

"Itu benar, Yang Mulia Ratu. Mungkin saya berhasil nyadarkan tuan Remy yang sebelumnya tidak sadarkan diri, tapi saya tidak dapat nyembuhkannya. Bahkan penyembuhan yang berasal dari sihir tanaman milik saya juga tidak mampu untuk nyembuhkan luka itu. Jadi yang bisa saya lakukan kepada tuan Remy hanyalah nutupi lukanya agar tidak banyak darah yang keluar dari luka itu. Tidak hanya itu saja, beberapa luka di tubuh saya juga tidak dapat disembuhkan karena terkena serangan dari ~Dark Magic~. Oleh karena itu, sebenarnya setelah kami berdua sudah nghampiri dan bertemu dengan anda, kami berdua ingin pergi ke gereja Sancta Lux dan minta para Priests nyembuhkan luka kami berdua dengan ramuan penyembuh yang reka punya," ucap nona Karina.

"Hmmm begitu ya, setelah ini kalian berdua berniat untuk pergi ke gereja Sancta Lux," ucap Ratu Kayana.

"Iya, Yang Mulia Ratu," ucap nona Karina dan Duke Remy.

Lalu Ratu Kayana terlihat sedang mikirkan sesuatu, setelah itu beliau pun noleh ke arahku.

"Rid, tolong sembuhkan reka berdua," ucap Ratu Kayana.

"Apa tidak masalah, Yang Mulia Ratu ?," tanyaku.

"Tidak apa-apa. Lebih baik reka disembuhkan sekarang daripada harus pergi ke gereja Sancta Lux terlebih dahulu," ucap Ratu Kayana.

"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku.

Kemudian, aku pun berjalan nghampiri nona Karina dan tuan Remy dan bersiap untuk nyembuhkan reka. Sentara itu, nona Karina terlihat bingung dengan apa yang mau aku lakukan.

"Tunggu, Yang Mulia Ratu. Saya mang tahu kalau Rid bisa nggunakan sihir penyembuhan, tetapi tidak mungkin dia bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan dari serangan ~Dark Magic~," ucap nona Karina.

"Anda diam saja dan lihat apa yang akan terjadi, kepala akademi," ucap Ratu Kayana.

Kemudian, aku ngarahkan kedua tanganku ke arah nona Karina dan Duke Remy.

~Full Healing~

Aku pun langsung nyembuhkan nona Karina dan Duke Remy dengan sihir penyembuhan. Tidak berselang lama, tubuh reka berdua pun langsung pulih sepenuhnya. Nona Karina dan Duke Remy pun terkejut setelah ngetahui kalau tubuh reka sudah pulih.

"Kepala akademi, aku rasa perutku saat ini sudah pulih, bisa tolong hilangkan batang pohon yang lilit perutku ?," tanya Duke Remy.

"Baiklah, tuan Remy," ucap nona Karina.

Lalu nona Karina pun nghilangkan tanaman yang lilit perut dari Duke Remy. Setelah tanaman itu dihilangkan, terlihat perut dari Duke Remy saat ini sudah pulih sepenuhnya dan tidak ada satupun luka di perut itu. Duke Remy pun terkejut lihat perutnya sudah pulih sepenuhnya, begitupun juga dengan nona Karina.

"Luka yang ada pada perut Duke Remy telah pulih sepenuhnya. Luka-luka yang terdapat di tubuhku pun juga telah pulih. Rid, bagaimana bisa kamu nyembuhkan kami ?," tanya nona Karina.

"Aku sendiri juga tidak tahu, nona. Aku hanya nggunakan sihir penyembuhan seperti biasanya," ucapku.

"Anda terkejut kan, kepala akademi, tuan Remy ? Saya pun juga terkejut ketika lihat Rid bisa nyembuhkan luka di tubuh Asier dan tuan Oliver. Padahal luka di tubuhnya berasal dari serangan ~Dark Magic~. Aku sudah riksa sendiri kalau sihir penyembuhan yang digunakan oleh Rid bukanlah berasa dari ~Light Magic~, tuan Oliver dan Asier pun juga ikut riksanya. Seperti yang kalian berdua tadi lihat, tidak ada cahaya terang ketika Rid nggunakan sihir penyembuhannya, yang berarti sihir itu bukan berasal dari ~Light Magic~," ucap Ratu Kayana.

"Seharusnya yang bisa nyembuhkan luka yang berasal dari serangan ~Dark Magic~ hanyalah ramuan penyembuh yang dimiliki gereja ~Sancta Lux~ atau dari sihir penyembuhan ~Light Magic~. Jika sihir penyembuhan Rid bukan berasal dari ~Light Magic~, lalu sihir penyembuhannya itu berasal darimana sampai bisa nyembuhkan luka yang berasal dari serangan ~Dark Magic~ ?," tanya nona Karina.

"Entahlah, aku sendiri juga bingung kenapa sihir penyembuhannya bisa ngobati luka itu. Bahkan Rid sendiri pun juga bingung," ucap Ratu Kayana.

Lalu nona Karina pun noleh ke arahku.

"Rid, darimana kamu mpelajari sihir penyembuhan itu ?," tanya nona Karina.

"Aku mpelajarinya dari buku peninggalan milik orang tuaku, nona," ucapku.

"Hmmm begitu ya. Kelihatannya orang tuamu benar-benar orang yang misterius," ucap nona Karina.

Kemudian, nona Karina pun noleh ke arah Ratu Kayana.

"Daripada itu, apa kita harus rahasiakan tentang Rid yang bisa nyembuhkan luka yang terkena serangan ~Dark Magic~ ke publik ?," tanya nona Karina ke Ratu Kayana.

"Hmmmm, sebenarnya setelah ini aku berniat minta bantuan Rid untuk nyembuhkan orang-orang yang ngalami luka akibat terkena serangan ~Dark Magic~. Jika kita hanya ngandalkan ramuan penyembuh dari gereja ~Sancta Lux~, aku takut kalau gereja Sancta Lux tidak miliki ramuan yang cukup untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka akibat terkena serangan ~Dark Magic~. Apalagi jika jumlah orang-orang yang terluka itu cukup banyak. Maka dari itu aku berniat untuk minta bantuan Rid untuk nyembuhkan orang-orang begitu. Kamu bersedia kan Rid apabila aku mintamu untuk nyembuhkan orang-orang yang terluka karena serangan ~Dark Magic~ ?," tanya Ratu Kayana kepadaku.

"Jika itu adalah permintaan anda, maka saya bersedia, Yang Mulia Ratu," ucapku.

"Terima kasih, Rid. Oleh karena itu, karena Rid bersedia untuk mbantu nyembuhkan orang-orang itu, sepertinya informasi tentang Rid yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan dari serangan ~Dark Magic~ akan tersebar luas ke publik. Apalagi jika nanti Rid hendak nyembuhkan orang-orang itu, muncul Diganta yang ingin muat berita tentang insiden di gedung pengadilan ini. reka pasti akan muat berita tentang Rid yang bisa nyembuhkan luka akibat ~Dark Magic~ juga dan berita tentang itu tentu akan nyebar luas hingga ke seluruh kerajaan San Fulgen," ucap Ratu Kayana.

"Bukankah itu terlalu berbahaya untuk Rid, Yang Mulia Ratu ? Bagaimana jika ada orang-orang berbahaya yang datang untuk ngincar Rid setelah ngetahui kalau Rid miliki kemampuan itu. reka pasti berpikir jika Rid bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan dari serangan ~Dark Magic~, pastinya dia juga bisa nyembuhkan luka-luka lain yang lebih parah. Orang-orang itu pasti akan ngincar Rid, nculiknya dan njadikan Rid sebagai ’sin pencetak uang’ bagi reka karena kemampuan penyembuhannya," ucap nona Karina.

Aku pun terdiam setelah ndengar perkataan nona Karina. Sentara itu, Ratu Kayana malah tertawa setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Hahahaha, aku tidak nyangka kalau anda akan berpikiran seperti itu, Ka- maksudnya kepala akademi. mang jika kemampuan penyembuhan Rid tersebar ke publik, Rid mungkin akan diincar oleh orang-orang berbahaya. ski begitu, apa orang-orang berbahaya itu akan mampu untuk lawan dan nculik, Rid ? Bahkan Rid bisa mbunuh banyak prajurit Duke San Angela dan beberapa ’subjek’ milik reka seperti Javier dan Enzo ketika reka hendak mbunuh Rid. Jika mang Rid diincar oleh orang-orang berbahaya, aku yakin dia dapat dengan mudah ngatasinya," ucap Ratu Kayana.

"Kalau begitu, bagaimana dengan orang-orang gereja ?," tanya nona Karina.

Ratu Kayana yang sebelumnya tertawa, langsung terdiam setelah ndengar perkataan nona Karina.

"Apa maksud anda ?," tanya Ratu Kayana.

"Seperti yang kita ketahui kalau luka yang diakibatkan dari serangan ~Dark Magic~ hanya dapat disembuhkan oleh ramuan penyembuh milik gereja Sancta Lux atau dari sihir penyembuhan yang berasal dari ~Light Magic~. ~Light Magic~ adalah sihir langka yang hanya dimiliki oleh ras Malaikat atau orang-orang yang ndapatkan ~blessing~ dari Malaikat. Dewa atau mungkin lebih tepatnya Dewi yang dipuja oleh penganut agama Sancta Lux adalah Malaikat Agung yang rupakan pemimpin dari ras Malaikat. Jadi bisa dibilang, kedua hal yang dapat nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ berhubungan dengan agama Sancta Lux dan gerejanya,"

"Lalu kemudian, tiba-tiba ada sebuah kabar atau informasi yang nyatakan kalau ada seseorang yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~. Dan orang itu bisa nyembuhkan luka itu tanpa kedua hal yang berhubungan dengan agama Sancta Lux. Bukankah orang-orang dari gereja Sancta Lux akan terkejut setelah ndengar kabar itu ? Sebelumnya reka hanya ngetahui kalau yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ hanyalah ramuan penyembuh milik reka atau dari sihir penyembuhan ~Light Magic~, dan tiba-tiba muncul orang yang bisa nyembuhkan luka itu tanpa berhubungan dengan kedua hal itu, tidak mungkin reka tidak akan terkejut. reka mungkin akan mulai ncari tahu informasinya dengan lebih detail. reka mungkin akan mulai ncari tahu informasi tentang Rid dengan mata-matainya ataupun ndekatinya secara langsung,"

"Tentu ada alasan kenapa reka akan mulai ncari tahu informasi tentang Rid. Seperti yang saya bilang tadi kalau kedua hal yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ itu berhubungan dengan malaikat dan agama Sancta Lux. Jika kemampuan penyembuhan Rid muncul sebagai hal ketiga yang bisa nyembuhkan luka itu, bagaimana jika reka berpikir kalau Rid mungkin saja miliki hubungan dengan agama Sancta Lux atau bahkan miliki hubungan langsung dengan ras Malaikat itu sendiri ? Jika mang begitu, reka pasti akan nganggap Rid sebagai ’orang suci’ sama seperti dengan orang-orang yang ndapatkan ~blessing~ dari Malaikat," tanya nona Karina.

"Jika Rid dianggap sebagai ’orang suci’ oleh reka, bukankah itu bagus ? Yah ski akan tidak nyaman karena reka mungkin akan muja Rid, tapi setidaknya reka tidak akan lakukan sesuatu yang dapat nyakiti ataupun ngancam Rid," ucap Ratu Kayana.

"Mungkin itu bagus jika reka nganggap Rid sebagai ’orang suci’, namun bagaimana jika reka berpikir kebalikannya ? Rid tidak dianggap sebagai ’orang suci’ lainkan sebagai ’orang sesat’ oleh reka," ucap nona Karina.

"’Orang sesat’ ?," ucap Ratu Kayana yang sedikit terkejut

"reka nganggap Rid yang bisa nyembuhkan luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ tanpa berhubungan dengan kedua hal yang berkaitan dengan agama Sancta Lux adalah sebuah kesesatan atau sebuah tipu daya,"

"Dan juga, dengan adanya Rid yang bisa nyembuhkan luka itu, gereja Sancta Lux akan rasa tersaingi. Anda sendiri tahu kan kalau gereja Sancta Lux selalu matok biaya untuk penyembuhan yang reka lakukan, termasuk penyembuhan yang nggunakan ramuan penyembuh yang reka punya," ucap nona Karina.

"Ya, aku tahu itu. Pada awalnya, aku berniat untuk nanggung biaya seluruh korban yang ndapatkan penyembuhan dari gereja Sancta Lux," ucap Ratu Kayana.

"Beberapa orang mungkin ada yang sudah ndapatkan penyembuhan di gereja Sancta Lux, tapi jika sebagian orang yang terluka akan disembuhkan oleh Rid, maka gereja Sancta Lux tidak akan ndapatkan banyak pendapatan karna itu. Tentu saja reka akan tersaingi oleh Rid. Mungkin reka akan labeli Rid sebagai ’orang sesat’ yang ncoba rugikan gereja Sancta Lux atau semacamnya. Jika benar begitu, reka pasti akan berniat untuk lakukan sesuatu yang jahat kepada Rid seperti mbunuhnya. Anda pasti tidak akan khawatir karena hal itu, Yang Mulia Ratu. Seperti yang anda bilang tadi kalau Rid pastinya dapat dengan mudah ngatasi orang yang mau mbunuhnya. Tetapi jika Rid berurusan dengan orang-orang dari gereja Sancta Lux apalagi sampai mbunuh reka yang berusaha mbunuhnya, persoalannya tidak berakhir sampai disitu saja. ski di kerajaan ini terdapat beberapa gereja Sancta Lux termasuk gereja utama yang berada di ibukota San Estella, tetapi pusat gereja reka berada di Holy Kingdom, Svetais. Mungkin orang-orang gereja yang berniat untuk mbunuh Rid hanyalah orang-orang gereja yang berasal dari gereja Sancta Lux di kerajaan ini. ski begitu, jika Rid berhasil mbunuh reka, itu sama saja dengan Rid harus berurusan dengan gereja pusat Sancta Lux yang berada di Holy Kingdom, Svetais,"

"Singkatnya, Rid akan njadi incaran seluruh gereja pusat Sancta Lux dan Holy Kingdom itu sendiri," ucap nona Karina.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 271 : Orang-Orang Gereja on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Mercenary’s War cover
Similar genre

Mercenary’s War

Just Like Water ·Action

GaoYangwasamilitaryenthusiast,anordinaryone,wholovedknives,guns,andadventure. Inanaccident,GaoYangfoundhimselfinAfrica,whereheunfortunatelyexperien...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.