lihat Ratu Kayana yang sedang ditusuk oleh Duke Jas, aku dengan cepat langsung nyerang Duke Jas.
~Palm Shockwave Punch~
Aku mukul wajah Duke Jas nggunakan pukulan telapak tangan. Pukulan itu mbuat darah keluar dari mulut dan hidungnya. Setelah itu, dia pun terhempas nghantam dinding gedung pengadilan hingga hancur. Ratu Kayana pun langsung terduduk setelah Duke Jas terhempas nghantam dinding gedung pengadilan. Ratu Kayana terduduk sambil gangi dadanya yang telah berlubang. Komandan Asier dan komandan Oliver yang lihat itu pun langsung nghampiri Ratu Kayana.
"Yang Mulia Ratu, bertahanlah!," ucap komandan Asier dan komandan Oliver.
Sentara itu, aku saat ini sedang mperhatikan sekitar tempat kami berada untuk berjaga-jaga semisal ada iblis lain yang tiba-tiba nyerang. Setelah rasa kalau situasi sudah aman, aku pun noleh ke arah Ratu Kayana yang sedang terduduk sambil dikelilingi oleh komandan Oliver dan komandan Asier. Saat aku sedang mperhatikan Ratu Kayana, entah kenapa aku rasa ada yang aneh.
"Bertahanlah, Yang Mulia Ratu! Kami berdua akan mbawa anda untuk segera disembuhkan," ucap komandan Oliver.
"Tidak perlu, tuan Oliver.....lagipula ini sudah terlambat...luka parah seperti ini mustahil untuk disembuhkan," ucap Ratu Kayana.
"Pokoknya kami berdua akan mbawa anda untuk disembuhkan. Teruslah bertahan, Yang Mulia Ratu!," ucap komandan Oliver.
Komandan Oliver dan komandan Asier lalu bersiap untuk mbopong Ratu Kayana.
"Sudahlah....tuan Oliver.....tidak perlu lakukan hal itu. Lagipula...aku baik-baik saja," ucap Ratu Kayana.
"Apanya yang baik-baik saja ? Ada lubang besar di dada anda dan anda bilang anda baik-baik saja ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, aku baik-baik saja.....karena tubuh ini bukanlah tubuh asliku," ucap Ratu Kayana.
Lalu tubuh Ratu Kayana yang bersiap untuk dibopong oleh komandan Asier dan komandan Oliver tiba-tiba berubah njadi air secara perlahan. Komandan Oliver dan komandan Asier pun terkejut lihat tubuh Ratu Kayana yang berubah njadi air secara perlahan. Aku pun juga terkejut lihat hal itu.
"Tubuh Ratu Kayana berubah njadi air ? Jangan bilang kalau tubuh itu hanyalah clone miliknya ?," pikirku.
"Tadi itu hampir saja.....," ucap Ratu Kayana.
Saat ndengar suara Ratu Kayana, kami bertiga pun langsung noleh ke arah suara Ratu Kayana itu berasal. Suara itu berasal dari atap gedung pengadilan. Saat kami lihat ke atap gedung pengadilan, kami lihat Ratu Kayana yang sedang duduk di pinggir atap gedung pengadilan, sama seperti yang beliau lakukan sebelumnya.
".....Untungnya aku sudah berjaga-jaga dengan nyuruh clone buatanku untuk nemui kalian terlebih dahulu," lanjut Ratu Kayana.
Komandan Oliver pun terkejut lihat Ratu Kayana yang sedang berada di atap gedung pengadilan.
"Yang Mulia Ratu ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, ini aku," ucap Ratu Kayana.
"Jadi yang baru saja terkena serangan itu hanyalah clone milik anda saja ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, itu benar," ucap Ratu Kayana.
"Kenapa anda tidak bilang terlebih dahulu, Yang Mulia Ratu ? Apa anda tidak tahu kalau saya sangat khawatir ? apalagi setelah lihat anda tiba-tiba ditusuk tepat di dada anda," ucap komandan Oliver.
"Jika aku mberitahu anda terlebih dahulu, aku jadi tidak bisa mbuat kejutan. Maaf ya karena telah mbuat kalian bertiga khawatir. Tapi tuan Oliver, anda kan sudah tahu kalau aku bisa nggunakan clone yang terbuat dari sihir elen, seharusnya anda dapat dengan mudah nyadari kalau aku yang tertusuk itu hanyalah sebuah clone," ucap Ratu Kayana.
"Dalam situasi seperti itu, saya tidak sempat berpikir jernih karena saya keburu panik lihat anda yang tiba-tiba ditusuk oleh tuan Jas," ucap komandan Oliver.
"Saya juga, Yang Mulia Ratu. Saya sangat panik lihat anda yang tiba-tiba tertusuk," ucap komandan Asier.
"Maaf ya," ucap Ratu Kayana.
Lalu Ratu Kayana pun turun dari atap dan nghampiri kami bertiga. Aku pun mperhatikan Ratu Kayana yang sedang nghampiri kami.
"Pantas saja ada sesuatu yang aneh saat aku lihat tubuh Ratu Kayana sebelumnya. skipun dia telah ditusuk hingga mbuat dadanya berlubang, tetapi tidak ada darah yang keluar dari dadanya yang berlubang itu. Ternyata tubuh itu adalah clone," pikirku.
Saat Rid sedang fokus mikirkan tentang itu, Ratu Kayana pun lihat ke arah Rid.
"Ada apa, Rid ?," tanya Ratu Kayana.
"Tidak ada apa-apa, Yang Mulia Ratu. Ngomong-ngomong, jika anda yang sebelumnya adalah sebuah clone, apa itu berarti anda yang saat ini juga rupakan sebuah clone ?," tanyaku.
"Hmmm entahlah, coba kamu tebak sendiri. Daripada itu, lebih baik sekarang kita lihat keadaan tuan Jas. Jika dia masih hidup, lebih baik kita segera nghabisinya," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucapku, komandan Oliver dan komandan Asier.
Kami berempat pun langsung nuju tempat Duke Jas nghantam dinding setelah kupukul. Saat kami sudah sampai di tempat Duke Jas, kami lihat Duke Jas tengah terbaring di dekat dinding yang hancur dengan keadaan kepala yang sudah dipenuhi darah. Selain itu, sebagian besar tubuhnya juga dipenuhi oleh luka bakar akibat ledakan dan kobaran api yang ngenai tubuhnya sebelumnya. ski Duke Jas tengah terbaring dengan kondisi seperti itu, kami berempat tetap bersiaga ngingat Duke Jas bisa saja tiba-tiba nyerang seperti sebelumnya. Kemudian, Ratu Kayana ngarahkan tangan kanannya ke arah Duke Jas. Saat Ratu Kayana sedang ngarahkan tangan kanannya kepada Duke Jas, tiba-tiba Duke Jas terbangun dan berusaha untuk nyerang Ratu Kayana. Tapi setelah itu, Duke Jas tiba-tiba nghantam tanah saat hendak nyerang Ratu Kayana. Duke Jas berusaha bangkit untuk kembali nyerang tetapi tubuhnya tidak bisa digerakkan dan hanya bisa terbaring di tanah. Tubuhnya seperti sedang ditekan oleh sebuah beban berat yang mbuat dia tidak bisa bergerak.
"Aku tidak nyangka kalau dia masih bisa bergerak ski dengan kondisi tubuh yang seperti itu. Kalian bertiga, njauh lah sedikit dariku," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap kami bertiga.
Setelah itu, Ratu Kayana ngeluarkan tekanan aura yang sangat kuat. Sentara itu, Duke Jas semakin berusaha mberontak. ’Beban berat’ yang saat ini sedang nekan tubuhnya semakin bertambah kuat. Tanah yang berada di bawah Duke Jas mulai retak secara perlahan. Retakan tanah itu semakin besar sampai akhirnya retakan itu mbuat sebuah lubang yang cukup besar. Duke Jas pun terjatuh ke dalam lubang itu.
Ratu Kayana lalu berjalan perlahan ndekati lubang itu lalu lihat ke dalam lubang itu. Terlihat Duke Jas berada cukup dalam di dalam lubang itu. Tubuhnya masih terbaring sambil nahan ’beban berat’ yang nekan tubuhnya. Setelah itu, Ratu Kayana ngangkat tangan kanannya ke atas.
~San Fulgen Art Secret Technique : Rain of Five Elental Swords~
Di atas Ratu Kayana, muncul banyak pedang yang terbuat dari kelima sihir elen dasar yaitu air, api, tanah, angin dan listrik. Setelah itu, Ratu Kayana nurunkan tangan kanannya dan ngarahkan tangan kanannya itu ke bawah lubang tempat Duke Jas berada. Pedang-pedang yang berada di atas Ratu Kayana pun langsung lesat ke dalam lubang itu dan nyerang Duke Jas secara bertubi-tubi. Ratu Kayana terus lihati Duke Jas yang sedang diserang bertubi-tubi oleh pedang-pedang itu. Lalu setelah pedang terakhir sudah nyerang Duke Jas, nona Karina langsung nghentakkan kakinya ke tanah. Dan tiba-tiba, lubang yang cukup besar itu langsung nutup dengan cepat. Duke Jas pun terkurung di dalam lubang itu dengan kondisi yang hanya Ratu Kayana saja yang tahu.
Setelah itu, Ratu Kayana pun berbalik dan kembali nghampiri kami bertiga.
"Anda baik-baik saja, Yang Mulia Ratu ?, tanya komandan Oliver.
"Iya. Maaf ya, sepertinya aku tidak bisa mberikan pemakaman yang layak untuk Duke Jas. Aku malah langsung nguburnya setelah nyerangnya seperti itu. Kira-kira nona Claret akan marah kepadaku atau tidak ya ?," tanya Ratu Kayana.
"Lebih baik anda tidak perlu mikirkan soal itu, Yang Mulia Ratu. Tuan Jas sudah rencanakan sesuatu yang jahat kepada anda, jadi anda bebas untuk lakukan apapun kepadanya setelah anda mbunuhnya. Lagipula, rakyat kerajaan San Fulgen pastinya juga tidak akan peduli dengan pemakaman yang layak untuk tuan Jas. skipun tuan Jas rupakan seorang Duke, tapi dia adalah kriminal berat karena rencanakan pembunuhan terhadap anda dan seluruh keluarga San Lucia. Para rakyat mungkin malah akan ngacaukan acara pemakaman itu apabila acara pemakaman itu diadakan. reka mungkin tidak sudi lihat adanya acara pemakaman yang layak bagi seorang kriminal berat. Jadi anda tidak perlu mikirkan tentang pemakaman yang layak bagi tuan Jas, begitupun juga dengan tuan Darwin yang tubuhnya masih ada skipun tubuhnya itu telah njadi seonggok daging,"
"Lalu, anda tidak perlu minta maaf kepada nona Claret ataupun nona Harriet, bisa saja reka berdua juga terlibat dalam rencana untuk mbunuh anda dan seluruh keluarga San Lucia," ucap komandan Oliver.
"Hmmm anda ada benarnya, tuan Oliver. Lebih baik aku tidak perlu mikirkan tentang hal-hal itu. Daripada itu, lebih baik sekarang kita riksa ke dalam gedung pengadilan, anda bilang kalau kepala akademi, tuan Remy dan Marquess Marcelo yang telah berubah njadi iblis masih ada di dalam gedung pengadilan kan ?," tanya Ratu Kayana.
"Itu benar, Yang Mulia Ratu. reka masih ada di dalam," ucap komandan Oliver.
"Kalau begitu lebih baik sekarang kita pergi ke dalam untuk riksa keadaan reka. Tetapi sebelum itu, kalian berdua, tubuh kalian saat ini terdapat beberapa luka, lebih baik kalian segera sembuhkan luka pada tubuh kalian itu. Takutnya nanti malah akan tambah berbahaya ngingat luka itu disebabkan oleh iblis," ucap Ratu Kayana kepada komandan Asier dan komandan Oliver.
"Anda tidak perlu khawatir, Yang Mulia Ratu. Ini hanyalah luka goresan saja, jadi tidak akan ada masalah. Setelah situasi di tempat ini benar-benar sudah aman, baru kami akan pergi untuk nyembuhkan luka-luka ini," ucap komandan Oliver.
Komandan Asier pun ngangguk.
"Sudahlah, sekarang kalian berdua pergi saja ke tempat itu, sebelum tempat itu njadi ramai karena iblis-iblis itu tidak hanya lukai kalian saja. Kalian pergi sekarang dan tidak perlu nemaniku untuk riksa gedung pengadilan, lagipula saat ini masih ada Rid yang akan nemaniku," ucap Ratu Kayana.
"Tetapi, Yang Mulia Ratu-," ucap komandan Oliver.
Belum sempat komandan Oliver nyelesaikan perkataannya, Ratu Kayana pun langsung motong perkataan komandan Oliver.
"Aku bilang pergi," ucap Ratu Kayana.
Kelihatannya Ratu Kayana bersikeras ingin mbuat komandan Oliver dan komandan Asier untuk pergi nyembuhkan luka reka, tetapi komandan Oliver nampak nolak untuk pergi saat ini. Ratu Kayana dan komandan Oliver pun masih terus berdebat. Lalu aku pun mutuskan untuk nghentikan perdebatan reka.
"Hentikan perdebatan kalian berdua, Yang Mulia Ratu, komandan Oliver," ucapku.
Ratu Kayana dan komandan Oliver pun berhenti berdebat setelah ndengar perkataanku.
"Kalian berdebat karena Yang Mulia Ratu ingin komandan Oliver dan kakak Asier agar segera pergi ke tempat penyembuhan, sedangkan komandan Oliver tidak mau karena beliau ingin pergi setelah situasi benar-benar aman. Jika mang begitu, masalah akan selesai apabila komandan Oliver dan kakak Asier dapat disembuhkan saat ini juga. Biar saya saja yang nyembuhkan reka berdua," ucapku.
Ratu Kayana, komandan Oliver dan komandan Asier pun terdiam setelah ndengar perkataanku. Kemudian, aku ngarahkan tangan kiriku ke arah komandan Oliver, sentara tangan kananku diarahkan ke komandan Asier.
~Full Healing~
Aku pun langsung nyembuhkan komandan Oliver dan komandan Asier dengan sihir penyembuhan milikku. Tidak berselang lama, luka-luka pada tubuh komandan Oliver dan komandan Asier pun telah sembuh. Tubuh reka berdua saat ini pun telah pulih sepenuhnya.
Komandan Oliver dan komandan Asier pun terkejut setelah lihat tubuh reka yang sudah pulih sepenuhnya. Begitupun juga dengan Ratu Kayana setelah lihat tubuh komandan Oliver dan komandan Asier. lihat reka bertiga yang terkejut itu mbuatku bingung.
"Kenapa reka terlihat bingung setelah aku berhasil nyembuhkan reka ? Apa karena reka baru ngetahui kalau aku bisa nggunakan sihir penyembuhan ? Tetapi komandan Oliver sebelumnya sudah lihatku nggunakan sihir penyembuhan saat aku sedang nyembuhkan orang-orang yang terluka setelah insiden penyerang akademi, seharusnya saat ini beliau tidak terkejut lagi. Jadi kenapa beliau juga ikut terkejut ?," pikirku.
Saat aku sedang mikirkan itu, tiba-tiba Ratu Kayana mulai berbicara.
"Tuan Oliver, Asier, apa luka-luka yang terdapat pada tubuh kalian sebelumnya berasal dari serangan ~Dark Magic~ ?," tanya Ratu Kayana.
"Tidak semuanya berasal dari serangan yang berasal dari ~Dark Magic~, Yang Mulia Ratu, karena ada beberapa serangan yang berasal dari serangan fisik biasa . Tetapi luka yang diakibatkan oleh ~Dark Magic~ di tubuh saya ini lebih banyak daripada luka yang diakibatkan serangan fisik biasa," ucap komandan Oliver.
"Saya pun juga sama dengan komandan Oliver, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier.
"Begitu ya. Tetapi saat ini semua luka itu sudah hilang dan tubuh kalian sudah pulih sepenuhnya ?," tanya Ratu Kayana.
"Itu benar, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver dan komandan Asier.
Lalu setelah itu, Ratu Kayana pun noleh ke arahku.
"Aku pernah mbaca buku informasi tentang ~Dark Magic~ dan pernah juga ndengar beberapa informasi tentang itu. nurut informasi itu, luka yang diakibatkan oleh serangan ~Dark Magic~ tidak bisa disembuhkan dengan sihir penyembuhan biasa. Luka itu hanya bisa disembuhkan oleh ramuan penyembuh yang dimiliki oleh gereja Sancta Lux atau dengan sihir penyembuhan yang berasal dari ~Light Magic~. Karena itulah, apa yang terjadi barusan benar-benar mbuatku terkejut sekaligus bingung,"
"Rid, kenapa kamu bisa nyembuhkan reka berdua dengan sihir penyembuhanmu ?," tanya Ratu Kayana.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)