Sentara itu, di tempat komandan Mina berada.
Terlihat 1 sosok iblis yang dilawan oleh komandan Mina baru saja tumbang. Di tubuh iblis tersebut terdapat beberapa lubang yang sepertinya berasal dari tembakan senjata yang dilesatkan oleh komandan Mina. Lengan kiri dari iblis tersebut pun juga telah terpotong. Dengan tumbangnya iblis tersebut, itu berarti komandan Mina telah ngalahkan kedua iblis yang nyerang tempat itu. Setelah ngalahkan kedua iblis itu, komandan Mina langsung naruh handgun dan rapiernya di pinggangnya.
"Akhirnya selesai juga," ucap komandan Mina.
Komandan Mina terlihat tidak ngalami luka sedikitpun setelah berhasil ngalahkan iblis itu. Lalu setelah itu, komandan Mina pun mulai berjalan ke tempat para prajuritnya yang sedang berkumpul. Para prajuritnya itu pun bersorak saat lihat komandan Mina ndatangi reka setelah ngalahkan kedua iblis itu.
"Komandan Mina mang hebat, dia bisa ngalahkan kedua iblis itu dengan mudah,"
"Iya, kamu benar. Dengan kemampuan komandan Mina yang sangat hebat itu, seharusnya dia bisa njadi komandan prajurit kerajaan San Fulgen. Aku dengar dia pernah ditawari oleh tuan Duke San Lucia untuk njadi komandan prajurit kerajaan bersamaan dengan komandan Asier sebelumnya. Saat itu hanya ada satu posisi komandan prajurit kerajaan yang kosong, tetapi entah kenapa Duke San Lucia malah nunjuk komandan Asier dan komandan Mina untuk ngisi posisi yang kosong itu. Karena hanya ada satu posisi yang kosong, itu berarti komandan Asier dan komandan Mina harus bertarung satu sama lain untuk mperebutkan posisi itu. Tetapi komandan Mina nolak tawaran itu dan hanya komandan Asier saja yang ditunjuk untuk njadi komandan Kerajaan. Setelah itu, ada 1 orang juga yang ditunjuk oleh tuan Duke San Quentine untuk ngisi posisi komandan prajurit kerajaan yang kosong. Komandan Asier dan orang itu pun saling bertarung untuk mperebutkan posisi itu dan komandan Asier pun berhasil nangkan pertarungan itu. Setelah nangkan pertarungan itu, komandan Asier pun dengan resmi telah njadi salah satu komandan prajurit kerajaan,"
"Kenapa komandan Mina nolak tawaran itu ?,"
"Entahlah. Saat komandan Asier dan komandan Mina ditawari untuk njadi komandan prajurit kerajaan, komandan Asier saat itu njabat sebagai komandan prajurit Duke San Lucia, sedangkan komandan Mina adalah wakil komandan dari komandan Asier. Mungkin komandan Mina berpikir kalau dia tidak akan bisa ngalahkan komandan Asier dalam pertarungan untuk mperebutkan posisi komandan prajurit kerajaan, jadinya dia nolak tawaran itu. Dan setelah komandan Asier njadi komandan kerajaan San Fulgen, komandan Mina lah yang njadi komandan Duke San Lucia yang baru,"
"Jadi begitu ya ceritanya," ucap kedua prajurit yang sedang ngobrol.
Komandan Mina pun saat ini sudah berada di tengah-tengah prajuritnya itu, lalu komandan Mina riksa keadaan beberapa prajuritnya yang terlihat masih terluka.
"Beberapa dari reka masih ada yang terluka, apa kalian belum rawat dan nyembuhkan reka yang terluka itu ?," tanya komandan Mina.
"Kami sudah nyembuhkan reka semua, komandan. Tapi reka yang masih terluka itu tidak dapat kami sembuhkan, karena reka terluka setelah terkena serangan dari ~Dark Magic~," ucap seorang prajurit.
"Begitu ya. Aku pernah ndengar kalau luka serangan yang diakibatkan dari serangan ~Dark Magic~ tidak dapat disembuhkan oleh sihir penyembuhan biasa. Luka itu hanya dapat disembuhkan dengan sihir penyembuhan yang berasal dari ~Light Magic~ atau dari ramuan penyembuh yang dimiliki oleh gereja Sancta Lux. ~Light Magic~ adalah sihir yang hanya bisa digunakan oleh para Malaikat atau orang-orang tertentu yang ndapatkan berkah dari Malaikat, jadi satu-satunya cara untuk nyembuhkan reka hanyalah pergi ke gereja Sancta Lux dan minta para Priest untuk ngobati reka. Kebetulan sekali di ibukota ini terdapat gereja Sancta Lux yang rupakan gereja pusat di kerajaan ini, ayo kita pergi ke gereja itu dan minta para Priest untuk nyembuhkan reka," ucap komandan Mina.
"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.
-
Kembali ke depan gedung pengadilan.
Aku, komandan Oliver dan komandan Asier telah berhasil ngalahkan semua iblis yang tersisa. Kali ini, dipastikan tidak ada iblis lagi yang berada di wilayah gedung pengadilan ini.
"Akhirnya selesai juga," ucap komandan Asier.
"Kerja bagus, Asier. Tuan muda Rid juga, kerja bagus," ucap komandan Oliver.
"Iya, komandan. Ngomong-ngomong, kita mang sudah ngalahkan semua iblis yang ada disini, tetapi bagaimana jika ada iblis yang berhasil keluar dari wilayah gedung pengadilan ini ?," tanyaku.
"Sebelumnya aku lihat ada beberapa iblis yang pergi keluar dari wilayah gedung pengadilan untuk ngejar orang-orang yang kabur dari gedung pengadilan. Tetapi jumlah iblis yang kabur dari gedung pengadilan itu hanya sedikit dibandingkan yang masih berada di wilayah gedung pengadilan. Setelah itu, aku rintahkan beberapa prajurit yang sedang berjaga di gedung pengadilan ini untuk ngejar beberapa iblis itu," ucap komandan Oliver.
"Aku juga rintahkan prajurit milik ayahandaku untuk ngejar iblis itu. Aku juga tadi lihat Mina yang lompati pagar untuk keluar dari wilayah gedung pengadilan. Sepertinya dia disuruh ayahandaku untuk mbantu dalam ngurus para iblis yang keluar dari wilayah gedung pengadilan. Aku yakin kamu belum kenal dengan Mina, dia itu adalah komandan dari prajurit yang dimiliki oleh ayahandaku. Aku yakin saat ini para iblis itu sudah diatasi oleh Mina dan para prajurit itu," ucap komandan Asier.
"Hmmm begitu ya. Dengan begitu sepertinya kita tidak perlu khawatir dengan iblis yang pergi keluar dari wilayah gedung pengadilan," ucapku.
"Jadi wanita prajurit bernama Mina itu adalah komandan prajurit Duke San Lucia. Mungkin komandan Mina itu rupakan satu-satunya wanita yang njadi komandan prajurit Duke karena komandan prajurit Duke San Minerva dan komandan prajurit Duke San Angela adalah seorang laki-laki. Tetapi aku belum ngetahui komandan prajurit Duke San Quentine, ada kemungkinan kalau dia rupakan perempuan juga seperti komandan Mina. Jika begitu maka komandan Mina bukan satu-satunya wanita yang njadi komandan prajurit Duke," pikirku.
Komandan Asier pun lihatku yang sedang mikirkan sesuatu.
"Sudah tidak perlu mikirkan itu, Rid. Tenang saja, aku yakin reka yang sedang bertarung dengan para iblis di luar wilayah gedung pengadilan akan baik-baik saja," ucap komandan Asier.
"Ah....baik, kakak Asier," ucapku.
"Sebenarnya aku sedang tidak mikirkan tentang hal itu tetapi mikirkan tentang komandan Mina. Tapi ya sudahlah," pikirku.
Saat kami bertiga sedang ngobrol, tiba-tiba sesuatu jatuh di dekat tempat kami. Kami bertiga pun terkejut dengan sesuatu yang jatuh itu. Lalu kami langsung noleh dan lihat ke arah sesuatu yang terjatuh itu. Sesuatu yang terjadi itu ternyata adalah seonggok daging yang sudah pipih dan hancur.
"Seonggok daging ?," tanyaku.
"Daging apa itu ? Karena keadaan daging itu sudah hancur parah, aku jadi tidak dapat ngetahui daging apa itu," ucap komandan Oliver.
"Aku juga, komandan," ucap komandan Asier.
"Halo, kalian. Sepertinya kalian sudah ngalahkan semua iblis yang ada di gedung pengadilan ya," ucap seorang wanita.
Suara dari wanita itu terdengar sangat familiar. Kami bertiga lalu noleh ke arah datangnya suara wanita itu. Suara wanita itu datang dari arah atas, tepatnya di atap gedung pengadilan. Saat kami bertiga noleh ke atap gedung pengadilan, kami lihat Ratu Kayana yang sedang duduk di pinggir atap gedung pengadilan sambil natap ke arah kami.
"Yang Mulia Ratu," ucap komandan Asier dan komandan Oliver.
"Ya, ini aku. Ngomong-ngomong, aku tidak nyangka kalau ada Rid juga yang bersama dengan kalian berdua, bukankah kamu tadi terhempas keluar setelah diserang oleh Duke Jas, Rid ?," tanya Ratu Kayana.
"Ya, saya mang terhempas setelah diserang oleh Duke Jas. Tetapi saya langsung bangkit dan kembali kesini lagi, Yang Mulia Ratu," ucapku.
"Begitu ya. Tetapi apa kamu baik-baik saja ? Aku yakin serangan yang dilancarkan Duke Jas ke kamu itu sangat berbahaya, apalagi sampai mbuat kamu terhempas nghantam beberapa bangunan," ucap Ratu Kayana.
"Saya baik-baik saja, Yang Mulia Ratu. Anda bisa lihat sendiri kondisi saya," ucapku.
"Yah kamu benar juga, kamu terlihat baik-baik saja. Baguslah kalau mang kamu baik-baik saja," ucap Ratu Kayana.
"Maaf karena telah motong pembicaraan anda dengan tuan muda Rid, Yang Mulia Ratu. Saya ingin nanyakan anda tentang sesuatu. Barusan setumpuk daging jatuh dari atas langit, apa anda tahu sesuatu tentang setumpuk daging itu karena sebelumnya saya rasakan kalau anda juga sedang berada di langit jadi pastinya anda tahu tentang daging itu," ucap komandan Oliver.
"Ah itu, daging itu rupakan daging dari iblis yang baru saja kulawan," ucap Ratu Kayana.
Setelah ngatakan itu, Ratu Kayana pun turun ke bawah dan ndekat ke arah kami bertiga.
"Jadi begitu ya, daging ini rupakan daging dari iblis yang anda lawan," ucap komandan Oliver.
"Kelihatannya anda tidak nahan diri saat lawan iblis itu ya, Yang Mulia Ratu. Anda bahkan mbuat iblis itu njadi seonggok daging seperti ini," ucap komandan Asier.
"Aku sudah nahan diri, Asier. Jika aku tidak nahan diri, mungkin gedung pengadilan ini dan bangunan sekitarnya akan terkena dampaknya," ucap Ratu Kayana.
"Daripada itu, Yang Mulia Ratu, siapa iblis yang anda lawan ini ? Iblis-iblis yang nyerang gedung pengadilan berasal dari beberapa orang yang ada di gedung pengadilan jadi pastinya anda tahu siapa yang njadi iblis yang anda lawan itu," ucap komandan Oliver.
"Iblis itu adalah tuan Darwin yang rupakan Duke San Minerva," ucap Ratu Kayana.
"Tuan Darwin ?! Jadi seonggok daging itu rupakan daging dari tuan Darwin ? Saya tidak nyangka kalau anda mbuat tubuhnya njadi seonggok daging seperti itu," ucap komandan Oliver yang terkejut.
"Yah itu masih nding daripada aku mbuat seluruh tubuhnya lenyap. Setidaknya seonggok daging itu masih bisa untuk dikuburkan dan mbuatnya ndapatkan pemakaman yang layak. Itu adalah sedikit belas kasihan dariku," ucap Ratu Kayana.
"Yah anda ada benarnya. Setelah ngetahui kalau tuan Darwin terlibat dalam rencana untuk mbunuh anda dan seluruh keluarga San Lucia, seharusnya dia tidak perlu dimaafkan dan diberikan belas kasihan, tetapi anda masih mberikan belas kasihan dengan mbiarkan tubuhnya tetap utuh skipun sudah njadi seonggok daging," ucap komandan Oliver.
"Lupakan tentang tuan Darwin, bagaimana dengan Marquess Marcelo dan tuan Jas ? Karena reka juga terlibat dalam rencana untuk mbunuhku dan reka juga berubah njadi iblis, setidaknya aku ingin ngetahui bagaimana nasib reka," ucap Ratu Kayana.
"Kalau tidak salah, Marquess Marcelo masih berada di dalam gedung pengadilan. Di dalam gedung itu juga ada kepala akademi dan tuan Remy. Sepertinya reka berdua lah yang bertugas untuk ngatasi Marquess Marcelo. Sentara tuan Jas berada di kobaran api yang besar itu," ucap komandan Oliver sambil nunjuk kobaran api besar yang ada di depan gedung pengadilan.
Ratu Kayana pun lihat ke arah kobaran api yang besar itu. Wajahnya sama sekali tidak terkejut setelah lihat itu.
"Jadi begitu. Aku sejak tadi penasaran kenapa ada kobaran api besar disini, jadi tuan Jas berada di dalam kobaran api itu. Ngomong-ngomong, siapa yang nyebabkan kobaran api yang besar itu ?," tanya Ratu Kayana.
"Tuan muda Rid lah yang nyebabkan kobaran api besar itu karena kobaran api besar itu berasal dari serangan tuan muda Rid yang diarahkan ke tuan Jas, Yang Mulia Ratu," ucap komandan Oliver.
"Jadi kamu ya yang lakukan itu, Rid. Kelihatannya kamu lakukan itu untuk mbalas dendam atas perlakuan tuan Jas kepadamu sebelumnya," ucap Yang Mulia Ratu.
"Itu benar, Yang Mulia Ratu. Saya tidak nyangka kalau anda bisa ngetahui motif saya dalam nyerang Duke Jas," ucapku.
"Aku hanya nebak-nebak saja. Jadi apa tuan Jas sudah tewas akibat kobaran api itu ?," tanya Ratu Kayana.
"Sepertinya iya, Yang Mulia Ratu. Karena sejak tadi tuan Jas tidak bergerak keluar dari kobaran api itu. Bahkan saat kami sedang nghabisi beberapa iblis yang masih tersisa pun tuan Jas masih tidak keluar dari kobaran api itu. Itu berarti kelihatannya dia sudah tidak bisa bergerak dan tewas dalam kobaran api itu," ucap komandan Oliver.
"Hmmm begitu ya," ucap Ratu Kayana.
Setelah lihat ke arah kobaran api itu, Ratu Kayana pun mperhatikan sekeliling bagian depan gedung pengadilan. Terlihat ada banyak iblis yang sudah tewas dengan kondisi mbeku ataupun dengan kondisi tubuh yang sudah terpotong-potong dan hancur.
"Sepertinya para iblis yang nyerang gedung pengadilan sudah berhasil kita atasi semua. Kalau begitu-," ucap Ratu Kayana.
Tetapi sebelum Ratu Kayana nyelesaikan perkataannya, tiba-tiba Duke Jas lesat keluar dari kobaran api itu dan dengan cepat langsung nusuk Ratu Kayana dari belakang tepat di dadanya hingga nembus ke bagian depan dadanya. Duke Jas nusuk Ratu Kayana dengan tangan kanannya yang sudah dialiri oleh ~Dark Magic~.
Kami bertiga yang lihat itu pun sangat terkejut, terlebih kami bertiga sama sekali tidak nyadari pergerakan dari Duke Jas. Dia bergerak lebih cepat dari sebelumnya yang mbuat kami tidak sempat untuk respon. Apalagi, kami bertiga sebelumnya sudah ngira kalau Duke Jas sudah mati di dalam kobaran api itu karena dia tidak bergerak lagi setelah berada di dalam kobaran api itu. Hal itu mbuat kami njadi lengah.
"Yang Mulia Ratu!!!," ucap kami bertiga yang terkejut.
Kami bertiga sangat terkejut lihat Yang Mulia Ratu yang sedang ditusuk oleh Duke Jas.
"Sepertinya.....kita semua...dibuat lengah olehnya ya. Siapa yang nyangka...kalau iblis yang sedang dikendalikan ini....bisa rencanakan...sesuatu hal yang licik seperti ini," ucap Ratu Kayana dengan terbata-bata.
ski begitu, Ratu Kayana ngucapkan perkataan itu dengan senyuman di bibirnya.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)