Ledakan besar yang terjadi di depan gedung pengadilan mbuat orang-orang yang berada di sekitar tempat itu sangat terkejut.
-
Di halaman parkir yang berada di samping kiri gedung pengadilan.
"Ledakan besar apa itu ?,"
"Ledakan itu terjadi di depan gedung pengadilan,"
"Apa yang sedang terjadi ?," tanya orang-orang yang berada di area itu.
Para prajurit dan hakim Roswald yang njaga area itu pun terlihat sedang bersiaga.
"Beberapa dari kalian tolong ikut aku untuk lihat apa yang sedang terjadi di depan gedung pengadilan," ucap hakim Roswald.
"Baik, Yang Mulia," ucap para prajurit itu.
Lalu beberapa prajurit itu ngikuti hakim Roswald untuk riksa apa yang sedang terjadi di depan gedung pengadilan. Sentara prajurit sisanya terus berjaga di area halaman parkir gedung pengadilan. Saat reka tiba di sisi kiri dari bagian depan gedung pengadilan, reka terkejut ketika lihat ada kobaran api besar yang ada di depan gedung pengadilan. Lalu reka lihat ada komandan Oliver dan Rid Archie yang sedang berada tepat di depan gedung pengadilan dan beberapa iblis yang sedang njaga jarak dari komandan Oliver dan Rid Archie. reka juga lihat komandan Asier yang sedang bertarung dengan komandan Luka di sisi kanan dari bagian depan gedung pengadilan.
"Siapa yang mbuat kobaran api yang besar itu ? Dan kenapa Rid Archie bisa ada di depan gedung pengadilan ? bukannya tadi dia terhempas sangat jauh setelah diserang oleh tuan Duke San Angela yang berubah njadi iblis ?," pikir hakim Roswald.
Tapi hakim Roswald tidak berlama-lama mikirkan itu, beliau langsung nyuruh para prajurit yang ngikutinya untuk kembali.
"Sepertinya tidak ada sesuatu yang ngkhawatirkan di depan gedung pengadilan. mang ada kobaran api besar yang entah datang darimana, tetapi komandan Oliver dan komandan Asier terlihat baik-baik saja. Kalau begitu ayo kita kembali ke tempat penjagaan kita," ucap hakim Roswald.
"Baik, Yang Mulia," ucap para prajurit yang ngikuti hakim Roswald.
Lalu reka semua pun kembali ke tempat penjagaan reka di halaman parkir gedung pengadilan.
-
Di depan gedung pengadilan.
Kobaran api besar muncul setelah terjadinya ledakan besar yang diakibatkan dari tombak listrik buatanku yang kulemparkan dan ngenai tombak api yang nusuk tubuh Duke Jas. Lalu aku pun terus mperhatikan kobaran api besar yang berada dihadapanku.
"Dengan ledakan yang besar tadi dan kobaran api yang masih nyala ini seharusnya sudah cukup untuk mbunuh Duke San Angela yang telah berubah njadi iblis," pikirku.
Lalu saat aku sedang mperhatikan kobaran api itu, aku langsung noleh ke sisi kiriku dan lihat komandan Oliver yang sedang berjalan ke arahku. Di tubuh komandan Oliver saat ini terlihat ada beberapa luka goresan.
"Kelihatannya kamu baik-baik saja ski telah diserang dan dihempaskan oleh tuan Jas, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
"Yah seperti yang anda lihat, komandan, saya baik-baik saja," ucapku.
"Aku berterima kasih karena kamu telah mbantuku untuk nyerang tuan Jas. Karena sebelumnya situasiku sedang terjepit karena diserang oleh 2 iblis di sisi kiriku dan tuan Jas di sisi kananku. Tuan Jas jadi berhenti nyerangku setelah kamu nyerangnya dan itu mbuatku bisa nyerang 2 iblis di sisi kiriku," ucap komandan Oliver.
"Tidak perlu berterima kasih, komandan Oliver. Justru saya ingin minta maaf karena telah ncuri mangsa anda, karena saya yakin kalau anda bisa ngatasi reka semua sekaligus skipun anda sedang berada di situasi terjepit seperti itu," ucapku.
"Jangan terlalu mujiku, tuan muda Rid. Apa yang aku katakan tadi adalah kebenaran karena aku mang benar-benar berada di situasi yang terjepit. Jika yang aku lawan adalah manusia, skipun dalam posisi terkepung dari berbagai arah mungkin aku bisa ngalahkan reka. Tetapi yang aku lawan saat ini adalah sekelompok iblis. Pergerakan reka itu cepat, apalagi pergerakan dari tuan Jas yang sudah berubah njadi iblis. Dia lebih cepat dari iblis-iblis lainnya,"
"Sepertinya kekuatan yang dimiliki oleh seseorang sebelum reka njadi iblis akan njadi ningkat setelah reka njadi iblis. Contohnya, kebanyakan dari reka yang berubah njadi iblis di gedung pengadilan adalah para rakyat atau bangsawan biasa yang tidak miliki kekuatan yang cukup untuk bertarung. Setelah njadi iblis, fisik dan kekuatan reka bertambah kuat, kecepatan reka pun juga ningkat. Tapi aku masih bisa untuk nghadapi reka karena skipun reka bertambah kuat, reka tidak miliki kekuatan yang cukup sebelum njadi iblis, maka dari itu skipun kekuatan reka ningkat setelah njadi iblis, kekuatan reka masih berada dibawahku,"
"Tapi jika seseorang sudah miliki kekuatan yang cukup kuat atau lebih dari itu sebelum dia berubah njadi iblis, maka orang itu akan njadi lebih kuat lagi setelah reka njadi iblis. Contohnya seperti tuan Darwin, tuan Jas, Marquess Marcelo dan komandan Luka. reka itu sudah kuat saat masih njadi manusia, ditambah sekarang reka tiba-tiba berubah njadi iblis, maka reka akan bertambah lebih kuat lagi. Kekuatan reka bisa njadi setara denganku atau bahkan lebihiku. Tapi beruntungnya, sepertinya reka yang berubah njadi iblis adalah orang-orang yang berada di bawah pengaruh dan perintah seseorang. reka tidak miliki pemikiran sendiri, jadi ketika reka diperintahkan untuk ngacau atau mbunuh orang-orang di tempat ini, reka tidak miliki teknik bertempur dan hanya nyerang dengan serangan dasar yang dimiliki reka. Jika reka miliki pemikiran sendiri setelah berubah njadi iblis, lawan reka akan sangat nyulitkan karena reka pasti akan nggunakan banyak sihir dan teknik yang repotkan," ucap komandan Oliver.
"Begitu ya. Jadi tuan Duke San Angela itu sudah kuat sebelum beliau njadi iblis. Pantas saja beliau sangat cepat ketika beliau sudah njadi iblis," ucapku.
"Iya, aku sendiri bahkan tidak bisa respon kecepatannya saat dia berusaha nyerang putri Caroline. Tapi aku terkejut kalau kamu bisa respon kecepatannya dan langsung bertukar posisi dengan putri Caroline agar tuan Jas lah yang nyerangmu, tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
"Itu hanya kebetulan saja kalau saya bisa respon kecepatannya, komandan. Tapi tetap saja setelah itu saya terhempas karena diserang oleh beliau," ucapku.
"Hmmm begitu ya. Ngomong-ngomong, kamu tidak perlu nyebut tuan Jas dengan panggilan ’beliau’ lagi, tuan muda Rid. Lagipula tuan Jas saat ini bukanlah tuan Jas yang dikenal karena dia sudah berubah njadi iblis. Terlebih lagi, tuan Jas sudah rencanakan hal yang buruk dengan rintahkan beberapa orang untuk mbunuhmu, jadi kamu tidak perlu manggilnya dengan sopan lagi," ucap komandan Oliver.
"Komandan benar, karena tuan Duke San Angela saat ini sudah berubah njadi iblis dan juga beliau telah rencanakan hal yang buruk kepada saya, sepertinya saya harus berhenti manggilnya dengan sopan. Tapi entah kenapa jika saya sedang mbicarakan tentang orang tua atau orang terhormat, saya selalu kebiasaan manggil reka dengan panggilan sopan. Sepertinya saya harus terbiasa untuk berhenti manggil tuan Duke San Angela dengan panggilan yang sopan," ucapku.
"Begitu ya, kamu pasti diajarkan tata krama yang baik, tuan muda Rid. Karena kamu selalu terbiasa berbicara dengan sopan saat mbicarakan orang tua atau orang terhormat," ucap komandan Oliver.
Saat kami berdua sedang ngobrol sambil mperhatikan kobaran api besar dihadapan kami, tiba-tiba komandan Asier datang dan nghampiri kami berdua.
"Ternyata yang mbuat ledakan besar itu adalah kamu ya, Rid. Aku tadi ndengar suara ledakan yang besar tetapi tidak sempat lihat apa yang nyebabkan ledakan besar itu karena aku sedang fokus bertarung dengan komandan Luka," ucap komandan Asier.
Terlihat tubuh komandan Asier saat ini terdapat cukup banyak luka goresan.
"Iya, kakak Asier. Aku yang nyebabkan ledakan itu," ucapku.
"Asier, jika kamu ada disini, apa itu artinya kamu sudah ngalahkan komandan Luka ?," tanya komandan Oliver.
"Iya, komandan. Anda bisa lihat sendiri bagaimana keadaan komandan Luka saat ini," ucap komandan Asier.
Lalu aku dan komandan Asier pun noleh ke sisi kanan bagian depan gedung pengadilan. Terlihat ada bongkahan es yang muncul di beberapa titik di tempat itu. Tanah di tempat itu pun juga mbeku di beberapa titik. Lalu di tempat itu terlihat ada cukup banyak iblis yang terbaring dengan kondisi mbeku ataupun dengan kondisi tubuh yang sudah terpotong-potong. Lalu di bagian tengah dari tempat itu, terlihat komandan Luka yang sedang tertancap oleh sebuah pedang es berukuran besar. Pedang es berukuran besar itu berhasil nembus tubuhnya itu tepat di bagian dadanya. Bagian dada yang tertancap pedang itu secara perlahan mulai mbeku dan pembekuan itu mulai njalar ke bagian tubuh yang lain. Tidak hanya dadanya saja yang tertancap pedang, kedua kaki, kedua lengan dan kepalanya pun juga tertancap pedang es yang berukuran normal sama seperti pedang yang sedang dipegang oleh komandan Asier saat ini. Bagian tubuh yang tertancap pedang es itu juga secara perlahan mulai mbeku. Tidak lama kemudian, seluruh tubuh dari komandan Luka pun telah mbeku sepenuhnya dan setelah itu tubuh yang mbeku itu pun mulai retak lalu hancur berkeping-keping.
"Dengan tubuh yang sudah hancur berkeping-keping seperti itu, sudah pasti kalau komandan Luka sudah dikalahkan. Kerja bagus, Asier," ucap komandan Oliver.
"Bukan apa-apa, komandan. Lalu bagaimana dengan Duke Jas ? Apa dia berhasil dikalahkan ?," tanya komandan Asier.
"Duke Jas saat ini tengah berada di dalam kobaran api yang besar itu. Ledakan yang besar tadi terjadi akibat serangan yang dilakukan tuan muda Rid kepada Duke Jas," ucap komandan Oliver.
"Begitu ya, jadi ledakan itu terjadi akibat Rid yang nyerang Duke Jas. Dengan ledakan besar tadi ditambah dengan tubuhnya yang berada di kobaran api yang besar itu, sepertinya dapat disimpulkan kalau Duke Jas sudah tewas," ucap komandan Asier.
"Iya, sepertinya begitu. Duke Jas juga terlihat tidak berusaha keluar dari kobaran api yang besar itu yang berarti dia sudah tidak dapat bergerak dan tewas akibat serangan yang dilakukan oleh tuan muda Rid," ucap komandan Oliver.
"Hebat juga kamu, Rid, karena telah berhasil mbunuh Duke Jas yang sudah berubah njadi iblis. Padahal aku yakin kalau Duke Jas yang sudah berubah njadi iblis itu sangat kuat. Tidak hanya kecepatannya yang sangat cepat, fisiknya pun juga kuat karena serangan yang aku dan komandan Oliver berdua lakukan kepadanya tidak dapat nimbulkan luka yang fatal," ucap komandan Asier.
"Aku bisa nyerang Duke San Angela karena be- dia sedang fokus untuk nyerang komandan Oliver. Jadi aku nyerangnya dengan tiba-tiba dan itu mbuatnya bisa terkena seranganku. Sebenarnya pada awalnya aku juga tidak yakin kalau seranganku akan mampu untuk newaskannya, tapi tidak kusangka dia tidak bergerak kembali setelah terkena serangan itu," ucapku.
"Daripada itu, kita mang saat ini sudah ngalahkan Duke Jas dan komandan Luka, tapi kita masih belum bisa untuk bersantai. Karena masih ada beberapa iblis yang masih harus kita tangani," ucap komandan Oliver sambil lihat sekelilingnya.
Komandan Oliver lihat ada beberapa iblis yang masih ngelilingi kami, jumlah iblis yang ngelilingi kami saat ini hanya tinggal sedikit karena komandan Oliver dan komandan Asier sudah mbunuh beberapa dari reka.
"Anda benar, komandan. Sepertinya kita harus nghabisi reka semua terlebih dahulu baru setelah itu kita bisa bersantai," ucap komandan Asier yang bersiap nyerang beberapa iblis itu nggunakan pedangnya.
Komandan Oliver pun juga terlihat sedang bersiap untuk nyerang reka. lihat reka berdua yang sudah bersiap nyerang, aku langsung mbuat sebuah pedang nggunakan sihirku.
~Ice Magic : Create Magic Weapon : Ice Sword~
Aku mbuat sebuah pedang es dengan sihirku. Aku pun juga ikut bersiap untuk nyerang para iblis itu.
Saat kami bertiga sedang bersiap untuk nyerang para iblis itu, tiba-tiba kami rasakan tekanan Aura yang kuat yang berada tepat di atas kami. Kami bertiga pun langsung noleh ke atas.
"Tekanan aura ini.....," ucap komandan Asier.
"Tidak salah lagi, ini adalah tekanan aura milik Yang Mulia Ratu. Apa yang sedang beliau lakukan di atas sana ?," tanya komandan Oliver.
Saat kami sedang noleh ke atas, tiba-tiba sebuah lengan jatuh tepat di dekat kami. Kami bertiga pun terkejut lihat itu.
"Sebuah lengan ?," tanyaku.
"Lengan siapa ini ?," tanya komandan Asier.
Kami mperhatikan lengan itu dengan lebih teliti. Dari bentuknua itu, lengan itu rupakan lengan kanan dan di lengan itu terdapat tato bercorak berwarna hitam pekat. Itu berarti lengan itu rupakan lengan dari seorang iblis.
"Jika ini adalah lengan dari seorang iblis, apakah itu berarti Yang Mulia Ratu saat ini sedang berhadapan dengan iblis di atas sana ?," tanya komandan Oliver.
-
Di atas langit yang berada tepat di atas gedung pengadilan.
Terlihat Duke Darwin saat ini telah kehilangan lengan kanannya. Pada bagian lengan yang terputus itu, keluar darah yang sangat banyak. Tetapi, ski Duke Darwin telah kehilangan lengan kanannya, Duke Darwin terus nyerang Ratu Kayana dengan nembakkan sihir kegelapan dari mulutnya. Ratu Kayana terus nghindari serangan-serangan itu dengan terbang ke berbagai arah. Sambil nghindari serangan-serangan itu, Ratu Kayana juga berusaha ndekati Duke Darwin. Ketika berhasil ndekati Duke Darwin, Ratu Kayana berniat untuk nyentuh Duke Darwin dengan telapak tangannya tetapi Duke Darwin dengan cepat langsung nghindari itu dan njaga jarak dari Ratu Kayana.
"Aku masih tidak nyangka kalau kamu bisa bergerak dengan cepat skipun sedang berada di udara. Aku hanya berniat untuk nyentuhmu, tetapi kamu malah nghindar. Padahal kamu telah ndapatkan kesempatan langka untuk disentuh oleh seorang Ratu sepertiku karena aku jarang sekali nyentuh orang lain tapi kesempatan langka itu malah kamu sia-siakan. Apa kamu takut kalau anggota tubuhmu akan terlepas lagi setelah aku sentuh ? Sama seperti lengan kananmu itu ?," tanya Ratu Kayana.
Duke Darwin hanya terdiam dan tidak nanggapi Ratu Kayana.
"Haahhh, percuma saja ngajak bicara orang yang saat ini sedang dikendalikan. Aku juga sudah lelah bermain-main, sekarang waktunya untuk serius mbunuhmu," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana lalu nggerakkan kedua tangannya dan seluruh jari tangannya. Ratu Kayana mbentuk sebuah bola dengan kedua tangan dan jari-jarinya. Dan gerakan tangannya itu diarahkan ke Duke Darwin.
~Gravity Magic : Gravity Compression - Sphere~
Tiba-tiba Duke Darwin terlihat sedang raba-raba sekelilingnya. Dia saat ini tengah berada di langit tapi dia raba-raba seolah sedang berada di dalam sebuah objek yang tidak terlihat. Duke Darwin berusaha loloskan diri dan mberontak tetapi tidak bisa. Dia ncoba untuk nembakkan serangan sihir kegelapan dari mulutnya ke arah Ratu Kayana tetapi sihir kegelapan itu langsung ledak setelah dilesatkan. Sihir kegelapan itu seharusnya ledak setelah ngenai sebuah objek. lihat sihir kegelapan itu langsung ledak setelah baru saja dilesatkan, itu berarti dihadapan Duke Darwin saat ini terdapat objek tidak terlihat. Objek itu adalah objek tidak terlihat yang saat ini tengah ngurung dirinya. Tapi sebenarnya yang ngurung Duke Darwin bukanlah sebuah objek, lainkan sebuah tekanan gravitasi dari segala arah. Tekanan gravitasi yang ngurung Duke Darwin berbentuk seperti bola.
Lalu Ratu Kayana secara perlahan mulai ngecilkan ukuran bola yang dibentuk oleh kedua tangannya. Awalnya Duke Darwin berdiri secara bebas di dalam objek bola tersebut, tapi setelah Ratu Kayana ngecilkan ukuran bola tersebut, tubuh Duke Darwin secara perlahan mulai nekuk. Kaki, tangan dan kepalanya mulai nekuk ngikuti ukuran bola yang ngecil itu. Duke Darwin berusaha mberontak dan maksa untuk regangkan anggota tubuhnya itu, tetapi tidak bisa karena tekanan gravitasi yang ngurungnya itu sangat kuat.
"Tidak perlu ncoba untuk mberontak atau lepaskan diri dari tekanan gravitasi itu karena apa yang kamu lakukan itu sia-sia saja," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana pun terus ngecilkan ukuran bola tersebut. Semakin kecil ukuran bola tersebut, anggota tubuh Duke Darwin pun semakin nekuk sampai mbuat tulang dari anggota tubuh yang nekuk itu mulai patah dan hancur. Tubuhnya pun secara perlahan berubah bentuk njadi bola sesuai dengan bentuk tekanan gravitasi yang dibuat oleh Ratu Kayana. Ratu Kayana terus ngecilkan ukuran bola tersebut dan setelah sampai di ukuran terkecil, Ratu Kayana langsung nyatukan kedua tangannya itu dengan nggenggamnya. Dan disaat yang sama, tubuh Duke Darwin yang saat ini sudah berubah njadi bola, langsung hancur dan njadi pipih atau gepeng. Tidak ada satupun darah yang keluar dari tubuh itu karena pengaruh sihir gravitasi milik Ratu Kayana.
"Untungnya aku saat ini sudah berada jauh dari bangunan atau suatu objek jadi aku bisa nggunakan teknik ini. Jika aku berada di dekat bangunan atau objek, teknik ini akan mpengaruhi bangunan atau objek yang ada di sekitarnya. Bangunan atau objek yang ada di sekitarnya akan langsung tertarik secara paksa ke tekanan gravitasi yang aku buat," ucap Ratu Kayana.
Setelah nghancurkan tubuh Duke Darwin, Ratu Kayana pun nghilangkan pengaruh tekniknya dan tubuh Duke Darwin yang sudah hancur dan njadi pipih itu pun jatuh ke bawah. Darah mulai ngucur deras keluar dari tubuh yang sudah hancur itu. Ratu Kayana pun terus lihat ke arah tubuh Duke Darwin yang terjatuh itu.
"Setelah ini, sepertinya aku harus minta maaf kepada nona Harriet karena mbuat tubuh suaminya njadi seperti itu. Tubuh yang sudah hancur seperti itu, tentu sangat tidak nyaman untuk dilihat," ucap Ratu Kayana.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)