Font Size
15px

Di suatu tempat yang tidak berada jauh dari gedung pengadilan kerajaan San Fulgen.

Terlihat ada 2 sosok iblis yang ngacau di tempat itu. 2 iblis itu bisa ngacau di tempat itu karena sebelumnya reka tengah ngejar sekelompok orang yang larikan diri dari serangan iblis yang terjadi di gedung pengadilan. Saat ini 2 iblis itu sedang ditangani oleh beberapa prajurit di tempat itu. Prajurit yang berada di tempat itu ngenakan seragam yang sama dengan yang dipakai oleh komandan Mina.

"Bagaimana cara kita nghadapi kedua iblis itu ? Kita mang berhasil nyerangnya dan lukainya, tetapi semua serangan yang kita lancarkan ke dua iblis itu tidaklah fatal," ucap seorang prajurit.

"Pokoknya kita terus serang aja kedua iblis itu. Jangan sampai kita mbiarkan kedua iblis itu terus ngacau di tempat ini," ucap prajurit yang lainnya.

Para prajurit itu pun terus nyerang kedua iblis itu dengan sihir dan senjata yang dimiliki reka. Namun skipun reka terus nyerang kedua iblis itu, kedua iblis itu masih belumlah tumbang karena serangan yang reka lakukan tidak nimbulkan luka yang fatal bagi kedua iblis itu. Kedua iblis itu pun masih bisa lawan balik saat diserang oleh para prajurit itu. Sebagian dari para prajurit itu pun terluka karena serangan dari kedua iblis itu.

"ski kita terus nyerang reka, reka tetap tidak tumbang. Justru prajurit di pihak kitalah yang satu persatu mulai tumbang akibat diserang oleh reka. Andai saja komandan Mina ada disini, pasti kedua iblis itu bisa ditangani dengan mudah olehnya," ucap seorang prajurit.

"Itu benar, tapi saat ini komandan Mina sedang njaga tuan Duke San Lucia, jadi kita sendiri yang harus ngalahkan kedua iblis itu," ucap prajurit yang lainnya.

Kedua iblis itu terus nyerang para prajurit yang sedang nyerang reka. Saat kedua iblis itu sedang nyerang para prajurit itu, tiba-tiba terdengar dua buah suara tembakan senjata. Suara tembakan senjata itu mbuat terkejut para prajurit yang ada di tempat itu. Setelah suara tembakan senjata itu terdengar, tiba-tiba salah satu dari kedua iblis itu mulai terjatuh dan terbaring di jalan. Terlihat ada sebuah lubang di kepala dan dada kiri dari iblis yang tumbang itu. Iblis yang terbaring itu pun tidak bergerak kembali. Para prajurit yang berada di tempat itu pun terkejut saat lihat salah satu iblis yang tiba-tiba tumbang itu. Kemudian, reka pun langsung noleh ke arah asal suara tembakan senjata itu. reka lihat ada seorang wanita yang sedang gang sebuah senapan tangan atau handgun di tangan kirinya dan sebuah rapier di tangan kanannya. Wanita itu saat ini tengah ngarahkan senapannya ke iblis yang tumbang itu, yang berarti wanita itu lah yang mbuat iblis itu tumbang. Para prajurit yang lihat wanita itu pun langsung tersenyum dan bersorak. Karena wanita yang reka lihat itu adalah komandan Mina.

"Komandan Mina, akhirnya anda datang," ucap prajurit itu sambil bersorak.

Komandan Mina tidak nanggapi sorakan prajurit itu. Komandan Mina justru langsung nembaki satu iblis yang masih tersisa dari kedua iblis itu. Tapi iblis itu nyadari tembakan yang dilancarkan oleh komandan Mina dan dengan cepat langsung nghindari tembakan-tembakan itu. skipun tembakan yang dilancarkan oleh komandan Mina berhasil dihindari oleh iblis itu, tetapi setidaknya tembakan itu mbuat iblis itu tidak jadi nyerang para prajurit itu dan milih untuk njaga jarak. Lalu, komandan Mina pun mulai berjalan ke para prajurit yang berkumpul itu.

"Aku minta maaf karena datang terlambat," ucap komandan Mina.

"Tidak apa-apa, komandan. Justru kami senang karena komandan tetap datang untuk mbantu kami," ucap seorang prajurit.

"Itu benar, komandan," ucap prajurit yang lainnya.

"Begitu ya," ucap komandan Mina.

"Tapi ngomong-ngomong, komandan, jika anda datang kesini, bagaimana dengan tuan Duke ? Bukankah anda yang bertugas untuk njaga dan lindungi tuan Duke ?," tanya seorang prajurit.

"Tuan Duke bilang kalau beliau tidak akan kenapa-kenapa disana. Lagipula di tempat tuan Duke saat ini sudah ada banyak prajurit yang njaga tempat itu. Karena itu, tuan Duke rintahkanku untuk nyusul kalian. Tuan Duke berpikiran kalau kalian mungkin akan kesulitan jika berhadapan dengan iblis yang berhasil keluar dari wilayah gedung pengadilan dan ternyata apa yang dipikirkan tuan Duke ternyata benar. Untung saja aku langsung nuruti perintah dari tuan Duke. Jika tidak, entah apa yang akan terjadi dengan kalian," ucap komandan Mina.

"Seperti biasa, tuan Duke sangat perhatian kepada kita. Bahkan beliau rintahkan komandan Mina yang seharusnya njaga beliau untuk mbantu kita," ucap seorang prajurit.

"Itu benar, tuan Duke San Lucia mang sangatlah baik," ucap prajurit yang lainnya.

"Untuk sekarang lebih baik kalian segera sembuhkan rekan-rekan kalian yang terluka. Biar aku saja yang nghadapi iblis itu," ucap komandan Mina.

"Baik, komandan," ucap para prajurit itu.

Para prajurit itu pun langsung bergegas untuk nyembuhkan rekan-rekan reka yang terluka. Sentara itu, komandan Mina lalu berbalik arah dan berjalan perlahan nuju iblis yang sebelumnya njaga jarak darinya. Komandan Mina berjalan sambil gang handgun dan rapier di tangannya. Kemudian, komandan Mina pun langsung nembakkan senjatanya itu ke arah iblis itu.

-

Sentara itu di depan gedung pengadilan.

Komandan Oliver dan komandan Asier saat ini terus nghadapi para iblis yang sedang ngepung reka.

~San Lucia Art : Freezing Air Slash~

Komandan Asier nyerang dua sosok iblis dengan tebasannya itu. Dua iblis itu pun terkena tebasan yang dilakukan komandan Asier dengan telak dan mbuat tubuh reka berdua langsung terpotong. Lalu di bekas potongan tubuh reka itu ada bongkahan es beku yang cukup besar. Setelah tubuh kedua iblis itu terpotong, iblis itu pun langsung tumbang dan terbaring di tanah. Setelah komandan Asier lakukan serangan itu, tiba-tiba ada sebuah tebasan yang berasal dari ~Dark Magic~ yang ngarah kepadanya. Komandan Asier pun bersiap untuk nahan serangan itu.

~Ice Magic : Ice Wall~

Komandan Asier nciptakan sebuah dinding es untuk nahan tebasan itu. Namun dinding es itu langsung hancur ketika terkena oleh tebasan itu. Tebasan itu pun ngarah ke komandan Asier tapi komandan Asier dengan cepat langsung nghindari serangan itu. Komandan Oliver yang lihat komandan Asier sedang bertarung pun langsung berteriak ke komandan Asier. Komandan Oliver mutuskan untuk berteriak karena jarak antara reka berdua saat ini cukup jauh, jadi jika tidak berteriak suara beliau belum tentu akan terdengar.

"Asier, jangan ncoba untuk nahan serangan dari ~Dark Magic~ dengan sihirmu. Serangan dari ~Dark Magic~ dapat dengan mudah nghancurkan serangan atau pertahanan dari sihir lainnya. skipun kamu bisa nahan serangan dari ~Dark Magic~ dengan sihir elen lain yang lebih kuat dari ~Dark Magic~ itu sendiri tapi aku sarankan untuk tidak berusaha nahannya. Itu karena kita belum tahu serangan dari ~Dark Magic~ yang dilancarkannya itu lebih kuat atau lebih lemah dari sihir yang kita gunakan!," teriak komandan Oliver.

"Baik, komandan. Terima kasih atas informasinya," ucap komandan Asier.

Komandan Asier lalu lesat ke arah iblis yang nyerangnya dengan tebasan sebelumnya. Iblis yang nyerang komandan Asier dengan tebasan ~Dark Magic~ itu adalah komandan Luka. Komandan Luka terus nyerang komandan Asier dengan tebasan dari pedangnya yang sudah dialiri oleh ~Dark Magic~ tetapi komandan Asier dapat dengan mudah nghindarinya. Lalu komandan Asier bersiap dengan pedangnya untuk nyerang komandan Luka.

~San Lucia Art : Freezing Air Slash~

Komandan Asier nyerang komandan Luka dengan tekniknya itu tetapi komandan Luka dengan cepat langsung nahan serangan itu dengan pedangnya yang sudah dialiri oleh sihir kegelapan. Kedua pedang reka pun saling berbenturan.

"Aku tidak nyangka kalau kita akan saling bertarung seperti ini, komandan Luka. Kita mang dulunya sudah sering berdebat dan tidak nyukai satu sama lain tapi kita tidak pernah berpikiran untuk saling bertarung. lihat dirimu yang berubah njadi iblis seperti ini dan bahkan tidak berbicara sedikitpun, sepertinya saat ini kamu sudah dirubah paksa oleh seseorang dan orang itulah yang ngendalikanmu saat ini," ucap komandan Asier.

Komandan Luka tidak nanggapi perkataan komandan Asier. Dia terus gang pedangnya untuk terus nekan pedang milik komandan Asier. Namun, tiba-tiba pedang yang dipegang oleh komandan Luka mulai mbeku secara perlahan.

"Aku akan segera ngakhiri penderitaanmu agar kamu tidak dikendalikan lagi oleh seseorang, komandan Luka," ucap komandan Asier.

Komandan Asier lalu ningkatkan kekuatannya untuk nekan komandan Luka. Komandan Luka pun secara perlahan mulai terdorong mundur dalam adu pedang itu. Pedang yang digunakan komandan Luka pun telah mbeku sepenuhnya. Lalu beberapa saat kemudian, komandan Luka pun kalah dalam adu pedang itu dan mbuatnya terpental nghantam dinding gerbang gedung pengadila. Tempat yang dihantam oleh komandan Luka pun mulai dipenuhi oleh debu asap.

Sentara itu, setelah komandan Asier berhasil nghempaskan komandan Luka, 5 sosok iblis lesat ke arahnya dan bersiap nyerangnya dari belakang. Komandan Asier pun ngetahui itu, dia pun langsung noleh dan bersiap nyerang 5 iblis itu nggunakan pedangnya. Tetapi saat komandan Asier tengah bersiap untuk nyerang 5 iblis itu, komandan Luka tiba-tiba lesat dengan cepat dari balik asap dan langsung nyerang komandan Asier nggunakan cakarnya. Komandan Asier ngetahui itu dan dia dengan cepat langsung nghindari serangan dari komandan Luka. Tapi serangan komandan Luka sangat cepat sehingga mbuat komandan Asier tidak bisa nghindari serangan itu sepenuhnya. Tangan kanan komandan Asier pun terluka karena tergores oleh serangan komandan Luka.

Komandan Asier lalu lihat tangannya yang terluka itu, kemudian dia mulai noleh ke arah komandan Luka. Terlihat di tubuh komandan Luka saat ini ada bongkahan es yang cukup besar yang nempel pada tubuhnya itu. skipun ada bongkahan es yang nempel pada tubuhnya, komandan Luka masih belumlah tumbang.

"Bahkan dengan luka serangan itu pun kamu masih belum tumbang. Sepertinya mang sulit untuk ngalahkan orang kuat yang berubah njadi iblis. Aku beruntung karena kamu tidak punya kesadaran sendiri dikarenakan kamu saat ini sedang dikendalikan. Jika kamu punya kesadaran sendiri, mungkin aku sudah dikalahkan sejak tadi. Karena dari yang aku tahu, kamu itu ahli dalam nggunakan pedang, komandan. Jika kamu njadi iblis dan mpunyai kesadaran sendiri, kemampuanmu dalam berpedang pasti akan bertambah kuat. Maka dari itu aku bersyukur karena kamu tidak punya kesadaran sendiri," ucap komandan Asier.

Sentara itu, 5 iblis yang sebelumnya ncoba nyerang komandan Asier, saat ini kembali bersiap untuk nyerang komandan Asier. Terlihat reka saat ini tengah mbuka mulutnya untuk nembakkan sihir kegelapan dari mulut reka. Sihir kegelapan itu pun dilesatkan ke arah komandan Asier namun komandan Asier dapat dengan mudah nghindari semua serangan sihir itu.

Setelah diserang oleh iblis itu, komandan Asier bersiap untuk nyerang balik kelima iblis itu.

~Ice Magic : Rain of Snowflakes~

Tiba-tiba beberapa kepingan salju mulai turun dan nghujani 5 iblis itu. Beberapa kepingan salju itu terlihat nempel di tubuh 5 iblis itu. Lalu tiba-tiba komandan Asier lesat dengan cepat dan bersiap nebas reka berlima nggunakan pedangnya.

~San Lucia Art Secret Technique : Rain of Snowflakes - Death Slash~

Bagian tubuh dari 5 iblis yang terkena kepingan salju pun langsung terpotong setelah ditebas oleh komandan Asier. Entah itu leher, tangan, badan ataupun kaki, semua anggota tubuh yang tertempel oleh kepingan salju dari sihir komandan Asier akan langsung terpotong. Kelima iblis itu pun langsung tumbang dengan tubuh yang telah terpotong-potong.

Setelah komandan Asier lakukan serangan itu, komandan Luka pun kembali lesat ke arah komandan Asier untuk nyerangnya nggunakan cakar yang telah dialiri oleh sihir kegelapan. Tetapi komandan Asier ngetahui itu dan dengan cepat nahan serangan itu nggunakan pedangnya. Pedang komandan Asier dan cakar komandan Luka pun saling beradu.

"Sayang sekali kamu tidak berada di dekat kelima iblis yang tadi, komandan Luka. Jika kamu berada di dekat kelima iblis itu, kamu pasti akan terkena hujan kepingan salju itu. Dengan begitu, aku bisa motong tubuhmu dengan mudah. Untuk sekarang, aku tidak akan nggunakan teknik itu dalam pertarungan satu lawan satu lawanmu, karena teknik itu lebih baik digunakan ketika aku sedang dikepung seperti tadi," ucap komandan Asier.

-

Sentara itu, komandan Oliver saat ini tengah bertarung lawan Duke Jas dan 3 sosok iblis lainnya. 3 sosok iblis itu terus nyerang komandan Oliver secara bersamaan. ski begitu, komandan Oliver dengan mudah nahan dan nghindari serangan itu. Saat komandan Oliver tengah nghindari serangan dari 3 iblis itu, Duke Jas lesat dengan cepat ndekati komandan Oliver dan bersiap nyerangnya. Tetapi komandan Oliver nyadari hal itu dan langsung nghindari serangan dari Duke Jas. Namun serangannya sangatlah cepat sehingga komandan Oliver tetap terluka karena tidak mampu nghindari serangan itu dengan sempurna.

"Iblis tuan Jas itu selalu nyerangku disaat aku sedang fokus dalam lawan 3 iblis itu. Sedangkan jika aku sedang fokus dalam lawan tuan Jas, ketiga iblis itu yang akan nyerangku. reka mungkin terlihat tidak miliki pikiran sendiri karena sedang dikendalikan tetapi reka bisa nggunakan strategi yang repotkan dalam nyerangku,"

"Aku harus ngalahkan salah satu di antara tuan Jas atau 3 iblis itu agar aku tidak kewalahan dalam lawan reka. Dan sepertinya aku harus ngalahkan 3 iblis itu terlebih dahulu, karena ketiga iblis itu terlihat lebih mudah untuk dikalahkan daripada tuan Jas," pikir komandan Oliver.

Lalu komandan Oliver pun bersiap untuk nyerang 3 iblis itu.

-

Disaat yang sama di tempat Rid berada.

"Aku harus mbantu reka dalam ngalahkan iblis itu. Tetapi saat ini aku tidak miliki senjata karena senjata akademi yang aku bawa sebelumnya sudah disita. Jika aku nggunakan senjata dari ~Storage~, aku takut kalau orang lain akan curiga tentang bagaimana aku bisa ndapatkan senjata itu. Sepertinya aku harus nggunakan senjata yang dibuat dari sihir," ucapku.

Lalu aku bersiap untuk mbuat senjata dari sihir.

~Fire Magic : Create Magic Weapon : Fire Lance~

~Electric Magic : Create Magic Weapon : Electric Lance~

Aku nciptakan dua buah tombak yang terbuat dari sihir api dan sihir listrik. Tidak lupa juga aku nambahkan cukup banyak Mana pada tombak yang aku buat itu karena lawan kali ini rupakan iblis yang sulit untuk dilukai secara fatal apabila tidak nggunakan Mana pada senjata atau sihir.

"Aku akan lemparkan kedua tombak ini kepada para iblis itu. Setelah itu baru aku akan mbuat pedang untuk aku pakai dalam lawan iblis yang tersisa," pikirku.

Setelah mbuat dua buah tombak itu, aku lihat ke ujung tembok yang hancur itu. Di ujung tembok yang hancur itu terlihat bagian depan gedung pengadilan kerajaan San Fulgen. Dan di bagian depan gedung itu aku rasakan aura dari komandan Oliver dan komandan Asier. Lalu aku juga rasakan aura dari seseorang yang nendangku tadi yaitu aura dari Duke Jas yang telah berubah njadi iblis. Aura Duke Jas terlihat berbeda sebelum dan sesudah beliau njadi iblis. Tapi aku sudah ngetahui aura beliau ketika sudah njadi iblis karena ketika beliau nendangku disitulah aku sudah rasakan aura milik beliau setelah berubah njadi iblis.

"Sepertinya komandan Oliver dan komandan Asier tengah bertarung dengan tuan Duke San Angela yang sudah berubah njadi iblis. Selain itu ada beberapa aura lain yang sepertinya reka juga adalah iblis yang sedang dilawan oleh komandan Oliver dan komandan Asier. Aku akan mbantu reka dalam lawan iblis-iblis itu. Tetapi sebelum itu, aku akan mbuat tuan Duke San Angela mbayar perbuatan yang dia sudah lakukan kepadaku terlebih dahulu," ucapku.

Setelah itu, aku pun langsung lesat ke arah dinding yang hancur itu untuk nuju gedung pengadilan yang ada di ujung dinding yang hancur itu.

-

Kembali ke tempat komandan Oliver berada.

Komandan Oliver saat ini telah motong kepala dari 3 iblis yang lawannya. Komandan Oliver motong kepala 3 iblis itu dengan cepat nggunakan teknik pedangnya. Namun setelah komandan Oliver sudah berhasil mbunuh 3 iblis itu, muncul 2 iblis yang lain yang bersiap untuk nyerangnya. Komandan Oliver pun bersiap untuk nyerang 2 iblis itu. Tetapi disaat yang sama, Duke Jas juga sedang bersiap untuk nyerang komandan Oliver.

"Jika aku nyerang kedua iblis itu, iblis tuan Jas akan bisa nyerangku. Sebaliknya jika aku nyerang iblis tuan Jas, kedua iblis itu yang akan bisa nyerangku. Ini benar-benar mbuatku bingung. Aku tidak nyangka kalau reka bisa mbentuk strategi seperti ini padahal kelihatannya reka tidak punya pemikiran sendiri," pikir komandan Oliver.

Komandan Oliver pun terdiam sebentar untuk berpikir dan nentukan iblis mana yang akan beliau serang. Namun saat beliau sedang berpikir, tiba-tiba sebuah tombak api dengan cepat lesat ke arah Duke Jas. Tombak api itu pun berhasil nusuk tubuh Duke Jas skipun tombak itu tidak berhasil nembus tubuhnya. Karena tombak api itu, Duke Jas pun gagal untuk nyerang komandan Oliver. Komandan Oliver pun terkejut dengan munculnya tombak api itu secara tiba-tiba. Lalu beliau noleh ke arah datangnya tombak api itu. Komandan Oliver lihat Rid yang sedang lesat ke tempatnya sambil mbawa sebuah tombak yang terbuat dari sihir listrik.

"Tuan muda Rid ?!," ucap komandan Oliver.

Sentara itu, aku lihat komandan Oliver sedang terkejut ketika lihatku. Tapi aku langsung berteriak ke komandan Oliver karena saat ini ada dua sosok iblis yang berusaha nyerangnya.

"Komandan Oliver, ada dua sosok iblis yang berusaha nyerangmu!," teriakku.

Komandan Oliver pun baru nyadari kembali kalau ada 2 iblis yang berusaha nyerangnya. Lalu beliau pun langsung nyerang kedua iblis itu dengan cepat sebelum kedua iblis itu sempat nyerangnya.

~Lightning Sword Art : Lightning Speed ​​Slash~

Komandan Oliver pun motong kepala dari kedua iblis itu dengan cepat. Kedua iblis itu pun langsung tumbang dan terbaring di tanah.

Sentara itu, setelah lihat komandan Oliver yang sudah nghabisi kedua iblis itu, aku langsung noleh ke arah Duke Jas yang sedang berusaha untuk narik keluar tombak api yang nusuknya itu.

"Aku sudah nduga kalau Mana yang aku salurkan di tombak itu tidak cukup untuk nembus kulitmu karena sepertinya kamu berbeda dengan iblis yang lainnya. Oleh karena itu, aku nyiapkan tombak ini agar bisa ’digabungkan’ dengan tombak api itu. Aku akan mbuatmu mbayar perbuatanmu yang sebelumnya, tuan Duke San Angela," ucapku.

Setelah ngatakan itu, aku langsung lempar tombak listrik yang ada di tanganku ke arah Duke Jas. Tombak itu ngarah tepat ke tombak api yang masih nusuk tubuh Duke Jas. Saat tombak listrik itu nyentuh tombak api yang nusuk tubuh Duke Jas, terjadilah ledakan besar yang ngguncang tempat itu dan area di sekitarnya.

-

Sentara itu, di sebuah pasar yang berada di ibukota San Estella.

Pasar itu berada tidak begitu jauh dari gedung pengadilan. Orang-orang yang berada di pasar itu saat ini sedang terkejut karena ndengar sebuah ledakan yang cukup besar.

"Ledakan apa itu ?," ucap salah satu pedagang di pasar itu.

"Entahlah. Sebelumnya aku juga ndengar beberapa suara benturan, apa ada sesuatu insiden yang terjadi di ibukota ini ?," ucap pedagang yang lainnya.

ski terdengar suara ledakan, orang-orang yang berada di pasar itu masih lanjutkan aktivitas reka untuk mbeli atau berjualan.

Sentara itu, di depan toko yang njual buah-buahan.

Terlihat ada seorang wanita yang ngenakan jubah panjang tengah berhenti di depan toko itu. Kemudian pedagang yang berjualan di toko itu pun mberikan sekantung buah apel kepada wanita itu.

"Ini buah apelnya, nona," ucap pedagang itu.

"Terima kasih. Kalau begitu ini uangnya, kembaliannya ambil saja untukmu, tuan," ucap wanita itu.

Ternyata wanita yang berhenti di depan toko itu sedang mbeli buah yang dijual di toko itu.

"Tapi ini kembaliannya masih terlalu banyak, nona," ucap pedagang itu.

"Sudah tidak apa-apa, ambil saja," ucap wanita itu.

"Baiklah, terima kasih banyak, nona," ucap pedagang itu.

Wanita itu tidak mbalas apa-apa dan hanya tersenyum. Kemudian, tiba-tiba datang sekelompok prajurit ke tempat itu. Sekelompok prajurit itu mberitahu kalau saat ini sedang ada penyerangan di gedung pengadilan kerajaan San Fulgen. Penyerangan itu dilakukan oleh orang-orang yang tiba-tiba berubah njadi iblis dan saat ini beberapa prajurit sedang bersiaga di sekitar gedung pengadilan itu untuk lawan para iblis itu. Sekelompok prajurit itu juga nyuruh orang-orang yang saat ini tengah njalankan aktivitas di pasar itu untuk segera ngungsi atau ncari perlindungan karena iblis yang nyerang gedung pengadilan bisa saja tiba di pasar itu.

"Jadi suara ledakan itu berasal dari pertarungan yang terjadi di gedung pengadilan ? Dan reka saat ini sedang bertarung lawan orang-orang yang tiba-tiba berubah njadi iblis ? Bagaimana bisa reka njadi iblis ? Apa yang sebenarnya terjadi ?," tanya salah satu pedagang.

"Jangan mikirkan tentang itu terlebih dahulu. Lebih baik saat ini kita segera ngungsi karena para iblis itu bisa saja datang kemari," ucap pedagang yang lainnya.

"Yah kamu benar," ucap pedagang yang sebelumnya.

Lalu reka yang berdagang di pasar itu pun mulai nutup toko reka dan mulai ngungsi. Para pembeli yang berniat untuk mbeli barang di pasar itu pun juga ikut ngungsi. Sentara itu wanita berjubah panjang yang mbeli apel sebelumnya terlihat masih berada di pasar itu. Wanita itu sama sekali tidak panik dan juga tidak berusaha untuk ikut ngungsi. Wanita itu lalu mulai ngambil sebuah apel dari sekantung apel yang dibelinya. Lalu wanita itu pun mulai makan apel itu. Saat wanita itu sedang makan apel itu nggunakan tangan kanannya, tangan kanannya itu tersingkap dari jubah panjangnya itu. Terlihat di tangan kanannya itu terdapat tato bercorak bunga yang manjang dari jari tangannya hingga ke bahunya dan tato itu berwarna hitam pekat.

"Ada penyerangan yang dilakukan oleh orang-orang yang tiba-tiba berubah njadi iblis, ya. Pantas saja sejak tadi aku rasakan aura keberadaan iblis di kota ini. Sepertinya yang lakukan penyerangan itu adalah Remy karena aku rasakan kalau iblis-iblis yang nyerang itu miliki darahku yang sebelumnya kuberikan kepada Remy. Kelihatannya dia sudah bersiap untuk njalankan rencananya itu ya,"

"Selain itu, selain aura keberadaan para iblis itu, aku juga rasakan adanya aura keberadaan yang lain. Aura ini.....entah kenapa sangat familiar," ucap wanita itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 267 : Komandan Prajurit San Fulgen part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.