Ledakan sihir berwarna hitam terjadi di tempat Ratu Kayana berdiri. Ledakan itu cukup besar hingga mbuat Duke Louis, nona Karina dan hakim Roswald yang berada di dekat Ratu Kayana terhempas karena ledakan itu. Tapi reka bertiga hanya terhempas beberapa ter ke belakang saja. Setelah terhempas, reka bertiga langsung lihat ke tempat Ratu Kayana berdiri. Di tempat itu masih dikelilingi oleh sihir berwarna hitam.
"Yang Mulia Ratu!," ucap reka bertiga.
Duke Louis, nona Karina dan hakim Roswald pun langsung bergegas nuju tempat Ratu Kayana setelah sebelumnya reka bertiga sempat terhempas. Tetapi saat reka hendak nuju tempat Ratu Kayana, tiba-tiba 3 orang yang sudah berubah njadi iblis lesat dengan cepat ke arah reka bertiga. Duke Louis dihampiri oleh seorang penonton yang berubah njadi iblis, hakim Roswald pun juga sama. Sedangkan nona Karina dihampiri oleh Duke Darwin yang sudah njadi iblis. Ketiga iblis itu bersiap untuk nyerang Duke Louis, hakim Roswald dan nona Karina. Tetapi, sebelum ketiga iblis itu sempat nyerang, ketiga iblis itu tiba-tiba terbaring nghantam lantai di bawah reka sampai mbuat lantai itu rusak. reka terus terbaring nghantam lantai ruang pengadilan itu tanpa bisa bergerak sedikitpun seakan ada beban berat yang sedang nimpa reka. lihat ketiga iblis itu sedang terbaring di lantai, Duke Louis, hakim Roswald dan nona Karina pun langsung lihat ke arah tempat Ratu Kayana berdiri. Sihir berwarna hitam yang ngelilingi tempat Ratu Kayana secara perlahan mulai nghilang. Setelah sihir itu nghilang, terlihat Ratu Kayana yang sedang berdiri tanpa ngalami luka sedikitpun.
"Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis, hakim Roswald dan nona Karina.
"Kelihatannya kalian bertiga sangat ngkhawatirkanku ya. Kalian tidak perlu khawatir, aku tidak apa-apa," ucap Ratu Kayana.
"Syukurlah kalau begitu," ucap Duke Louis.
Lalu Ratu Kayana berjalan ndekati nona Karina, Duke Louis dan hakim Roswald sambil mperhatikan ketiga iblis yang masih terbaring di lantai sambil nahan suatu tekanan.
"Aku tidak nyangka kalau tuan Jas, tuan Darwin, Marquess Marcelo dan beberapa orang yang ada di ruang pengadilan ini bisa berubah njadi iblis. reka bahkan juga bisa nggunakan sihir itu. Sihir yang dilancarkan oleh tuan Darwin dari mulutnya tadi, tidak salah lagi kalau itu rupakan ~Dark Magic~," ucap Ratu Kayana.
"Jadi reka benar-benar berubah njadi iblis ya. Ini hal yang ngerikan," ucap Duke Louis.
"Tetapi kelihatannya reka yang berubah njadi iblis berniat untuk mbunuh kita semua yang ada di ruang pengadilan ini. reka tidak berbicara sedikit pun dan perilaku reka layaknya sebuah boneka, apa mungkin reka diubah njadi iblis secara paksa lalu diperintah oleh seseorang ?," tanya nona Karina.
Lalu Ratu Kayana mperhatikan seluruh ruang pengadilan. Beberapa orang sedang bertarung lawan para iblis itu di ruang pengadilan ini dan beberapa dari reka ada yang pergi keluar atau berpindah ke ruangan lain untuk nghindari serangan iblis itu. Di ruang pengadilan ini pun ada beberapa orang yang sudah terluka dan bahkan ada yang sudah tewas akibat serangan iblis itu. Ratu Kayana lalu lihat ke arah Caroline yang sedang berada di dekat pintu masuk ruang pengadilan. Caroline saat ini tengah dilindungi oleh komandan Asier, komandan Oliver, wakil komandan Sara dan wanita prajurit bernama Mina.
"Aku ngkhawatirkan keselamatan Carol tapi dengan adanya reka berempat yang njaga Carol, sepertinya aku bisa sedikit lebih tenang," pikir Ratu Kayana.
Setelah mperhatikan keadaan di ruang pengadilan ini, Ratu Kayana mulai berbicara kembali.
"Kita bisa mbicarakan tentang hal itu nanti, lebih baik sekarang kita habisi para iblis itu terlebih dahulu. Aku khawatir dengan keberadaan reka yang tiba-tiba berubah njadi iblis ini. ski aku tidak tahu iblis-iblis ini berada di tingkatan apa, tapi keberadaan reka ini bisa ngundang para Malaikat untuk datang ke kerajaan San Fulgen. Jangan sampai kerajaan San Fulgen berakhir seperti kerajaan Framtida,"
"Oleh karena itu, kalian tolong basmi para iblis-iblis itu. Tuan Roswald juga, anda bisa bertarung kan ?," tanya Ratu Kayana.
"Tentu saja, Yang Mulia Ratu," ucap hakim Roswald.
"Baiklah, kalian habisi iblis-iblis lain. Ingat untuk langsung nghabisi iblis ini dan jangan berusaha untuk nangkapnya hidup-hidup, karena sepertinya reka yang sudah berubah njadi iblis juga tidak mpunyai informasi apapun jika ditangkap hidup-hidup. Aku akan mbantu kalian setelah nghabisi ketiga iblis ini," ucap Ratu Kayana.
"Baik, Yang Mulia Ratu," ucap Duke Louis, nona Karina dan hakim Roswald.
reka bertiga langsung bergerak untuk nghabisi para iblis yang ada di seluruh gedung pengadilan ini. Sentara, Ratu Kayana mperhatikan ketiga iblis yang sedang terbaring sambil nahan suatu tekanan itu. Ketiga iblis itu terus ronta tapi reka tidak bisa bergerak sedikitpun.
"Aku pernah dengar kalau struktur kulit pada ras Iblis itu berbeda dengan ras lainnya. Kulit bagian luar ras Iblis itu sangat lembut, sedangkan kulit bagian dalam ras Iblis itu sangat kuat. Orang yang tidak ngetahui hal ini akan bingung ketika reka sedang lawan iblis. reka nganggap kalau reka dapat dengan mudah motong atau nusuk tubuh iblis namun reka akan terkejut setelah ngetahui kalau reka hanya bisa lukai kulit bagian luar dari iblis dan tidak mampu motong atau nusuk tubuh iblis itu. Itu karena kulit bagian dalam iblis yang sangat kuat itu dapat ncegah agar tubuh iblis tidak dapat dipotong ataupun ditusuk hingga nembus. ski begitu, kulit bagian dalam iblis masih bisa ditebas atau dipotong jika nggunakan banyak Mana untuk mpertajam senjata yang digunakan atau nggunakan senjata yang mang sudah sangat tajam tanpa nggunakan Mana,"
"Tapi aku penasaran, karena ini pertama kalinya aku lawan Iblis, kira-kira kulit bagian dalam iblis bisa dihancurkan dengan sihir gravitasi milikku atau tidak, ya ? Sepertinya tidak ada salahnya untuk ncobanya," ucap Ratu Kayana.
~Gravity Magic : Gravity Pressure 2x~
Tekanan yang diterima ketiga iblis itu semakin kuat. Darah mulai ngalir keluar dari lubang hidung, lubang telinga dan mulut ketiga iblis itu. Ketiga iblis itu pun semakin ronta-ronta saat nahan tekanan gravitasi itu.
"Kelihatannya sihir gravitasiku berefek pada kalian ya. Kalau begitu aku akan nambahkan lagi tekanannya hingga tubuh kalian hancur. Tidak peduli ras apapun itu, reka akan langsung mati apabila tubuh reka telah hancur," ucap Ratu Kayana.
~Gravity Magic : Great Gravity Pressure~
Tekanan yang diterima ketiga iblis itu semakin bertambah kuat. Tekanan itu mbuat lantai yang berada di bawah ketiga iblis itu semakin bertambah retak. Ketiga iblis itu pun mulai ngeluarkan banyak darah dari tubuh reka karena tekanan itu. Beberapa saat kemudian, salah satu iblis yang berasal dari salah satu penonton yang berubah itu tubuhnya mulai hancur karena tekanan besar yang diterima oleh iblis itu. Tidak berselang lama, tubuh iblis lainnya yang juga berasal dari salah satu penonton yang berubah juga mulai hancur.
"Jika tubuh kedua iblis itu hancur hanya dengan sihir gravitasi seperti ini, kelihatannya kedua iblis itu hanyalah iblis tingkat rendah. Jika semua orang yang berubah njadi iblis di ruang pengadilan ini hanya njadi iblis tingkat rendah, sepertinya aku tidak perlu khawatir akan kedatangan para Malaikat. Karena sebelum para Malaikat nghancurkan kerajaan Framtida, kerajaan Framtida saat itu tengah diserang oleh salah satu dari komandan pasukan iblis yang rupakan iblis tingkat tinggi,"
"Tapi ski kedua iblis yang baru saja kuhancurkan itu rupakan iblis tingkat rendah, kelihatannya anda bukan iblis tingkat rendah ya, tuan Darwin. Karena saat ini anda masih dapat bertahan dalam sihir gravitasiku ini. Apa mungkin karena saat anda masih njadi manusia, anda rupakan salah satu orang kuat di kerajaan ini yang mbuat anda masih njadi kuat skipun sudah njadi iblis ?," tanya Ratu Kayana.
Ratu Kayana terus mperhatikan Duke Darwin yang masih bertahan setelah terkena sihir gravitasinya. Saat Ratu Kayana terus mperhatikan Duke Darwin, tiba-tiba Duke Darwin ngeluarkan ~Dark Magic~ dari mulutnya. ~Dark Magic~ itu diarahkan ke lantai tempatnya terbaring. ~Dark Magic~ yang diarahkan ke lantai itu mbuat ledakan sihir kegelapan yang cukup besar. lihat itu, Ratu Kayana langsung mundur ke belakang agar tidak terkena ledakan itu. Saat Ratu Kayana sedang mundur ke belakang, tiba-tiba Duke Darwin langsung lesat dengan cepat ke arah Ratu Kayana dari ledakan sihir kegelapan itu. Ratu Kayana sedikit terkejut lihat hal itu.
"Bagaimana dia bisa lolos dari sihir gravitasiku ? Apakah sihir kegelapan yang dia arahkan ke lantai mbuat sihir gravitasiku kehilangan pengaruh ?," pikir Ratu Kayana.
Duke Darwin pun bersiap untuk nyerang Ratu Kayana dengan cakarnya yang sudah dilapisi oleh sihir kegelapan. Sebelum cakarnya itu ngenai Ratu Kayana, tiba-tiba sebuah tanaman muncul dari bawah lantai dan langsung lilit Duke Darwin hingga tidak bisa bergerak. Ratu Kayana tidak sedikitpun terkejut dengan munculnya tanaman itu. Beliau sepertinya tahu siapa yang lakukan itu.
"Bukankah aku sudah bilang kalau aku nyuruhmu untuk nghabisi para iblis yang lain, Karina ?," tanya Ratu Kayana.
Orang yang nggunakan sihir tanaman untuk lilit Duke Darwin adalah nona Karina dan saat ini nona Karina tengah berjalan perlahan nuju Ratu Kayana. Nona Karina saat ini sedang gang pedang miliknya yang sebelumnya digunakan ketika lawan para penyerang yang nyerang akademi.
"Bukankah seharusnya kamu ngucapkan terima kasih kepadaku karena aku telah nyelamatkanmu, kakak ?," ucap nona Karina.
"Aku tidak nyangka kamu akan manggilku seperti itu di tempat ini, apa kamu tidak takut ketahuan oleh orang lain ?," tanya Ratu Kayana.
"Tidak, karena saat ini di sekitar kita tidak ada orang lain selain kita berdua dan iblis itu. Sebagian orang sudah berpindah ke ruangan lain atau pergi keluar untuk nghindari serangan iblis itu, jadi hanya ternya sedikit orang saja di ruang pengadilan ini. Lagipula kalau pun ada orang lain, reka tidak akan ndengar karena saat ini reka sedang fokus untuk bertarung lawan para iblis yang ada di ruangan ini," ucap nona Karina.
"Kamu ada benarnya," ucap Ratu Kayana.
Ketika reka berdua sedang ngobrol, tiba-tiba Duke Darwin mberontak dari lilitan sihir tanaman itu agar bisa terlepas dari lilitan itu. Lalu beberapa saat kemudian, Duke Darwin pun berhasil terlepas dari sihir tanaman itu. Tetapi nona Karina langsung lilit Duke Darwin kembali nggunakan sihir tanamannya skipun kelihatannya Duke Darwin dapat dengan mudah terlepas dari lilitan itu.
"Kelihatannya iblis itu berbeda dengan yang lain. Yah lagipula iblis itu adalah tuan Duke Darwin yang mana rupakan salah satu orang kuat di kerajaan ini. nghadapi orang kuat yang sudah berubah njadi iblis sepertinya akan sangat repotkan," ucap nona Karina.
"Yah, kamu benar. Kamu habisi iblis yang lain saja, Karina. Aku lah yang akan mbunuh tuan Darwin yang sudah njadi iblis," ucap Ratu Kayana.
"Kamu yang akan mbunuhnya ? Kamu saja tidak mbawa tongkat sihirmu, kakak. Apa mungkin kamu bisa mbunuhnya tanpa tongkat sihirmu itu ?," tanya nona Karina.
"Sepertinya kamu rehkanku, Karina. Tongkat sihir yang sering kubawa itu hanya alat bantu untuk ngendalikan kekuatan sihirku. Aku masih bisa nggunakan sihir skipun hanya nggunakan tangan kosong. Oleh karena itu, aku sendiri yang akan mbunuh Duke Darwin. Aku akan nggunakan sihir gravitasi yang kuat untuk mbunuhnya," ucap Ratu Kayana.
"Sihir gravitasi yang kuat ya. Tunggu sebentar, tolong jangan nggunakan sihir gravitasi areamu itu di gedung ini. Jika kamu nggunakan sihir itu, gedung ini dan bangunan yang ada di sekitarnya akan langsung rata dengan tanah. Sihirmu juga akan lukai atau bahkan mbunuh orang-orang yang lainnya," ucap nona Karina.
"Tenang saja, aku tidak akan nggunakan itu," ucap Ratu Kayana.
Lalu Duke Darwin kembali lepaskan diri dari lilitan sihir tanaman yang diciptakan oleh nona Karina. Setelah Duke Darwin berhasil lepaskan diri, Ratu Kayana dengan cepat langsung lesat ke arah Duke Darwin dan langsung nyentuh Duke Darwin nggunakan tangannya.
~Gravity Magic : Gravity Marionette~
Setelah berhasil nyentuh Duke Darwin, Ratu Kayana ngarahkan tangan kanannya seperti sedang ndorong sesuatu. Lalu tiba-tiba, Duke Darwin terdorong dengan sangat cepat hingga nghantam dinding yang ada di belakangnya. Kemudian, Ratu Kayana ngarahkan tangannya ke bawah dan setelah itu, Duke Darwin langsung nghantam lantai yang berada di bawahnya. Ratu Kayana terus nerus ngarahkan tangannya itu ke arah yang berbeda-beda dan setelah Ratu Kayana ngarahkan tangannya itu, Duke Darwin langsung terhempas ke arah yang diarahkan oleh tangan Ratu Kayana. Setelah cukup lama Ratu Kayana ’bermain-main’ dengan Duke Darwin, Ratu Kayana ngarahkan tangannya ke atas. Lalu Duke Darwin pun terhempas ke atas dan nghantam langit-langit gedung pengadilan. Ratu Kayana terus ngarahkan tangannya ke atas yang mbuat tekanan yang diterima oleh Duke Darwin semakin kuat dan mbuat langit-langit yang dihantam oleh Duke Darwin secara perlahan mulai retak dan hancur. Duke Darwin pun terhempas keluar setelah langit-langit yang dihantamnya itu hancur.
"Aku akan mbunuhnya di luar gedung ini karena itulah aku mbuatnya terhempas keluar. Aku takut jika aku nggunakan sihir yang kuat untuk mbunuhnya di dalam gedung ini, sihir itu juga akan nghancurkan gedung ini. Kalau begitu, aku pergi dulu, Karina," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana mulai layang di udara dan bersiap lesat nuju Duke Darwin yang sudah terhempas keluar.
"Ah sebelum itu, aku mang nyuruhmu untuk nghabisi iblis-iblis yang lain tetapi jangan terlalu berlebihan ya, Karina. Jangan sampai mbuat gedung ini ditumbuhi oleh banyak tanaman dan pepohonan," ucap Ratu Kayana.
"Aku tahu itu," ucap nona Karina.
"Baiklah kalau kamu sudah paham. Kalau begitu, aku pergi dulu. Aku akan kembali lagi apabila aku sudah berhasil mbunuhnya," ucap Ratu Kayana.
Ratu Kayana lalu lesat ke luar dari gedung pengadilan lewati langit-langit yang telah hancur itu. Sentara itu, nona Karina terus mperhatikan ke arah langit-langit yang berlubang itu.
"Sihir gravitasi, sihir favorit yang sering digunakan oleh kakak dan juga rupakan salah satu sihir langka yang tidak semua orang bisa miliki atau mpelajarinya. skipun kakak bisa nggunakan kelima sihir elen dasar tapi dia lebih suka nggunakan sihir favoritnya itu. Karena sering nggunakan sihir itu, dia pun ndapatkan julukan ’penyihir gravitasi’. Tapi julukan itu bukanlah hanya karena kakak sering nggunakan sihir itu, tapi karena kekuatan sihir gravitasi yang dimiliki kakak itu sangat kuat. Bahkan jika dia serius dan sedang dalam kekuatan penuh, dia bisa nghancurkan satu kota hanya dengan 1 serangan nggunakan sihir gravitasinya. Maka dari itu, selain ndapatkan julukan sebagai ’penyihir gravitasi’, kakak juga ndapatkan julukan sebagai ’penyihir terkuat di kerajaan San Fulgen’. Oleh karena itu, sepertinya aku tidak perlu khawatir tentang kakak yang berniat untuk mbunuh tuan Duke Darwin yang sudah berubah njadi iblis. Aku yakin kakak bisa mbunuhnya dengan mudah," pikir nona Karina.
Saat nona Karina terus mperhatikan langit-langit itu, tiba-tiba seorang yang sudah berubah njadi iblis lesat dengan cepat ke arah nona Karina. Nona Karina sedikit terkejut karena hal itu, tetapi dia dengan sigap bersiap nggunakan pedangnya untuk nyerang iblis yang nuju ke arahnya. Tetapi, belum sempat iblis itu berhasil ndekatinya, tiba-tiba iblis itu terhenti karena iblis itu saat ini tengah terlilit oleh sebuah tanaman yang cukup tebal. Tanaman itu tentu berasal dari sebuah sihir. Ketika nona Karina lihat ke arah iblis yang sedang terlilit itu, dia pun terkejut. Karena iblis yang berusaha nyerangnya itu adalah ayah dari Javier yaitu Marquess Marcelo. Tetapi tidak hanya itu saja yang mbuatnya terkejut. Nona Karina juga terkejut dengan tanaman yang lilit Marquess Marcelo. Tanaman itu mang berasal dari sebuah sihir tapi tanaman itu tidak berasal dari sihir milik nona Karina.
"Aku pernah dengar kalau ada orang lain di kerajaan ini yang bisa nggunakan sihir tanaman juga selain diriku dan orang itu adalah salah satu dari keempat Duke," pikir nona Karina.
Lalu saat nona Karina sedang mikirkan hal itu, tiba-tiba nona Karina ndengad langkah kaki seseorang yang sedang ndekatinya. Nona Karina lalu noleh ke arah suara langkah kaki itu berasal. Terlihat ada seorang pria yang datang nghampiri nona Karina. Langkah kaki yang nona Karina dengar berasal dari pria tersebut.
"Kelihatannya kamu tadi sedang lengah ya, kepala akademi. Hampir saja kamu diserang oleh tuan Marcelo yang sudah berubah njadi iblis," ucap pria itu.
"Ternyata yang nggunakan sihir tanaman itu adalah anda ya, tuan Duke Remy," ucap nona Karina.
-Bersambung
Reviews
All reviews (0)