Font Size
15px

"Insiden tentang tewasnya beberapa Elf yang mayatnya ditemukan di wilayah San Lucia ya. Itu kasus yang masih njadi misteri sampai sekarang. Karena kasus itu, hubungan kerajaan San Fulgen dengan kerajaan Seleria njadi buruk karena para Elf yang tewas itu rupakan prajurit dari kerajaan Seleria," ucap hakim Roswald.

"Itu benar, Yang Mulia. Karena para Elf yang tewas itu ditemukan di wilayahku, reka jadi nuduhku kalau aku lah yang mbunuh para Elf itu dan ngambil jantungnya. Karena tuduhan itu, banyak bangsawan yang ncelaku dan njelekkanku karena aku lah yang mbuat hubungan kerajaan San Fulgen dan kerajaan Seleria njadi buruk. Tapi nyatanya pelaku utama dalam kasus itu adalah Marquess Marcelo, tidak hanya itu, tuan Jas dan tuan Darwin juga terlibat dalam kasus itu," ucap Duke Louis.

"Tidak, bukan saya yang njadi pelaku utama dalam kasus itu," bantah Marquess Marcelo.

"Jika bukan anda, lalu siapa ? Di bukti itu sudah tertera jelas kalau anda lah yang mbuat percobaan itu," ucap Duke Louis.

Saat reka sedang berdebat, tiba-tiba Ratu Kayana ndekati Duke Louis dan mulai ikut dalam pembicaraan itu.

"Tunggu sebentar, tuan Louis. Anda bilang kalau anda telah nemukan bukti tentang suatu percobaan yang nggunakan jantung dari ras Elf. Sebenarnya aku sudah nduga kalau kasus pembunuhan Elf yang jantungnya telah hilang itu adalah karena suatu percobaan. Alasanku nduga itu karena aku tahu kalau jantung dari ras lain itu bisa ditransplantasikan ke tubuh manusia begitupun sebaliknya, jadi aku nduga kalau jantung dari Elf yang tewas itu telah ditransplantasikan ke manusia,"

"Selain itu, aku sudah ndengar rumor tentang Javier yang rupakan putra dari Marquess Marcelo. Javier pernah mbakar banyak pengajarnya yang ngajarinya sihir dengan sihir api yang sangat dahsyat. Normalnya manusia yang belum terlalu bisa nggunakan sihir, tidak bisa ngeluarkan sihir api yang sangat dahsyat. Jadi aku nduga kalau sihir yang dikeluarkan Javier itu adalah sihir yang tidak normal, ada kemungkinan kalau itu akibat dari dia yang baru saja ndapatkan transplantasi jantung dari ras Elf. Dia masih rlukan adaptasi setelah ndapatkan transplantasi jantung itu yang mbuat dia tidak bisa ngendalikan kekuatan sihir yang dia gunakan. Karena dugaan itu, aku rintahkan kepala akademi untuk ngawasi Javier saat dia njalani ujian masuk setahun yang lalu. Saat ujian masuk tahap ketiga yaitu ketika Javier berhadapan dengan Rid, kepala akademi bilang kalau Javier nggunakan banyak sihir berbahaya, salah satunya sihir tingkat tinggi tanpa ngalami kelelahan, aku juga lihat sendiri dari bukti rekaman yang diberikan kepala akademi. Bukankah itu hal yang aneh bagi seorang manusia yang rupakan calon murid untuk bisa nggunakan banyak sihir seperti itu tanpa kelelahan ? Karena hal itu, dugaanku tentang Javier yang ndapatkan transplantasi dari jantung Elf semakin nguat, karena Elf rupakan ras yang miliki kapasitas Mana yang lebih tinggi dari manusia,"

"Jika ras Elf nggunakan banyak serangan sihir sama seperti Javier, aku yakin reka tidak akan rasa kelelahan. mang kapasitas Mana ras Elf masih lebih rendah dibandingkan dengan Peri dan Roh yang sama-sama ahli dalam serangan sihir. Tapi setidaknya ras Elf masih lebih baik dari manusia, terlebih lagi kerajaan Elf yaitu kerajaan Seleria berada sangat dekat dengan kerajaan San Fulgen. Jadi ndapatkan ras Elf untuk diambil jantungnya dan ditransplantasikan ke manusia sangatlah mudah. Tetapi itu hanyalah dugaanku saja dan aku tidak bisa ndapatkan bukti-bukti yang valid terkait hal itu. Aku sudah ncoba untuk rintahkan beberapa prajuritku untuk mata-matai daerah Rovinj, yaitu daerah kekuasaan Marquess Marcelo, untuk nemukan bukti terkait Javier atau dugaan percobaan itu. Tetapi aku malah kehilangan kontak dengan para prajuritku itu dan sampai saat ini aku tidak ndapatkan bukti yang valid atas dugaanku itu. Tetapi, kenapa anda bisa ndapatkan bukti itu, tuan Louis ?," tanya Ratu Kayana.

"Aku ndapatkan bukti ini dari kediaman Duke San Angela, Yang Mulia Ratu. Aku bisa ndapatkan bukti ini karena ada beberapa prajurit Duke San Angela yang njadi informanku. Aku sudah nempatkan reka sejak lama dan selalu rintahkan reka untuk nemukan bukti yang ncurigakan terkait aktivitas tuan Jas tetapi tidak pernah dapat ditemukan. Namun aku sedikit terkejut karena kali ini reka dapat nemukan bukti-bukti itu," ucap Duke Louis.

ndengar hal itu, Duke Jas langsung ikut berbicara.

"Anda benar-benar keterlaluan, tuan Louis. Bagaimana bisa anda nempatkan mata-mata di antara para prajuritku ?," tanya Duke Jas yang nampak kesal.

"Anda serius berkata seperti itu ? Padahal anda sendiri juga nempatkan mata-mata di antara prajuritku, apa anda pikir aku tidak tahu kalau anda nempatkan mata-mata itu ?," tanya Duke Louis.

ndengar perkataan Duke Louis, Duke Jas pun terdiam tidak bisa berkata-kata.

"Mungkin anda berpikir kalau aku bisa saja njebak anda dan bukti yang ditemukan itu adalah bukti yang dibuat sendiri oleh mata-mataku. Tetapi pada bukti-bukti dokun itu terdapat tanda tangan tuan Jas, tuan Darwin dan Marquess Marcelo disertai dengan cap khusus milik reka masing-masing. Apa nurut anda itu adalah sebuah jebakan ?," tanya Duke Louis.

Setelah Duke Louis berkata seperti itu, hakim Roswald masih sibuk untuk ngecek bukti dokun yang diberikan oleh Duke Louis.

"Apa yang dikatakan Duke San Lucia itu benar, di dokun-dokun ini terdapat tanda tangan reka dengan cap khusus milik reka masing-masing. Tanda tangan dan cap ini terlihat asli," ucap hakim Roswald.

Hakim Roswald lalu kembali mbaca dokun-dokun itu.

"Bahkan Yang Mulia pun berkata seperti itu, maka bukti yang ditemukan itu adalah sebuah bukti yang benar-benar valid," ucap Duke Louis.

"Anda hebat sekali karena telah nemukan bukti-bukti itu, tuan Louis. Ternyata dugaanku itu benar kalau ada sebuah percobaan terlarang yang dijalankan di kerajaan ini dan percobaan itu libatkan jantung dari ras Elf. Aku tidak nyangka kalau pelaku utamanya adalah ayah dari orang yang kucurigai yaitu Marquess Marcelo. Sepertinya sulit ya bagi anda untuk mpunyai putra seperti Javier. Maksudnya, anda sudah bersikeras untuk rahasiakan tentang percobaan itu, tetapi putra anda sendiri malah dengan sembarangan ncoba untuk mbocorkan rahasianya sendiri dengan nggunakan banyak sihir saat ujian masuk tahun lalu," ucap Ratu Kayana.

"S-saya sudah bilang kalau bukan saya yang mbuat percobaan itu. S-saya ngakui kalau saya ikut terlibat dalam percobaan itu dan putra saya pun termasuk dalam subjek percobaan itu tetapi bukan saya yang mbuat percobaan itu," ucap Marquess Marcelo.

Marquess Marcelo masih terus mbantah skipun bukti yang ditemukan sudah mbuktikan kalau beliaulah yang njadi pelaku utama yang mbuat percobaan itu.

"Anda sudah tidak dapat mbantah lagi, Marquess Marcelo. Di dokun ini sudah jelas kalau anda yang mbuat percobaan itu. Di dokun ini terdapat laporan data diri tentang para mayat Elf yang berhasil reka bunuh. Para Elf itu benar-benar berasal dari kerajaan Seleria dan semua Elf itu rupakan prajurit dari kerajaan Seleria. Laporan ini juga njelaskan kalau elf-elf ini diculik saat reka sedang berpatroli di hutan Mistskog, tepatnya di daerah perbatasan antara kerajaan San Fulgen dan kerajaan Seleria. reka diculik oleh para prajurit Duke San Minerva karena wilayah San Minerva dekat dengan hutan Mistskog. Setelah elf-elf itu diculik, reka dibunuh dan jantungnya diambil untuk dijadikan percobaan, mayat reka pun dibuang di wilayah San Lucia agar orang-orang yang berada di wilayah San Lucia lah khususnya Duke San Lucia yang akan njadi kambing hitam atas kejadian ini,"

"Selain itu, di laporan ini juga terdapat laporan tentang siapa para subjek yang terlibat dalam percobaan ini. Para subjek percobaan itu adalah Javier Buston yang rupakan putra dari Marcelo Buston, Enzo William San Angela yang rupakan putra dari Duke San Angela, Florian Randall San Minerva yang rupakan putra dari Duke San Minerva dan beberapa anak bangsawan tingkat nengah. Semua subjek ini miliki kesamaan yaitu reka sama-sama rupakan anak muda yang belum ncapai usia 23 tahun," ucap hakim Roswald.

Duke Darwin, Duke Jas dan Marquess Marcelo pun terkejut setelah ndengar perkataan hakim Roswald. reka terkejut bukan karena ada nama anak reka di daftar tersebut. Tapi karena ada suatu keanehan yang ada pada daftar tersebut.

"Kenapa tidak ada nama Vyn dan Alia yang berasal dari keluarga tuan Remy ? Dan juga, kenapa di dokun itu malah tercantum kalau pelaku utama yang mbuat percobaan itu adalah Marquess Marcelo dan bukan tuan Remy ?," pikir Duke Jas.

Wajah Duke Jas nampak gelisah ketika mikirkan tentang itu.

Berbeda dengan Duke Jas yang masih berpikir tentang keanehan itu, Duke Darwin langsung nanyakan tentang keanehan itu kepada hakim Roswald.

"T-tunggu sebentar, Yang Mulia. Apa nama-nama subjek yang tertera di daftar itu sudah semuanya ?," tanya Duke Darwin.

"Iya, nama-nama subjek yang tertera sudah semuanya kubacakan. mangnya ada apa ?," tanya hakim Roswald.

"Kenapa tidak ada nama-," ucap Duke Darwin.

Belum sempat Duke Darwin nyelesaikan perkataannya, beliau langsung muntahkan cukup banyak darah dari mulutnya. Orang-orang yang berada di ruang pengadilan pun terkejut lihat itu.

"Apa yang terjadi ? Kenapa Duke San Minerva tiba-tiba muntahkan darah ?," tanya Caroline yang terkejut lihat hal itu.

"Sama seperti yang terjadi dengan Enzo dan Javier ketika hendak nyebutkan sebuah nama, Duke San Minerva juga muntahkan dari mulutnya ketika hendak nyebutkan sebuah nama," ucapku.

Setelah muntahkan darah dari mulutnya, Duke Darwin pun terus gangi lehernya. Beliau terlihat terengah-engah sambil gang lehernya itu.

"Haaaahhhh....hahhhhhh....apa yang terjadi ?," tanya Duke Darwin.

"Anda kenapa tuan Darwin ? Apakah anda sedang sakit ?," tanya Ratu Kayana.

"A-aku tidak apa-apa, Yang Mulia Ratu....Aku sendiri juga bingung kenapa aku bisa muntahkan darah setelah nanyakan nama-," ucap Duke Darwin.

Namun belum sempat beliau nyelesaikan perkataannya, beliau muntahkan darah kembali dari mulutnya. Orang-orang yang berada di ruangan itu pun kembali terkejut. Sentara itu, Duke Darwin mulai terjatuh dari kursinya dan terbaring di lantai dengan keadaan lemas karena sudah muntahkan banyak darah.

"Tuan Darwin, apa yang terjadi denganmu ?," tanya Duke Jas yang berada di sampingnya.

Para prajurit yang berbaris di belakang Duke Darwin dan Duke Jas untuk njaga reka pun mulai ndekati Duke Darwin yang terbaring lemas di lantai.

"Aku tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi, tetapi tolong sembuhkan beliau, para prajurit," ucap hakim Roswald.

"Baik, Yang Mulia," ucap para prajurit itu.

Lalu beberapa prajurit yang bisa nggunakan sihir penyembuhan pun mulai nyembuhkan Duke Darwin. Ratu Kayana, Duke Louis dan nona Karina yang berada di dekat Duke Darwin mulai mikirkan tentang apa yang sebenarnya terjadi dengan Duke Darwin. Sentara itu, Duke Jas mulai nyadari sesuatu dan beliau noleh ke arah Duke Remy. Duke Jas lihat Duke Remy yang sedang tersenyum ke arahnya. Duke Jas pun terkejut setelah lihat Duke Remy yang tersenyum ke arahnya.

"K-kau, apa kau ngkhianati kami,-," ucap Duke Jas.

Belum sempat Duke Jas nyelesaikan perkataannya, beliau pun langsung muntah darah sama seperti Duke Darwin. Kejadian muntah darahnya dua orang Duke itu pun mbuat panik orang-orang yang ada di ruang pengadilan itu. Hakim Roswald pun rasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi saat ini.

"Apa yang terjadi ?," tanya hakim Roswald.

Sentara itu, Marquess Marcelo terlihat bingung dengan apa yang dikatakan oleh Duke Jas sebelum beliau muntahkan darah.

"Siapa yang ncoba ngkhianati kami ?," pikir Marquess Marcelo.

Lalu Marquess Marcelo pun noleh ke arah Duke Remy. Beliau terkejut ketika lihat Duke Remy yang sedang tersenyum. lihat itu, Marquess Marcelo pun langsung berbicara kembali ke hakim Roswald.

"Y-yang Mulia, saya bersumpah kalau bukan saya lah yang njadi pelaku utama yang mbuat percobaan itu, karena pelaku utamanya adalah-," ucap Marquess Marcelo.

Belum sempat Marquess Marcelo nyelesaikan perkataannya, beliau pun langsung muntahkan banyak darah dari mulutnya. Orang-orang yang lihat hal itu pun sangat terkejut. Wajar kalau reka rasa terkejut karena reka lihat 3 orang yang muntah darah secara tiba-tiba.

"Kelihatannya ada sesuatu yang sedang ditutupi-tutupi," ucap nona Karina yang sedang ndekati Ratu Kayana.

"Iya, kamu benar. reka bertiga muntahkan darah sebelum sempat ngucapkan suatu hal," ucap Ratu Kayana.

Sentara itu, Duke Louis hanya terdiam sambil mperhatikan keadaan di ruang pengadilan ini.

"Para prajurit, tolong sembuhkan reka yang baru saja muntahkan darah," ucap hakim Roswald.

"Baik, Yang Mulia," ucap para prajurit di ruangan itu.

Beberapa prajurit langsung pergi ndekati Duke Jas dan Marquess Marcelo. reka pun langsung nyembuhkan Duke Jas dan Marquess Marcelo. Saat sedang disembuhkan, Duke Jas natap ke arah lantai tetapi tiba-tiba beliau mulai berbicara.

"K-kau, kenapa kau ngkhianati kami ?," tanya Duke Jas.

reka yang ada di ruangan itu terlihat bingung saat lihat Duke Jas berbicara tapi tidak nyebutkan nama lawan bicaranya tersebut, apalagi Duke Jas saat ini tengah natap lantai jadi reka tambah tidak tahu dengan siapa Duke Jas berbicara.

"Apa yang sedang dibicarakannya ?," tanya Duke Louis yang bingung.

Setelah Duke Jas berbicara seperti itu, tiba-tiba ada sebuah suara yang terdengar di pikirannya. Suara itu berasal dari sihir telepati.

"Sayang sekali, tuan Jas. Aku mutuskan untuk ngkhianati kalian karena kalian telah gagal dalam njalankan rencanaku. Terlebih lagi, kalian juga ngacaukan rencanaku dan mbuat rencanaku terkuak, tetapi untungnya aku sudah nduga tentang hal ini dan mpersiapkan sesuatu agar aku tidak diketahui pihak luar sebagai orang yang ikut dalam rencanaku sendiri. Oleh karena itu, karena kalian sudah ngacaukan rencanaku, aku mutuskan untuk ngkhianati kalian. Tapi kalian tenang saja, skipun kalian sudah ngacaukan rencanaku, kalian semua tetaplah bidakku yang berharga. Aku sebelumnya sudah masukkan suatu kekuatan ke tubuh kalian dan sekarang saatnya kalian untuk nggunakan kekuatan itu," ucap suara itu.

Duke Jas sangat terkejut ketika ndengar suara itu karena suara itu adalah suara dari orang yang dikenalnya yaitu Duke Remy. Lalu, tiba-tiba Duke Jas kembali muntahkan banyak darah dari mulutnya. Tidak hanya Duke Jas saja, Duke Darwin dan Marquess Marcelo pun juga muntahkan banyak darah dari mulutnya. Namun ternyata, yang ngalami muntah darah bukan hanya reka bertiga saja, beberapa orang yang berada di ruang pengadilan itu juga ngalami muntah darah. Komandan Luka yang berada di ruangan terdakwa pun juga ngalami muntah darah karena suaranya yang sedang muntah terdengar hingga ke ruang pengadilan.

"Apa yang sebenarnya terjadi ? Kenapa ada banyak sekali yang tiba-tiba muntahkan darah ?," tanya hakim Roswald yang terkejut.

Ratu Kayana, nona Karina dan Duke Louis pun juga terkejut. Komandan Oliver, komandan Asier, Caroline, wakil komandan Sara dan wanita bernama Mina sama terkejutnya dengan apa yang terjadi saat ini. Sentara, aku berusaha mikirkan tentang apa yang terjadi saat ini. Aku pun mperhatikan reka yang ngalami muntah darah. Setelah beberapa saat mperhatikan reka yang muntah darah, aku terkejut karena aku lihat ada perubahan yang terjadi pada tubuh reka yang ngalami muntah darah. Cakar pada tangan reka tiba-tiba njadi panjang dan cakar itu berubah warna njadi hitam pekat, beberapa bagian tubuh reka pun muncul corak berwarna hitam pekat dan bola mata reka pun juga berubah warna njadi hitam pekat.

"Ciri-ciri itu, jangan bilang.....," ucapku yang terkejut.

Tidak hanya aku, semua orang yang berada di ruang pengadilan itu termasuk Ratu Kayana, hakim Roswald, komandan Oliver dan yang lainnya pun juga terkejut setelah lihat perubahan pada tubuh reka. reka semua ngetahui perubahan yang dialami tubuh reka itu sama seperti yang dimiliki oleh suatu ras.

Sentara itu, Duke Remy juga terlihat sangat terkejut dengan perubahan reka. Tapi wajah terkejutnya itu hanyalah ekspresi palsu yang sedang dia kenakan. Karena di saat yang sama, Duke Remy sedang mikirkan suatu rencana di pikirannya.

"Saat ini ada Yang Mulia Ratu, komandan Asier dan tuan Louis. Jika aku berhasil mbunuh reka saat ini, itu berarti tujuanku berhasil tercapai. mang saat ini tidak ada seluruh keluarga San Lucia yang hadir, tapi dengan mbunuh 2 orang terkuat di keluarga San Lucia, mbunuh keluarga San Lucia yang lainnya akan lebih mudah," pikir Duke Remy.

Lalu beliau kembali nggunakan sihir telepati yang sama dengan yang digunakannya kepada Duke Jas. Sihir telepati itu ditujukan kepada semua orang yang ngalami perubahan pada tubuh reka.

"Bunuh semua orang yang ada disini!," ucap Duke Remy lalu sihir telepati.

Setelah itu, tiba-tiba orang-orang yang ngalami perubahan pada tubuh reka itu pun mulai nyerang orang yang lainnya. Komandan Luka yang sebelumnya berada di ruangan terdakwa pun berhasil ndobrak keluar dan nyerang prajurit yang njaga pintu ruang terdakwa. Sentara itu, Duke Jas yang ngalami perubahan tiba-tiba langsung lesat dengan cepat ke arah Caroline yang ada di sampingku. Duke Jas bersiap untuk nyerang Caroline nggunakan tendangannya tetapi aku dengan cepat langsung mindahkan Caroline untuk bertukar tempat denganku. Setelah bertukar tempat, aku langsung berusaha nahan tendangan yang dilakukan Duke Jas nggunakan kedua tanganku. Tetapi bukannya berhasil nahannya, aku malah terpental hingga keluar dari gedung pengadilan setelah terkena tendangan itu. Aku terpental sangat jauh sampai nghantam beberapa bangunan yang berada di depan gedung pengadilan.

Orang-orang yang berkumpul di depan ruang pengadilan pun terkejut ketika lihat sesuatu yang terhempas keluar dari gedung pengadilan dan nghantam beberapa bangunan yang berada di depan gedung pengadilan itu.

"Apa-apaan itu ?,"

"Apa yang sedang terjadi di gedung pengadilan ?," ucap orang-orang itu.

Sentara itu, kembali ke dalam gedung pengadilan.

Caroline terlihat terkejut ketika lihat Rid yang terhempas keluar dari gedung pengadilan. Tidak hanya Caroline saja, komandan Asier, komandan Oliver, wakil komandan Sara dan wanita yang bernama Mina pun juga terkejut. reka semua terkejut karena reka tidak nyadari serangan cepat yang dilancarkan oleh Duke Jas.

"Kakak Rid!!!," teriak Caroline.

Namun saat Caroline tengah ngkhawatirkan Rid, Duke Jas yang saat ini berada di dekatnya berniat untuk nyerang Caroline lagi. Tapi komandan Oliver dan komandan Asier kali ini dengan cepat langsung berusaha untuk nebas Duke Jas. Tetapi tebasan yang dilakukan reka tidaklah dalam dan hanya nggores tubuh Duke Jas. ski begitu, tebasan yang dilakukan oleh reka berdua berhasil mbuat Duke Jas mundur dan njauh dari Caroline untuk sentara.

"Tubuhnya itu, sepertinya benar kalau tuan Duke Jas telah berubah njadi ras itu," ucap komandan Oliver.

"Anda benar, komandan," ucap komandan Asier.

Sentara itu, Ratu Kayana, nona Karina, Duke Louis dan hakim Roswald terlihat sedang bersiaga.

"Ciri-ciri pada tubuh reka itu, tidak salah lagi kalau ciri-ciri itu rupakan ciri-ciri yang dimiliki oleh ras Iblis. Tetapi kenapa reka bisa berubah njadi ras Iblis ?," tanya Ratu Kayana yang bingung.

Setelah Ratu Kayana ngatakan itu, tiba-tiba Duke Darwin yang berada tidak jauh dari Ratu Kayana mulai mbuka mulutnya. Terlihat di mulutnya itu terdapat sebuah kumpulan sihir yang berwarna hitam pekat. Ratu Kayana pun terkejut lihat itu.

"Sihir itu kan-," ucap Ratu Kayana.

Belum sempat Ratu Kayana nyelesaikan perkataannya, Duke Darwin langsung nembakkan sihir itu dari mulutnya. Sihir itu diarahkan tepat ke arah Ratu Kayana. Kemudian, sihir itu langsung ledak dan nimbulkan ledakan sihir berwarna hitam yang cukup besar.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 263 : Bidak Yang Berharga on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.