Font Size
15px

Pertempuran pun berlangsung di hutan Hevea.

Orang-orang yang bersama dengan Enzo terus nyerangku tanpa henti. Beruntung aku sudah nggunakan teknik keluarga San Fulgen dan teknik keluarga San Lucia yang mbuatku bisa nahan reka semua dengan pedang-pedang air dan es yang ngelilingi.

"Matilah kau, bocah," ucap seseorang yang berpakaian seperti bandit.

Orang itu berusaha nyerangku nggunakan sebuah tombak. Tapi aku langsung gang gagang tombaknya tersebut dan nghantam perut orang itu dengan ujung gagang tombaknya yang tumpul. Orang itu pun terpental cukup jauh ke belakang. Orang itu pun bangkit kembali tetapi aku dengan cepat langsung lemparkan tombak miliknya ke arahnya.

~Wind Ballista~

Tombak itu aku aliri dengan sihir angin yang cukup pekat sebelum aku lemparkan tombak itu. Tombak itu pun ngarah tepat ke dadanya dan langsung nembus dadanya itu. Orang itu pun langsung tumbang dengan dada berlubang.

Sentara itu, Javier dan Enzo terlihat sedang ngamati pertempuran yang dilakukan Rid dengan orang-orang suruhan para Duke.

"Rid bisa mbunuh orang dengan begitu mudahnya. Sepertinya mang Rid lah yang mbunuh para prajurit kerajaan San Minerva saat para prajurit itu berusaha mbunuhnya," pikir Enzo.

"Rakyat jelata itu, bagaimana bisa dia ngaliri sihirnya sendiri ke tombak milik prajurit itu," ucap Javier.

"Senjata yang digunakan para prajurit itu rupakan senjata produksi massal. Jadi tidak ada kontrak kepemilikan senjata pada senjata itu. Wajar bagi Rid untuk bisa ngaliri senjata itu. Tetapi senjata yang akan kita gunakan ini berbeda karena senjata ini dibuat khusus untuk kita. Jadi skipun dia bisa rebut senjata ini, dia tidak akan bisa nggunakan sihir pada senjata ini," ucap Enzo sambil gang sebuah pedang berwarna putih dengan gagang pedang berwarna biru.

Pedang itu terlihat seperti pedang asli, berbeda dengan pedang akademi yang biasanya dibawa oleh Enzo. Sentara Javier juga mbawa pedang asli dengan gagang pedang berwarna rah di pinggangnya.

"Begitu ya. Ngomong-ngomong, tuan muda Enzo, bolehkah aku bergabung dengan pertempuran reka ? Aku bosan cuma lihat saja. Lagipula, aku ingin mbunuh Rid Archie dengan tanganku sendiri," ucap Javier.

"Silahkan saja. Aku tidak keberatan kalau kamu mau bergabung dengan pertempuran itu. Aku akan tetap ngamati pertempuran itu dan akan bergabung nanti jika mang sudah dibutuhkan," ucap Enzo.

"Baiklah," ucap Javier.

Javier langsung pergi nuju ke arah Rid yang sedang bertarung dengan orang-orang itu.

Sentara itu, aku saat ini sedang lawan pria dan gadis muda yang sebelumnya aku lawan. Pria itu berusaha nyerangku dengan sebuah pukulan dan tendangan. Tetapi pukulan dan tendangan yang dia lakukan bukanlah pukulan biasa karena setiap pukulan dan tendangan itu ngenai objek seperti pohon atau tanah, objek itu akan langsung hancur. Aku nduga kalau pria itu ngaliri Mana yang cukup banyak pada setiap pukulan dan tendangan yang dia lakukan.

Pria itu berniat mukulku tepat di kepalaku tetapi aku langsung mbelokkan pukulannya itu dengan mukul lengannya nggunakan telapak tanganku. Pukulan itu pun berbelok dan hanya lewati bagian samping kepalaku. lihat adanya celah di pertahanannya setelah dia gagal mukulku, aku pun bersiap untuk nyerang balik.

"Aku masih penasaran dengan tubuh anehnya itu. Jika pukulan Mana biasa tidak mpan, sepertinya aku harus ncoba pukulan Mana yang digunakan Demi-Human kucing yang aku lawan beberapa waktu yang lalu," pikirku.

Aku bersiap untuk mukulnya dengan serangan telapak tangan.

~Palm Shockwave Punch~

Aku mukul pria itu tepat di tengah dadanya. Pria itu langsung ngeluarkan banyak darah dari mulutnya dan dia pun langsung terpental sangat jauh ke belakang. Dia terpental hingga ngenai sangkar listrik buatan Enzo. Dia pun tersetrum sangkar listrik itu sampai tubuhnya hangus terbakar. Setelah itu, pria itu pun langsung tumbang.

Setelah aku numbangkan pria itu, kali ini giliran gadis yang sebelumnya aku lawan yang kembali nyerangku. Dia tidak makai senjata dan hanya makai tangan kosong untuk nyerangku. Tetapi gerakan tangannya itu ketika nyerangku seperti gerakan motong. Semua objek seperti tanah, batu dan pohon yang ada di hutan ini yang diserang oleh tangannya itu akan langsung terpotong. Saat dia nyerangku, aku mperhatikan kedua tangannya itu lebih teliti. Terdapat aliran Mana yang cukup kuat yang nyelimuti kedua tangannya itu. Aliran Mana itu nyelimuti tangan itu hingga mbentuk seperti sebuah pedang.

"Teknik Manipulasi Mana ya. Pantas saja jika dia bisa motong apapun hanya dengan tangan kosong. Bagi orang yang tidak bisa lihat aliran Mana, gadis itu pasti akan direhkan karena dia terlihat bertarung hanya dengan tangan kosong. Tetapi bagi yang bisa lihat, aliran Mana yang nyelimuti kedua tangan gadis itu cukup berbahaya karena bisa mbentuk seperti objek. Sebenarnya siapa orang-orang ini ?,’ pikirku.

Dia berusaha motongku dengan serangan jarak dekat nggunakan kedua tangannya. Tetapi aku nahan kedua tangannya itu dengan nebasnya nggunakan pedangku. Setiap aku nebas tangannya nggunakan pedangku, aku berhasil lukai tangan gadis itu, tetapi yang anehnya aku tidak bisa motong tangan gadis itu skipun pedangku ini sudah dipertajam. Setelah nahan serangannya itu, aku langsung nendang gadis itu agar njauh. Gadis itu pun terpental setelah terkena tendanganku, tetapi dia langsung bangkit dan nyerangku kembali nggunakan tebasan angin dari jarak yang cukup jauh. Aku dengan mudah motong tebasan angin itu nggunakan pedangku. Setelah itu, aku langsung lesat dengan cepat ke arah gadis itu dan lancarkan sebuah serangan.

~Fla Sword Art : Great Fla Slash~

Aku lancarkan sebuah tebasan api yang sangat besar. Gadis itu pun terkena tebasan api itu dengan telak dan mbuatnya terhempas cukup jauh ke belakang. Tebasan api itu juga mbuat pohon-pohon dan rerumputan yang dilalui tebasan api itu langsung terbakar. Setelah nghempaskan gadis itu, tiba-tiba datang 3 orang yang berpakaian bandit dan ketiga orang itu langsung nyerangku. Tetapi aku dapat nahan semua serangan yang reka lancarkan kepadaku.

"lihat reka ada disini, sepertinya reka berhasil ngatasi pedang es dan pedang air yang aku ciptakan," pikirku.

Alasanku nciptakan pedang air dan pedang es dari teknik keluarga San Fulgen dan San Lucia adalah untuk nghambat pergerakan reka semua yang hendak nyerangku. Jika aku tidak nggunakan teknik itu, saat ini aku sudah dikeroyok oleh reka semua. Mungkin aku bisa ngatasi reka semua secara langsung skipun sulit, tetapi aku tidak mau ceroboh akan hal itu.

Setelah serangan reka berhasil aku tahan, reka pun berusaha nyerangku lagi. Namun, tiba-tiba muncul Javier dari arah yang berbeda dengan 3 orang itu. Jarak Javier denganku masih cukup jauh tetapi Javier langsung berusaha nyerangku dengan sebuah tebasan jarak jauh.

"Matilah kau, Rid!!!!," ucap Javier.

~Fla Magic : Great Burning Slash~

Javier lancarkan sebuah tebasan api yang sangat besar ke arahku. Aku pun bersiap untuk nahan serangan itu.

~Secret Sword Art : Elental Flow~

~Deflection~

Aku mbelokkan tebasan api itu ke arah 3 orang yang berpakaian bandit yang berusaha nyerangku lagi. Tebasan api itu pun langsung ngenai 3 orang itu dengan telak. Ketiga orang itu pun langsung terbakar hingga hangus dan tewas seketika. Setelah mbelokkan tebasan Javier, aku pun bersiap untuk nyerang balik Javier.

~Advanced Glacier Thrust~

Aku lancarkan sebuah serangan tusukan jarak jauh dari pedangku yang sudah dilapisi sihir es. Tetapi sesaat sebelum serangan itu ngenai Javier, seseorang yang ngenakan jubah tiba-tiba muncul di depannya dan langsung nggantikan Javier untuk nerima serangan itu. Orang itu pun terhempas setelah terkena serangan itu bersama dengan Javier yang ada di belakangnya. reka berdua terhempas cukup jauh ke belakang.

"Orang-orang yang ngenakan jubah itu, kenapa sejak tadi reka selalu lindungi Javier dari setiap serangan yang ku arahkan kepadanya ? Apa reka itu semacam alat atau boneka suatu percobaan yang bertugas untuk lindungi tuan reka ? Sepertinya masuk akal jika berpikir seperti itu karena pria dan gadis muda yang aku lawan tadi terlihat berekspresi datar. Bahkan reka terlihat tidak nunjukan ekspresi apapun ketika sedang nyerangku atau diserang olehku. reka seperti suatu korban percobaan yang telah kehilangan ekspresi reka. Tetapi jika tugas reka adalah untuk lindungi tuan reka, seharusnya reka milih untuk lindungi Enzo daripada Javier karena kedudukan Enzo lebih tinggi dari Javier," pikirku.

Saat aku sedang mikirkan itu, tiba-tiba muncul tebasan angin bertubi-tubi yang diarahkan kepadaku. Aku pun dengan cepat langsung motong semua tebasan angin yang diarahkan kepadaku. Tebasan-tebasan angin yang terpotong itu pun hanya lewatiku tetapi reka tetap laju dan motong pohon-pohon yang berada di belakangku.

"Tebasan angin ini, jangan-jangan dia masih hidup ?," pikirku.

Aku pun lihat ke arah tebasan angin ini berasal. Ternyata benar kalau tebasan ini berasal dari gadis muda yang aku hempaskan tadi dengan tebasan apiku. Terlihat ada luka bakar yang cukup serius pada tubuh gadis itu. ski begitu, gadis itu terus ngayunkan kedua tangannya itu untuk nciptakan tebasan dari sihir angin untuk nyerangku tanpa mperdulikan luka bakar yang dia alami. Selain itu, pakaian yang dikenakan gadis itu pun juga sudah rusak parah akibat terbakar. Hal itu mbuat aku bisa lihat keseluruhan tubuhnya yang sebelumnya tertutup oleh pakaian itu. Aku mperhatikan tubuhnya itu secara teliti sambil terus motong tebasan angin yang diarahkan kepadaku. Aku mperhatikan ada corak berwarna hitam pekat yang berada di badan gadis itu. Corak itu sebelumnya tidak terlihat saat badan gadis itu masih tertutup pakaian, tetapi karena pakaian gadis itu saat ini sudah rusak parah, corak pada badan gadis itu pun bisa terlihat jelas.

"Corak berwarna hitam pekat, jangan-jangan.... ?," pikirku.

Aku sedikit terkejut saat mikirkan itu tetapi tiba-tiba 2 orang yang berpakaian bandit muncul dari sampingku dan berusaha nyerangku disaat aku sedang fokus motong tebasan-tebasan angin yang ngarah kepadaku. lihat itu, aku pun berniat mbelokkan 2 buah tebasan angin yang diarahkan kepadaku ke arah 2 orang itu.

~Secret Sword Art : Elental Flow~

~Deflection~

Saat 2 buah tebasan angin datang ke arahku, aku langsung mbelokkan tebasan angin itu ke arah 2 orang itu. 2 orang itu pun terkena 2 buah tebasan angin yang aku belokkan. Tebasan angin itu tepat ngenai leher reka berdua dan motong leher reka berdua hingga kepala reka terpisah dari badan reka. Setelah itu tidak ada yang datang untuk nggangguku lagi dan aku bisa fokus untuk terus nahan tebasan angin itu.

"Corak hitam pekat di beberapa bagian tubuh, bukankah itu ciri-ciri dari ras Iblis ? Kalau aku ingat dan perhatikan lagi, gadis itu dan pria muda yang aku kalahkan sebelumnya juga miliki bola mata berwarna hitam pekat. Itu persis seperti ciri-ciri ras Iblis yang diberitahukan oleh tuan Alan sebelumnya. Tetapi bentuk pupil reka tampak sama seperti manusia pada umumnya. Tuan Alan bilang kalau ras Iblis miliki bentuk pupil yang berbeda-beda sama seperti ras Malaikat. Apa itu artinya reka bukanlah ras Iblis sungguhan, lainkan hanyalah sebuah subjek ujicoba yang berkaitan dengan mayat atau organ Iblis sama sepertinya subjek yang berkaitan dengan jantung ras Elf yang pernah diceritakan oleh nona Karina ? Jika benar, darimana reka ndapatkan mayat Iblis untuk bisa di ujicoba ? Jarak San Fulgen dengan wilayah perbatasan antara benua Utara dan benua Selatan itu sangat jauh, jadi tidak mungkin bisa ndapatkan mayat Iblis semudah ini. Untuk sekarang, lebih baik aku tidak mikirkan tentang itu dan fokus untuk lawannya terlebih dahulu,"

"Jika benar kalau reka adalah subjek yang berkaitan dengan Iblis, ini masuk akal kenapa reka tidak terluka parah setelah terkena seranganku. Tubuh reka sudah seperti layaknya ras Iblis yang sangat kuat. Jika aku ingin ngalahkan reka, sepertinya aku harus nghancurkan seluruh tubuh reka sama seperti saat pria itu terkena kurungan listrik milik Enzo yang mbuatnya langsung hangus terbakar dan hancur sehingga dia tidak bisa bangkit kembali atau aku harus motong kepalanya itu. Tidak peduli makhluk atau ras apapun itu, motong atau nghancurkan kepalanya akan mbuat reka langsung mati. Tetapi motong tangan reka saja aku tidak bisa skipun pedangku sudah dipertajam, apalagi harus motong tangan reka. Dan aku juga tidak miliki teknik untuk mbunuh Iblis saat ini," pikirku.

Aku pun terus mikirkan solusi sambil terus motong tebasan angin yang gadis itu lancarkan kepadaku tanpa henti. Gadis itu juga tidak nampak kelelahan skipun terus nyerangku tanpa henti. Beberapa saat kemudian, aku pun akhirnya nemukan solusi untuk lawannya.

"Sepertinya aku harus ncoba nggunakan teknik itu untuk lawannya," pikirku.

Setelah ndapatkan solusi itu, aku pun berhenti untuk terus motong tebasan angin itu dan langsung berlari ke samping untuk ndekati gadis itu. Gadis itu pun ngubah arah serangannya dan terus nyerangku nggunakan tebasan anginnya itu. Aku terus berlari sambil nghindari tebasan angin itu sambil bersiap gang pedangku untuk nyerangnya. Ketika jarak di antara kami berdua sudah cukup dekat, aku langsung lesat dengan cepat ke arah gadis itu. Aku langsung nyerang gadis itu dengan pedangku yang sudah dialiri Mana yang cukup banyak.

~Secret Sword Art : Dragon Slayer Technique : Dragon Neck Slasher~

Aku nyerang gadis itu tepat di lehernya. Dalam sekejap, kepala gadis itu pun telah terpisah dari badannya. Gadis itu pun langsung tumbang setelah kepalanya terpisah dari badannya.

"Tubuh ras Iblis manglah kuat, tetapi tubuh reka tidak sekeras yang dimiliki ras Naga. Jadi dengan ~Dragon Slayer Technique~ sudah cukup untuk motong tubuh reka. Tetapi sepertinya teknik ini hanya berlaku untuk lawan Iblis tingkat rendah. Aku ragu teknik ini akan berguna untuk lawan iblis tingkat atas skipun aku tidak tahu apakah ketahanan tubuh reka akan sama atau tidak," pikirku.

Setelah aku berhasil numbangkan gadis itu, tiba-tiba datang sebuah serangan dari sihir listrik yang sangat besar ke arahku. Aku pun langsung bersiap untuk ngatasi serangan itu.

~Secret Sword Art : Electric Slayer Slash~

Aku langsung nebas serangan itu yang mbuat serangan itu kehilangan kekuatannya dan langsung jatuh ke tanah. Setelah itu, aku langsung lihat ke arah datangnya serangan itu.

"Sepertinya sekarang kamu sudah mau turun tangan langsung ya, Enzo," ucapku.

Terlihat dari tempat datangnya serangan listrik tadi, Enzo sedang berjalan ke arahku. Saat ini tubuhnya sedang diselimuti sihir listrik yang sangat pekat yang mbuat tubuh aslinya tidak terlihat, bahkan wajahnya pun tidak terlihat. Dia seperti sedang ngenakan armor yang terbuat dari sihir listrik untuk lindungi seluruh tubuhnya. Selain itu, Enzo juga sedang gang pedang yang juga dialiri oleh sihir listrik yang cukup kuat. Pedang itu berukuran cukup panjang daripada pedang pada umunya.

Selain Enzo, orang-orang yang sebelumnya ngepungku pun sudah kembali ndekatiku. Javier pun juga kembali ndekatiku dengan sudah makai armor api yang terbuat dari sihirnya, sama seperti Enzo.

"Keparat, kau sudah nghempaskanku sebanyak 2 kali hari ini. Aku tidak akan ngampunimu," ucap Javier.

Tidak hanya Javier dan Enzo, beberapa orang yang ngenakan tudung kepala pun saat ini juga makai armor yang berasal dari sihir elen. Karena aku sudah ngurus beberapa dari reka sebelumnya, saat ini hanya tersisa 15 orang yang berpakaian seperti bandit, 3 orang yang ngenakan tudung kepala dengan makai armor dari sihir elen, 3 orang yang ngenakan tudung kepala tanpa makai armor sihir elen serta Javier dan juga Enzo.

"Tersisa 23 orang ya," pikirku.

Sentara itu, Enzo yang sedang berjalan ke arahku terlihat sedang ngangkat pedangnya. Kelihatannya dia sedang bersiap untuk nyerangku kembali.

"Aku tahu kalau kamu itu kuat, Rid. Tetapi aku tidak nduga kalau kamu sekuat ini. Aku awalnya berpikir kalau kamu dapat dengan mudah diatasi oleh orang-orang ini sentara aku hanya lihat saja, tetapi ternyata aku salah. Beberapa dari orang-orang ini berhasil kamu bunuh dengan mudah, termasuk 2 ’subjek’. Sepertinya mang harus aku sendiri yang turun tangan untuk mbunuhmu," ucap Enzo.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 247 : Penyerangan di Hutan Hevea part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

Supreme Magus cover
Similar genre

Supreme Magus

Legion20 ·Action

DerekMcCoywasamanthatsincefromyoungagehadtofacemanyadversities.Oftenforcedtosettlewithsurvivingratherthaliving,hadfinallyfoundhisplaceintheworld,un...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.