Font Size
15px

Ujian kedua pun masuki hari kedua.

~Destruction Waves Slash~

Charles lancarkan sebuah tebasan nyerupai ombak yang cukup besar kepadaku. Tetapi aku juga lancarkan serangan untuk nahan serangan itu.

~Advanced Glacier Strike~

Kedua serangan milik kami pun saling beradu. Tetapi adu serangan itu tidak berlangsung lama karena tebasan ombak milik Charles perlahan mulai mbeku setelah terkena serangan milikku. lihat serangannya yang mbeku, Charles langsung nggunakan teknik lainnya.

~San Fulgen Arts Water Technique : Rain Sword~

Beberapa pedang air pun muncul ngelilingi Charles. Lalu Charles langsung bergerak nuju ke arahku dengan lompati tebasan ombaknya yang mbeku. Charles pun bersiap untuk nyerangku.

~Destruction Water Slash~

Charles nyerangku dengan sebuah tebasan air dari jarak dekat, tetapi aku langsung nahan serangan itu dengan pedangku. Saat aku berhasil nahan serangan itu, pedang-pedang air yang ngelilinginya pun mulai nyerangku. Tetapi sebelum pedang-pedang air itu berhasil ngenaiku, pedang-pedang air itu langsung hancur oleh pedang-pedang air lainnya yang tiba-tiba muncul. Charles yang lihat hal itu pun terkejut tetapi dia tahu apa yang sebenarnya terjadi setelah lihat beberapa pedang air juga ngelilingiku.

"Sepertinya aku harus nagih bayaran kepadamu karena telah nggunakan teknik milik keluargaku, Rid," ucap Charles.

"Tolong jangan seperti itu, Charles," ucapku.

"Aku hanya bercanda," ucap Charles.

Aku dan Charles pun lanjutkan pertandingan itu. Sentara itu, di sisi lain arena tempat latihan, Irene dan Leandra sedang bertarung satu sama lain. Leandra nembakkan bola-bola sihir berukuran kecil dan sedang ke arah Irene namun Irene berhasil nahan semua bola-bola sihir itu dengan rapiernya.

"Sepertinya mang tidak mudah untuk ngalahkan nona," pikir Leandra.

Saat ini hanya tersisa 2 tim saja di arena ini yaitu tim yang berisi aku dan Irene serta tim yang berisi Charles dan Leandra karena 2 tim yang lainnya sudah tumbang terlebih dahulu. Salah satu tim yang tumbang itu rupakan tim yang aku dan Irene lawan di hari pertama. Di ujian kali ini, tim yang sama bisa saling berhadapan kembali di hari selanjutnya.

-

Kembali ke pertarunganku dengan Charles.

Saat ini Charles nggunakan teknik ~San Fulgen Art Water Technique : Aqua Longsword~ yang mbuat pedang airnya bertambah panjang 5 kali lipat dari sebelumnya. Dengan pedang sepanjang itu, jangkauan serangannya pun njadi luas. Kemudian, Charles pun lakukan serangan tebasan ke arahku dengan nggunakan pedang panjangnya.

~Aqua Destroyer~

Aku pun bersiap untuk nghentikan serangan itu dengan teknikku.

~Secret Sword Art : Aqua Slayer Slash~

Aku lancarkan tebasan ke arah pedang air panjang itu dan pedang air itu pun langsung hancur. Air yang lapisi pedang itu pun langsung jatuh ke lantai arena seperti kehilangan kekuatannya. Charles nampak tidak terkejut ketika lihat pedang airnya itu hancur. Itu karena dia sudah sering ngalami hal ini ketika berlatih tanding denganku. Ketika pedang airnya Charles sudah hancur, aku lihat ada celah di pertahanan Charles. Aku pun langsung lesat dengan cepat ndekati Charles dan lancarkan serangan kepadanya.

~Secret Sword Art : Roaring Dragon Slash~

Charles pun terkena serangan itu dengan telak dan mbuatnya terhempas nghantam dinding tempat latihan. Charles pun langsung tumbang setelah terkena serangan itu. Setelah numbangkan Charles, aku pun lihat ke arah Irene yang sebelumnya sedang lawan Leandra. Kelihatannya Irene juga berhasil numbangkan Leandra. Karena Leandra terlihat sedang terbaring di lantai arena dengan bongkahan es yang nempel pada tubuhnya.

"ski lawan asistennya sendiri, Irene tetap tidak nahan diri ya," pikirku.

Dengan tumbangnya Charles dan Leandra, aku dan Irene pun kembali nang di ujian hari kedua ini.

Di pertandingan lain, Noa dan Chloe juga berhasil nangkan pertandingan skipun reka berada di pertandingan yang sama dengan Kotaro, Julie, Enzo dan Lotta. Sentara, Lily juga berhasil nangkan pertandingan hari ini skipun dia tidak bekerja sama dengan Glenn yang rupakan pasangannya saat ini.

-

Ujian kedua hari ketiga.

Aku dan Irene kembali nangkan pertandingan untuk ujian hari ketiga ini. Kami berdua ngalahkan Enzo & Lotta dan Lily & Glenn yang juga berada di satu pertandingan dengan kami. Di pertandingan tadi, Enzo tidak terlihat serius seperti biasanya. Lalu cukup sulit juga untuk ngalahkan Lily karena dia punya kelincahan dan kekuatan yang sudah ningkat dibandingkan dengan dia yang sebelumnya. Karena hal itu yang mbuat dia berhasil nangkan pertandingan di hari pertama dan kedua skipun dia tidak bekerja sama dengan pasangannya. Tetapi pada akhirnya Lily berhasil dikalahkan oleh Irene. Lily terbaring di lantai arena dengan bongkahan es yang nempel pada tubuhnya.

"Kemarin Leandra dan sekarang Lily. Sepertinya Irene benar-benar tidak nahan diri skipun lawan asistennya sendiri," pikirku.

Lalu di pertandingan yang lain. Noa dan Chloe secara ngejutkan berhasil ngalahkan tim Charles dan Leandra yang 1 pertandingan dengan reka. Hasil ini mbuat reka ndapatkan kenangan ketiga di ujian kedua ini, sama seperti aku dan Irene.

-

Ujian kedua hari keempat.

Entah kebetulan atau tidak, di hari terakhir ini aku dan Irene berada dalam satu pertandingan dengan Noa dan Chloe yang mbuat kami akan saling bertarung satu sama lain.

Setelah 2 tim yang lainnya kalah, aku dan Noa pun saling bertarung.

~Twin Wind Ballista~

Noa lempar dua tombak angin dengan kedua tangannya dan kedua tombak itu ditujukan kepadaku.

~Secret Sword Art : Wind Slayer Slash~

Namun kedua tombak angin itu pun berhasil aku hancurkan dengan tebasanku. Tetapi saat kedua tombak angin milik Noa berhasil kuhancurkan, Noa dengan cepat langsung lesat ke arahku. Saat ini Noa diselimuti oleh sihir angin yang cukup pekat.

"~Magic Martial Arts~ ya," pikirku.

Noa langsung ncoba nyerangku dengan pukulan yang sudah diperkuat oleh sihir angin itu.

~Great Wind Impact~

Pukulan itu pun diarahkan kepadaku, tepatnya ke arah kepalaku. Tapi aku dengan cepat nahan serangan itu dengan teknikku.

~Secret Sword Art : Wind Slayer Slash~

Aku lancarkan tebasan ke pukulan itu dan pukulan itu pun berhasil tertahan oleh pedangku. Namun, tiba-tiba sihir angin yang nyelimuti tangan Noa yang digunakan untuk mukul itu tiba-tiba nghilang. Noa pun terkejut lihat itu.

"Kenapa sihir angin yang nyelimutiku tiba-tiba nghilang ?," tanya Noa.

"Sepertinya kamu lupa kalau teknikku ini bisa nebas dan nghancurkan sihir elen tertentu, Noa. Jika sihir angin yang lapisi tombakmu bisa aku hilangkan dengan teknik ini, bukan tidak mungkin kalau aku juga bisa nghilangkan sihir angin yang nyelimuti bagian tubuhmu," ucapku.

Noa masih terkejut ngetahui kalau sihir angin yang nyelimuti tangannya itu nghilang. lihat hal itu, aku pun langsung nyerang Noa.

"Inilah akhirnya, Noa," ucapku.

~Glacier Strike~

Noa terkena serangan itu dengan telak dan mbuatnya terhempas ke belakang.

Sentara itu, beberapa saat yang lalu di sisi lain tempat latihan, Irene dan Chloe sedang bertarung satu sama lain. Saat ini, Chloe bertarung nggunakan kedua belati yang terbuat dari sihir api miliknya. Lalu, Chloe nggunakan sebuah teknik miliknya.

~San Fulgen Art Fire Technique : Fire Dagger Ilussion Movent~

Setelah itu, Chloe langsung nyerang Irene secara bertubi-tubi nggunakan kedua belati miliknya.

"Kamu mungkin sudah lihat teknik ilusi ini saat aku bertarung dengan senior Nadine di turnan akademi sebelumnya. Tetapi saat kita berlatih tanding, aku mutuskan untuk tidak nggunakan teknik ini. Semua ini agar kamu tidak bisa ngatasi teknik milikku ini, Irene. Jika kamu tidak pernah berhadapan dengan teknik ini, maka kamu juga tidak akan tahu cara ngatasi teknik ini," ucap Chloe.

Chloe terus nyerang Irene secara bertubi-tubi tetapi semua serangan Chloe itu berhasil dihindari oleh Irene. Chloe yang nyadari hal itu pun mulai terkejut.

"Kenapa kamu bisa nghindari semua serangan ini ? Padahal serangan ini bercampur dengan ilusi yang mbuatmu sulit untuk nghindari semua serangan ini dengan sempurna," ucap Chloe.

Lalu Chloe mperhatikan wajah Irene. Ternyata Irene nghindari semua serangan Chloe itu dengan mata tertutup.

"Kamu nghindari semua serangan itu dengan mata tertutup ?," tanya Chloe yang terkejut.

"Itu benar. Sesuai yang kamu katakan tadi, karena aku tidak pernah lawanmu saat nggunakan teknik itu, aku pastinya tidak akan bisa ngatasi teknik ini karena aku juga belum tau cara kerja teknikmu ini. Aku tahu kalau teknikmu ini berbahaya karena berhasil lukai Nadine dengan cukup parah saat turnan akademi. Jadi jika aku tidak bisa ngatasi teknik ini, kekalahanku pasti dapat dipastikan,"

"Tetapi, Rid mberitahuku soal kelemahan teknikmu ini. Dia berkata kalau teknikmu ini mang bercampur dengan ilusi yang dapat ngelabui penglihatan lawan dan disitulah kelemahannya. Dia berkata kalau teknikmu tidak akan berguna bagi musuh yang tidak nggunakan penglihatannya dalam lawan teknikmu ini. Untuk itulah aku mutuskan untuk nutup mataku ketika nghindari teknikmu ini. Dengan mata tertutup, aku bisa fokus untuk nghindari serangan aslimu dan tidak perlu khawatir dengan ilusi yang akan ngacaukan penglihatanku,"

"Ngomong-ngomong, Rid mbicarakan tentang ini setelah lihat pertandinganmu lawan Nadine. Jadi setelah itu, aku mutuskan untuk berlatih nghindari serangan dengan mata tertutup agar bisa ngatasi teknikmu ini. Karena aku tahu kalau kita pasti akan berhadapan lagi nantinya dan kamu pasti akan nggunakan teknik ini. Dan karena itulah, saat ini aku sudah cukup terbiasa untuk nghindari serangan dengan mata tertutup," ucap Irene.

Setelah ndengar penjelasan Irene, Chloe masih tetap nyerang Irene dengan tekniknya itu skipun Irene berhasil nghindari semua serangan itu. Lalu di suatu mon, Irene nahan kedua belati api milik Chloe dengan keras nggunakan rapiernya yang nyebabkan kedua belati api itu terlepas dari genggaman tangan Chloe. lihat hal itu, Irene langsung nyerang Chloe dengan serangannya.

"Inilah akhirnya, Chloe," ucap Irene.

~Glacier Strike~

Chloe terkena serangan itu dengan telak dan mbuatnya terhempas ke belakang. Dan disaat yang sama, Noa juga terhempas ke belakang karena terkena seranganku. Noa dan Chloe pun saling bertabrakan dengan bagian belakang tubuh reka berdua saling nyentuh satu sama lain. Setelah lihat reka berdua bertabrakan, aku dan Irene pun langsung bergegas nuju reka berdua. Aku dan Irene pun bersiap untuk nyerang reka berdua.

~San Lucia Art : Freezing Air Slash~

Tebasan yang dilancarkan kami berdua pun ngenai Chloe dan Noa dengan telak. reka berdua pun langsung tumbang setelah terkena serangan itu.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 242 : Pasangan Monster part 2 on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.