Font Size
15px

"Ini tidak mungkin kan ?!,"

"Apa yang kita takutkan malah njadi kenyataan,"

"Sudah dapat dipastikan kalau Rid dan putri es akan ndapatkan poin sempurna di ujian ini,"

"Aku berharap aku tidak lawan reka berdua di ujian kedua ini," ucap murid-murid itu.

Setelah nunjukan nomorku ke tuan Alan dan murid-murid itu, aku pun noleh ke arah Irene dan kebetulan Irene juga noleh ke arahku.

"Kelihatannya kita akan berpasangan di ujian kali ini, Irene. Kalau begitu, mohon bantuannya," ucapku.

"Aku juga mohon bantuannya, Rid," ucap Irene.

Beberapa nit kemudian, semua murid di kelas ini pun telah ndapatkan pasangannya masing-masing untuk ujian ini. Charles berpasangan dengan Leandra, Chloe berpasangan dengan Noa, Kotaro berpasangan dengan Julie dan Lily berpasangan dengan Glenn Klark. Lily dan Leandra sempat bertarung dengan Glenn dan yang lainnya saat ujian keempat yang berlangsung di alam liar yang berada di belakang kediaman Duke San Minerva. Berpasangan dengan Glenn mbuat Lily rasa tidak senang.

"Sial, kenapa aku harus berpasangan dengannya ?," ucap Lily yang kesal.

Sentara itu, Enzo berpasangan dengan Lotta yang rupakan pasangan Charles di ujian kedua tahun lalu.

-

Sore harinya, di ruangan Elevrad.

Saat ini aku dan Elaina sedang berada di salah satu ruangan di lantai 7 untuk ngurus beberapa dokun. Sentara Irene baru saja pergi ninggalkan ruangan itu untuk ngantar beberapa dokun ke ruang utama Elevrad.

"1 minggu lagi ujian kedua akan berlangsung ya," ucap Elaina.

"Iya. Tidak terasa sudah mau berlangsung ujian kedua saja, padahal kelihatannya belum lama sejak ujian pertama selesai dilaksanakan," ucapku.

"Ujian kedua adalah ujian berpasangan ya. Tadi wali kelasku saat pelajaran terakhir lakukan undian untuk nentukan murid yang akan pasangan di kelasku. Apa tahun kedua juga lakukan ujian berpasangan seperti tahun pertama ?," tanya Elaina.

"Kamu bertanya seperti itu karena kamu mau ndapatkan informasi tentang ujian kedua tahun kedua ya ?," tanyaku.

"Tidak, senior. Aku murni hanya penasaran saja. Jika mang senior tidak bisa mberitahu karena aturan akademi juga tidak apa-apa," ucap Elaina.

"Sebenarnya tidak masalah untuk mberitahukan konten ujian kepada junior tapi mberitahunya tidak boleh secara detail dan rinci. mberitahukan lewat petunjuk-petunjuk juga boleh. Karena itu, aku akan mberitahumu, untuk ujian kedua murid tahun kedua juga lakukan ujian berpasangan. Itu saja yang bisa aku beritahu, aku tidak bisa mberitahukan secara rinci. Lagipula penjelasan rinci tentang ujiannya juga belum diberitahukan oleh wali kelasku," ucapku.

"Begitu ya. Jadi tahun kedua juga lakukan ujian berpasangan. Ngomong-ngomong, dengan siapa senior berpasangan ?," tanya Elaina.

"Aku berpasangan dengan Irene," ucapku.

"Dengan senior Irene ? Dengan pacar senior sendiri ? Kebetulan yang sangat narik," ucap Elaina.

"Entah ini bisa dibilang sebagai kebetulan atau tidak," ucapku.

-

Keesokan paginya, di tempat latihan tahun kedua.

Seperti biasa, setiap pagi kami selalu latihan di tempat latihan itu.

"Aku masih rasa jengkel. Kenapa aku harus berpasangan dengan dia di ujian kedua ini," ucap Lily yang nampak kesal.

"Sudahlah, Lily. Sebanyak apapun kamu berkeluh kesah, kamu akan tetap berpasangan dengan dia. Jadi percuma saja," ucap Leandra.

"Tetap saja aku rasa jengkel. Dari banyaknya murid laki-laki lain di kelas ini, kenapa aku harus berpasangan dengan dia. Apalagi aku masih rasa marah atas apa yang dia lakukan kepada kita berdua di ujian keempat sebelumnya. Sepertinya di ujian kedua kali ini, aku harus bertarung sendiri. Aku tidak sudi bekerja sama dengannya," ucap Lily.

"Yah terserah kamu saja," ucap Leandra.

"Kalaupun kamu mutuskan untuk bekerja sama dengannya, aku ragu kalau dia mau bekerja sama denganmu, Lily. Sama seperti kasus Leandra dan Ray tahun lalu. mang lebih baik kamu bertarung sendiri saja di ujian kedua ini. Kamu yang sekarang pasti bisa lakukan itu. Lagipula kamu sudah bertambah kuat dibandingkan dengan tahun lalu," ucapku.

"Ya, itu benar. Semua ini berkat master Rid yang latihku," ucap Lily.

"Tolong berhenti manggilku seperti itu," ucapku.

Sentara itu, di sisi lain tempat latihan. Terlihat Chloe dan Noa sedang berlatih kombinasi serangan reka.

"Kombinasi ini kelihatannya masih kurang, Chloe. Kita harus latihnya lagi. Kita harus mbuat serangan kombinasi yang kuat untuk lawan murid-murid yang njadi lawan kita nanti," ucap Noa.

"Ya, kamu benar, Noa. Ayo kita berlatih lagi," ucap Chloe.

-

Hari pun terus berlalu dan tibalah hari dimana ujian kedua dimulai.

Kami saat ini sedang berada di tempat latihan kelas A tahun kedua, tempat yang akan digunakan sebagai tempat ujian kedua bagi kelas kami.

"Aku akan njelaskan apa yang akan kalian lakukan di ujian kedua kali ini. Sebelumnya aku sudah bilang kalau ujian kedua untuk murid tahun kedua itu sama seperti murid tahun pertama yaitu ujian berpasangan, tetapi pertandingan yang akan kalian hadapi nanti berbeda dengan murid tahun pertama. Jika di ujian kedua tahun pertama kalian akan lakukan pertandingan 2 vs 2 dengan pasangan kalian, maka di ujian kedua tahun kedua ini kalian harus lakukan ujian 2 vs 2 vs 2 vs 2 dalam 1 pertandingan. Anggaplah kalian dan pasangan kalian itu rupakan 1 tim, jadi dalam 1 pertandingan akan ada 4 tim yang akan saling bertanding untuk nentukan penangnya," ucap tuan Alan.

"4 tim akan bertarung sekaligus ?,"

"Berarti akan ada total 8 orang dalam 1 pertandingan,"

"Sepertinya ini cukup sulit," ucap murid-murid setelah ndengar penjelasan tuan Alan.

"Total poin yang bisa di dapatkan di ujian ini adalah 3000 poin yang terbagi dalam 4 hari ujian,"

"Setiap tim bertanding sebanyak satu kali sehari dan kalian harus saling ngalahkan dengan 3 tim lainnya untuk ndapatkan posisi pertama. Untuk poin yang akan kalian peroleh setiap pertandingan, untuk posisi pertama kalian akan ndapatkan 750 poin, posisi kedua 500 poin, posisi ketiga 250 poin dan posisi keempat 100 poin. Jika kalian selalu ndapatkan posisi pertama dalam ujian pertandingan yang akan berlangsung selama 4 hari, maka kalian akan ndapatkan total 3000 poin di ujian ini,"

"Untuk penilaian tim yang kalah adalah tim yang kedua muridnya telah tumbang. Jadi misalkan kamu dan pasanganmu telah tumbang lebih dulu dibanding dengan 3 tim lainnya, maka timmu dinyatakan sebagai posisi keempat di pertandingan itu. Namun jika misalnya hanya pasangan kamu saja yang tumbang sedangkan kamu belum, terus kamu berhasil bertahan sampai akhir dengan numbangkan 3 tim lainnya, maka timmu berhak ndapatkan posisi pertama di pertandingan itu," ucap tuan Alan.

"Begitu ya, aku paham,"

"Jadi misalnya kita atau pasangan kita sudah tumbang lebih dulu, asalkan kita bertahan sampai akhir, kita bisa ndapatkan posisi pertama,"

"Untuk ndapatkan posisi pertama, kita juga bisa nyerang suatu tim yang sedang fokus bertarung dengan tim lain. Ketika reka fokus bertarung, reka pasti lengah akan keberadaan tim yang lainnya," ucap para murid itu.

"Kelihatannya kalian sudah ngerti dengan penjelasanku barusan. Ah satu hal lagi, tidak ada pengurangan poin yang terjadi di ujian kedua ini. Jadi skipun kalian terluka, kelelahan atau pasangan kalian tumbang, kalian akan tetap ndapatkan poin sesuai dengan posisi yang tim kalian dapatkan. Itu saja penjelasan dariku, apa ada pertanyaan dari kalian ?," tanya tuan Alan.

Semua murid pun terdiam yang nandakan tidak ada dari reka yang ingin bertanya.

"Jika tidak ada yang mau bertanya, maka mari kita langsung mulai ujian kedua. Nah sekarang, waktunya ngundi tim-tim mana yang akan saling bertarung," ucap tuan Alan.

Tuan Alan pun nyiapkan wadah yang berisi kertas.

"Pengundiannya sama seperti biasa. Di kertas yang ada di dalam wadah ini, ada 4 nomor yang sama mulai dari nomor 1 sampai 5. Keempat tim yang ndapatkan nomor yang sama akan bertanding di ujian ini dan nomor yang kalian dapatkan nunjukan di pertandingan berapa kalian akan bertanding. Jika kalian ndapatkan nomor 1, maka kalian akan bertanding di pertandingan pertama,"

"Nah sekarang kita mulai pengundiannya. Perwakilan tim silahkan maju," ucap tuan Alan.

Beberapa orang pun mulai maju untuk ngambil kertas yang ada di wadah itu.

"Kamu saja yang maju untuk ngambil kertas itu, Irene," ucapku.

"Baiklah," ucap Irene.

Irene pun maju untuk ngambil kertas itu. Lalu semua perwakilan tim pun sudah maju untuk ngambil kertas itu. Setelah itu, reka pun nunjukan nomor yang terdapat di kertas itu. Irene ndapatkan nomor 1, sedangkan teman-temanku yang lain ndapatkan nomor yang berbeda dengan Irene.

"Sepertinya aku tidak akan berhadapan dengan reka di hari pertama ini ya," pikirku.

-

Setelah selesai lakukan pengundian, aku dan Irene pun langsung nuju ke arena tempat latihan. Karena kami ndapatkan nomor 1, maka kami akan bertanding lebih dulu. Saat kami berdua sudah berada di arena dan bersiap-siap, aku lihat ketiga tim yang akan kami lawan sedang fokus natap kami. Aku tahu apa yang akan reka rencanakan, dan sepertinya Irene juga tahu apa yang reka rencanakan.

"Apakah kalian semua sudah siap ?," tanya tuan Alan.

"Siap," ucap kami semua.

"Kalau begitu, pertandingan pertama di ujian kedua ini, dimulai!," ucap tuan Alan.

Setelah tuan Alan mulai pertandingan, ketiga tim itu langsung bergerak ke arahku dan Irene dan bersiap nyerang kami berdua. Aku sudah nduga kalau reka akan bekerja sama untuk nyerang dan numbangkan tim yang nurut reka kuat terlebih dahulu.

"Ayo kita mulai, Irene," ucapku.

"Iya," ucap Irene.

Aku dan Irene pun lapisi senjata kami dengan sihir es lalu langsung nyerang reka sebelum reka nyerang kami berdua.

~Ice Sword Art : Great Ice Slash~

Kami berdua nyerang reka berenam dengan tebasan es yang sangat besar. Tebasan itu ngenai reka dengan telak dan langsung mbuat reka berenam terhempas dan langsung tumbang.

"Apa-apaan itu ?!?!,"

"Hanya dengan 1 serangan dari reka berdua sudah cukup untuk numbangkan tiga tim yang lainnya ?,"

"Kekuatan reka berdua benar-benar luar biasa,"

"Jadi begini kekuatan Rid dan putri es apabila reka bekerja sama ?,"

"ngalahkan salah satu dari reka saja sudah sangat sulit, apalagi ngalahkan reka berdua. reka berdua pasti akan selalu nempati posisi pertama setiap bertanding,"

"Dengan ini sudah dapat dipastikan kalau reka rupakan pasangan terkuat di ujian kali ini. Tidak, mungkin akan lebih tepat jika manggil reka sebagai ’pasangan monster’ di ujian kali ini," ucap murid-murid itu yang terkejut setelah lihat aku dan Irene berhasil numbangkan ketiga tim yang kami lawan dengan cepat.

Dengan tumbangnya reka, itu berarti aku dan Irene berhasil numbangkan 3 tim yang mbuat tim kami raih posisi pertama di pertandingan ini.

"Tunggu sebentar. Jika ketiga tim itu tumbang secara bersamaan, lalu bagaimana caraku untuk nentukan tim mana yang akan nempati posisi kedua, ketiga dan keempat di pertandingan ini ?," tanya tuan Alan.

Lalu sekitar 1 jam kemudian, ujian kedua untuk hari pertama pun telah usai.

-

Sore harinya, di hutan akademi. Terlihat senior Florian dan Enzo sedang berbicara di hutan itu. Hutan itu nampak sepi dan tidak banyak orang yang datang ke hutan itu. Sepertinya karena saat ini sedang berlangsung ujian kedua, maka para murid itu tidak datang ke hutan itu untuk berjalan-jalan dan lebih miliki untuk berlatih atau beristirahat.

"Bagaimana dengan ujian kedua hari ini, Enzo ? Apa kamu dapat nyelesaikannya dengan mudah ?," tanya senior Florian.

"Yah lumayan. Daripada itu, aku yakin kamu manggilku kesini bukan untuk mbicarakan soal ujian kedua, senior," ucap Enzo.

"Ya, kamu benar. Aku manggilmu kesini bukan untuk mbicarakan itu," ucap senior Florian.

"Jadi apa yang sebenarnya ingin kamu bicarakan denganku ?," tanya Enzo.

"Tentang rencana ketiga Duke. Enzo, kamu terpilih sebagai eksekutor dalam rencana ini," ucap senior Florian.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 241 : Pasangan Monster on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Pokémon Court cover
Similar genre

Pokémon Court

Sounding Stream ·Action

SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainstWallace,therepresentativeof...Readmore SootopolisCity,atraditionalTrainerfoughtabattleagainst...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.