Font Size
15px

Di hari kamisnya.

Ujian pertama yang berjalan selama 4 hari pun telah resmi berakhir. Kelas kami yang rupakan kelas A tahun kedua pun juga telah nyelesaikan ujian ini dengan hasil yang muaskan. mang ada beberapa murid yang gagal, tapi murid-murid yang gagal itu hanya gagal di hari terakhir saja, sedangkan untuk hari pertama sampai ketiga tidak ada murid yang gagal sama sekali. Berbeda sekali dengan saat ujian pertama di tahun pertama dimana saat ujian hari ketiga sudah ada beberapa murid yang gagal.

"Kelihatannya semua murid yang ada di kelas ini sudah ngalami peningkatan. Jadi tidak hanya kami saja yang berlatih setiap hari, ya," pikirku.

Setelah nyelesaikan ujian pertama, kami seperti biasa pergi ke area pertokoan untuk mbeli banyak makanan dan minuman. Lalu pergi ke asramanya Chloe untuk rayakan selesainya ujian.

-

Di asrama Chloe.

Kami pun saling ngobrol dan mbahas tentang ujian pertama yang sebelumnya berhasil kami selesaikan sambil nikmati makanan dan minuman yang tersedia. Kali ini, aku tengah ngobrol dengan Noa.

"Aku tidak nyangka kalau di ujian pertama tahun kedua ini kita harus ngalahkan boneka petarung yang terbuat dari tanah," ucap Noa.

"Yah beberapa tanah mang ada yang lebih kuat dari kayu. Apalagi tanah-tanah ini juga pasti sudah diperkuat oleh sihir. Jadi ngalahkannya juga cukup sulit," ucapku.

"Bukan begitu, aku kira kita akan ngalahkan boneka yang terbuat dari batu, besi atau bahan keras lainnya, tapi aku tidak nyangka kalau boneka petarung yang harus kita kalahkan malah terbuat dari bahan yang cukup mudah untuk dihancurkan," ucap Noa.

"Sepertinya kamu njadi sombong karena bisa nyelesaikan ujian ini dengan mudah ya, Noa. Jika boneka petarung yang kita lawan di tahun kedua ini terbuat dari besi, apa kamu pikir kamu bisa ngalahkannya ?," tanyaku.

"Tidak bisa sih. Aku saja tidak bisa mbelah besi saat ini," ucap Noa.

"Maka dari itu akademi mutuskan untuk ningkatkan sedikit kesulitan di ujian pertama ini dengan mbuat boneka petarung yang terbuat dari tanah yang sedikit lebih kuat dari kayu. Coba bayangkan jika akademi ini langsung ningkatkan kesulitan di ujian pertama untuk tahun kedua ini secara tidak wajar dengan langsung nggunakan boneka yang terbuat dari besi. lawan boneka petarung yang terbuat dari tanah aja masih ada beberapa murid yang gagal, bagaimana jika lawan boneka petarung yang terbuat dari besi. Sepertinya akan banyak murid yang gagal di ujian pertama ini. Lalu untuk tahun selanjutnya, di ujian pertama kita harus ngalahkan boneka petarung yang lebih kuat dari besi. Mungkin kita harus ngalahkan boneka petarung yang terbuat dari baja, atau bahkan berlian seperti yang kamu bilang sebelumnya. Aku tidak bisa mbayangkan jika harus lawan boneka petarung yang terbuat dari itu," ucapku.

"Tapi, apa nurutmu ada sihir berlian diluar sana ? Sihir baja saja sudah sangat langka. Jadi mungkin alasan akademi tidak ningkatkan kesulitan dengan tidak wajar adalah karena reka tidak bisa mbuat boneka yang terbuat dari baja atau berlian untuk ujian pertama ini," ucap Noa.

"Itu mungkin saja. Yah lupakan tentang ujian pertama ini karena kita juga sudah nyelesaikannya juga. Lebih baik sekarang kita nikmati perayaan ini," ucapku.

"Yah kamu benar," ucap Noa.

-

Sekitar 2 bulan kemudian, 2 minggu sebelum ujian kedua dimulai.

Di salah satu ruangan yang berada di lantai 7 gedung tengah.

Aku saat ini tengah bersama dengan senior Klara yang rupakan bendahara Elevrad.

"Jadi kira-kira segini total anggaran yang dibutuhkan untuk nggelar turnan dan festival akademi," ucap senior Klara sambil mberikanku sebuah kertas yang berisi laporan itu.

Aku pun mbaca kertas itu dengan teliti.

"Elevrad masih miliki sisa dana dari turnan dan festival yang diselenggarakan sebelumnya. Akademi pun juga mberikan sejumlah dana kepada Elevrad untuk nyelenggarakan kedua acara itu. Tetapi seperti yang kamu lihat, anggarannya untuk kedua acara itu belum ncukupi," ucap senior Klara.

"Cukup banyak juga ya anggaran yang masih kurang. Karena Elevrad selama ini tidak pernah narik iuran ke para murid, berarti kita harus ndapatkan bantuan dana lainnya dari para bangsawan tingkat tinggi seperti keluarga kerajaan ataupun keluarga Duke ya," ucapku.

"Itu benar, wakil ketua. Setiap tahun, Elevrad ndapatkan bantuan dana dari bangsawan tingkat tinggi dan beruntungnya reka selalu mberikan bantuan dana tersebut setiap tahun. Tapi tentu saja kita harus ngajukan proposal resmi terlebih dahulu kepada reka agar reka mau mberikan bantuan dana kepada Elevrad," ucap senior Klara.

"Begitu ya. Ngomong-ngomong, apa kamu sudah mberitahu senior Florian soal anggaran ini, senior ?," tanyaku.

"Belum. Aku baru mberitahu kepada wakil ketua saja," ucap senior Klara.

"Kalau begitu, bolehkah aku mbawa laporan ini untuk kudiskusikan dengan senior Florian ?," tanyaku.

"Silahkan, wakil ketua," ucap senior Klara.

"Baiklah. Ngomong-ngomong, tolong jangan panggil aku dengan ’wakil ketua’ seperti itu, senior. Entah kenapa itu mbuatku tidak nyaman ndengar senior 2 tingkat diatasku manggilku dengan sebutan ’wakil ketua’," ucapku.

"Kamu harus mbiasakannya, wakil ketua. Suatu saat nanti, mungkin kamu akan mimpin sekelompok orang dan sebagian dari orang itu rupakan orang yang umurnya jauh di atasmu. Jika orang itu manggilmu dengan sebutan ’ketua’, tidak mungkin kan kamu masih rasa tidak nyaman dengan panggilan itu," ucap senior Klara.

"Hmmm, kamu ada benarnya, senior. Sepertinya mang aku harus terbiasa akan hal itu. Ya sudah, aku mau pergi dulu ke ruangan utama untuk ndiskusikan laporan ini dengan ketua," ucapku.

"Baik, wakil ketua," ucap senior Klara.

Aku pun pergi ninggalkan ruangan itu untuk pergi ke ruangan utama Elevrad. Sesampainya di ruangan itu, aku lihat senior Florian dan putri Alia tengah ndiskusikan sesuatu sebelum reka nyadariku yang datang ke ruangan itu.

"Ada perlu apa, wakil ketua ?," tanya senior Florian.

"Aku tidak tahu kalau ada putri Alia juga disini, aku minta maaf karena telah ngganggu pembicaraan kalian, senior. Jika kalian mau lanjutkan pembicaraan lagi, silahkan saja. Aku akan datang lagi nanti," ucapku.

"Kami sedang mbicarakan tentang perencanaan turnan dan festival akademi, bukan sesuatu yang pribadi. Kelihatannya kamu datang kesini untuk mbicarakan tentang itu juga. Jadi silahkan juga untuk bergabung dengan pembicaraan kami," ucap senior Florian.

"Itu benar, Rid. Tidak, maksudku wakil ketua," ucap putri Alia.

"Baiklah. Senior Florian benar, ada yang ingin aku bicarakan tentang perencanaan turnan dan festival," ucapku.

Lalu aku njelaskan tentang anggaran Elevrad yang sebelumnya dijelaskan senior Klara kepadaku.

"Begitu ya. Kita masih rlukan cukup banyak dana untuk pelaksanaan turnan dan festival di tahun depan. Baiklah, kalau begitu aku akan mbuat proposal untuk ndapatkan bantuan dana dari keluarga kerajaan dan keluarga Duke. Alia, kamu bantu aku untuk mbuat proposalnya juga," ucap senior Florian.

"Baik, ketua," ucap putri Alia.

"Apa aku boleh mbantu juga, senior ? Aku ingin nambah pengalamanku dalam mbuat proposal resmi seperti ini," ucapku.

"Baiklah, kamu boleh mbantu dalam pembuatan proposal ini," ucap senior Florian.

Lalu aku, senior Florian dan putri Alia pun mulai mbuat proposal di ruangan itu.

"Aku lupa untuk mberitahumu tentang ini, wakil ketua. Setelah proposal ini selesai dibuat, proposal itu akan langsung diajukan ke nona Karina untuk ditandatangani. Lalu setelah itu, proposal ini akan diantar ke kediaman keluarga kerajaan ataupun keluarga Duke. Anggota Elevrad lah yang akan ngantar proposal ini ke kediaman reka. Anggota Elevrad yang miliki jabatan seperti aku, Alia dan kamu harus ngantar proposal ini ke keluarga kerajaan ataupun keluarga para Duke. Aku berencana untuk mberikan proposal ini setelah ujian kedua selesai dilaksanakan. Untuk itu, aku harap kamu bersedia apabila aku suruh kamu untuk ngantar dokun ini ke salah satu keluarga para Duke," ucap senior Florian.

"Baiklah, senior, aku bersedia apabila aku diminta untuk pergi ngantar proposal itu ke salah satu kediaman Duke," ucapku.

"Terima kasih karena telah bersedia, wakil ketua. Untuk proposal yang diajukan kepada keluarga kerajaan, aku sendiri yang akan ngantarnya. Untuk Alia dan Klara akan ngantarkan proposal itu ke keluarga Duke yang lainnya. Karena keluarga Duke ada 4, sedangkan yang ngantar ke keluarga Duke hanyalah Rid, Alia dan Klara, berarti masih kurang 1 orang lagi untuk ngantar proposal itu. Sepertinya aku harus nunjuk 1 orang lagi untuk ngantar proposal itu nanti. Tapi untuk sekarang lebih baik kita selesaikan pembuatan proposal ini terlebih dahulu," ucap senior Florian.

-

1 minggu sebelum ujian kedua dimulai, di tempat latihan tahun kedua.

Saat ini kami sedang lakukan pembelajaran di tempat latihan itu. Daripada disebut pembelajaran, saat ini kami hanya lakukan latih tanding secara bebas. Tuan Alan ndadak pergi saat kami lakukan latih tanding di tempat latihan itu, namun beberapa nit kemudian beliau mulai kembali ke ruangan itu sambil mbawa 2 wadah.

"Sepertinya sudah waktunya untuk ngundi pasangan untuk ujian kedua nanti ya," ucap Charles.

"Kalau begitu, apa ujiannya akan sama seperti saat di tahun pertama yaitu pertandingan dua lawan dua ?," tanya Noa.

"Entahlah, kita lihat saja nanti," ucapku.

Lalu kami pun ndekati tuan Alan agar bisa ndengar dengan jelas tentang penjelasan yang akan dia berikan.

"Seperti yang kalian lihat dari dua wadah ini. Dua wadah ini berisi kertas dengan nomor yang akan nentukan pasangan kalian di ujian kedua ini. Ujian kedua di tahun kedua ini mungkin mang terlihat sama seperti saat tahun pertama karena kalian akan berpasangan lagi di ujian ini, tetapi ujian ini akan berbeda dari tahun pertama. Yah aku tidak bisa njelaskan dengan rinci tentang itu, kalian tunggu saja nanti ketika ujiannya tiba,"

"Nah sekarang, saatnya nentukan pasangan kalian di ujian ini. Rid, Irene, silahkan maju untuk ngambil kertas yang tersedia," ucap tuan Alan.

Aku dan Irene pun maju untuk ngambil kertas dari wadah yang berbeda. Sentara itu, murid-murid yang lainnya nampak tegang lihatku dan Irene sedang ngambil kertas tersebut.

"Semoga aku bisa berpasangan dengan Rid,"

"Semoga aku bisa berpasangan dengan putri es,"

"Jangan sampai Rid dan putri es berpasangan. Jika reka berpasangan, reka akan njadi pasangan terkuat di ujian ini,"

"Aku takut jika hal itu sampai terjadi,"

"Aku juga," ucap murid-murid itu.

Aku dan Irene pun telah selesai ngambil satu kertas. Lalu kami lihat nomor pada kertas itu dan nunjukannya kepada tuan Alan dan para murid lainnya.

Sayangnya, seperti yang ditakutkan oleh reka, aku dan Irene ndapatkan nomor yang sama. Itu berarti, aku akan berpasangan dengan Irene di ujian kedua tahun kedua ini.

-Bersambung

You are reading Peace Hunter Chapter 240 : Bantuan Dana Untuk Elevrad on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.