Setelah sepakat untuk bertanding, Jimmy manggil teman-temannya dari klub berenang. reka mastikan jalur renang reka dikosongkan untuk reka berdua dan penonton dipaksa minggir dari kolam sebentar. Semua orang mulai bersemangat ketika ndengar akan ada pertandingan.
"Peraturannya sederhana, siapa duluan yang berhasil 15 kali bolak balik maka dialah penangnya. Di setiap ujungnya, akan ada orang yang nghitung waktu dan mastikan agar tidak terjadi kecurangan."
"Tidak masalah, jika aku tidak nyelesaikannya sebelum kau berhasil 5 putaran maka kau adalah penangnya." Kata Randika dengan santai.
Lima belas kali bolak-balik, kolam renang ini miliki panjang 50 ter jadi bisa dibilang adu cepat ini berjarak 1500 ter.
Jarak 1500 ter bagi orang awam sangat lelahkan, kebanyakan orang tidak dapat nyelesaikannya. Justru inilah yang diincar oleh Jimmy, selama dia bisa berhasil mbuat Randika malu karena tidak bisa berhasil nyelesaikan pertandingan ini maka tujuannya sudah tercapai.
Tapi, yang justru mbuatnya lebih kesal lagi adalah kata-kata dari Randika yang penuh dengan kesombongan. Jika Randika belum selesai nyelesaikan 15x bolak-balik (1500 ter) sebelum dirinya selesai 5x bolak-balik (500 ter) maka dirinya adalah penangnya!
Benar-benar konyol, orang awam ngalahkan ujung tombak klub renang? Sehat bro?
Ketika ndengar sesumbar Randika itu hanya tersenyum lebar. "Baiklah kalau begitu."
"Bersedia!"
Di sisi lain, beberapa teman Jimmy njadi wasit di kedua ujung dan penonton antusias nonton reka.
"Berani sekali orang itu nantang Jimmy ya?"
"Aku juga heran, orang itu benar-benar bodoh."
"Sudah pasti Jimmy yang nang, dia kan jagoan sekolah kita!"
"Tentu saja! Jimmy adalah kebanggaan sekolah ini!"
.............
Semua penonton nyoraki Jimmy sedangkan yang nyoraki Randika hanyalah 1 orang. Hannah dengan bersemangat nyoraki Randika dari samping. "Randika! Berjuanglah!"
ndengar sorakan adik iparnya itu, Randika ngacungkan jempol dan tersenyum ke arahnya. Namun, Jimmy malah semakin kesal ketika lihat reka bersraan seperti itu.
"Mulai!"
Kedua perenang itu segera lompat masuk dan air muncrat ke mana-mana. Penonton mulai bersorak kembali.
Di saat dirinya masuk ke dalam air, Jimmy sudah ngatur napas dan rit gerakannya. Karena jarak 1500 ter juga rupakan tantangan baginya.
Selama dia njaga ritnya dengan stabil, dia yakin bisa nang dengan mudah. Apalagi sesumbar Randika mbuat dirinya miliki keunggulan mutlak!
Namun, pada saat ini, para penonton bersorak semakin keras!
"Gila!"
"Kok bisa pak tua itu berenang cepat sekali!"
"Orang itu pasti curang!"
.........
Semua yang lihat kecepatan Randika tidak bisa mpercayai apa yang reka lihat. Bahkan Hannah pun terpukau lihatnya, siapa sebenarnya kakak iparnya ini?
Ketika Randika dan Jimmy sama-sama masuki air, posisi reka masih seimbang tetapi detik berikutnya, Randika seperti masang roket di kakinya dan lesat cepat. Dia dengan mudah ninggalkan Jimmy dengan jarak yang jauh. Ketika Randika sampai ujung, Jimmy baru sampai setengahnya.
Yang lebih hebatnya lagi, setengah jalan yang dicapai Jimmy itu berkat bantuan pertama kali loncat ke dalam air, kalau tidak nghitung itu maka Jimmy baru ncapai 1/4!
Jimmy rasa aneh, sorakan itu rasanya bukan ditujukan pada dirinya.
Pada saat ini, dia rasa bahwa dirinya telah dilewati dan detik berikutnya dia sudah ada di sampingnya lagi!
Jimmy jelas terkejut. Bagaimana mungkin Randika bisa nyelesaikan 1 1/2 putaran bahkan dirinya belum nyelesaikan 1 putaran?
"Wow kak Randika mang luar biasa!" Hannah semakin bersemangat dan lompat kegirangan.
Tiba-tiba penonton bersorak kembali, reka tidak nyangka gerakan Randika berikutnya itu!
Yang semulanya makai gaya bebas itu tiba-tiba Randika makai gaya punggung!
Semua penonton terpukau dengannya, dan para perempuan itu natap Randika dengan mata yang nakal. "Kuat sekali orang itu, siapa dia sebenarnya?"
Bahkan dengan gaya punggungnya, kecepatan Randika sama sekali tidak lambat. Ketika Jimmy berhasil nyelesaikan 1 putaran (50 ter), Randika sudah 2 putaran (100 ter).
Dalam sekejap Randika sudah berhasil unggul 1 putaran!
Saat dirinya ngambil napas, Jimmy lihat lawannya itu lesat bagai panah lewati dirinya.
Matanya dipenuhi kengerian, bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Bagaimana caranya orang bisa berenang secepat itu? Berdasarkan perhitungannya, lawannya ini sudah unggul 1 putaran darinya.
Dalam sekejap, rit dan pernapasan Jimmy njadi kacau. Butuh beberapa waktu untuk dirinya tenang kembali, asalkan dia nyelesaikan 5x bolak-balik maka dialah penangnya.
Sekarang Jimmy sudah mbuang ambisinya nyelesaikan 1500 ter, yang dia butuhkan adalah nang dari Randika.
"Kak kau luar biasa! Ayo lebih cepat lagi!" Hannah benar-benar bersemangat, Randika sudah berhasil nyelesaikan 5 putaran. Ketika Randika berputar, dia tiba-tiba ngganti gaya berenangnya lagi.
Gaya dada!
Para penonton kembali bersorak, ini sudah ketiga kalinya Randika ngganti gaya berenangnya. Dari gaya bebas njadi gaya punggung dan sekarang gaya dada!
Di tengah sorakan ini, Randika masih macu kecepatannya. Jimmy di lain sisi masih terlihat pelan dan terlihat cemas. Randika terus-nerus lewati dirinya, ini mbuat Jimmy cemas di dalam hatinya.
"Sudah berapa ter dia?" Wasit yang ncatat ini masih linglung gara-gara lihat kecepatan Randika yang tidak manusiawi.
"Jimmy baru 250 ter dan orang itu sudah 1000 ter." Temannya itu juga seperti orang bodoh. Bagaimana mungkin jagoan sekolah reka dibantai sedemikian rupa? Orang itu sudah bukan manusia pikirnya.
Dan di saat ini, Randika ngubah gaya berenangnya njadi gaya kupu-kupu.
Para penonton lagi-lagi bersorak, reka penasaran apakah orang ini adalah wakil negara untuk olimpiade?
Namun, setelah 2 putaran makai gaya kupu-kupu, semua orang tertawa ketika lihat cara berenang Randika.
Dia makai gaya anjing!
Hannah pun tertawa lihatnya, kakak iparnya ini mang suka malu-maluin dirinya!
"Eh gila, gaya anjing saja dia masih cepat!" Semua orang mulai nyadari kecepatan Randika yang masih tetap sama walaupun gaya berenangnya berubah-ubah. Sekarang tinggal 100 ter lagi Randika akan nyelesaikan pertandingannya.
"Hei kurang berapa jauh lagi?" Salah satu orang bertanya pada wasit.
"reka berdua sama-sama kurang 100 ter!"
Hannah benar-benar bingung, Jimmy yang miliki keunggulan 1000 ter sekarang malah sudah terkejar dan hampir kalah. Kakak iparnya itu hanya butuh nyentuh dinding 2x lagi agar bisa nang!
Ketika Randika nyelesaikan 1 putaran dan tinggal 50 ter lagi, dia ngubah gaya berenangnya lagi. Kali ini tangannya berada di belakang kepalanya dan hanya kakinya saja yang ngayun cepat. Benar-benar rehkan!
"Wah pria itu keren!"
"Sialan, tahu gitu tadi aku tidak ncueki dirinya!"
Jimmy sudah lakukan yang terbaik. Dia tahu bahwa dia kurang sedikit lagi selesai, asalkan dia gang tembok terakhir itu maka dialah penangnya.
Namun, pada saat ini, suara teriakan Hannah terdengar paling keras.
"Randika berjuanglah! Sedikit lagi!" Randika lalu dengan mudah lewati Jimmy dan nyentuh ujung tembok.
Randika telah nyelesaikan 1500 ter!
Reviews
All reviews (0)