Tak lama kemudian Jimmy nyentuh ujung tembok dan ketika dia noleh ke atas, tangan Randika sudah njulur dari atas untuk mbantunya keluar dari kolam.
Penonton masih heboh dan berteriak histeris. Mata para perempuan masih tertuju pada tubuh sixpack Randika. Di mata para perempuan ini, Randika yang sekarang benar-benar tampan. Pertandingan ini benar-benar ncolok, variasi gaya berenang ditunjukkan oleh Randika. Gaya bebas, gaya dada, gaya kupu-kupu, gaya santai dan yang paling lucu adalah gaya anjing.
Semua gaya itu dengan mudah dilakukan oleh Randika!
"Siapa sebenarnya orang itu!" Kata seorang perempuan yang sudah klepek-klepek oleh penampilan Randika.
"Aku akan minta nomornya!" Teriak temannya di sampingnya.
"Sial, bukannya dia yang tadi ngajak ngobrol kita terus kita usir?" Ketiga perempuan ini langsung terdiam.
lihat Randika nang, Hannah lompat kegirangan. Kakak iparnya ini benar-benar luar biasa dalam semua bidang, dia benar-benar bangga!
"Ambilah tanganku." Kata Randika dengan santai pada Jimmy.
Mau tidak mau Jimmy raih tangan Randika, tindakan tidak sportif akan semakin malukan dirinya. Jimmy sekarang tidak berani ngangkat mukanya, dia benar-benar malu. Dia tidak nyangka akan kalah malukan seperti ini.
"Hmmm? Kamu lupa taruhan kita?" Tanya Randika.
Dalam hatinya, dia benar-benar mbenci pria ini, Jimmy lalu ngatakan. "Apa? Kau sudah mbuatku malu di depan banyak orang dan masih belum puas?"
Randika ngerutkan dahinya. "Jadi kau tidak mau mbayar taruhanmu itu?"
"Taruhan apa?" Jimmy tersenyum dan tertawa. Tidak ada orang yang ndengar taruhan reka sebelumnya kecuali reka berdua dan Hannah. Mau Randika ngomong apa pun, dia tidak akan ngakui kalau sebelum pertandingan ada taruhan yang dipertaruhkan.
Bagi Jimmy, kekalahan tadi sudah cukup nghantuinya. Jika salah satu orang ada yang rekamnya dan mpostingnya di dia sosial, namanya sebagai jagoan sekolah ini akan tercoreng. Jadi, dia berusaha sekuat mungkin nolak taruhan tersebut.
Kalau akhirnya Randika nggunakan kekerasan untuk maksanya, seluruh teman-temannya ada di sini, dengan banyaknya orang ini mbuat dirinya tidak takut sama sekali.
Randika lalu natapnya dengan dingin, "Kau tahu apa? Aku dari awal benci muka sombongmu dan ntal bancimu itu. Kalau kau tidak mau lakukannya hari ini, aku akan mbantumu!"
Pada saat ini, teman-teman Jimmy lihat bahwa Jimmy dan orang tadi sedang berdebat. Dengan cepat reka nimbrung.
"Ada apa ini?"
"Nih orang katanya mau nghajarku." Kata Jimmy sambil nunjuk Randika.
"Kau sudah nang di pertandingan tadi, jangan bawa permusuhan ini keluar dari kolam. Kau juga bukan orang sekolah ini, bisa-bisanya kau ingin nghajar teman kami?" Teman-teman Jimmy segera mbelanya. Jika Randika ingin nghajar temannya itu, reka dengan senang hati mbela Jimmy.
Randika tidak peduli dengan orang-orang itu, dia hanya berkata pada Jimmy. "Sebelum kau lakukan hal bodoh, pikirkan baik-baik konsekuensinya sebelum terlambat. Aku akan mberi peringatan terakhir untukmu agar kau segera mbayar hutangmu itu."
"Kau banyak omong pak tua." Jimmy dengan cepat njadi marah. Teman-teman Jimmy lalu bertanya. "Apa taruhannya mangnya?"
"Dia ini tiba-tiba nantangin kita dan bertaruh siapa yang kalah akan telanjang dan nggonggong sebanyak 5x. Sekarang dia sudah kalah malah berdalih." Hannah nghampiri Randika dan Jimmy, njelaskan kronologinya.
Ini mbuat Jimmy benar-benar malu, tetapi dia ngatakan. "Aku cuma bercanda, kalau pun aku nang aku tidak akan nyuruhnya seperti itu."
"Apanya yang bercanda? Kamu jelas-jelas nantangin dengan muka sombong gitu." Hannah mulai nggebu-gebu. "Sudah kalah saja nyalimu ciut, potong saja sana alat kelaminmu. Tidak pantas kau nyebut dirimu laki-laki."
Orang-orang yang ndengarnya rasa masalah ini sedikit rumit, tetapi karena Jimmy adalah temannya jadi reka mbelanya.
"Sudah lupakan saja, kayak anak kecil saja kalian. Sudah minta maaf saja Jim." Temannya Jimmy mulai mberi saran tersembunyi.
"Ha? Buat apa aku minta maaf?" Jimmy yang ndengarnya njadi marah. "mangnya apa yang akan dilakukannya? mbunuhku?"
"Orang sepertimu tidak pantas nyebut diri sebagai laki-laki, dasar tidak tahu malu!" Hannah ludah ke lantai, namun tiba-tiba dia ditarik dari belakang.
"Biarkan aku yang ngurusnya." Randika berbisik ke Hannah. Dia lalu tersenyum. "Tidak masalah jika kau tidak mau mbayar hutangmu."
lihat Randika yang tersenyum, Jimmy rasakan firasat buruk.
"Kau tahu apa? Aku aslinya suka berkelahi karena cara itu paling ampuh dan paling cepat untuk mbungkam mulut-mulut kayak kamu itu." Kata Randika sambil ncabut pegangan kolam yang terbuat dari besi. Lalu dia matahkan pegangan itu dan ngarahkan bagian runcingnya ke Jimmy.
"Kau! Apa yang kau lakukan!" Jimmy ketakutan. Ketika lihat besi itu dipatahkan dengan mudah, nyalinya segera nciut.
"nurutmu?" Randika lalu ngayun-ayunkan pegangan yang patah itu.
Teman-teman Jimmy yang lihatnya mulai ngambil langkah mundur dan mbiarkan reka berdua ngurusi masalahnya sendiri. Randika lalu berkata pada Jimmy dengan nada dingin. "Sekarang, pilihanmu ada dua. Pertama, kau lepas celanamu sekarang dan sesuai janji kita kau rangkak dan nggonggong sebanyak 5x. Yang kedua, setelah kupatahkan kaki dan tanganmu itu aku akan nelanjangimu dan mbiarkanmu nggonggong sebanyak 5x sebelum orang-orang bisa mbawamu ke rumah sakit. Cepat pilih salah satu."
Bocah ini sudah nghina dan mprovokasi dirinya berkali-kali, tidak mungkin Randika mbiarkannya pergi begitu saja. Sejujurnya, selama dia minta maaf dan ngerti salahnya di mana, dia akan maafkannya. Tetapi lihat dia tidak akan pernah berubah, Randika mutuskan untuk mberinya pelajaran.
Jimmy nelan air ludahnya. Ketika dia lihat tatapan tajam Randika, dia rasa bahwa kata-kata orang ini benar-benar serius. Dia rasa bahwa kaki dan tangannya benar-benar akan dipatahkan apabila dia nolak.
"Mana mungkin aku bisa milihnya!"
"Aku beri kamu 5 detik untuk mutuskan, jika kau tidak mbuat keputusan maka akan kubantu kau untuk milih nomor 2."
"Lima."
ndengar hitung mundur Randika, Jimmy semakin bingung.
"Empat."
Apa yang harus dia lakukan?
"Tiga."
Ketika Jimmy masih ragu-ragu, pegangan besi yang dipatahkan Randika itu dia lempar ke tembok. Dan di bawah tatapan orang-orang, tongkat itu nancap dalam di tembok!
Setelah pertunjukan itu, Jimmy rasa lututnya lemas dan mulai rangkak sambil lepas celananya. Tetapi dia tidak mau lepas celana dalamnya. Setelah itu dia nggonggong sebanyak 5x.
"Hahaha!"
Orang-orang mulai tertawa lihatnya, wajah Jimmy benar-benar sudah rah karena malu. Dia benar-benar kehilangan wajahnya, dia sudah tidak berani natap orang-orang setelah kejadian ini.
"Jim!" Teman-teman Jimmy segera lindunginya setelah dia selesai mbayar hutangnya.
"Kak, kau benar-benar hebat bisa mbuatnya nurutimu!" Hannah natap kagum Randika.
"Tentu saja!" Randika tersenyum. "Bahkan Inggrid saja nurutiku setiap hari, bocah sepertinya bukan apa-apanya!"
Hannah hanya terdiam, kakak iparnya mang bajingan!
Reviews
All reviews (0)