Font Size
15px

Randika segera kembali ke rumah Inggrid dengan secepat kilat. Saat dia masuk ke dalam rumah, dia tidak lupa riksa keadaan Inggrid. Untungnya perempuan itu sudah tertidur pulas, penyaluran tenaga dalam sebelumnya pasti sangat mbantu kondisi Inggrid. Randika lalu mutuskan untuk beristirahat di kamarnya sendiri.

Saat Randika hendak tidur di kasur, dia rasakan sesuatu di balik punggungnya yang mampu mbuatnya rinding.

Setelah rantau bertahun-tahun dan hidup di tengah bahaya, Randika telah miliki indera yang lebih tajam. Bahkan niat mbunuh sekecil apa pun tidak akan luput dari dirinya. Hal ini akan mbuatnya selangkah lebih depan terhadap bahaya yang selalu ngintai.

Namun kali ini, tatapan dari belakang punggungnya sukses mbuatnya rinding. Ada bahaya yang bersembunyi di rumah ini! Orang ini pastilah orang yang kuat.

Randika lalu ndekati pintu kamarnya secara perlahan. Dia ngandalkan pendekatannya yang tanpa suara untuk mbuat musuh lengah. Dia harus selangkah di depan karena tubuhnya sudah benar-benar kelelahan.

"Ya ampun Ibu Ipah! Bikin kaget saja, kenapa ibu ada di sini?"

Setelah ngetahui bahwa Ibu Ipah yang ada di balik pintu, kepalan tangan Randika segera ngendur dan dia njadi tenang kembali.

Sejak saat keberadaannya diketahui, Ibu Ipah sudah masang senyum kecil di wajahnya. Senyuman ini terlihat tanpa dosa dan ramah yang mbuat orang rasa santai di dekatnya. Namun, Randika tidak bisa tidak lupakan bahwa aura berbahaya sebelumnya keluar dari orang yang sama dengan yang ada di hadapannya. Ibu Ipah ternyata bukan sekedar pembantu saja.

"Ibu tadi lihat bahwa nak Randika keluar malam-malam. Ibu khawatir sama nak Randika jadinya ibu datang untuk lihat. Apakah kau baik-baik saja?"

Dari nada suaranya, Ibu Ipah ngatakannya dengan penuh perhatian. Apakah kekhawatiran ini benar-benar dari hatinya?

Randika akhirnya tersadar kembali bahwa dirinya telah nikah dengan orang paling berpengaruh di kota ini. Pasti istrinya ini miliki kekuatan tersembunyi dan tentu saja, pembantunya ini mungkin adalah salah satunya.

"Ohh.. Maaf ibu mungkin aku terlalu keras ya mbuka pintunya? Aku hanya ingin nghirup udara malam kok. Saya juga tidak apa-apa, nih lihat sendiri."

Kalau dilihat dari luar, penampilan Randika terlihat biasa-biasa saja. Namun apabila seorang pendekar yang lihatnya, dia akan ngetahui bahwa keadaan tubuh Randika benar-benar kacau balau. Tenaga dalamnya telah ngalir secara tidak teratur dan tubuhnya benar-benar telah rusak.

Namun Ibu Ipah sepertinya tidak akan nyinggung hal ini, jadi dia hanya njawab, "Kalau begitu syukurlah. Maaf ibu telah ngganggu istirahat malammu."

Segera setelah Ibu Ipah pamit, Randika segera lari ke kamar mandi dan muntahkan seteguk darah

...

Ibu Ipah tinggal di lantai 1 sedangkan Randika dan Inggrid berada di lantai 2.

Setelah masuk di kamarnya, Ibu Ipah segera ngambil handphonenya dan nelepon.

"Selamat malam tuan, hari ini nona muda mbawa pulang seorang pria. reka ngatakan bahwa reka telah nikah bahkan sudah miliki sertifikat pernikahan reka." Ibu Ipah ternyata nelepon ayah dari Inggrid.

"Apa? Bisa-bisanya anak itu lakukan hal itu!" Sang ayah terdengar tidak terima.

"Tolong tuan jangan langsung bertindak. Aku sendiri akan nyelidiki masalah ini tanpa sepengetahuan nona. Kalau saya perhatikan, pernikahan ini tidaklah sesuai dengan perkiraan kita dan juga nona ngatakan bahwa pernikahannya ini hanyalah sentara."

"Ini tidak bagus Ipah. Kau sudah bekerja untukku selama 40 tahun dan kamu sudah tahu bukan bahwa Inggrid telah bertunangan dengan anak dari keluarga Alfred? skipun kita tidak sering ngungkit masalah pertunangan ini, nurutmu apa yang akan terjadi apabila keluarga Alfred ndengar hal ini? reka akan nyeret perusahaan Cendrawasih dan keluargaku ke dasar jurang!"

"Saya tahu tuan. Tapi bukankah anak dari keluarga Alfred sudah nghilang sejak dia kecil? Mana mungkin anak itu akan tiba-tiba muncul kembali begitu saja. Lagipula, bukankah nona miliki perasaannya sendiri?"

Ibu Ipah terdengar tidak sopan terhadap tuannya ini. Dia beranggapan bahwa nona mudanya miliki hak untuk milih siapa pasangannya.

"Cukup! Aku tidak mau ndengar pendapatmu. Pokoknya, Inggrid tidak bisa nikah dengan bajingan itu. Sejak Inggrid masih kecil, dia sudah diputuskan akan nikah dengan keluarga Alfred. Ipah, aku percaya bahwa kau akan mastikan hal ini akan berjalan dengan sestinya. Lakukan cara apa pun yang kau perlukan untuk ngusir bajingan itu keluar dari kehidupan anakku!" Setelah berkata demikian, sang ayah segera nutup telepon.

Ketika ndengar hal ini, wajah Ibu Ipah terlihat sedikit pucat. Tuannya telah nyampaikan perintahnya, skipun dia miliki pendapatnya sendiri Ibu Ipah tidak berdaya dan tidak miliki pilihan lain.

"Randika, kau sepertinya bukan orang sembarangan. Kau sepertinya orang yang cukup baik dan kuat. Jika nona bersama denganmu, mungkin dia akan nemukan kebahagiaannya. Namun . Aku . Ah sudahlah ini bukan masalah yang perlu dicemaskan orang tua sepertiku. Bukankah nona ngatakan bahwa pernikahan ini hanya berlangsung beberapa bulan? Semoga berita ini tidak bocor selama kurun waktu tersebut."

....

Saat ini Randika masih sibuk berhadapan dengan kekuatan misterius yang ada di tubuhnya.

Dia sedang duduk bersila di ranjangnya dan berditasi. Sebelumnya dia telah muntah seteguk darah segar di kamar mandi. Hal ini sebenarnya mbantu dirinya ngeluarkan darah kotor yang ada di tubuhnya.

Tiga jam telah berlalu dan Randika masih rasa lemas.

Sudah lama dia tidak bertarung sesengit itu dan terluka sedemikian rupa. Tidak kurang dari 10 orang nyerangnya secara bersamaan yang di mana reka makai obat penguat. Terlebih, Randika masih seorang manusia walaupun dia dikenal sebagai salah satu 12 Dewa Olimpus.

Di tengah-tengah ditasinya, dia tidak nahan pikirannya untuk mikirkan peristiwa hari ini.

Berawal dari Inggrid yang diracuni hingga kedatangan Naoki serta dua orang dari organisasinya.

Apakah ini mang semua ulah Naoki dan mafia Italia? Tidak, Randika sangat mahami kekuatan reka. Bahkan jika reka benar-benar ngerahkan kartu As reka untuk mbunuh dirinya, tidak mungkin reka bisa nghancurkan markasnya yang dijaga begitu ketat.

skipun Naoki berhasil mbujuk Bulan Kegelapan dan Harimau, ada hal yang ngganjal hati Randika. ngapa reka berdua tiba-tiba ngkhianati dirinya? Apalagi si Harimau yang sudah dia anggap adiknya sendiri. Bahkan dia juga ninggalkan Yuna dan mbuatnya terluka.

Mungkin yang tidak terlalu ngherankan adalah Bulan Kegelapan. mang dirinya rupakan orang yang haus kekuasaan dan licik. Tetapi apabila dilihat dari daya tempurnya, jelas dia bukan siapa-siapa bagi Randika.

Mungkin Naoki lihat kegelapan dan rasa tidak puas di hati Bulan Kegelapan dan berhasil mbujuknya untuk bergabung.

Tapi ada satu pertanyaan terpenting yang masih belum dia bisa jawab. Bagaimana bisa reka nyerang markasnya dan sudah ada di Indonesia? Bahkan Randika mulai ragu bahwa orang yang dihadapinya bukanlah Bulan Kegelapan dan Harimau.

Markasnya yang di luar negeri berada di pegunungan terpencil di Jepang. Yuna ngatakan bahwa sekitar jam 3 sore markasnya telah diserang. Apabila diperhitungkan, serangan malam di Indonesia ini hanya berselisih 8 jam sejak reka berhasil nghancurkan markasnya.

Apakah Yuna berbohong pada dirinya?

Tidak, tidak mungkin. Mungkin kesetiaan orang bisa berubah tetapi Randika yakin bahwa kesetiaan Yuna pada dirinya tidak perlu diragukan. Yuna pasti tidak akan pernah lupakan bahwa penyelamat hidupnya adalah dirinya. Saat itu, Randika ngajak Yuna dan adiknya yang terlantar di pinggir jalan untuk berpetualang dengan dirinya.

Bisa dikatakan bahwa Randika lah penyelamat hidupnya dan yang mberikan Yuna serta adiknya sebuah masa depan.

Dan Yuna mbalas kebaikan Randika dengan njadi penelitinya yang ramu ramuan X. Kemampuan Yuna dalam bidang perobatan sangatlah hebat.

reka berdua saling ndukung dan rupakan sahabat dekat. Tidak mungkin Yuna ngkhianati dirinya dan Randika tidak pernah ragukannya sedikit pun.

mikirkan hal ini, Randika segera nghentikan ditasinya dan nyalakan komputernya lagi. Dia ingin lihat kondisi Yuna dan mberitahu informasi yang diketahuinya.

Kali ini, Yuna sudah berada di depan komputernya. Penampilannya terlihat bersih dan terbalut perban. Di baliknya, terlihat beberapa orang sedang sibuk mindahkan barang.

Karena markasnya yang telah hancur, untuk mbangunnya kembali mbutuhkan banyak sumber daya. Jadi untuk para peneliti ini, barang yang masih utuh dan data-data penelitian yang terselamatkan akan berguna untuk nekan pengeluaran dan waktu.

"Yuna, apakah Bulan Kegelapan dan Harimau hadir di saat markas kita dihancurkan?"

Tanpa berbasa-basi, satu pertanyaan langsung terlontar dari mulut Randika.

"Iya reka ada di sini. Tidak salah lagi kalau orang itu adalah Bulan Kegelapan dan aku sangat yakin akan hal itu!" Yuna ngatakan hal ini dengan nada serius.

"Kalau begitu Yuna, bagaimana kalau aku ngatakan bahwa aku baru saja mbunuh Bulan Kegelapan di tempatku berada?"

"Apa?"

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 7: Pertunangan dari Istriku yang Cantik! on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.