Ketika Bagus ndengar pertanyaan Randika itu, dia ikut bingung. Namun, ketika dia lihat wajah bodoh Randika dia semakin murka.
Orang-orang yang lihat pertikaian reka mulai tertawa. reka yang sudah ngerti Randika seperti apa, setelah insidennya dengan Andre, justru tertawa paling keras.
Orang yang ngaku sebagai suami pemimpin reka itu suka sekali mbuat malu lawannya terlebih dahulu sebelum nghajarnya, adegan ini semakin mulai narik!
"Berani-beraninya kau nghinaku?" Bagus benar-benar malu. "Kalau aku ingin, aku bahkan bisa mbeli kota ini!"
"Ah maksudku bukan begitu," Randika masang muka kelabakan. "Anda salah mahami pertanyaanku. Aku bertanya apa yang dilakukan Perusahaan Galaksi sehari-harinya karena aku ini hanya orang awam."
Bagus kebingungan ketika lihat Randika, entah dia bodoh beneran atau dibuat-buat.
Sandiwara Randika benar-benar sempurna, hal ini justru mbuat Bagus semakin marah lihat muka bodohnya.
"Kau tidak perlu tahu itu. Yang perlu kau tahu adalah perusahaanku bisa dengan mudah nginjak-injak perusahaan Cendrawasih ini dalam semalam!"
"Oh." Randika ngangguk, mukanya terlihat bingung sekali lagi dan bertanya. "Kalau begitu aku punya beberapa pertanyaan lagi."
"Kenapa kau punya banyak pertanyaan?" Bagus sudah mulai lelah terhadap orang ini.
Bagus lalu nghela napas, "Kau hanya perlu tahu bahwa Perusahaan Galaksi suatu hari akan njadi milikku."
Randika lalu ngatakan "Oh...." cukup lama, lalu dia nambahkan. "Tapi aku masih bingung, berarti perusahaan Galaksi itu perusahaan besar yang dibesarkan oleh ayahmu bukan? Lalu kenapa kau yang nyombongkan diri?"
Inggrid yang ndengarnya tertawa kecil dan sekarang Bagus ngerti bahwa pria di depannya itu hanya ingin mpermainkan dirinya.
"Jika kau segitu inginnya mati, aku bisa pastikan mayatmu terapung di selokan besok." Butuh sekuat tenaga untuk Bagus tetap mpertahankan amarahnya tidak ledak.
"Maksudmu kau ingin ngajakku berenang? Aku pandai berenang, mana mungkin aku bisa mati tenggelam seperti itu?"
"Cukup! Bunuh dia!" Bagus sudah tidak ingin terlibat lebih lama lagi dengan lelucon ini, dia lalu rintahkan pengawalnya untuk nghajar Randika tanpa ampun.
Kedua pengawal yang ngikuti Bagus berbadan besar dan kekar, namun hal ini tidak mbuat takut Randika. Ketika reka nerjang ke arahnya, dia hanya akan ladeninya dengan satu tangan.
Hanya bermodalkan satu kaki yang njulur, pengawal itu tersandung dan jatuh ke arah Randika. Lalu Randika ndorong wajahnya ke lantai hingga wajahnya terbenam.
Pengawal kedua juga sama cepatnya kalahnya, bedanya Randika hanya nggunakan tinjunya untuk mbuatnya tersungkur di lantai.
Hanya butuh 10 detik untuk mbuat kedua pengawal berbadan besar tersebut untuk ringkuk kesakitan di lantai.
"Sepertinya pengawalmu itu tidak bisa mbuatku njadi mayat." Randika natap tajam Bagus.
Bagus hanya berdiri longo. Para pengawalnya ini adalah mantan pasukan khusus yang ditarik oleh ayahnya untuk lindunginya. Tetapi reka berdua dengan mudah kalah hanya dalam hitungan detik?
"Kau! Apa yang sudah kau lakukan? Tidakkah kau tahu bahwa perbuatanmu ini telah nyinggung perusahaan Galaksi?" skipun terlihat ngancam, nyatanya Bagus terus ngambil langkah mundur.
"Bukankah kau tadi ngatakan bahwa kau akan mbunuhku?" Randika hanya tersenyum ke arah Bagus.
"Aku benci jika diancam seperti itu, biasanya aku yang mbunuh reka duluan." Setelah selesai berbicara, Randika lesat dengan cepat dan ncengkram erat tangan Bagus.
"Ah!" Bagus rintih kesakitan. "Apa maksudmu ini? Aku adalah pewaris perusahaan Galaksi!" Bagus tidak punya pilihan selain nggertak dan berharap bahwa Randika akan mundur.
"Hmmm? Mana ada pewaris perusahaan yang buruk rupa sepertimu?" Dalam sekejap Randika nampar keras Bagus tepat di wajahnya.
PLAK!
"Kau!" Tamparan Randika sangat keras dan mbuat pipinya bengkak. Tak lama kemudian, tamparan kedua terdengar.
PLAK!
Suara nyaring itu nyebar, para penonton terpana lihatnya. Pewaris perusahaan Galaksi sedang dieksekusi di depan umum?
PLAK!
Randika benar-benar tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Dia hanya nampar Bagus berkali-kali.
Setelah 5-7 kali tamparan lagi, Randika berhenti dan berbisik di telinga Bagus. "Aku hanya sedang mperbaiki wajahmu yang jelek itu."
Randika benar-benar tidak nahan diri, muka Bagus sudah bagaikan balon.
Randika lalu namparnya lagi beberapa kali. Darah mulai ngucur dari sudut mulut Bagus yang bengkak.
"Tolong Hentikan" Bagus sudah tidak kuat lagi.
"Oh? Bukankah orang hebat biasanya telah ditempa dari kecil? Bukankah pewaris suatu perusahaan besar seharusnya tidak terlihat nyedihkan?"
PLAK!
"Berani-beraninya kau natap sum Inggrid?"
PLAK!
"Berani-beraninya kau ngatakan bahwa akan nginjak-injak perusahaan yang dibangunnya!"
PLAK!
Setelah tamparan penuh amarah itu, Bagus sudah nyaris pingsan.
"Randika!" Inggrid lalu narik Randika, dia tidak ingin Randika lakukan hal yang berlebihan. Bagaimanapun juga, orang itu tetap salah satu pentolan dari Perusahaan Galaksi.
"Tolong Hentikan" Wajah balon Bagus sudah neteskan air mata, dia belum pernah diperlakukan seperti ini selama hidupnya.
lihat senyuman Randika, emosi Bagus sangatlah rumit. Campuran antara ketakutan dan kemarahan mbuatnya lihat Randika sebagai jelmaan dari setan.
"Baiklah kalau begitu, demi njalin hubungan baik denganmu aku akan mberimu sedikit wajah." Randika lalu lepas Bagus. "Tetapi Aku masih punya beberapa pertanyaan, kalau aku tidak puas dengannya maka aku tidak akan segan-segan lihatmu sebagai musuh."
Ketika Bagus ndengarnya, dia sedikit nghembuskan napas lega. Paling-paling pertanyaan yang dilontarkan hanyalah hal-hal reh.
"Tujuanmu bertemu dengan Inggrid hari ini apa?" Tanya Randika.
ndengar pertanyaan itu, Bagus sedikit ragu-ragu. Ketika dia lihat tatapan Randika, dia segera berkata dengan mantap. "Aku hanya ingin bercengkrama dengan Inggrid."
PLAK!
Randika lalu bertanya kembali, "Jangan berani berbohong di depanku."
Bagus sudah berurai air mata, dia benar-benar sudah tidak kuat. "Aku ingin niduri Inggrid."
PLAK!
Walaupun Randika sudah tahu tujuan orang ini dari awal, ndengarnya langsung masih mbuatnya marah. Bagus hanya bisa nerima nasibnya.
"Pertanyaan berikutnya, kenapa perusahaanmu narget perusahaan ini?" Randika ingin mbuat hati Inggrid njadi lega. Apakah perusahaan Galaksi benar-benar ingin bersaing ataukan mbunuh perusahaan Cendrawasih?
"Aku tidak tahu." Jawaban Bagus terlihat setengah-setengah jadi dua tamparan nghampirinya lagi.
lihat ekspresi Randika yang nunjukan tidak akan berhenti sebelum dia njawabnya dengan benar, Bagus langsung ngatakan. "Perusahaanku ingin nggulingkan perusahaan Cendrawasih."
Randika lalu ndengus dingin, "Terus apakah kau akan mbiarkan itu terjadi?"
"Tidak, tidak akan kubiarkan." Bagus sudah getar ketakutan.
"Cukup Randika." Inggrid sudah ndapatkan jawabannya dan dia dengan cepat nghentikan Randika.
"Kau dengar itu? Sana pergilah sebelum kubunuh kau." Kata Randika dengan santai.
ndengar hal ini, Bagus langsung lari nuju mobilnya tanpa mpedulikan kedua pengawalnya yang masih berbaring di lantai.
"Kau benar-benar tidak takut akan apa pun." Inggrid nggeleng-gelengkan kepalanya.
"Demi istriku tercinta, langit pun akan kulawan bila perlu."
Inggrid yang ndengarnya tersipu malu.
Reviews
All reviews (0)