"Hari ini kamu tinggal di sini." Kata Randika.
"Baik kak Randika." Indra masih berwajah polos.
Tidak mudah untuk Randika mbawa Indra kembali ke rumahnya. Dia akhirnya nyewakan rumah untuk Indra tidak jauh dari rumahnya. Baru setelahnya dia akan mikirkan sesuatu.
"TIdak ada aku bukan berarti tidak latihan!" Randika lalu mberikan sejumlah uang kepada Indra untuk dia pakai kebutuhan sehari-hari.
"Ini uang untuk makanmu selama 1 minggu, nanti pas kita ketemu lagi aku akan mberimu lebih."
"Baik kak Randika." Indra tersenyum.
Randika lalu ninggalkan Indra dan kembali ke rumahnya.
Ketika dia sampai di rumah, tidak ada orang di lantai 1. Dia lalu pergi ke lantai 2 dan pergi nuju kamarnya Inggrid. Ketika dia mbuka pintunya pelan-pelan, dia lihat Inggrid sedang duduk di ja kerjanya.
"Istriku yang cantik, aku pulang!" Randika tersenyum lebar.
Inggrid hanya noleh, ngangguk dan gangi kepalanya.
Hmmm?
Randika tersenyum pahit, jarang sekali dia lihat Inggrid yang kesusahan seperti itu. Pasti ada masalah besar di perusahaannya.
"Kenapa kamu? Ada masalah apa?" Dia lalu nghampiri dan ngelus kepalanya. "Kalau ada masalah bilang saja ke suamimu yang tampan ini, akan kuselesaikan semuanya."
"Tidak ada masalah." Inggrid hanya malingkan wajahnya.
"Jangan pura-pura tidak ada masalah gitu, apa kau barusan dilecehkan orang lagi? Sialan aku saja belum rabamu hari ini! Kubunuh dia!"
Wajah Inggrid rah ndengarnya, dia lalu noleh dan berkata dengan nada dingin. "Ini masalah perusahaan, kau tidak ada hubungannya dan aku jelaskan juga pasti tidak ngerti."
"Bagaimana caranya aku ngerti kalau kamu tidak njelaskan permasalahannya?" Randika lalu duduk di sandaran kursi Inggrid dan luk kepalanya ke dadanya.
"Apakah si bajingan Andre itu berbuat ulah lagi? Kalau iya ngomong saja, kali ini tangannya yang kupatahkan!"
Inggrid langsung ndorong Randika sambil marah-marah, "Pantas saja dia begitu diam akhir-akhir ini, ternyata kamu yang mbuat dia seperti itu!"
"Selama dia tidak nyentuh wanitaku, aku tidak apa-apain dia kok. Siapapun yang berani ndekatimu, akan kubunuh semuanya!"
"Kau!" Inggrid nggeleng-gelengkan kepalanya. "Sayangnya Andre tiba-tiba ngajukan surat ngundurkan diri, aku takut efek yang ditimbulkannya akan buruk bagi perusahaan."
"Jangan khawatir, kalau dia sampai berani keluar akan kupatahkan tangannya." Randika lalu tersenyum. "Dia selamanya akan bekerja untukmu."
"Sudah kita kembali ke topik utama." lihat Inggrid hendak ngontarinya, Randika dengan cepat ngalihkan perhatiannya. "Apa sebenarnya masalahmu itu?"
ndengar itu, Inggrid kembali murung. "Kali ini perusahaanku njadi target."
"Maksudnya?" Randika bingung.
"Perusahaan Galaksi yang ada di kota ini mulai narget kita. Baru-baru ini perusahaan reka lejit ke atas dan njadi salah satu perusahaan besar seperti milikku, bahkan asset reka lebih banyak."
"mangnya reka njual produk apa?"
"Barang produksi reka bukan kostik, jadi reka tidak ada hubungannya dengan perusahaanku." Inggrid lalu ngerutkan dahinya. "Tetapi akhir-akhir ini reka ngincar pasar milik perusahaanku."
"Aku tidak tahu apakah reka sengaja atau tidak ingin bersaing denganku, aku ndengar rumor bahwa reka mbangun departen kostik di perusahaan reka. Ini bisa dijadikan bukti bahwa reka tengah lebarkan sayap reka di pasarku."
Kostik yang dimiliki oleh Perusahaan Cendrawasih terkenal di dalam negeri, tidak mudah untuk lawan perusahaan milik Inggrid ini. PT Galaksi dengan beraninya mulai nantang Inggrid dan nyerangnya di saat perusahaannya sedang ngembangkan produk baru.
Jika saat peluncuran produk baru Inggrid bersamaan dengan reka, maka akan ada perang besar-besaran. Apabila hal ini terjadi, akan sangat sulit bagi Inggrid untuk bersaing. Karena finansial PT Galaksi itu lebih kuat darinya, akan sulit bagi Inggrid.
"Aku takutnya reka ingin nghancurkan nama perusahaanku di pasar internasional." Kata Inggrid dengan cemas.
Karena ambisi Inggrid yang besar, dia ingin lebarkan sayapnya ke luar negeri. Produk baru yang akan diluncurkan, parfum yang dikembangkan dengan bantuan Randika, ditujukan untuk seluruh dunia. Jika reka ndapatkan persaingan yang ketat dari PT Galaksi, bisa-bisa Inggrid tidak bisa balik modal dan nyatakan bangkrut.
Apabila Perusahaan Cendrawasih bangkrut, ribuan orang akan nderita.
"Jangan khawatir, kalau dia berani macam-macam dengan perusahaanmu, suamimu ini akan mbuatnya babak belur!" Randika ncium bau-bau konspirasi.
Tentu saja karena ini persaingan bisnis istrinya, sebagai suaminya dia harus mbantunya.
Berani nghadapi istrinya? Orang itu nyari mati?
..........
Hari berikutnya Inggrid dan Randika bersama-sama nuju kantor.
Ketika reka tiba di pintu masuk, semua petugas keamanan mberi hormat kepada reka berdua.
Setelah beberapa kejadian, para petugas ini ngetahui bahwa Randika adalah salah satu pimpinan reka. skipun rumor ngatakan bahwa dia adalah suami dari Nyonya Inggrid, tidak ada bukti nyata akan hal tersebut.
Tepat ketika reka berdua masuk ke gedung, ada seseorang yang nghampiri reka. "Ibu Inggrid, kau telat."
Inggrid, yang berada di samping Randika, saling bertatapan satu sama lain.
Orang yang nghampiri reka ini terlihat kelelahan dengan kantong mata yang gelap, jelas orang ini adalah pekerja keras.
Sekilas Inggrid nampilkan ekspresi suram di matanya tetapi mulutnya berkata lain, "Maafkan aku Pak Bagus, aku tidak nyangkan akan kedatangan tamu dari Perusahaan Galaksi hari ini."
Bagus natap Inggrid lekat-lekat dan tidak sungkan-sungkan nunjukkan tujuannya. "Saya hari ini datang untukmu dan panggil aku Bagus saja."
Randika ngerutkan dahinya, berani-beraninya pria ini ngincar wanitanya? Pria ini benar-benar nyari mati!
Inggrid tetap terlihat tenang, "Karena anak dari pemilik Perusahaan Galaksi ingin bertemu denganku pasti ini ngenai urusan pekerjaan, mari kita bahas di kantorku."
Selesai berbicara, Inggrid langsung nuju lift.
"Ah tunggu!" Bagus dengan cepat ncegat Inggrid dan ngatakan. "Untuk naik ke atas terlalu buang waktu dan aku tidak mau mbuang waktu sedetik pun ketika bersamamu. Kita bicara di sini saja."
Ketika para karyawan yang ndengar teriakan Bagus, reka mulai berdiskusi satu sama lain.
"Wah, Ibu Inggrid dikejar-kejar lagi sama pria lain!"
"Kali ini orangnya biasa aja gak sih? Lebih ganteng aku perasaan."
"Bah! Hari ini sudah ngaca belum? Muka boleh ganteng, dompetmu bro yang kurang ganteng masalahnya hahaha!"
Di saat reka bercanda, ada seseorang yang berbisik ke arah reka. "Ssttt kau tidak tahu siapa orang itu?"
"Kau mangnya tahu?"
Dia ngangguk, "Aku dengar dia adalah anak dari perusahaan Galaksi. Dia terkenal suka berhura-hura setiap harinya. Dia benar-benar buaya darat. Dia bisa berbuat sesuka hatinya dengan dukungan finansial ayahnya!" Lalu orang itu nyuruh temannya ndekat. "Aku dengar kemarin dia muaskan 4 perempuan Rusia sekaligus!"
"Ha? Empat?" Orang yang ndengarnya benar-benar terkejut. "Bukankah wanita asing lebih susah dipuaskan daripada wanita lokal? Bisa-bisanya dia kuat muaskan reka sekaligus!"
"Pantas saja kantong matanya gelap sekali, dia pasti tidak tidur sama sekali kemarin. Tapi kalau dilihat dari tubuhnya yang gemuk itu, dia pasti pakai obat kuat sehari-harinya!" Yang lain pun tertawa ndengarnya dan semua sepakat satu hal. Orang itu akan diinjak-injak oleh pemimpin reka.
Lalu para karyawan yang senang bergosip ini segera kembali bekerja karena reka rasa nasib pria itu sudah pasti apes.
Inggrid yang ndengar teriakan Bagus itu sedikit marah tetapi karena pihak lain rupakan anak dari perusahaan besar, dia tidak boleh nunjukkan ketidak sopanan.
"Kalau begitu, apa yang ingin Anda bicarakan?" Inggrid hanya noleh dan tidak ndekat ke arah Bagus.
Seketika itu juga, senyum nakal terpampang di wajah Bagus. Dia natap lekat-lekat ke tubuh Inggrid yang bahenol itu.
Inggrid mang terkenal sexy dan cantik, tapi dia tidak nyangka bahwa Inggrid jauh lebihi ekspektasinya. Bagus sudah tidak sabar ndengar rintihan kenikmatan Inggrid ketika dia nidurinya.
"Ketika kita pertama kali bertemu, aku bersumpah dalam hati akan mbuatmu njadi wanitaku." Bagus lalu tersenyum. "Hari ini kedatanganku adalah untuk ngajak Anda bercengkrama denganku."
Apa?
Randika hanya natap Bagus si pencuri nakal ini. Dia sedang berpikir bagaimana cara terbaik nghajar bajingan tengik ini. Apakah dengan tamparan sepatunya atau dia patahkan saja kakinya?
Inggrid ngerti ekspresi Randika dan nyuruhnya untuk nahan diri. "Maafkan aku, hari ini aku sibuk dengan urusan kantor. Aku tidak mungkin bisa pergi bersamamu."
Bagus ngerutkan dahinya, salah satu pengawalnya ngerti arti sinyal tersebut dan maju sambil ngatakan. "Ibu Inggrid, Anda lebih baik nuruti tuan muda atau Anda akan nyinggung perasaannya. Anda tidak akan ingin itu terjadi."
"Bajingan, siapa nyuruhmu berkata seperti itu?" Bagus nampar pengawalnya itu tetapi dalam hati dia rasa senang. Ketika dia kembali dia akan mberi bonus kepada pengawal pintarnya ini.
lihat sandiwara ini, Inggrid rasa mual dan jijik.
"Maafkan aku, urusanku hari ini sangat penting dan mbutuhkan kehadiranku. Apabila Pak Bagus ingin bersenang-senang lebih baik Anda ncari orang lain." Inggrid lalu nuju lift sekali lagi dan sudah tidak peduli dengan Bagus.
Tetapi, Inggrid kembali dicegat dan Bagus sudah berada di depannya dengan muka muram. Hatinya sudah terbakar oleh api. Tidak pernah ada orang yang pernah berani nolaknya.
"Inggrid Elina, sepertinya kau tidak mahami situasimu." Bagus lalu berbisik padanya. "Perusahaanmu bagaikan semut, perusahaanku bisa nginjak-injakmu kapan saja."
"skipun kami kecil di hadapanmu, perusahaan Cendrawasih tidak akan pernah tunduk pada siapapun!" Inggrid tidak bisa nerima ancaman tersembunyi dari Bagus. "Sekarang cepat keluar dari sini!"
"Hahaha!" Bagus tertawa keras. "Belum pernah ada orang yang berani nolakku, kau mang unik! Justru ini mbuatku semakin ingin milikimu. Turuti aku dan aku akan ngampuni kata-katamu barusan."
Inggrid sudah naik pitam sampai tidak bisa berbicara.
"Inggrid," Bagus berkata dengan nada ngancam. "Kau sebaiknya nurutiku atau besok perusahaanmu akan bangkrut."
Ancamannya ini justru mbuat Inggrid semakin mbara.
"Pikirkan jawabanmu baik-baik atau seluruh karyawanmu akan mati kelaparan." Bagus nunjukkan ekspresi tidak sabar ncicipi makanan lezat di depannya ini.
Detik itu juga, Inggrid tertarik ke belakang oleh seseorang. Ternyata itu Randika yang akan mbela dirinya, entah kenapa hal ini mbuat hati Inggrid njadi hangat.
Randika langkah maju dan berkata sambil tersenyum. "mangnya siapa kamu sampai berani ngatakan perusahaan ini akan bangkrut besok?"
Ketika Bagus lihat Randika yang maju, dia sama sekali tidak peduli. Dia hanya ndengus dingin, "Aku adalah anak pertama dari Perusahaan Galaksi!"
"Ah! Berarti kau orang hebat ya!" Randika pura-pura terkejut, hal ini mbuat Bagus semakin besar kepala. mangnya siapa yang tidak pernah ndengar kerajaan yang ayahnya bangun itu?
"Aku hanya ada satu pertanyaan, maukah Anda njawabnya?"
"Hahaha lontarkan! Biarkan orang hebat ini njawab pertanyaan orang awam sepertimu." Bagus berusaha terlihat dermawan di hadapan Inggrid.
"Apa itu perusahaan Galaksi?" Randika tampak bingung.
Reviews
All reviews (0)