Font Size
15px

Berkat bantuan Indra, Bulan Kegelapan dan anak buahnya ngalami kesulitan nerobos dan ngejar Randika.

"Bunuh si gendut itu dulu." Kata Bulan Kegelapan dengan nada yang dingin. Kali ini, Randika babak belur dan terluka parah, dia tidak akan mbiarkannya lari.

Dalam sekejap anak buah Bulan Kegelapan segera nghajar Indra hingga terjatuh. Indra terengah-engah dan berdarah di tanah. skipun dia terlihat masih bernapas, dia sudah tidak bisa bergerak lagi.

"Mati?" Tanya Bulan Kegelapan kepada anak buahnya. Anak buahnya itu hanya ngangguk dan reka semua kembali ngejar Randika.

....

Kecepatan lari Randika benar-benar luar biasa cepat, sambil nggendong 2 perempuan, dia berlari tanpa lihat ke belakang. Hatinya dibakar oleh api amarah saat berlari. Ketika reka nemukan tempat yang relatif aman, Randika nurunkan reka berdua.

"Kalian tunggulah aku di sini, aku akan kembali dan mbawa Indra." Kata Randika. Boneka ginseng yang berada di pundak Inggrid segera natap Randika dalam-dalam. Wajah bayinya itu terlihat khawatir.

"Sayangku, berhati-hatilah." Inggrid lihat Randika berlari kembali dengan liar. Ketika Randika berlari, dia nghembuskan angin kuat yang nerpa rambut reka berdua.

Di satu sisi, Maria dengan ketakutan bertanya. "Bu, apakah kita akan mati di sini?"

"Tidak akan!" Kata Inggrid dengan nada yang tegas.

Inggrid percaya dengan Randika, selama ada suaminya, reka akan keluar dari labirin ini hidup-hidup. Inggrid kembali ngingat ketika reka selamat dari keluarga Alfred, terjun dari gunung, pengeboman gedung oleh Shadow, Inggrid punya kepercayaan mutlak pada Randika.

Pada saat ini, hati Randika benar-benar ngalami pergolakan. Kakeknya telah minta Indra untuk njaganya, tetapi dialah kakak seperguruannya, dialah yang akan lindungi Indra!

Ketika dia mikirkan bagaimana Indra ngorbankan dirinya agar dirinya bisa kabur, Randika benar-benar marah dan malu terhadap dirinya.

Randika dengan cepat berlari nuju lokasi Indra, tetapi dia nyadari adanya genangan darah.

"Indra!!"

Randika berteriak dengan keras, suaranya nggema dengan sangat kuat. Bulan Kegelapan dan Indra nghilang, hanya ada genangan darah yang ada.

Tetapi yang mbuat hati Randika ngepal adalah genangan darah ini adalah milik Indra. Dari gumpalan darahnya yang penuh tenaga dalam, tidak salah lagi itu adalah milik Indra.

Rasa marah dan sedih bercampur jadi satu. Jika bukan karena luka di dalam tubuhnya, nghabisi Bulan Kegelapan dan anak buahnya adalah masalah yang kecil.

Rangkaian luka mbuat tubuhnya seperti ini, jika diumpamakan, kekuatan Randika yang sekarang hanya berada di angka 50%.

Di dalam tubuhnya ada dua energi. Yang satu adalah tenaga dalamnya dan satunya lagi adalah kekuatan misteriusnya yang sangat dahsyat. Tetapi ketika dia nggunakan kekuatan misterius di dalam tubuhnya, kekuatan tersebut akan nekan tenaga dalamnya dan lukai sel serta otot di dalam tubuhnya, mbuatnya tidak bisa nggunakan tenaga dalamnya dengan baik.

Tidak ada jejak dari kelompok Bulan Kegelapan. Randika sudah ncarinya selama 5 nit tetapi tidak nemukan jejak apa pun.

Dengan tidak berdaya, Randika hanya bisa berjalan kembali nuju Inggrid.

Awalnya dia sama sekali tidak ingin kembali untuk Indra karena dia harus ngamankan Inggrid, tetapi hati nuraninya tidak bisa mbiarkan Indra sendirian.

Randika nundukan kepalanya selama perjalanan. Ketika dia sampai di tempat aman tadi, dia nyadari bahwa Inggrid dan Maria nghilang!

Randika tercengang beberapa saat, reka nghilang!

Sialan!

Ada siapa lagi di sini?

Randika tahu bahwa Inggrid itu perempuan yang pintar, tidak mungkin dia berkeliaran sembarangan di tempat berbahaya seperti ini. Oleh karena itu, hanya ada satu kemungkinan reka bisa nghilang yaitu reka telah diculik.

Tetapi siapa?

Randika benar-benar marah. Kejadian seperti ini terjadi bertubi-tubi, hatinya sudah tidak bisa nahannya lagi!

"Inggrid!"

Randika berteriak, dan pada saat ini, sebuah suara mbalasnya. "Aku di sini!"

Suara pelan itu ngalir dari sisi tembok, suara itu pasti juga didengar oleh pihak-pihak lainnya juga.

ndengar teriakan itu, Randika terkejut dan khawatir. Dalam sekejap, dia berlari dan tidak ragu-ragu lagi.

Indra adalah adik seperguruannya dan Inggrid adalah istrinya. Untuk Randika, keluarga adalah nomor 1. Barang siapa yang berani nyentuh keluarganya, dia akan ngalami sesuatu yang lebih parah daripada kematian!

Sampai saat ini, Inggrid berkali-kali diculik dari dirinya, tetapi Randika selalu berhasil nyelamatkannya.

Kali ini tetapi berbeda, Randika tidak tahu siapa yang dia lawan dan bagaimana situasi Inggrid saat ini.

Di sisi lain, Anna dan Tom juga berada di dalam labirin misterius ini. reka ditemani oleh para pembunuh bayaran yang waktu itu berada di kuil dan berusaha mbunuh Randika.

reka miliki nama yang dapat mbuat siapapun rinding yaitu Black Mamba!

Seperti yang diketahui, para pembunuh bayaran yang berasal dari Jerman ini benar-benar ngerikan. reka dapat nempati posisi ketiga sebagai pembunuh bayaran terbaik bukan karena bantuan orang dalam.

Keahlian reka berada di keahlian nembak. Randika mang bisa nghindari peluru, tetapi ketika nghadapi penembak jitu ini, bahkan Randika pun pasti rasakan ngeri ketika berhadapan dengan reka.

Setelah reka bertempur sekali, para senapan jitu ini berlatih nembak dan mbentuk serangan gabungan untuk dapat mbunuh Randika.

skipun reka dibayar untuk ngikuti perintah Anna, para Black Mamba ini dengan senang hati mbunuh Randika tanpa perlu dibayar. Oleh karena itu, Anna berhasil ndapatkan regu pembunuh yang setia padanya.

Anna sendiri rupakan wanita licik yang bisa manipulasi orang. Ketika dia masih bagian dari keluarga Alfred, dia sangat ahli dalam berbisnis dan ndapatkan keuntungan yang besar bagi keluarganya.

Pada saat ini, kedua saudara ini sedang natap Inggrid dan Maria yang dikepung oleh anak buah reka.

Kedua perempuan tersebut bagaikan biji papaya yang dikelilingi oleh serigala, semua senjata sudah ngarah pada reka berdua.

"Nona Inggrid, lama tidak bertemu." Anna tersenyum. skipun senyumannya itu terlihat cantik, senyumannya ngandung kebencian dan kedinginan yang mampu mbuat orang rinding.

"Anna, apa maumu?" Inggrid natap Anna dengan tajam. Inggrid miliki perasaan buruk di dalam hatinya, tetapi dia berusaha tidak nunjukannya. "Bukankah kita teman yang baik?"

"Oh ya?" Ada rasa jijik di tatapan mata Anna, tetapi senyumannya itu masih tidak nghilang. "Maafkan aku, rasanya aku lupa mberitahumu bahwa akulah yang ngebom gedungmu kemarin."

"Apa?" Ketika ndengar hal ini, pupil mata Inggrid ngerut.

Anna langsung ncibir. "Kita sudah ditakdirkan untuk saling mbunuh sejak kamu njadi wanitanya Randika. Karena kamu telah nghancurkan keluargaku, aku akan mastikan bahwa seluruh anggota keluargamu mati!"

Ketika Anna mbahas tragedi keluarganya, api amarah dan kebencian selalu nguasai dirinya.

Semua darah yang tertumpah hari itu, selama dia bisa mbunuh Randika dan orang-orang di sekitarnya, barulah nafsu mbunuh Anna terpuaskan!

Beda dengan Shadow yang mberontak karena dia ingin ngambil alih kekuasaan Randika, kebencian Anna lebih murni dan bengis daripada Shadow.

"Benar-benar sangat disayangkan. Kalau saja kamu bukan wanitanya, aku tidak keberatan ncicipi tubuhmu itu." Tom njilati bibirnya, senyumannya sehangat matahari, tetapi ekspresi di matanya benar-benar terlihat mati.

Tom suka dengan perempuan, tetapi dia suka mukulinya hingga mati barulah mperkosanya. Dia juga senang ngoleksi jantung para wanita, dia benar-benar sudah tidak terselamatkan lagi!

"Bunuh dia!"

Tatapan mata Anna benar-benar dingin, sedangkan Tom ngeluarkan pisau yang dibawanya. Bilah pedangnya yang mancarkan aura kematian itu mbuat Inggrid rasa ketakutan. Maria bersembunyi di belakang Inggrid dengan tubuh yang getaran. Dia tidak pernah ngalami kejadian seperti ini, hatinya sudah dikuasai oleh ketakutan.

Boneka ginseng itu juga ketakutan, dia masuk ke dalam celana Inggrid dan nggigil ketakutan.

Pada saat ini, ada sebuah teriakan yang terdengar dari arah belakang. "Inggrid!"

Ketika ndengar suara itu, Inggrid langsung mbalasnya dengan sukacita. "Aku di sini!"

Tetapi ketika dia masih dilanda dengan rasa sukacita, suaranya itu tiba-tiba berubah njadi teriakan ketakutan. Rupanya Tom sudah berlari dan ngincar Inggrid dengan pisaunya yang tajam.

Tom mbenci Randika hingga ke tulangnya. Ketik bilah pisau itu ndekat, tiba-tiba boneka ginseng yang bersembunyi itu muncul dan lompat ke pergelangan tangan Tom. Tangannya yang imut itu secara tidak terduga mukul pergelangan tangan Tom cukup keras hingga pisaunya itu terjatuh.

Tom benar-benar marah dan hendak mbunuh boneka ginseng itu, tetapi kecepatannya yang tidak manusiawi itu mbuat Tom semakin marah!

Tetapi pengalih perhatian ini tidak berlangsung lama. Tom ngcueki boneka ginseng itu dan natap Inggrid kembali dengan bengis. Hari ini, jika dia tidak berhasil mbunuh Randika, setidaknya dia berhasil mbunuh wanitanya.

Wajah Maria sudah dipenuhi keputus asaan dan dia sudah nangis. Dia tidak nyangka hal seperti ini akan terjadi ketika dia ikut liburan kantornya. Jika tahu hal seperti ini akan terjadi, dia lebih baik tiduran di rumah sambil liat drama korea dan makan indomie.

Inggrid pada saat ini juga rasakan keputus asaan yang sama, tetapi dia masih dapat natap Tom dengan tenang. "Kamu bukanlah tandingannya Randika."

"Apa?" ndengar hal ini, Tom makin ngamuk dan raung keras.

Beberapa anggota Black Mamba natap kejadian ini dalam keadaan diam. Yang terpenting adalah reka ndapatkan uang reka, kedua perempuan ini juga bukan ancaman bagi tuannya. Jika saja Anna tidak mbayar reka dengan cukup tinggi, mungkin reka tidak akan ikut ke dalam labirin misterius ini.

Tetapi wajah tenang para pembunuh bayaran ini segera berubah. Tiba-tiba, reka rasakan aura yang sangat kuat muncul dari belakang, dan sosok itu datang dengan kecepatan yang luar biasa!

Dalam sekejap, semua anggota Black Mamba lihat ke belakang. Ketika reka nghunus pistol reka, semua sudah terlambat.

Sosok Randika muncul dan dalam satu tarikan napas, dia berlari lewati reka semua.

"Berani-beraninya kalian!"

Randika natap Tom yang berusaha mbunuh Inggrid. Dia dengan cepat layangkan sebuah pisau yang dibawanya dan pisau itu layang cepat ke arah wajah Tom.

"Randika!"

Anna berteriak, suaranya dipenuhi dengan nada kemarahan sekaligus kebencian. Dia berteriak. "Bunuh dia!"

Ketika suara itu terdengar, para anggota Black Mamba ini nyebar njadi dua. Empat orang pergi lindungi Anna dan enam lainnya ngeluarkan senjata tajam reka.

"Mati kau!"

Karena Tom berada di jalur tembakan reka, keenam anggota ini terpaksa makai pedang reka. Lagipula reka juga rasa bahwa lawannya tidak sekuat reka.

Tetapi reka tidak nyangka bahwa Randika akan sehebat itu. Setiap serangan reka telah dipatahkannya dan justru keenam orang ini nerima pukulan keras Randika.

DUAK!!!

Dua orang layang dengan cepat dan muntahkan darah, sisanya Randika tidak mberi ampun dan langsung numbangkan reka satu per satu.

DUAK!!!

Kepala Randika natap salah satu musuhnya dengan keras. Orang itu langsung terhuyung-huyung dan heran kenapa kepala Randika bisa sekeras itu.

Randika lalu nangkap salah satu tangan musuhnya, dengan suara yang nyaring, dia matahkan tangan itu dengan mudah. Bahkan jika reka adalah anggota pembunuh bayaran kelas atas, dia tidak bisa berhenti berteriak kesakitan ketika tangannya dipatahkan.

DOR! DOR! DOR!

Yang lain mulai nembaki Randika dengan akurasi yang tajam, tetapi Randika makai tubuh musuhnya, yang barusan dia patahkan tangannya, sebagai perisai. Dengan ini, semua peluru itu masuk ke dalam tubuh rekan reka.

"BUNUH DIA!"

Anna masih berteriak dengan keras. Lalu mata Randika jatuh pada sosoknya. Hal ini mbuat sosok Anna berdiri diam, dia natap Randika dengan tatapan tajam yang sangat dingin!

Anna tidak akan pernah lupakan darah keluarganya yang tertumpah karena lelaki di depannya ini.

"BUNUH DIA!"

Anna tahu bahwa dari tatapan mata Randika, lelaki itu akan nyerang dirinya. Oleh karena itu, suara Anna hampir saja mbuat semua telinga di sana berdarah. Sisa dari para anggota Black Mamba nyerang Rnadika. Tetapi Randika dengan mudah nghindar dan nyerang reka satu per satu. Dengan pukulan tepat di lehernya, Randika mastikan bahwa dia tidak akan pernah bersuara lagi di dalam hidupnya.

Lehernya berputar 180 derajat!

Para anggota yang lain segera berkecil hati ketika lihatnya, bahkan Tom yang ada di sisi juga ketakutan.

Kekuatan tempur Randika benar-benar ngerikan, reka semua bukan lawannya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 419: Anna dan Tom on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.