Font Size
15px

Randika dan rombongannya pergi ke hutan purba, sentara di tempat lain, beberapa kekuatan di kegelapan mulai bergerak karena kabar yang baru saja reka terima.

Arika Utara, Alaska.

Alaska adalah tanah yang dibeli Arika Serikat dari Rusia, dan sebagian berada di dalam Lingkaran Arktik.

Di sebuah rumah di Alaska, di ruangan yang redup, seorang pria berbaju serba hitam duduk di sana.

Dia hanya duduk di sana, ekspresinya seolah-olah dia tidak miliki aura sama sekali, tetapi seluruh tubuhnya mancarkan amarah yang sangat besar.

Bulan Kegelapan!

Ketika Bulan Kegelapan mutuskan untuk mulai pemberontakan di pasukan Ares, dia ninggalkan jalan untuk dirinya sendiri. skipun Shadow pada saat itu yang ngambil inisiatif untuk berkolusi dengannya, Bulan Kegelapan tidak terlalu nggunakan Shadow.

reka hanya saling manfaatkan satu sama lain.

Setelah pemberontakannya gagal, Bulan Kegelapan bersembunyi dan tidak pernah keluar lagi, oleh karena itu, hingga sekarang orang-orang dari pasukan Ares tidak dapat nemukan dirinya.

Dia telah bersembunyi sampai sekarang, dan akhirnya, sebuah kesempatan telah datang.

Peluang itu datang dari laporan yang baru saja diserahkan. Dalam laporan ini, pergerakan Randika hari ini dilaporkan seluruhnya.

Sama seperti pasukan Ares yang ncari keberadaan dirinya, Bulan Kegelapan juga telah ngirim orang untuk ngawasi Randika. skipun sumber daya di tangannya tidak seseram pasukan Ares, tetapi dia masih punya kekuatan untuk bisa riksa keberadaan Randika.

"Apakah akhirnya kau berani keluar?" Sepertinya Bulan Kegelapan sudah lama tidak berbicara, suaranya terdengar serak dan ada jejak-jejak kegilaan di suaranya. Niat mbunuh yang kuat dapat terlihat di matanya!

Dia sudah nunggu mon ini sangat lama. Kebencian antara dia dan Randika tidak pernah berhenti. Entah Randika yang mati atau dirinya yang mati!

Tentu saja ada cara kedua, yaitu bersembunyi, dan tidak pernah keluar lagi dalam hidup ini, tapi bagi Bulan Kegelapan, hal itu jelas sangat mustahil.

Dalam hidupnya, dia akan nghancurkan pasukan Ares dan mbunuh Randika!

"Panggil dia kemari." Bulan Kegelapan lambaikan tangannya, dan tiba-tiba, seseorang yang berdiri di bagian sudut ruangan itu nghilang lalui pintu rahasia di belakangnya.

Di dalam ruangan hanya ada satu orang yang tersisa, Bulan Kegelapan duduk kembali di kursinya dan nyimpan laporan itu, tetapi tiba-tiba, dia nyadari sesuatu di dalam laporan itu.

Sebelum Bulan Kegelapan lihat isi di halaman pertama, dia sudah terjebak dalam semangat tinggi untuk bisa mbunuh Randika, namun saat lihat laporan di halaman kedua, pupil matanya nyusut.

"Reruntuhan kuno, rahasia hidup, keabadian?"

Laporan di atas nyebutkan bahwa di kedalaman Hutan Salak, seseorang telah nemukan peninggalan prasejarah, yang sepertinya miliki sesuatu yang dapat mbuat manusia njadi abadi.

Dikatakan bahwa sekelompok orang telah keluar dari sana. todenya masih belum diketahui, tetapi kekuatan reka ningkat dengan sangat pesat.

Setelah mbaca laporan itu, Bulan Kegelapan njadi sedikit bersemangat. Semua orang mang ndambakan keabadian, tetapi selama berabad-abad, tidak ada yang bisa lakukannya.

Namun, karena seseorang keluar dari dalam hutan itu dan mberikan informasi berharga ini, seharusnya ada sesuatu.

"Sepertinya aku harus pergi ncari teman-teman lamaku." Sudut mulut Bulan Kegelapan bergerak-gerak, seolah-olah dia sedang tersenyum, tetapi dengan rasa dingin yang sangat dalam.

Di Afrika.

Ini adalah belahan bumi yang selalu terkena sinar matahari sepanjang tahun. Air sama berharganya dengan minyak di sini. Kekerasan adalah tema abadi di sini. Setiap orang mbawa senjata saat reka pergi keluar.

Di sebuah kota di tengah gurun yang datar, dalam sebuah ruangan, ada dua orang yang sangat dikenal Randika, yaitu Tom dan Anna dari keluarga Alfred.

"reka benar-benar keras kepala, benar-benar sulit lepas dari kejaran reka." bisik Tom.

Anna dengan lembut nuangkan air ke cangkir. "Tidak apa-apa, toh reka tidak bisa nemukan kita."

Tom masih miliki bekas luka di wajahnya, luka yang ditinggalkan oleh Randika pada dirinya di hari itu tidak bisa hilang begitu saja, tetapi kakinya kini telah sembuh.

"Padahal nyawanya sudah ada di tanganku." Ketika Tom kepikiran hari di mana dia lawan Randika, wajah Tom nunjukkan sedikit keengganan. Pada saat itu, jelas bahwa dia bisa mbunuh Randika dengan serangan terakhir. Tetapi hasilnya ternyata sangat berlawanan.

Dia hampir terbunuh oleh Randika dan Randika masih hidup dan sehat.

Anna tidak berbicara, dan pada saat ini, ponselnya berdering dan ngirim dua pesan secara berurutan.

"Saudaraku, ada sebuah kesempatan yang bagus di sini." Ada kegembiraan di wajah Anna, dan tatapan ganas lintas di matanya.

"Kesempatan apa?" Tom natap Anna, ada jejak kejahatan tersembunyi di matanya.

Tak disangka, saudara perempuannya ini terlihat sangat cantik.

"Randika pergi ke hutan Salak di Jawa Barat untuk lakukan tur." Anna sangat gembira, "Kesempatan kita telah datang."

Tom berdiri dengan kegembiraan di wajahnya. "Aku akan manggil yang lainnya."

"Tunggu!" Tiba-tiba, saat Anna mbaca pesan kedua, dia berseru.

"Ada apa?" Tom noleh.

"Di hutan itu, ada berita bahwa ada sebuah reruntuhan kuno." Anna lihat isinya dan tidak bisa nahan sedikit terkejut.

Tom sedikit mbeku sejenak, dia lalu ngambil ponsel itu dan mbacanya. Setelah mbacanya, ekspresi wajahnya njadi sedikit tidak pasti.

reka dibesarkan di keluarga Alfred, dan reka adalah orang Indonesia, jadi dalam beberapa karya klasik, reka telah lihat deskripsi tentang reruntuhan semacam ini. Dalam teori klasik, reruntuhan semacam ini adalah reruntuhan yang ditinggalkan oleh beberapa orang yang hebat di zaman kuno. Segala jenis harta karun, seperti pisau harta karun yang bisa motong emas seperti lumpur, senjata ajaib yang bisa mbunuh dengan mudah, dan beberapa peninggalan budaya yang berharga.

Namun bagi orang modern, hal yang paling berharga adalah pil yang ditinggalkan para alkemis.

Di reruntuhan kuno, terkadang ada obat-obatan pil yang ditinggalkan para alkemis, obat-obatan pil ini miliki efek yang sangat aneh, beberapa di antaranya bahkan bisa nyembuhkan segala macam penyakit.

Tom berpikir bahwa karena dia ngetahui berita tentang reruntuhan ini, jelas bahwa orang lain juga akan ngetahui berita tentang reruntuhan itu, yang pasti akan nimbulkan kekacauan.

Setelah ngetahui informasi sepenting ini, mangnya ada orang yang tidak tergiur untuk nemukan harta karun ini?

Entah reruntuhan kuno itu sangat berbahaya dan dia harus berhadapan dengan kekuatan lain atau bisa jadi ini adalah sebuah berita palsu.

Tetapi bagaimanapun juga, dia dan Anna harus pergi, karena ini adalah sebuah kesempatan besar untuk mbunuh Randika!

Karena kesempatan ini hanya datang sekali, reka berdua harus nyiapkan ini dengan baik.

Di Rusia.

Di Dataran Siberia Timur, suhu di sini sangat rendah dan lingkungan tempat tinggal sangat keras, di sini ada sebuah suku yang hidup sebagai pengembara tradisional.

Di antara reka, ada sebuah gubuk kayu dan itu adalah tempat yang mirip dengan bar. Semua orang nikmati minuman di dalam. Di sebelah bar, ada seorang pria yang tampak sangat kasar duduk seperti beruang kutub.

"Brian, ayo minum!"

Seseorang di dekatnya manggilnya untuk minum, dan Brian hanya nggelengkan kepalanya.

Sekelompok tentara bayaran sedang ngobrol di sana, isi obrolan reka kebetulan libatkan reruntuhan kuno di dalam hutan Salak.

"Apakah kau sudah ndengar bahwa sepertinya ada reruntuhan kuno di hutan Salak di Indonesia?"

"Haha, kau percaya berita jelek ini? Kupikir itu hanya sebuah makam, dan kit adalah tentara bayaran, bukan perampok makam."

"Sialan, jika kau tidak ndengarkanku lagi lain kali, aku akan matahkan lehermu!"

"Hei, kalian sangat berisik!" Kata orang ketiga.

Setelah itu, orang pertama berkata. "Reruntuhannya berbeda kali ini. Kudengar ada hal-hal yang dapat ningkatkan kekuatan orang dan berisi rahasia umur panjang."

"Apakah itu sangat misterius?" Tentara bayaran lainnya juga sedikit bingung.

"Apakah ini reruntuhan yang ada di hutan Salak itu?" Salah satu tentara bayaran bertanya.

Pada awalnya pria itu ngangguk. "Ya, reruntuhan itu ada di hutan Salak di Indonesia."

"Kalau begitu, aku rasa itu benar. Negara yang misterius dan miliki banyak rahasia di zaman kuno. Kita belum nerima pekerjaan baru-baru ini, jadi kenapa tidak kita lihat saja ke sana? Mungkin kita benar-benar bisa ndapatkan sesuatu yang bagus."

Ketika Brian di samping ndengar kata-kata ini, dia berpikir cukup lama di dalam hatinya. Kemudian, dia bangun dan berjalan keluar dari rumah kayu itu, dan nghilang di salju yang beterbangan.

India.

Dalam sebuah istana, ini bisa dikatakan sebagai sebuah istana terwah di seluruh India, bahkan konstruksinya sama gahnya dengan Taj Mahal.

Di istana ini, ada sebuah ruangan dengan wangi kayu cendana yang nyengat, seluruh ruangan sangat sunyi, kecuali orang yang duduk di tengah, tidak ada orang lain.

Brahma, salah satu dari dua belas dewa utama, juga rupakan salah satu dari dua musuh yang bertarung lawan Randika di Jepang terakhir kali!

Brahma mbuka matanya dan natap rokok yang masih terbakar, tetapi tatapannya sangat gembira:

Berita itu seharusnya sudah tersampaikan.

Para ahli bela diri di seluruh dunia hampir nerima berita ini dari berbagai saluran, dan berita ini njadi semakin narik. Pada akhirnya, semua tertarik dengan ramuan keabadian di reruntuhan ini. Pil yang bisa mbuat reka njadi tak terkalahkan.

Para ahli bela diri, kelompok tentara bayaran, pembunuh, dan organisasi lain semuanya sudah ndapatkan berita ini, dan beberapa milih untuk diam, tetapi sebagian besar organisasi atau individu datang ke Hutan Salak.

Terlepas dari benar atau tidaknya berita itu, reka akan ngetahuinya secara langsung. Jika benar, mungkin reka bisa ndapatkan sesuatu darinya.

Tom dan Anna serta Bulan Kegelapan juga bergegas ke hutan Salak. Tujuan reka adalah mbunuh Randika terlebih dahulu, ini adalah tujuan pertama reka.

Dapat dikatakan bahwa sebagian besar pasukan datang nuju Hutan Salak, tetapi Randika sama sekali tidak nyadari semua ini. Dia hanya ngikuti yang lain nuju hutan.

Sekelompok orang datang ke pinggir hutan purba itu. Ada juga aliran sungai yang sangat panjang dan lebar. Pemandu wisata tersenyum dan mperkenalkan. "Ini tempat yang sangat cocok untuk berkemah. Tempatnya luas, ada sumber air di sebelahnya, dan pemandangannya juga sangat bagus. Cantik dan hanya ada sedikit orang."

Semua orang lihat sekeliling dan nemukan bahwa itu mang sangat bagus, jadi reka mutuskan untuk berkemah di sini.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 411: Awal dari Akhir on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Death Notice cover
Trending now

Death Notice

Gluttonous Monk ·Horror

Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoysthebloodshed.He...Readmore Heisagiftedandintelligentyoungman.Heisamurdererthatenjoystheblo...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.