Font Size
15px

Di sisi lain, ada dua orang perempuan yang sedang ndiskusikan apakah akan ada kisah cinta yang terjadi selama di perjalanan ini.

"Alangkah baiknya jika aku bisa bertemu dengan jodohku dalam perjalanan kali ini." kata seorang gadis mungil di sebelah kiri.

Yang di sebelahnya adalah sahabatnya, dia mbalasnya dengan lembut. "Kita itu pergi ke hutan purba. Laki-laki yang kamu temui nanti pasti berambut panjang dan hanya makai rok kulit, dan reka akan terlihat seperti orang primitif."

"Apa yang kamu bicarakan, aku pasti akan bertemu dengan jodohku kali ini! Dan tentu saja, orang itu pasti pangeran yang tampan, tinggi, dan kaya, sama seperti dongeng yang aku dengar saat masih kecil." Sebuah kerinduan muncul di wajah gadis itu.

Sahabatnya itu ncondongkan tubuh ke telinganya, dia tersenyum dan berkata dengan suara rendah. "Apakah dongeng itu bernama Tarzan?"

Kata-kata ini langsung mbuat wajah temannya itu njadi rah. "Kenapa kamu selalu ingin nghancurkan mimpiku? Tidak ada salahnya kan berandai-andai!"

"Hahaha jangan marah, aku hanya bercanda." Sahabatnya itu tersenyum. "Tapi kamu benar-benar suka kisah cinta yang seperti dongeng?"

"Tidak tahu, aku malas cerita lagi." Perempuan yang bertubuh kurus itu malingkan wajahnya untuk lihat ke luar jendela.

Orang-orang di dalam bus juga sedang ngobrol. Randika, Inggrid dan Hannah duduk bersama dan berada di posisi tengah. Indra duduk di belakang sendirian, dia telah nempati lebih dari dua kursi orang lain.

Randika ncium aroma yang berbeda dari kedua wanita itu, sangat mpesona. Tidak heran di zaman kuno dikatakan bahwa njadi seorang kaisar itu sangat baik, dengan tujuh puluh dua selir, kehidupannya tidak akan pernah njadi buruk.

Hannah tidak tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Randika, perempuan ini ngeluarkan gitar dari samping dan mulai berlatih di dalam bus.

Randika senang saat lihatnya. "Hannah, apakah kamu sedang berlatih gitar?"

"Ya, aku berlatih alat musik baru-baru ini." Hannah njawab.

"Kalau begitu lebih baik kamu berhenti berlatih, bagaimanapun juga, kamu benar-benar buta nada." Kata Randika dengan santai kepada Hannah.

Hannah lototinya, "Kak, apa yang baru saja kamu katakan?"

"Tidak apa-apa." Randika hanya bercanda, tetapi Hannah rasa tidak nyaman. Dia pernah berkata bahwa dia akan mulai bisnis dan mbuka toko pakaian di sekolahnya. Dan sekarang adik iparnya ini mberikan tokonya ke orang lain untuk diurus. Randika dapat lihat hal yang sama akan terjadi.

Randika mandangi Hannah yang masih kekanak-kanakan, dia tidak bisa nahan senyum, dan ngambil alih gitar itu. "Aku akan mainkannya untukmu."

"mangnya kak Randika tahu cara bermain gitar?" Mata Hannah mbelalak, penuh dengan tanda tanya. Sebuah tatapan kecurigaan, tetapi Hannah segera ngagumi aksi permainan gitar Randika yang akrab.

"Aku akan mainkan lagu lama."

Randika berbicara dengan acuh tak acuh, dan orang yang sedang ngobrol di depan reka terkejut tiba-tiba. "Sepertinya seseorang sedang bernyanyi."

"Aku juga ndengarnya."

Semua orang noleh, tetapi Randika tidak mpedulikannya. Dia terus bernyanyi.

"When I first t you, I knew that my life would never be the sa"

"And I knew that you felt it too."

"Never fee alone again boy, because your love makes feel so secure and you got singing"

...

Suara gitar yang rdu perlahan keluar, dan suara nyanyian Randika pun muncul secara perlahan, tidak terburu-buru, tapi juga dengan lankolis dan penuh kasih sayang.

Hannah tertegun. Randika mandang Inggrid, dengan senyuman di wajahnya, dan berkata:

"Because of love, I know you better"

"Because of love, we are together"

"Because of love, you have my heart"

"Because of love, we''ll never part."

...

Randika nyanyikan "Because of Love" yang agak mirip dengan versi aslinya. Inggrid natap mata Randika, ikatan di hatinya telah dicabut lagi dan hatinya penuh dengan kegembiraan.

Setelah Randika selesai nyanyikan lagunya, dia nyadari bahwa bus njadi sepi, dan para karyawan natapnya dengan tatapan kosong.

"Hebat!"

Tiba-tiba, para karyawan di depan itu bertepuk tangan.

"Sangat bagus."

"Ya, lagu ini sebanding dengan penyanyi profesional itu."

"Wow, sangat bagus, aku hampir terobsesi dengannya." Perempuan yang sebelumnya marah pada sahabatnya ini njadi terhibur kembali.

"Kenapa? Apa kamu tidak berencana pergi ke Hutan Salak untuk ncari pangeran tampanmu?" Sahabat di sebelahnya bercanda.

Hannah juga tercengang, dan kemudian rasa gembira. "Kak, kamu bermain dengan sangat hebat! Lain kali kamu harus ngajariku!"

Mulut Randika bergerak-gerak, tanpa ngeluarkan suara.

"Lagi, lagi, lagi!"

Seseorang bersorak.

"Ya, satu lagu lagi." Kata para karyawan.

"Oke."

Randika tersenyum sedikit, dan kemudian mulai njentikkan tangannya. Tiba-tiba, suara gitar yang rdu mulai muncul seperti air yang ngalir, kali ini ternyata sebuah lagu rock.

"Beri aku tangan dan pinggangmu!"

"Mari leleh dalam rit ini!"

Randika bernyanyi dengan nada yang sangat tinggi. Lagu ini berjudul "Let's Sway Together", tetapi di tengah, Randika ngubah liriknya,

"Ayo kita jalan-jalan bersama, oh"

"Lupakan semua kesedihan, jalan-jalan bersama~ Oh!"

Keterampilan gitar yang tiba-tiba ini muncul ngejutkan semua orang.

Dalam suasana bahagia ini, bus juga laju ke bandara, dan petikan gitar Randika juga sudah habis.

"Penampilan yang sangat bagus!" seru seorang karyawan.

Inggrid sedikit tersenyum. "Sudah, sudah, ayo kita naik pesawat."

Tiket sudah lama dibeli. Perusahaan yang akan ngganti uangnya. Sama seperti perjalanan yang terakhir, semuanya dibayar oleh perusahaan. Ini nunjukkan bahwa Inggrid sangat mperhatikan kesejahteraan para karyawannya dengan sangat baik.

Setelah naik pesawat, semua orang duduk, tidak butuh waktu lama sebelum pesawat lepas landas dan langsung nuju Jawa Barat.

"Semoga di hutan nanti aku dapat lihat hewan primitif." Para karyawannya tetap heboh.

"Ada banyak jenis burung di hutan, alangkah baiknya jika kita bisa lihat reka secara langsung."

"Aku dengar ada juga gajah."

Semua orang berdiskusi dengan antusias, dan Randika hanya tersenyum sedikit dan tidak berkata apa-apa.

Jarak ke Jawa Barat sebenarnya tidak jauh, dan dengan kecepatan pesawat, semua orang akan bisa ncapai tujuan reka hanya dalam beberapa jam.

Saat turun dari pesawat, reka langsung pergi ke hotel yang sudah dipesan terlebih dahulu. Setelah berbenah, reka segera bersiap untuk segera njelajah hutan purba!

Rencananya pada saat itu, reka akan berencana untuk bermalam di kamp dekat hutan purba itu untuk rasakan adat istiadat warga setempat, jadi semua orang sudah nyiapkan tenda.

Berkemah di alam bebas dan berada dekat dengan alam pada jarak terdekat mbuat orang-orang yang sudah lama duduk di kantor ini sangat nantikannya.

"Ayo pergi!"

Teriak Hannah dengan senang hati. Yang lainnya juga miliki semangat tinggi. Di bawah bimbingan pemandu wisata, sekelompok orang ini langsung pergi ke Hutan Salak.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 410: Perjalanan yang Menyenangkan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Became The Academy Necromancer cover
Similar genre

I Became The Academy Necromancer

172 ·Harem

Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’ll...Readmore Scream,Shriek.Wakeupandpourtherestofyourgrudgesontome.ThenI’llsaveyou.Col...

I Devour Deities cover
Similar genre

I Devour Deities

Love Pea ·Harem

Thirtyyearsago,ameteorfellandthedivineruinsappeared!Somedeitiesemergedfromit,feedingonhumans.Sincethatday,humanshavebecomefoodforthedeities,exceptf...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.