Font Size
15px

Hutan purba?

Randika tercengang sejenak, dia bertanya-tanya sedikit. Jika wisata di hutan ini reka tidak ditemani oleh pemandu wisata, reka akan mudah ndapat masalah.

Kita harus tahu bahwa hutan bukanlah tempat yang santai dan aman seperti yang terlihat di TV, tempat ini penuh dengan bahaya. Banyak serangga yang berbisa di dalamnya, laba-laba beracun yang bisa mbunuh manusia, dan jenis-jenis serangganya aneh dan bervariasi.

Hutan purba pada umumnya berada di dekat garis khatulistiwa, dan iklim di dalamnya adalah iklim tropis yang paling mudah untuk ngembang biakkan racun.

Di antara hutan purba yang khas, hutan Amazon adalah yang paling luas. Sangat sulit untuk bisa bertahan hidup tanpa persiapan yang matang selama lebih dari lima hari. Bahkan kabarnya pihak Arika miliki kamp pelatihan pasukan khusus yang terletak di Amazon.

Pada saat itu, hutan purba ini termasuk di antara tiga lingkungan paling berbahaya yang diakui paling cocok untuk pelatihan pasukan khusus, hal ini cukup nunjukkan kengerian dan bahaya yang dimilikinya.

Hanya saja beberapa tahun belakangan ini, dengan maraknya industri pariwisata, pariwisata global njadi sangat marak dan beberapa orang mulai tertarik dengan wisata di hutan purba. Perintah daerah juga sudah mulai ngembangkan hutan purba ini. Selama reka tidak masuk terlalu dalam, reka masih sangat aman.

"Apakah pemandu wisatanya profesional?" Tanya Randika.

Inggrid nyingkirkan piring, matikan api, dan tersenyum tipis: "Aku sudah nghubunginya. Dia adalah pemandu wisata yang paling profesional di daerah setempat. Kali ini lokasi ini dipilih oleh semua orang, reka ngatakan bahwa reka sangat ingin ngamati adat istiadat para penduduk asli."

"nurutku, bawahanmu itu hanya ingin liburan gratis dengan uang kantor. Bukankah lebih baik kamu istirahat di rumah jika kamu ingin berlibur? Kita bisa nikmati waktu berdua kita dengan baik kan?" Kata Randika sambil tersenyum. Dia sudah luk Inggrid dari belakang. Tangannya mulai bergerilya pada dua bagian yang mbusung itu dengan gelisah.

Bagi Randika, apa yang nyenangkan tentang hutan purba yang rusak? Lebih baik dia nikmati dan berhubungan badan dengan istri cantiknya di rumah. Coba bayangkan, reka bisa bebas lakukan apa pun di rumah dan reka bisa nggunakan gaya apa pun yang reka inginkan. Kesempatan seperti ini sangat jarang.

Ada desahan samar dari mulut Inggrid. Randika sudah mahami titik rangsang istrinya dengan sempurna. Dia hanya sedikit bermain dengan tangannya, dan Inggrid sudah rasa tidak tahan.

"Aku pikir ini adalah kesempatan yang bagus untuk mperdalam hubungan antar karyawan." Inggrid lepaskan cengkeraman maut Randika. "Lagipula, aku yang ngusulkan liburan ini."

lihat wanita cantik yang lepaskan diri dari pelukannya, Randika terus ngikutinya, dia tersenyum bahagia. "Sayang, maksudku bukan itu. Maksudku itu adalah reka, kamu pasti tidak tahan dengan hutan yang penuh serangga itu."

"Hmph, ternyata itu yang kamu maksud." Inggrid nggeram. "Malam ini, kamu tidur sendiri di kamarmu."

Randika ngerutkan keningnya. "Hukuman ini terlalu kejam! Baiklah, baiklah, bagaimana kalau aku akan pergi denganmu?"

"Bahkan jika kamu pergi denganku, aku tetap tidak mau tidur denganmu." Penampilan centil Inggrid seperti seorang wanita kecil yang lucu, Randika rasa dia tidak bisa nahan diri untuk tidak njatuhkannya.

"Siapa bilang kita akan tidur?" Setelah Randika selesai berbicara, dia langsung njatuhkan Inggrid.

"Ah! Apa yang kamu lakukan? Kita masih di ruang tamu!" Inggrid nampar Randika yang mbenamkan kepalanya di depan dadanya.

"Tidak apa-apa." Setelah Randika selesai berbicara, dia nyusupkan tangannya ke bawah tubuh Inggrid dengan leluasa. Tanpa lepas celananya, dia langsung lepas celana dalamnya secara langsung.

Kemudian, keduanya ngerang dalam kenikmatan.

...

Keesokan harinya, Randika berangkat bersama dengan Inggrid, dia juga mbawa Indra bersamanya.

Karena dia tidak tahu berapa hari dia akan pergi, Randika kepikiran dengan Indra yang sendirian dan mutuskan untuk mbawanya pergi bersama dengannya.

Randika dan Inggrid sedang duduk di dalam mobil reka, reka manggilkan taksi untuk Indra. Tidak ada alasan lain, cuma karena ukuran tubuh Indra yang besar, seluruh kursi belakang telah dikuasainya dan benar-benar tidak ada tempat lagi.

Boneka ginseng di pundaknya juga tertawa dan terlihat riang, dia terlihat bersemangat dan lompat turun dari bahu Indra kemudian naik lagi.

Hutan purba yang akan reka tuju kali ini bernama Hutan Salak, rupakan sebuah hutan di Provinsi Jawa Barat dekat dengan lereng gunung salak. Hutan ini berbatasan dengan beberapa kota dan kabupaten, dan miliki wilayah yang luas.

Provinsi Jawa Barat, yang dikenal sebagai Bumi Pasundan, miliki corak dan karakteristik iklim tropis, serta tidak terlalu banyak risikonya, sehingga sangat populer di kalangan wisatawan yang lebih nyukai gaya iklim tropis.

Satu-satunya masalah adalah hutan ini berbatasan dengan banyak daerah, sehingga pengelolaannya njadi semrawut, dan seringkali ada campur tangan dari orang-orang yang jahat.

Sesampainya di depan perusahaan Cendrawasih, setelah keluar dari mobil, Randika lihat sekelompok orang sudah berkumpul di depannya.

"Kak Randika, kenapa kamu juga ada di sini?" Hannah ngenakan pakaian ala pendaki gunung, dan tidak bisa nahan kebingungannya ketika dia lihat sosok Randika.

Ketika karyawan dari beberapa departen lain ndengar ini, reka sedikit tercengang. lihat Randika yang berjalan bergandengan tangan dengan Inggrid, mata reka jelas sangat terkejut.

Ada rumor yang nyebar di perusahaan bahwa Inggrid dan Randika mang sudah nikah, tetapi tidak ada bukti sama sekali, jadi semua orang hanya nganggapnya sebagai rumor belaka. Tapi hari ini, lihat Randika dan Inggrid bersama, ini jelas bukan sebuah rumor belaka.

Beberapa laki-laki ratap di dalam hatinya. Di perusahaan ini, ternyata setiap laki-laki miliki pemikiran romantis tentang Inggrid. mangnya siapa yang tidak ncintai wanita tercantik kota ini?

Dan sekarang harapan itu tinggal kenangan, reka hanya bisa natap dengan lemas, lalu tersenyum dan nyapanya.

"Semuanya, ayo pergi bersama." Inggrid tersenyum.

"Oke." Semua orang nanggapi dengan bersemangat, lalu naik ke bus yang sudah lama berhenti.

Setelah duduk, semua orang jelas sangat santai, tertawa dan bersenda gurau. Bagaimanapun juga, reka baru saja telah nyelesaikan sebuah kontrak yang besar, sangat jarang bagi reka untuk bisa bersantai.

Begitulah kalau kalian bekerja di industri jasa, setelah kontrak itu disepakati, bonusnya bahkan jauh lebih tinggi dari gaji reka. Dan kali ini, reka telah nyelesaikan kontrak yang besar dan mbawa keuntungan yang tinggi bagi perusahaan.

Jadi Inggrid mutuskan untuk mberi semua orang yang terlibat dalam proses kontrak ini sebuah liburan sebagai rasa terima kasihnya. Tentu saja, perusahaan lah yang akan nanggung semua biayanya.

"Kali ini aku mbawa kara DSLR. Sesampainya di sana, kita semua harus foto bersama!" Ujar salah satu dari reka.

"Haha, bukankah makai kara HP sama saja hasilnya? Kenapa jiwamu tiba-tiba njadi fotographer begini?" Temannya yang lain langsung nyaut.

Keduanya berusia 30-an, dan reka adalah rekan kerja yang telah bekerja selama bertahun-tahun, jadi hubungan reka juga sangat baik.

"Pak Randika, hati-hati sama dia, dia jelas ingin motret istrimu itu." Yang lain juga tertawa.

"Kupukul kamu kalau kamu berani!" Kata Randika sambil bercanda. Namun, Inggrid yang berada di sampingnya ngangkat alisnya, dan wajahnya terlihat cemberut.

Ada senyum masam di wajahnya. lihat bahwa para karyawannya akrab dengan Randika, Inggrid tidak bisa nahan untuk tidak natap.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 409: Wisata Kantor on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.