Font Size
15px

Randika rasa bingung ketika natap pil yang ada di tangannya. Karena pada akhirnya, pil ini sangat berharga.

Kakek ketiga pernah berkata pada dirinya bahwa ada teknik yang dapat mbentuk beberapa pola pada pil selama proses alkimia, yang berarti efek dari pil ini akan sangat tinggi, tetapi teknik ini sudah hampir hilang bahkan kakeknya itu tidak mampu nghasilkannya.

Randika natap gua yang masih nutup tertutup rapat itu. Serangan kakek pertamanya barusan sangat luar biasa. Hanya ada lubang kecil di batu yang nutupi mulut gua dan pil itu dibungkus dengan tenaga dalam sehingga pil itu tidak rusak. Tepat saat pil itu ncapai di tangannya, tenaga dalam itu nghilang.

Pada saat yang sama, batu-batu ini saling bertumpukan, sangat keras, dan tidak akan bisa dibuka, tapi dengan secara akurat kakeknya ini bisa nggunakan tenaga dalamnya untuk nembusnya. Dapat dikatakan bahwa kekuatan kakeknya itu telah ncapai level yang nakutkan.

Di belakang, Indra mandang gua dengan linglung. Dia tidak nyangka ada orang di dalam gua itu dan sepertinya orang itu sangat kuat.

"Makanlah."

Tiba-tiba, sebuah suara pria tua muncul, tetapi suara itu njadi sedikit serak karena dia sudah lama tidak berbicara, seolah-olah ada sebuah perubahan yang tak terbatas dalam kata-katanya.

Hati Randika rasa sangat gembira, dia langsung nelan pil itu secara langsung. Tetapi begitu dia minumnya, pil itu langsung leleh njadi cairan dan ngalir dari tenggorokan Randika ke perutnya.

Pada saat yang sama, energi yang sangat lembut nyebar secara instan, nyebar ke seluruh tubuh Randika. Begitu energi aneh ini muncul, Randika rasa bahwa kekuatan misterius yang bersemayam di tubuhnya tampak njadi tidak terkendali. Energi itu ditarik satu demi satu dan lebur njadi satu dengan energi yang dihasilkan oleh pil tersebut.

Randika terkejut, tetapi dia belum bereaksi. Randika nyadari bahwa kekuatan misteriusnya itu sebenarnya terbungkus oleh energi baru ini dan kemudian perlahan-lahan njadi tenang, berubah njadi tenaga dalam, dan nyatu ke dalam tubuhnya.

Pil ini bisa nyerap energi misterius di dalam tubuhnya?

Randika sangat kaget, obat macam apa yang bisa nyerap energi misterius di dalam tubuhnya itu?

Keterkejutannya kali ini sama persis dengan keterkejutannya ketika dia nemukan bahwa ikan di dalam kolam dapat mbantu dirinya nyerap energi misterius di dalam dirinya, dan keterkejutannya kali ini bahkan lebih tinggi daripada saat di kolam dingin.

Karena alam bersifat magis, maka tidak ngherankan jika beberapa makhluk di lingkungan khusus akan ngalami efek ini, namun pil ini dibuat oleh manusia. Artinya, jika ada pil ini, Randika bisa nyerap energi misterius tersebut sepenuhnya, ini hanya masalah waktu saja!

Di dalam tubuhnya, energi misterius yang awalnya liar dan kasar telah berubah njadi tenaga dalamnya setelah bersatu dengan energi yang terkandung di dalam pil tersebut. Randika rasakannya, dan apabila dibandingkan dengan yang terakhir kali, dia nyerap lebih banyak energi misteriusnya kali ini.

Ini benar-benar kejutan yang tidak terduga.

"Kakek, obat apa ini?" Randika bertanya dengan heran.

"Aku sendiri tidak tahu benda apa itu, aku ndapatkannya secara tidak sengaja di dalam reruntuhan. Dan pil itu adalah yang terakhir." Suara di dalam gua tidak keras, seolah-olah dia telah lihat banyak perubahan-perubahan dalam kehidupan, dengan sebuah ketenangan.

"Aku sudah nganalisis komposisinya, dan ngetahui bahwa benda ini bisa berfungsi nyerap energi di tubuhmu, jadi aku juga sudah bertanya ke mana-mana dan baru ndapat kabar bahwa ada sebuah reruntuhan yang dibuka." Suara di dalam gua masih terdengar tidak nentu, seolah suara kakeknya itu tidak terlalu keras. Tapi bisa nggema ke segala arah.

"Selain itu, reruntuhan di sini tidak jauh dari reruntuhan tempat kita ndapatkan benda ini terakhir kali." Setelah kakeknya itu ngatakan ini, dia tidak berbicara kembali.

Tidak jauh dari reruntuhan terakhir, artinya, ada kemungkinan besar obat jenis ini akan ditemukan di sebuah reruntuhan lagi?

Randika rasa sangat gembira, tetapi kemudian dia mulai tergerak. Sepertinya para kakeknya itu benar-benar pergi ke reruntuhan untuk dirinya. Dia juga tahu sedikit tentang reruntuhan ini. Itu semua adalah reruntuhan abnormal yang mirip dengan reruntuhan dari zaman suku Maya.

Sulit untuk masuk dan bahkan lebih sulit untuk keluar. Pada dasarnya, tidak mungkin bisa keluar dari situ hidup-hidup.

Dan ketiga kakeknya itu rela ngambil resiko masuki reruntuhan untuk ncarikan dirinya pil yang miliki kemungkinan dia bisa nyerap energi misteriusnya tersebut. Bagaimana mungkin Randika tidak tersentuh hatinya?

"Kakek, apakah reruntuhan itu berbahaya?" Randika bertanya lagi.

Tetapi setelah dia bertanya, tidak ada balasan kembali, dan gua itu tampak kembali tenang seperti semula.

"Kakek?" Teriak Randika lagi, dan tanda kehidupan muncul lagi: "Bocah sepertimu tidak usah berpikir yang aneh-aneh, pulang dan tidurlah."

Ah?

Randika mbuka lebar matanya, apa artinya ini?

Apakah itu berbahaya atau tidak?

Randika ingin bertanya kembali, tetapi dia tahu bahwa kakek pertamanya itu tidak akan ngatakan apa-apa lagi, jadi dia hanya bisa turun gunung dengan perasaan sedih.

"Kakak, tidak apa-apa. Guru kita itu selalu beruntung, aku sangat paham tentang hal ini." Indra berkata dengan terengah-engah dari belakang. "Dulu, ibuku pernah mberitahuku bahwa para guru adalah orang-orang yang diberkati, jadi dia mintaku untuk belajar dan ngikuti ketiga guru."

Randika rasa geli untuk beberapa saat, dia lalu berbalik. "Apakah ibumu masih bisa lihat hubunganmu?"

"Uh." Indra nggaruk kepalanya, "Aku tidak terlalu paham, sepertinya mang seperti itu. Dia jelas tidak sebanding dengan guru."

Randika ngangguk dan mandangi sebuah rumah kosong, dia rasa sedikit tidak nyaman. Ada beberapa ahli bela diri dan ahli dis yang tinggal di dalamnya sebelumnya. Setelah beberapa waktu ini, dia rasa ada sesuatu yang hilang.

...

Keesokan harinya, Randika mbawa Indra dan bergegas pergi dari desa Jagad ke rumahnya di kota Cendrawasih.

Ketika reka kembali, hari sudah malam, itu juga mbuat Randika rasa sedikit tertekan, alangkah baiknya jika kedua tempat ini bisa terhubung dengan nggunakan kereta api.

Kembali di rumah, dia nemukan bahwa Inggrid sedang masak di dapur.

Randika rasa senang di dalam hatinya, dia lalu berkata kepada Indra. "Indra, kamu kembalilah dulu."

Mana mungkin Randika mperlihatkan adegan 18 pada Indra, dia harus ngusirnya!

"Oh." Indra njawab, tetapi mbuka mulutnya lagi, dengan wajah penuh kebingungan. "Lalu apa yang harus aku lakukan jika aku ingin makan malam?"

"Tunggu aku neleponmu nanti." Kata Randika.

Indra dengan patuh kembali ke tempat tinggalnya. Tidak jauh dari rumahnya, Ibu Ipah sudah nyewakan dirinya sebuah kamar kos yang sangat besar dan nyaman.

Randika berjalan ndekat ke dapur, namun tanpa diduga sebelum dia bisa semakin ndekat, Inggrid berkata. "Jangan coba-coba, aku sedang mbuat masakan baru."

Randika narik tangannya dengan senyum ragu-ragu. "Sayang, bagaimana kamu bisa tahu kalau aku ada di belakang?"

"Aku bisa ncium baumu dari jarak jauh."

Inggrid tersenyum sedangkan Randika terlihat sangat bingung, dia ncium baunya?

Faktanya, jika kalian sering bersama baik siang dan malam, bahkan jika kamu tidak lihat orang tersebut, selama kamu bisa ndengar langkah kaki dan ncium baunya, kamu akan dapat ngenali orang tersebut tanpa perlu noleh.

"Jangan aneh-aneh dulu, aku belum selesai." Inggrid nampar tangan Randika yang ingin raih makanan itu.

Randika tersenyum. "Kenapa kamu sudah pulang secepat ini?"

"Karena perusahaan baru saja nyelesaikan sebuah kontrak besar, aku mutuskan bahwa orang-orang di beberapa departen dapat berlibur sebentar, jadi aku bisa istirahat juga." Kata Inggrid sambil tersenyum.

"Selain itu, aku juga sudah ngatur sebuah liburan buat reka. Kita akan njelajah ke hutan."

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 408: Mencari Para Kakek (2) on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.