Hari berikutnya Randika dan Inggrid berangkat bersama ke kantor.
Hari ini, Randika berencana untuk mbangun kembali ruangannya. Setelah sebelumnya dihancurkan oleh geng kapak, Randika baru hari ini miliki kesempatan untuk mbangun kembali. Namun kali ini dia ingin mbangunnya di lantai lain.
skipun ada kemungkinan musuh sudah ngetahui rencana Randika mbuat ramuan X di perusahaan ini, perusahaan Cendrawasih ini masih rupakan tempat terbaik untuk mbangun laboratoriumnya. Dan kali ini dia berniat mbuatnya di tempat yang tidak terlalu nyolok.
Baginya tempat untuk pengembangan ramuan X ini sangat penting. skipun kakeknya telah mbantunya dalam nahan kekuatan misteriusnya, itu hanya bertahan 1 bulan. Jika tidak ada tempat baginya untuk mproduksi ramuan X, maka setelah 1 bulan nama Ares hanyalah mitos saja. Kekuatan miliknya akan sangat berkurang dan dirinya njadi mangsa empuk.
Inggrid sendiri sudah lebih tenang daripada kemarin, Randika rasa lega lihatnya. Setelah berpamitan, Randika ingin ngecek pekerjaan parfumnya terlebih dahulu.
"Pagi semua." Randika nyapa semua bawahannya dan lihat Viona di pojokan dan nghampirinya.
Viona yang sedang fokus akhirnya noleh dan lihat sosok Randika. Dia langsung terpikir kejadian kemarin dan tersipu malu. Dia nundukan kepalanya dan njawab salam dari Randika dengan suara pelan lalu pergi dari situ.
lihat Viona yang cuek, Randika ngerutkan dahinya. Ada apa dengannya?
ngesampingkan hal itu, Randika mulai ngarahkan timnya terlebih dahulu.
Setelah njawab beberapa pertanyaan Kelvin dan bawahannya yang lain, Randika ninggalkan ruangan tersebut. Dia lalu mutuskan untuk ngamati seluruh gedung.
Lantai 9 ini sudah tidak cocok untuknya, dia harus ncari ruangan lain. Dia mulai ngecek dari lantai 2.
Setiap lantai di gedung ini miliki kegunaannya tersendiri. Contohnya lantai 5, karena tempat ini dikhususkan untuk tempat penelitian parfum, ruangan reka lebih sedikit dan lebih banyak orang berada di lantai ini. Ruangan kosongnya pun tidak sebanyak lantai 9.
Ketika berjalan-jalan di lantai 5 ini, dia nemukan sebuah ruangan kosong yang cocok untuknya.
Ruangan ini sebelumnya digunakan untuk tempat penyimpanan tetapi karena departen pembuatan parfum pindah ke lantai 9, tempat ini tidak terpakai lagi.
Randika lalu ngamati ruangan ini dengan seksama.
Mantap!
Karena lantai 5 ini juga banyak para penelitinya, mbuat laboratorium di lantai ini seharusnya tidak terlalu nyolok!
Setelah mutuskannya, dia segera manggil beberapa orang untuk mbersihkan ruangan ini. Untuk ijin nggunakannya, Inggrid pasti setuju toh pikirnya ruangan ini juga tidak terpakai.
Butuh 2 jam untuk mbersihkan dan mindahkan peralatan yang dibutuhkan ke ruangan baru ini.
Setelah itu, Randika mulai kembali penelitian dan pengembangan ramuan X miliknya.
Selama proses ini, Viona bekerja keras dalam mbantu Randika. Dia lakukan apa pun yang ditugaskan tetapi, dari awal hingga akhir, dia tidak berbicara satu kalipun.
"Viona, ambil dan bersihkan alat itu."
"Vi, tolong ambil catatan di lantai atas."
"Vi, tolong campurkan cairan itu."
"Vi...."
Randika rasa sikap dinginnya Viona ini mungkin karena kejadian semalam oleh karena itu, dia manggil Viona terus nerus untuk ncari kesempatan berbaikan. Tapi dari awal hingga akhir, Viona sama sekali tidak berbicara, dia hanya nganggukan kepalanya.
.....
Setelah bekerja dua jam penuh, Randika mulai lelah. lihat tidak ada kemajuan pada Viona, dia miliki rencana. "Vi, bisa minta tolong? Tolong belikan minuman untukku, tapi jangan beli di kantin ini ya. Minumannya tidak ada yang segar, beli saja di luar dan carikan aku es degan."
Permintaan Randika cukup aneh tetapi Viona tidak nolak dan berjalan keluar dari ruangan.
Masih saja dingin? Randika nggelengkan kepalanya. Semalam reka baru saja berciuman sra, kenapa hari ini sikapnya berubah drastis begini?
Lalu dia berpikir dalam hatinya bahwa lebih baik hari ini dia bersraan dengan Inggrid saja.
Randika lalu kembali bekerja sambil nunggu Viona kembali.
Beberapa nit kemudian ketika Randika sibuk njelaskan, terdengar suara teriakan dari luar gedung.
"Tolong, tolong aku! Randika tolong!"
Viona? Viona!
Dengan pendengaran supernya itu, dia ngetahui bahwa yang berteriak adalah Viona
Randika lalu bergegas nuju jendela dan fokus kembali ke telinganya. Suaranya itu tiba-tiba sudah hilang. Apakah dia berhalusinasi karena kecapekan?
Tetapi seorang Ares berhalusinasi? Dia bukan jomblo yang berimajinasi punya pacar, dia salah satu dari 12 Dewa Olimpus. Dari segala aspek, pendengarannya sudah ncapai ranah tertinggi.
Kali ini suara Viona kembali terdengar, "Tolong, tolong aku! Randika tolong!"
Viona!
Dia sekarang yakin bahwa itu adalah suara Viona!
Setelah itu dia mbuka matanya dan lihat ke bawah. Dia lihat Viona sedang disekap oleh beberapa orang makai topeng dan berusaha masukkannya ke dalam mobil.
Penculikan!
Mata Randika langsung ngerut ketika lihat Cincin Kerberos di tangan reka. Bukankah itu Jeratan Neraka?
Api amarah Randika mulai terbakar. Karena reka tidak bisa lukai dirinya apakah reka beralih ke orang-orang terdekat Randika yang tidak berdosa itu? Hal ini mbuat Randika benar-benar marah.
Jika Ares marah, kematian selalu ngikuti setiap langkahnya!
Saat ini, Viona sudah dibawa ke dalam mobil dan reka hendak pergi.
"Viona!"
Dengan teriakan kerasnya itu, semua orang mandangi Randika yang berdiri di atas jendela.
Randika sekarang berada di lantai 5, jika dia lompat sembarangan dia akan terluka. Dia lalu nyadari bahwa di bawah ada sebuah tong sampah besar yang tertutup.
Salah satu dari penculik nyadari sosok Randika yang ada di lantai 5 itu. Dia ngejeknya dengan mberinya jari tengah dan masuk ke dalam mobil.
Tanpa ragu-ragu, Randika lompat turun!
"Pak!"
Semua orang di ruangan terkejut lihatnya. Ada apa? Apakah pemimpin reka itu sudah gila?
Randika jatuh dengan kecepatan tinggi. Sebelumnya dia sudah nsirkulasikan tenaga dalamnya ke seluruh tubuhnya dan nyesuaikan sudut tubuhnya di tengah udara.
Para pejalan kaki yang ndengar teriakan Randika sebelumnya telah nyadari bahwa ada seseorang yang lompat dari lantai atas. Segera terjadi kehebohan.
"Ada yang bunuh diri!"
Seorang penjual rujak nunjuk ke arah Randika dan semua pelanggannya segera lihatnya. Reaksi orang-orang pun berbeda-beda.
"Cepat panggil ambulan atau polisi!"
"Cepat sekali jatuhnya!"
"HPku mana! Pasti bakal viral ini!"
Tetapi reka semua satu suara yaitu hidup orang yang loncat itu sudah pasti tamat bahkan nelepon superhero pun rasanya terlambat. Wajar jika reka berpikiran seperti itu, kecepatan jatuh Randika benar-benar cepat
Namun, di tengah udara Randika sudah mperkirakan arah jatuhnya dan mpersiapkan tenaga dalamnya. Ketika jaraknya dengan tanah sudah berada 50 ter, dia ngumpulkan tenaga dalamnya di kakinya dan dia jatuh dengan kakinya nghadap ke bawah. Gaya jatuhnya bagai superhero yang turun ke bumi.
DUAR!
Suara yang dihasilkan sangat keras. Tong sampah itu tidak kuat nahan Randika yang jatuh dengan kecepatan tinggi itu. Tong sampah itu sudah remuk dan tak berbentuk.
lihat orang tersebut sudah jatuh, para pejalan kaki itu ngepalkan hati reka dan nghampiri untuk lihat mayat yang mati ngenaskan itu.
Namun, para pejalan kaki ini tidak nyangka bahwa reka akan dikecewakan. Bukannya lihat mayat dengan organ yang berceceran, reka lihat Randika yang bangkit dari dalam tong sampah itu.
"Buset orang itu masih hidup!" Orang yang rekam kejadian ini bahkan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya.
Benar! Orang itu masih hidup!
Randika tidak peduli dengan tatapan mata orang-orang dan fokus ncari mobil penculik. Setelah mastikan jalur mobil tersebut, dia mulai berlari dan nghilang dari kerumunan orang.
Dari atas, para bawahan Randika akhirnya nghembuskan napas lega dan masih tidak percaya bahwa Randika benar-benar selamat dari insiden lompatnya itu. Hati reka masih berdegup kencang ketika mikirkannya.
Lompat dari lantai setinggi ini dan langsung berlari entah ke mana seakan-akan tidak terjadi apa-apa
....
Apakah atasan reka itu manusia? Dalam hati reka semua berpikir seperti itu.
Sebenarnya reka tidak ingin mbahasnya tetapi pertanyaan ini terlintas di pikiran reka semua.
mangnya ada orang normal yang bisa lompat dari lantai 5 dan tidak mati? Paling cuma HP Nokia saja yang masih bisa bertahan.
Randika, yang njadi bahan perbincangan orang-orang, masih ngekori mobil yang nculik Viona tersebut!
Reviews
All reviews (0)