Font Size
15px

Tom benar-benar kehabisan kata-kata, dia tidak tahu harus berbuat apa lagi. Ketika dia layangkan sebuah pukulan, tangannya telah tertangkap oleh Randika.

Dengan sebuah putaran kecil, tangannya itu patah dengan suara yang nyaring.

Tangan kanannya dengan cepat berusaha ndorong Randika, tetapi Tom ndapatkan sebuah pukulan tepat di perutnya.

Setelah serangan ini, Tom layang dan mbentur pohon yang besar. Kekuatan yang besar langsung runtuhkan pohon tersebut dan mbuat daun-daunnya bertebaran ke mana-mana.

"ARGH!!" Tom yang kesakitan itu natap Randika, yang masih terus berjalan nuju dirinya. Di wajahnya yang sekarang, Randika nampakkan senyuman jahatnya.

"Hahaha!" Tom tertawa dan ngatakan. "Apakah ini akhir dariku? Ini benar-benar konyol."

"Lebih baik simpan tawamu itu di neraka."

Ketika suara itu terjatuh, dia mukul Tom sekali lagi. Tetapi, tiba-tiba Tom mbungkuk dan berhasil nghindari pukulan tersebut.

DUAR!

Pukulannya ngenai pohon dan dengan cepat mbuat lubang besar.

Randika ndengus dingin, sepertinya gerakan barusan adalah gerakan terakhir Tom. Dia sudah tergeletak lemas di tanah tanpa ada tanda-tanda lawan.

Sekarang adalah waktu yang tepat untuk ngakhirinya!

Randika nginjak Tom dengan satu kaki, namun pada saat ini, tiba-tiba insting Randika ngatakan bahwa masih ada bahaya.

Dia langsung ndongak ke atas dan lihat ke arah hutan yang berada di kejauhan.

......

Angin gunung masih berhembus dengan kuat, bau darah dari kuil sudah nyebar dengan cepat. Tatapan mata Randika tertuju pada hutan yang sunyi tersebut.

Instingnya ini mbuat bulu kuduknya berdiri, dia rasa nyawanya benar-benar akan hilang. Perasaan ini, sama seperti ketika dia rasakan musuh yang sangat kuat!

Apakah salah satu dari 12 Dewa Olimpus ada di sini?

Kemungkinan ini layang di benaknya, tetapi dia segera mbuang kemungkinan ini. Kesebelas Dewa lainnya tidak berada di Indonesia, kemungkinan besar orang tersebut rupakan orang yang selama ini belum nampakkan dirinya di depan publik tetapi miliki kekuatan yang luar biasa.

Selain Brahma dan Apollo dan beberapa lawannya yang lain, Randika belum pernah rasakan tanda bahaya seperti sekarang ini.

Siapa dia?

Kekhawatiran yang begitu besar segera landa Randika. Di hutan yang jauh, seperti terdengar suara tembakan yang teredam. Peluru berkecepatan tinggi keluar dari moncong senjatanya dan lesat nuju Randika.

Ketika mbelah udara, peluru tersebut ngoyak tanaman, daun bahkan burung yang berusaha nghalangi dirinya.

Kemudian suara pelatuk senjata itu terdengar lagi, tetapi ini berasal dari orang yang berbeda. Sepertinya setelah orang pertama nembak, orang kedua langsung nembakkan senjatanya. Interval waktu ini sangat berdekatan, sepertinya reka cuma berjarak 0,5 detik. Namun peluru keduanya bukan ngincar Randika lainkan rute larinya!

Jauh di dalam kegelapan, para penembak jitu sedang ngintai dirinya!

Jika Randika dapat lihat sosok reka, mungkin hatinya itu sudah tenggelam ke laut. reka adalah pembunuh bayaran nomor 3 di dunia yang berasal dari Jerman. Kemampuan reka benar-benar ngerikan, bahkan satu tim dari reka bisa mbunuh orang-orang di dalam daftar Dewa dengan mudah. Bahkan kabarnya reka pernah mbunuh salah satu dari 12 Dewa Olimpus!

Satu kaki Randika masih berada di udara, tetapi ketika dia rasakan rasa bahaya ini, dia dengan cepat dan tanpa ragu ngambil langkah mundur. Kecepatannya lampaui kecepatan manusia. Ketika dia berlindung, posisinya sebelumnya sudah dipenuhi dengan lubang peluru.

Peluru-peluru tersebut mbuat tanah njadi berlubang dan nerbangkan debu yang tak terhitung jumlahnya.

Pada saat ini, dari arah hutan, puluhan pembunuh bayaran ini nerjang maju dan ngeluarkan senapan sin reka.

DRRRTTTTT!!!

Suara tembakan yang bertubi-tubi dapat terdengar, selongsong peluru kosong berjatuhan di tanah. Di bawah serangan para penembak jitu ini, Randika terpaksa mundur. Akhirnya dia dipaksa mundur hingga masuk ke dalam kuil.

Setelah para pembunuh ini nerjang maju, reka tidak berhenti nembakan peluru reka. reka tidak ragu-ragu nghancurkan peninggalan bersejarah ini. Namun di antara reka ada yang berusaha nggotong Tom untuk pergi dari sini.

Tujuan reka adalah nyelamatkan Tom?

Ketika Randika nyadari tindakan reka ini, hatinya nyuruhnya mbuat pilihan. Apakah dia harus ngejar dan mbunuh Tom sekarang juga.

Sama seperti Anna, jika dia mbiarkan Tom kabur, kedua anggota keluarga Alfred ini bisa bekerja sama dan mbuat rencana di belakangnya. Hal ini mbuat hidup Randika tidak bisa tenang.

Jika ini adalah Randika yang dulu, dia tidak akan begitu khawatir seperti sekarang. Tetapi karena dia yang sekarang miliki beberapa wanita yang dicintainya, dia tidak bisa mbiarkan reka semua berkeliaran! Musuh-musuhnya ini selalu ngincar wanita-wanitanya!

Apa pun yang terjadi, dia tidak bisa mbiarkan penyakit itu lari.

Oleh karena itu, dia mutuskan bahwa Tom harus mati sekarang juga!

Pembunuh bayaran ini benar-benar ahli dalam pekerjaan reka. Setelah nghujani Randika ribuan peluru, reka mulai langkah mundur sambil mbawa Tom.

Tetapi pada saat ini, sebuah ledakan besar telah terjadi dan semua pembunuh ini terkejut ketika lihat reruntuhan kuil itu layang nuju reka.

Bom?

Semua pembunuh bayaran ini terkejut, reka tidak nyangka lawannya ini mpunyai bom.

Tetapi setelah dilihat-lihat dengan baik, itu bukan reruntuhan yang layang lainkan sebuah lonceng raksasa!!

Dalam sekejap semua orang langsung nembakan senjata reka, hujan peluru segera nghujani lonceng yang terus layang nuju reka dengan kecepatan tinggi itu. Suara senapan sin terus terdengar tetapi lonceng itu terlihat sama sekali tidak terpengaruh.

Suara senapan itu tidak pernah berhenti dan peluru reka yang terjatuh di tanah itu juga tidak pernah berhenti bermunculan.

Ketika para pembunuh bayaran ini berusaha kabur, para penembak jitu di hutan masih ngawasi reka.

Para pembunuh ini nyadari bahwa senjata reka tidak berguna untuk nghancurkan lonceng itu, salah satu dari reka mberi sebuah sinyal. ndadak, 3 orang ngeluarkan granat dan lemparnya ke udara!

DUAR! DUAR! DUAR!

Suara ledakan yang besar terjadi di antara lonceng dan posisi reka. Ternyata tinju Randika telah ntalkan granat-granat itu sebelum reka dapat ledak di lonceng tempatnya bersembunyi.

Ketika tangannya yang dipenuhi oleh tenaga dalamnya itu ninju loncengnya, pecahan-pecahan itu ngarah tepat ke semua pembunuh bayaran di bawah bahkan ke arah para penembak jitu di hutan!

Kekacauan ini mbuat orang-orang berlari dan debu mulai berterbangan, hal inilah yang ditunggu oleh Randika, dengan ini dia bisa nutupi ancaman para penembak jitu.

Pada saat ini, sosok Randika yang seperti raja iblis ini kembali raung. skipun para pembunuh bayaran ini sudah lewati ratusan dan tempur, lihat sosok Randika yang sekarang ini, reka tidak bisa berhenti getar.

"Tembak!"

Para pembunuh bayaran ini segera nembak, lempar granat, lempar pisau dll.

Randika sendiri sudah bagaikan dewa kematian. Dengan satu sapuan, granat-granat itu berjatuhan dan ledak di tanah. Beberapa orang langsung berteriak kesakitan ketika lihat kaki ataupun anggota tubuh reka hilang karena ledakan itu.

Orang-orang mulai berhenti nembakan senjata reka karena ledakan barusan mbuat dan tempur njadi tertutup oleh debu dan tanah.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 394: Bantuan Musuh on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.