Setelah mukul belakang leher Hannah dan mbuatnya pingsan, Randika naruhnya di tanah. Setelah itu Randika berbalik dan natap Tom yang berwajah bangga itu.
"Apa kamu rasa masih bisa nang?" Tanya Randika dengan nada dingin.
"Yang akan keluar hidup-hidup dari tempat ini hanyalah aku." Tom tersenyum dingin. skipun kaki kanannya patah, dia berdiri hanya dengan satu kaki.
Namun pada saat ini, Randika rasa ada lubang hitam di dalam tubuhnya. Kekuatan misterius di dalam tubuhnya dan tenaga dalamnya bagaikan terhisap keluar dari tubuhnya dan dia rasa lemas sekali. Pisau yang nancap di jantungnya itu mulai nguras tenaganya.
"Sepertinya akulah yang nang." Tom kembali tertawa.
Randika rasa bahwa seluruh dunia ini berbuah njadi hitam, tetapi amarahnya semakin bertambah besar dan mbuatnya tetap tersadar.
"Yang mati adalah kamu!"
Randika tiba-tiba raung keras, sepertinya tenaganya kembali bersamaan dengan raungannya ini. Dengan cepat, dia kembali masuki mode Berserk.
Beberapa orang yang nyaksikan ini dari dalam kegelapan juga ikut getar ketakutan oleh aura yang dipancarkan Randika.
Tom sendiri sudah langkah mundur beberapa langkah. Dia mbuka matanya lebar-lebar dan natap Randika dengan penuh takut. Dia rasa bahwa Randika yang sekarang sudah benar-benar mirip raja iblis yang rangkak keluar dari dalamnya neraka.
Tom njadi cemas ketika dia lihat Randika langkah nuju dirinya tanpa ngenakan ekspresi sama sekali.
Tom, kau akan mati!
"Apa kamu pikir aku datang sendirian?" Wajah Tom sedikit pucat ketika dia bersiul panjang. Tiba-tiba, dari dalam kuil muncul puluhan pembunuh!
Orang-orang ini adalah bawahannya ketika dia berkeliling ncari ilmu. Berkat jasa reka juga, Tom bisa racuni bawahan Randika yang tersebar di kota.
Puluhan orang ini muncul dan ngepung Randika di tengah.
Namun, Randika sama sekali tidak bergerak ataupun ngubah ekspresi wajahnya.
"Apakah ini kartu terakhirmu?" Tanya Randika.
"Ini cukup untuk mbunuhmu." Balas Tom dengan nada yang marah. Dengan satu sinyal, reka semua nyerang Randika secara bersamaan.
lihat Randika yang terluka seperti ini, bagaimana mungkin dia bisa ngalahkan semua orang ini bukan?
Tatapan mata Tom berbinar, semua kematian anggota keluarga Alfred, hari ini akan terbalaskan!
Aku sudah susah payah ngatur semuanya, kamu harus mati hari ini!
Dia lihat Randika yang sudah bagaikan macan terluka yang dikepung hiena, sepertinya ini adalah waktu yang tepat untuk ngucapkap selamat tinggal pada salah satu dari 12 Dewa Olimpus.
Namun di detik berikutnya, mulut Tom ternganga lebar seakan-akan dia lihat hantu.
Mustahil!
Dia lihat Randika, yang terkepung total, lawan dengan kekuatan tempur yang besar. Para muridnya yang nyerangnya sama sekali tidak berdaya di hadapannya.
Randika manfaatkan montum kecepatan reka agar tidak terlalu mbuang-buang tenaga. Ketika dua orang hendak layangkan pukulan dengan kecepatan, Randika dengan cepat nendang area kemaluannya dengan keras. malukan tetapi efektif, dan perang mang kejam.
Pembunuh yang berhasil ngendap di belakang Randika terbunuh oleh serangan kaki Randika yang ngenai lehernya. Dia bahkan tidak tahu apa yang terjadi, tahu-tahu dunia sudah berubah njadi gelap dan tubuhnya terjatuh di tanah.
Pembunuh yang nyerangnya dari kanan dan kiri dibuat terbang oleh kedua tinjunya.
Kemudian, Randika mulai bergerak. Kecepatannya mbuat semua orang tidak dapat ngikutinya. Pada saat ini, satu per satu pembunuh ini terkena pukulan yang fatal dan mulai bertumbangan. Benar-benar pertarungan yang sepihak.
Tom sudah berdiri dengan hati yang ketakutan, tubuhnya tidak bisa berhenti getar. Seharusnya pisau tadi sudah cukup mbuat darahnya kehabisan, kenapa dia masih bisa mpunyai kekuatan yang begitu besar?
mangnya dia masih manusia?
Tangan kiri Tom terangkat, dia sepertinya mberi sebuah sinyal pada murid-muridnya. Ketika salah satu orang berusaha mundur ke samping Tom, dadanya tiba-tiba muncul sebuah lubang dan sebuah kepalan tinju ncuat dari dalam tubuhnya.
Dari puluhan sekarang tinggal hitungan jari, Randika mbunuh reka semua tanpa ampun. Pada kali ini, para murid Tom yang sudah nempa banyak pengalaman berbahaya mulai nunjukan rasa takut.
Orang ini, apakah dia masih manusia?
nghadapi puluhan orang dengan pisau nancap di dada, seharusnya ini pekerjaan yang mudah. Bahkan pisau yang nancap itu sudah bagaikan hiasan, sama sekali tidak ada pengaruhnya.
lihat Randika yang bersimbah darah dan aura mbunuhnya yang ganas, orang-orang yang tersisa ini ingin kabur dari tempat ini.
Keempat orang itu saling bertatap-tatapan dan ngangguk. Dengan cepat, reka semua berbalik dan lari ke empat arah yang berbeda. reka sudah tidak ingin berurusan dengan Randika lagi.
Benar-benar ngerikan, lari adalah pilihan yang paling tepat bagi reka.
Tetapi karena nafsu mbunuhnya sudah sangat tinggi dan amarah di hatinya yang begitu besar, Randika ngejar salah satu dari reka.
Pada saat yang sama, ketika Randika berlari, dia munguti pisau yang dimiliki para pembunuh yang sudah terkapar tak bernyawa di tanah. Ketika dia berlari ke arah kanan, dia lempar 3 pisau ke pembunuh lainnya.
Ketika pembunuh itu berlari, dia rasakan aura ganas dari belakangnya. Dia tahu bahwa dia lah yang akan mati, setidaknya 3 teman lainnya bisa larikan diri. Namun ketika dia berbalik dan berusaha nghadapi Randika, dia terkejut ketika lihat ketiga temannya sudah mati dengan pisau nancap di kepala reka!
Dalam sekejap, orang keempat ini juga tidak bertahan lama.
Sekarang, di halaman kuil yang sunyi dan tenang ini hanya tinggal Randika dan Tom yang masih berdiri.
Ketika angin gunung berhembus, ia bukan lagi mbawa kenikmatan dan kesegaran alam. Hembusan angin ini mbawa aura kematian dan bau darah yang pekat.
Mayat para pembunuh ini berserakan di tanah, darah reka yang ngalir dari tubuh reka segera nuhi udara.
Randika berjalan di tengah-tengah mayat ini dan natap Tom yang sudah kehilangan sikap arogannya. Sekarang, dia sudah dipenuhi oleh ketakutan dan kengerian!
Kekuatan Randika benar-benar lampaui imajinasinya.
Untuk perangkap kali ini, dia sudah mbuang waktu dan tenaga yang begitu banyak, bahkan dia miliki banyak rencana cadangan. Pertama-tama, dia akan mbuat Randika keracunan dengan asap dupanya. Tetapi langkah ini gagal.
Rencana kedua dia nggunakan tubuh Hannah untuk mbuatnya lengah dan nusuknya hingga mati. Namun, sepertinya serangan ini gagal mbunuhnya tetapi mampu lukainya. skipun begitu, Randika masih miliki daya tempur yang luar biasa hebat!
Rencana ketiga, dia nggunakan para muridnya untuk mbunuh Randika yang kelelahan ini. Bahkan puluhan orangnya dihabisi tanpa ampun oleh Randika!
Dan sekarang, Randika berjalan perlahan nuju dirinya!
Tom tidak bisa nahan dirinya untuk tidak berjalan mundur sambil ketakutan. "Tidak, ini tidak mungkin!"
Tom tidak ingin mpercayai apa yang ada di depan matanya. Rencananya benar-benar sempurna, tetapi semua itu dihancurkan dengan mudah oleh Randika!
"Aku sudah bilang, kamu itu terlalu lemah." Tatapan mata Randika njadi dingin. Detik berikutnya, dia sudah berdiri di depan Tom.
Reviews
All reviews (0)