Karena kolam renang perusahaan ini cuma mpunyai 8 jalur, jadi reka akan dibagi dalam 2 kelompok. Setelah ndapatkan kelompok, 8 orang ini akan berkompetisi dan nghasilkan 2 penang. Kelompok kedua akan lakukan hal yang sama dan nghasilkan 2 penang.
Lalu para peserta yang kalah akan dikumpulkan dan dipertandingkan kembali. Namun, kali ini reka hanya ncari 1 penang saja. Total ada 5 orang yang akan njadi perwakilan dari perusahaan Cendrawasih nanti.
Untuk peraturannya, satu orang perlu ncapai ujung sebanyak 4x jadi bisa dikatakan bahwa kompetisi ini hanya perlu 2x bolak balik.
ndengar peraturan seleksi ini, para peserta tidak keberatan. Yang ada di dalam kepala reka sekarang adalah keluar njadi penang. Karena sebelum ini reka harus minta ijin kepada kepala departen reka, reka dijanjikan bonus apabila berhasil ngharumkan nama departen reka.
Jadi bisa dikatakan bahwa hadiah reka akan berjumlah 3x, jelas ini rupakan uang yang lebihi 1 tahun gaji reka!
Randika sendiri ikut terbakar oleh api semangat. Karena dia nyadari Inggrid tidak marahi dirinya, dia berlari nuju Cindy dan teman-temannya lagi.
Cindy dan teman-temannya ini juga ingin ikut ncoba, tetapi setelah lihat para peserta yang dominan laki-laki itu, reka ngurungkan niat reka.
Inggrid hanya lirik ke arah Randika secara diam-diam. Sekali lagi dia lihat suaminya itu dengan beberapa perempuan lagi, dia benar-benar tidak tahu apa yang sedang dipikirkan suaminya itu.
Pada saat ini, perwakilan dari departen parfum yaitu Axel dan Adrian sebentar lagi akan bertanding.
"Sudah siap?" Tanya salah satu dari teman reka.
reka berdua cukup gugup, tetapi ketika reka lihat ke sekeliling reka, semua peserta yang lain tersenyum ke arah reka berdua. Sepertinya reka nganggap reh dirinya dan Axel, seakan-akan reka berdua datang untuk mbodohi diri reka sendiri.
"Siap-siap pulang untuk nangis ke ibumu!" Teriak Adit.
"Adrian, Axel, kalian berdua pasti bisa." Teriak para temannya dari departen parfum.
Sesudah peluit berbunyi, Adrian dan Axel benar-benar tertinggal.
Ketika semua orang sudah nyelesaikan putaran reka, Axel dan Adrian tertinggal 1 putaran.
Setelah reka berdua selesai dan naik ke permukaan, semua orang nertawai reka berdua.
"Hahaha orang-orang dari departen parfum ternyata cupu! Sudah ikut lomba panjat pohon manga saja sana!" Semuanya tertawa.
"Hei, maksudmu apa?" Orang-orang dari departen parfum tidak terima dihina seperti itu.
"Aku cuma ngatakan yang sebenarnya, salah sendiri tidak bisa berenang." Yang lainnya ikut tertawa kembali.
Axel dan Adrian langsung mbalas reka. "Kami masih punya perwakilan."
"Oh ya?" Orang-orang itu nyengir. "Supaya lebih seriu bagaimana kalau kita bertaruh? Kalau satu saja dari departen parfum njadi wakil perusahaan, kami akan mbayar kalian 1 juta. Kalau kalian yang kalah, kalian cukup ngatakan bahwa departen kalian adalah yang terlemah di perusahaan kita."
Sialan, ini penghinaan namanya!
Adrian dan Axel kembali dan langsung bertanya pada orang-orang departen parfum. "Siapa berikutnya?"
reka semua langsung tersenyum pahit. "Sejujurnya kalian lah yang paling hebat di antara kita semua. Ingat kita semua itu orang kantoran yang tiap harinya cuma duduk sepanjang hari. Stamina kami jelas jauh di bawah kalian berdua."
ndengar hal ini, semuanya njadi murung. Orang-orang yang ngejek reka langsung tertawa. "Hahaha sepertinya tidak ada yang berani lawan kita, sudah cepat minta maaf dan ngakui kekalahan kalian."
"Bajingan, apa kalian terima dihina seperti itu?" Orang-orang departen parfum ini mulai tersinggung. reka ngikuti seleksi ini karena tergiur oleh uang tetapi sekarang ini ngenai wajah departen reka!
"Hei, bukankah kita masih punya pak Randika?" Pada saat ini seorang perempuan angkat bicara. Tatapan mata semua orang langsung penuh dengan keraguan.
"Pak Randika bisa berenang?" Tanya orang di sampingnya.
"Seharusnya bisa lha, apa yang pak Randika tidak bisa lakukan?" Orang ini langsung ngingat ketika Randika lompat turun dari jendela dan masih baik-baik saja.
Sejak hari itu, semua orang di departen parfum nilai bahwa Randika bukanlah orang biasa.
Semuanya mulai ncari keberadaan Randika. Namun, reka tidak nyadari bahwa Randika sedang asyik sendiri. Dia masih ngobrol dengan Cindy dan teman-temannya. reka tampak tertawa dan tersenyum, hal ini mbuat Axel dan Adrian geleng-geleng.
Wajah departen kita sedang dipertaruhkan dan bos kami malah rayu cewek!?
skipun Randika bukanlah pemimpin reka secara nama, reka semua tahu posisi yang dimiliki oleh Randika. Bahkan Kelvin sangat nghormati Randika. Terlebih lagi, Randika miliki kemampuan dan pengetahuan. Oleh karena itu, semua orang di departen parfum nganggap bahwa Randika lah pemimpin reka yang sebenarnya, terutama orang-orang yang dipilih oleh Randika untuk ngembangkan ramuan X sebelumnya.
"Kamu tahu tidak waktu itu aku berdoa pada Tuhan dan mintanya untuk ngirimkan malaikatnya, selama ini aku heran kenapa kok tidak segera dikabulkan permohonanku. Hebatnya, ternyata Dia mpertemukan kita di sini." Randika terus nerus ngeluarkan kata-kata manisnya.
Pada saat ini, pundak Randika ditepuk dari belakang.
Randika hanya nggerakan pundaknya ke belakang, yang berarti bahwa jangan ngganggu dia.
Tetapi pundaknya sekali lagi ditepuk dari belakang.
Lagi-lagi Randika nolaknya.
"Pak" Akhirnya Adrian berbicara sekaligus nepuk pundak Randika.
"Kenapa? Apa kamu tidak lihat aku sedang sibuk?" Randika kehabisan kata-kata terhadap bawahannya yang tidak peka ini.
"Pak, kita butuh bantuanmu." Kata Adrian. Axel lalu nambahkan. "Orang-orang dari departen lain berkata buruk pada kita, kita butuh bantuan pak Randika untuk nyelamatkan wajah departen kita."
"Kenapa harus aku?" Randika nghela napasnya. "Bukankah solusinya gampang? Kenapa kalian tidak berusaha nang sendiri?"
Adrian dan Axel hanya bisa nunduk malu. Kalau kita bisa nang, kami tidak akan ke tempat bapak!
"Sudah pergi sana, aku sedang sibuk." Awalnya reka ngira bahwa Randika akan setuju mbantu reka, tetapi reka tidak ngira akan ditolak ntah-ntah seperti ini.
Orang-orang yang ngejek itu ndatangi tempat Randika berada. "Hahaha sepertinya departen parfum sudah kehabisan orang sampai-sampai minta bantuan orang lain."
reka semua tidak tahu identitas Randika, reka ngira Randika berasal dari departen lain.
Randika sama sekali tidak peduli dengan reka. Namun, orang-orang ini terus nerus ngganggu dirinya dan nantangnya untuk berpartisipasi.
"Ayo bantu saja reka, apa kamu takut?"
"Yah dasar banci! Sama air aja takut!"
"Sudah, sudah, ngapain nantang banci seperti dia."
Adrian dan Axel natap bos reka, berharap dia ngerti perasaan departen reka seperti apa.
Tentu saja, Randika terpancing. "Oh? Apa kalian berani lawanku? Aku tidak segan-segan makai kekuatan penuhku untuk lawan kalian."
"Hahaha kekuatan penuh apaan? Jangan-jangan maksudmu kamu mau pakai papan pelampung?" Semuanya tertawa.
Pada saat ini, Cindy berkata pada Randika. "Bagaimana kalau kamu ikut saja? Kalau nang nanti aku akan nciummu sebagai hadiahnya."
Reviews
All reviews (0)