Font Size
15px

Setelah riksa sekelilingnya dengan baik, Randika ngangguk puas.

Tidak buruk, para perempuan ini tidak buruk. Terutama perempuan yang makai bikini rah di kanan sana. skipun pantatnya sedikit kecil, pantatnya itu terlihat kencang. Terlebih lagi, pinggangnya benar-benar ramping. Dia juga njaga penampilannya dengan baik.

Sedangkan perempuan yang makai bikini berwarna biru di sebelah kiri, skipun dadanya kecil, dia mbawa kesan segar dan muda. Bikininya yang simpel dan praktis itu mbawa kesan tersendiri.

Wah ada yang tidak pakai beha! Eh sebentar, sebentar! Sialan, ternyata itu Adrian yang sudah pakai celana renangnya!

Randika nampar dahinya ketika lihat Adrian lambaikan tangannya ke arahnya. Randika sudah ingin nonjok wajah bodohnya itu. "Kamu ini ngerusak pemandangan saja."

Adrian hanya tertawa dan berbisik pada Randika. "Pak, cewek mana yang bapak suka? Aku akan ngenalkanmu."

Randika langsung terkejut dan natap Adrian lekat-lekat.

"Sayangnya aku tidak ngenal reka semua pak, teman-temanku itu semuanya laki-laki." Adrian tertawa, dia lalu lanjutkan. "Tetapi aku lumayan tahu nama-nama reka kok. Apa bapak suka cewek yang bernama Cindy itu? Kalau tidak salah dia dari departen marketing. Coba pak Randika lihat bentuk tubuhnya, dia benar-benar cantik dan nggoda! Terlebih lagi, dia itu jomblo!"

Gaya bicara Adrian sudah sama seperti seorang mucikari. Randika hanya natap ragu pada Adrian. "Apa kamu sedang berusaha njebakku?"

"Tentu saja tidak! Pak Randika itu panutanku, mana mungkin aku njebak bapak?" Adrian langsung nambahkan. "Tetapi aku sebenarnya ingin tahu siasat bapak ndekati perempuan."

Randika natap tajam Adrian. "Jadi kamu jomblo dan tidak bisa ngajak bicara perempuan?"

Wajah Adrian langsung tersipu malu.

"Baiklah kalau begitu, perhatikan aku." Kata Randika sambil tersenyum.

Setelah itu, Randika berjalan dan nghampiri tempat Cindy dan teman-temannya berada. Ketika Adrian lihat Randika berjalan nghampiri Cindy, dia segera berkata pada teman-temannya. "Dibuka, dibuka, siapa yang berani bertaruh apakah pak Randika berhasil rayu Cindy atau tidak?"

"50 ribu pak Randika akan ditampar."

"100 ribu pak Randika akan ditolak ntah-ntah."

"10 ribu pak Randika akan ditendang bolanya!"

Dalam sekejap para karyawan departen parfum langsung masang taruhan reka. Jika Randika dapat lihat hal ini mungkin dia sudah muntah darah. Rupanya Adrian njebaknya agar bisa mbuka taruhan.

Jika saja Randika tahu, mungkin Adrian sudah dilempar ke dalam kolam renang.

Lalu reka semua dapat lihat Randika akhirnya ndekati Cindy dkk. skipun reka tidak tahu apa yang reka bicarakan, sepertinya Randika berhasil narik perhatian reka.

Kejadian ini mbuat Adrian dan yang lain terkejut bukan main.

"Apa aku tidak salah lihat? Bukankah Cindy benci laki-laki yang tiba-tiba ndatanginya?"

"Hebat sekali pak Randika, bagaimana bisa dia ngobrol dengan santai seperti itu? Benar-benar penakluk wanita!" Kata Axel sambil tertawa.

"Seandainya saja aku miliki kemampuan seperti pak Randika." Kata salah satu dari reka sambil nghela napas.

"Hahaha pergi ke Korea dulu sana, perbaiki dulu wajahmu." Canda temannya.

Tetapi, semua taruhan reka telah kalah karena Randika nikmati waktunya dengan ngobrol bersama para perempuan cantik itu.

Adrian sudah senyum-senyum sendiri karena dia bisa mbeli kaset PS4 yang diidam-idamkannya selama ini.

Pada saat ini, Inggrid tiba di kolam renang. Karena perlombaan ini akan mbawa nama perusahaannya, dia perlu ngawasi seleksi internal ini secara langsung.

Namun, ketika Inggrid berjalan di pinggir kolam, dia lihat suaminya sedang ngobrol dengan ceria bersama dengan beberapa perempuan.

lihat Randika ngobrol dengan asyik dengan beberapa perempuan, wajah Inggrid terlihat tenang. Tetapi hatinya sudah dibakar oleh api cemburu.

"Perhatian semuanya!"

Tiba-tiba Inggrid berteriak dengan keras. Semua orang langsung nghentikan aktivitas reka dan natap kaget pada Inggrid. Randika yang terkejut itu juga noleh ke arah Inggrid. Ketika dia noleh, dia akhirnya baru nyadari bahwa yang berteriak dengan keras tadi adalah istrinya.

Sialan, kenapa istrinya itu tiba-tiba ada di sini?

Hati Randika benar-benar ngepal. Setelah kejadian kemarin malam, sekarang Inggrid lihat dirinya rayu beberapa perempuan sekaligus. Istrinya yang cantik ini tentu makin marah pada dirinya.

Ketika berurusan dengan perempuan, kamu harus mikirkan dengan baik segala tindakanmu. Jika pasanganmu itu lihat dirimu rayu perempuan lain ataupun mperlakukan dirinya dengan buruk, tidak heran bahwa reka akan njadi mudah marah dan lampiaskannya padamu.

Oleh karena itu, Randika langsung njauhi Cindy dan teman-temannya dengan kecepatan kilat.

"Hari ini kita semua berkumpul di tempat ini untuk nentukan siapa yang akan wakili perusahaan kita di perlombaan renang yang diadakan oleh kota kita." Sebagai pemimpin perusahaan, Inggrid sudah lama mpelajari bagaimana lakukan public speaking. Ketika berbicara di depan karyawannya, Inggrid mancarkan aura pemimpin yang sangat kuat. Semua orang mperhatikan bos reka dengan tatapan hormat.

"nurut saya acara seperti ini sangat bagus jadi sekarang saya ingin nyampaikan sesuatu kepada kalian semua." Inggrid berhenti sejenak. "Bagi siapapun yang nangkan perlombaan ini atas nama perusahaan kita, maka uang hadiahnya akan njadi milik orang tersebut."

Ketika ndengar kata-kata ini, semua orang terkejut bukan main. Apakah reka tidak salah dengar?

"Untuk motivasi kalian, saya dan petinggi yang lain telah sepakat untuk lipat gandakan jumlah kenangan yang didapat." Kata Inggrid sambil tersenyum.

Kali ini semua orang benar-benar bersemangat. Seratus juta! Untuk karyawan seperti reka, tentu saja nominal ini sangat besar untuk reka. Bahkan untuk manager sekalipun, nominal ini cukup besar.

Bu Inggrid benar-benar murah hati! Sepertinya aku bisa liburan ke luar negeri kali ini." Kata salah satu karyawan.

"Hahaha jangan rasa nang duluan dong Dit. Nanti malu lho kalau seleksi perusahaan kamu ternyata tidak lolos." Kata temannya.

"Lihat saja kemampuan renangku." Kata Adit dengan mata yang bersemangat. "Seratus juta itu akan njadi milikku!"

Semua orang njadi bersemangat. Tentu saja uang adalah bensin bagi para karyawan ini untuk lakukan yang terbaik. Tindakan Inggrid ini berhasil mbuat reka semua termotivasi.

Dan ketika Inggrid ngatakan akan nggandakan uang hadiahnya, semua darah para karyawan ini ndidih.

"Bu Inggrid tidak usah khawatir, gelar itu milik kita!"

"Omong doang, sini kita tentukan siapa yang lebih cepat!"

"Aduh kamu berenang saja hampir tidak bisa kok nantang-nantang? Kamu kira kita renangnya di kolam renang anak kecil?"

Bisa dikatakan bahwa para karyawan ini berbondong-bondong ingin njadi perwakilan perusahaan ini, darah reka yang ndidih ini mbuat reka njadi kasar.

"Tenang, tenang, hari ini kita akan ngadakan seleksi dan nentukan siapa yang akan njadi wakil perusahaan kita. Jadi semuanya harap ndaftar dengan tertib." Kata Inggrid sambil tersenyum.

"Baiklah, semakin cepat semakin baik!"

Semua orang njadi bersemangat dan satu per satu peserta mulai didata. Total 16 orang telah ngikuti seleksi internal ini.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 370: Seleksi Internal on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

Elven Invasion cover
Trending now

Elven Invasion

Respro ·Action

MagicvsScience HumanvsElves EarthvsForestia MortalvsGod ThisisataleinwhichGoddessLunainordertosaveherplanetandcivilizationstartsainvasiononEarth,Wi...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.