Apa? Ciuman sebagai hadiah?
Dalam sekejap Randika langsung terbeku di tempat, dia natap Cindy dan teman-temannya itu.
"Sungguhan?" Randika natap tajam.
"Tentu saja." Kata semua perempuan itu. "Buat apa kita berkata bohong? Kita mau kok mberimu hadiah."
Cindy natap teman-temannya itu. Temannya yang pertama tersenyum dan ngangguk, teman keduanya lakukan hal yang sama dan begitu pula yang ketiga.
Dan tentu saja, Cindy yang rupakan yang tercantik itu juga ngangguk kepalanya.
Adrian dan Axel hanya bisa terheran-heran dengan bos reka ini. reka tidak tahu cara apa yang digunakan Randika sampai-sampai semua perempuan itu mau ncium Randika. Randika yang sudah bagaikan berada di atas awan itu segera njadi bersemangat. "Baiklah kalau begitu, lihatlah kenanganku dari sini!"
Orang-orang yang ngejek departen parfum itu natap Randika yang berjalan dengan gagah berani nuju kolam renang. Wajah Randika yang tersenyum itu mbuat reka jengkel. Tetapi Randika tidak dulikannya, dia mbusungkan dadanya untuk markan otot-ototnya pada Cindy dkk. Namun, tiba-tiba dia terpeleset dan hampir saja tercebur ke dalam.
Hal lucu seperti ini mbuat semua orang tertawa dan rehkan kembali departen parfum.
"Hahaha kapok!"
"Yakin orang ini jadi wakil kalian? Apa dia bisa berenang?"
"Kenapa kalian repot-repot mbantah kalau kalian itu lemah? Sudahlah ngaku saja sekarang sebelum malu."
Inggrid di lain sisi sudah nggelengkan kepalanya kuat-kuat.
Randika terbatuk dan berusaha tetap terlihat tenang, dia mbuka bajunya seolah-olah tidak terjadi apa-apa. Pada saat yang sama, batch kedua mulai berkumpul di pinggir kolam dan bersiap-siap.
Ketika peluit juri itu berbunyi, semuanya langsung nceburkan diri ke dalam kolam. Tetapi, ada satu sosok yang ngejutkan semua orang!
Orang ini benar-benar cepat, cara berenangnya sudah mirip seekor ikan.
Ketika semua peserta nceburkan diri ke dalam air, setelah beberapa saat reka akan keluar dan nghirup udara di permukaan. Satu per satu mulai keluar tetapi sosok Randika sama sekali tidak terlihat.
"Ini apa orang itu manusia?"
"Dia bisa tahan napas sampai ke tengah kolam?" Semua mata hampir copot dari kantongnya!
"Gila, aku baru tahu ada orang yang bisa nahan napasnya selama itu."
Semua orang yang lihat ini sudah terheran-heran, tetapi kejutannya belum sampai situ saja. Karena Randika yang sekarang berenang bagaikan kapal selam dan lesat dengan cepat!
Kecepatan itu benar-benar luar biasa, bahkan reka rasa kapal selam kalah cepat!
Apa ini masih bisa disebut olahraga renang?
Yakin kaki Randika tidak dipasangi sebuah sin?
Semuanya terkejut, karena ketujuh peserta lainnya baru ncapai tengah kolam, tetapi Randika sudah nyentuh ujung dan mulai berenang ke ujung satunya.
"Curang, dia pasti curang!" Kata salah satu orang.
"Sepertinya kakinya itu dipasangi sin! Atau jangan-jangan dia itu robot!"
"Benar, mana mungkin manusia bisa berenang secepat itu. Seharusnya dia sudah wakili Indonesia di Olimpiade kalau mang dia benar-benar manusia."
"Bahkan nurutku dia bisa ndapatkan emas bahkan sebelum peserta lainnya berenang!"
"Hahaha perumpamaan apa itu? Alay sekali kamu!"
Di saat semuanya bertanya apakah Randika curang atau tidak, ada satu hal yang reka sepakati dalam hati reka yaitu kecepatan renang Randika sangat luar biasa!
Bagi reka ini sudah bukan kompetisi lagi. Di bawah teror kecepatan Randika yang ngerikan, bisa dikatakan bahwa dia sudah keluar sebagai penang. Tetapi bagaimana mungkin seekor monster dibandingkan dengan manusia? Ketujuh peserta ini baru ncapai ujung, sedangkan Randika sudah berenang kembali nuju reka.
Beri kami napas!
"Pak Randika luar biasa! Aku benar-benar ncintaimu!" Teriak seorang perempuan.
Adrian dan Axel hanya bisa longo lihatnya, benar-benar keren!
reka berdua makin kagum dengan bos reka satu ini.
Dan orang-orang yang ngejek departen parfum itu sudah syok setengah mati lihat kejadian ini.
Apa benar dia masih manusia?
Di saat semuanya terheran-heran dan terkejut, sebuah senyuman dapat terlihat di wajah Inggrid.
Tidak lama kemudian, Randika telah nyelesaikan bagiannya dan keluar dari kolam renang. Semua orang natap dirinya dengan diam yang hanya makai celana pendek itu. Randika sendiri bingung kenapa reka semua natapnya dengan tajam seperti itu.
Para perempuan, lihat otot-otot Randika yang sempurna itu langsung klepek-klepek dan nelan air liur reka. Belum lagi ketika reka lihat Randika nyisir rambutnya dengan tangannya, lengan kekarnya itu mbuat hati reka leleh.
"Luar biasa!"
Setelah terdiam beberapa saat, akhirnya semua mulai bertepuk tangan.
Dengan kecepatan renang seperti itu, gelar juara dari lomba renang kota Cendrawasih ini tentu akan njadi milik perusahaan reka!
Setelah ngambil handuk yang telah disediakan, Randika berjalan nuju tempat Cindy dkk berada.
"Hahaha bagaimana penampilanku? Sesuai perjanjian kita, sini kalian semua." Kata Randika sambil nunjuk bibirnya.
lihat Randika yang begitu keren tadi, para perempuan ini sudah tidak ragu-ragu lagi dan mberikan Randika ciuman yang hangat.
Bahkan Cindy yang ngusulkan saran ini pertama kali, benar-benar sudah jatuh cinta dan ncium Randika dengan semangat. Kedua lidah reka bertemu dan bertarung dengan hebatnya.
Oh!
Setelah rasakan lembutnya bibir Cindy, Randika ngangguk puas. Adrian dan Axel hanya bisa natap iri pada bos reka itu.
Sebelum ini, Adrian dan Axel naksir dengan Cindy yang rupakan perempuan tercantik di departen marketing. reka tidak nyangka reka akan kalah dengan bos reka. Sepertinya reka harus ncari perempuan lain untuk dikejar.
Setelah berciuman, Cindy berjalan mundur sambil tersenyum. Sekarang perempuan kedua datang untuk nepati janjinya tetapi dia hanya mberikan ciumannya di pipi Randika.
Setelah itu, perempuan ketiga dan keempat lakukan hal yang sama.
natap keempat perempuan cantik ini ncium Randika satu per satu, mbuat semua laki-laki di tempat ini raung. reka sangat iri dengan Randika!
Pertunjukan Randika ini mberi pukulan telak bagi para jomblo ini.
"Sialan, aku benar-benar iri!"
"Kurang ajar, bisa-bisanya dia par di depan publik? Cari kamar sana!"
Inggrid sendiri lihat kejadian ini dengan kedua bola matanya. Dia benar-benar sudah tidak tahu harus bereaksi seperti apa lagi. rasa sudah muak, dia pergi nuju ruangannya dan ninggalkan masalah seleksi ini ke sekretarisnya.
Randika sendiri rasa puas ndapatkan 4 ciuman dari perempuan cantik. Ketika matanya lirik ke belakang, dia nyadari Inggrid pergi ninggalkan kolam renang.
Sialan, dia lupa kalau istrinya itu masih ada di sini. Sepertinya istrinya itu cemburu dan marah.
Randika dengan cepat ngambil bajunya dan ngganti pakaiannya di ruang ganti. Setelah berpenampilan rapi, dia segera berangkat nuju kantor ruangan Inggrid berada.
Sesampainya di sana, Randika perlahan mbuka pintu ruangan tersebut dan lihat sosok istrinya natap jendela dalam keadaan diam. Sepertinya dia sedang mikirkan sesuatu secara ndalam.
Reviews
All reviews (0)