Font Size
15px

Sepanjang perjalanan, Randika dan Indra terdiam.

Setelah beberapa kali berhenti, akhirnya Randika dan Indra tiba di kota pinggiran yang sangat reka kenal yaitu kota Kebon Raya. Lalu karena reka mbawa barang-barang milik Indra, reka nyewa jasa gerobak sapi untuk mbawa reka ke Desa Jagad.

Boneka ginseng masih ngikuti Indra, dia rasa hidup di pegunungan ini sangat baik bagi dirinya.

Tidak lama kemudian, reka akhirnya tiba di Desa Jagad.

"Guru!" Teriak Indra dengan semangat, tetapi dia sama sekali tidak lihat siapapun di dalam rumah.

lihat hal ini, Indra benar-benar khawatir.

"Guru di mana kalian? Ini Indra, saya telah kembali!" Indra mbuka semua ruangan. Randika lalu nghentikannya. "Kakek sedang pergi, reka tidak ada di rumah."

Setelah ndapatkan penjelasan dari Randika, Indra rasa lega tidak ada masalah yang nimpa guru-gurunya itu.

Namun, Randika sendiri tidak nyangka para kakeknya itu belum pulang kembali. Hal ini mbuat dirinya ngerutkan dahinya. Ketika dia bertarung lawan Ivan di gunung pada waktu itu, Ivan ngatakan rencana busuknya. Sepertinya kakeknya itu dijebak.

Seharusnya, para kakeknya itu sudah kembali ke Desa Jagad.

Namun setelah berpikir baik-baik, Randika berusaha lupakannya. Kekuatan ketiga kakeknya itu lebihi dirinya. Bahkan kekuatan Randika yang sekarang masih bukan apa-apa di hadapan para kakeknya itu.

Belum lagi kakek keduanya, dia benar-benar ahli dalam ilmu bela diri. Bahkan Randika sendiri tidak bisa nyentuh ujung baju kakeknya ketika kakeknya itu serius.

Oleh karena itu, Randika rasa tenang-tenang saja.

"Apa kamu tidak keberatan tinggal sendirian dulu?" Tanya Randika.

"Tidak masalah, aku sudah terbiasa tinggal sendirian." Indra tertawa. "Aku bisa berburu binatang di gunung dekat sini kalau lapar. Lagipula aku tidak sendirian kok, kan ada Jumbo di sisiku."

Jumbo?

Randika jelas terlihat bingung. Indra lalu noleh ke arah pundaknya di mana boneka ginseng itu duduk dengan manis. Hal ini mbuat Randika tertawa, rupanya boneka ginseng itu sudah miliki nama.

Randika ngangguk, keduanya lalu pergi ke gunung dekat rumah reka.

Ketika reka ncapai puncak gunung, reka mandangi pemandangan gunung yang benar-benar indah. Tetapi Randika nyadari ada sebuah gua di belakang tempat reka beristirahat. Dia tidak pernah lihat tempat ini begitu lama hingga dia sampai lupa dengan tempat ini. Gua itu ditutup oleh sebuah batu yang besar dan tumbuh-tumbuhan tumbuh dengan lebat.

Ini adalah tempat peristirahatan terakhir kakek buyutnya. Saat dia kecil, para kakeknya kadang-kadang mbawanya ke sini untuk nghormati dan berdoa pada kakek buyutnya.

Kakek buyutnya ini benar-benar orang yang luar biasa. Dari cerita kakeknya itu, dikatakan bahwa kakek buyut Randika ini adalah yang terkuat di muka bumi. Bahkan 12 Dewa Olimpus yang sekarang harus bersatu untuk lawannya agar miliki kesempatan untuk nang.

Setelah turun dari gunung, Randika mutuskan untuk nginap selama sehari di Desa Jagad ini. Di perjalanan reka turun, reka sempat berburu dan ndapatkan beberapa hewan untuk dimakan. Setelah ngetahui Indra dapat berburu dengan baik, Randika tidak akan khawatir untuk ninggalkannya.

Setelah berpamitan dengan Indra, Randika kembali nuju kota Cendrawasih.

Setelah naiki bus yang sama, Randika akhirnya tiba di kota Cendrawasih pada sore hari.

Ketika dia sampai di rumahnya, Randika ndapati bahwa tidak ada orang di rumah. Seluruh gedung berlantai dua ini benar-benar kosong.

Hal ini sangat ngejutkan bagi Randika. Seharusnya di rumah ini setidaknya ada Ibu Ipah, kenapa sekarang kosong lompong?

Randika yang khawatir itu segera naik ke lantai dua nuju kamar Inggrid. Ketika dia mbukanya secara perlahan, sosok Inggrid yang sedang berganti baju nyambutnya.

Hati Randika sudah ngepal dengan kuat. Dia tidak nyangka akan disambut pemandangan indah seperti ini, istrinya ini benar-benar cantik.

Sambil tersenyum, Randika ngendap-endap nuju Inggrid berdiri. lihat bentuk tubuh istrinya itu, Randika tidak bisa berhenti nelan air liurnya.

Pada saat ini, Inggrid sedang makai pakaian dalamnya yang berwarna hitam dan sedang munggungi Randika. Lalu tiba-tiba Inggrid ngangkat kaki kanannya dan mbungkuk sedikit untuk ngoleskan krim ke kakinya.

Pantatnya yang bundar dan kenyal itu nuhi kedua bola mata Randika. Dia sudah tidak sabar rasakan kelembutan kulit istrinya ini.

Pada saat ini, Inggrid ingin ngganti pakaian dalamnya jadi dia berusaha lepas pengait behanya.

Asyik!

Randika nelan kembali air liurnya, matanya benar-benar terpaku pada punggung putih istrinya. Pemandangan ini benar-benar surgawi. Randika bahkan sudah lepas bajunya, dia sudah tidak sabar berhubungan badan dengan istrinya.

Randika terus ngendap-endap hingga tepat berada di belakangnya. Pada saat ini, Inggrid sudah lepas behanya dan berusaha ngambil behanya yang ada di atas ja. Ketika dia hendak raihnya, tiba-tiba ada suara orang di belakangnya.

"Sayangku aku pulang!!"

Kemudian kedua tangan Randika yang besar itu langsung remas kedua dada Inggrid dari belakang.

Sebelum ini Viona sama sekali tidak nyangka akan ada orang lain di rumah ini selain dirinya, jadi dia ngira bahwa orang yang remas dadanya ini adalah penyusup. Dalam sekejap Viona langsung berusaha lepaskan diri sekaligus berteriak.

"Tidak!!"

Viona berteriak dengan keras, dan pada saat yang sama, Randika langsung nyadari sesuatu yang ganjil hari ini. Kenapa dada istrinya terasa berbeda.

Randika dan Inggrid sudah njadi suami istri beberapa waktu jadi Randika sangat mahami lekuk tubuh Inggrid dari ujung kepala hingga ujung kaki. Tetapi hari ini dia rasa dada istrinya itu berbeda.

Tetapi kenapa dia rasa pernah remas dada ini?

Randika berpikir sesaat sedangkan Viona terus ronta dan berteriak, dia masih tidak bisa lepaskan dirinya. Tetapi dia tiba-tiba rasakan sesuatu, kenapa suara dan tangan ini sangat familier bagi dirinya.

Kedua orang ini terdiam beberapa saat. Randika kemudian noleh dan lihat wajah istrinya yang rupanya adalah Viona!

Ketika kedua mata reka bertemu, reka tidak bisa nyembunyikan rasa kaget reka.

"Viona? Kenapa kamu ada di sini?"

"Randika? Kenapa kamu ada di sini?"

Keduanya lontarkan pertanyaan yang sama.

"Kenapa kamu ada di sini?" Keduanya bertanya hal yang sama sekali lagi.

Kemudian, kamar ini dipenuhi dengan kesunyian untuk beberapa waktu.

Sepertinya reka berdua berusaha mproses kejadian ini di benak reka.

"Ran, biarkan aku makai bajuku dulu." Kata Viona.

"Oh, baiklah." Randika lepaskan Viona dari pelukannya lalu berkata padanya. "Aku akan nunggu di luar."

Setelah keluar dari kamar, hati Randika benar-benar kacau. Hal yang paling dikhawatirkannya rupanya benar-benar terjadi. Awalnya dia ingin njalankan rencananya itu secara perlahan, dia tidak nyangka rencananya akan berantakan sedemikian rupa.

Randika ngerutkan dahinya dalam-dalam. Awalnya, nurut rencana awal, Randika ingin mbuat Viona jatuh cinta dan berhubungan badan dengannya terlebih dahulu. Lalu secara perlahan dia akan mberitahu posisi Viona yang sebenarnya. Rencana ini benar-benar harus dijalankan dengan sempurna, kalau tidak semuanya akan hancur berantakan.

Namun secara tidak terduga, Viona justru muncul di kamarnya Inggrid dan sekarang sedang ganti baju.

Apa yang sebenarnya sedang terjadi?

Apakah Viona sudah tahu hubungan dirinya dengan Inggrid? Atau jangan-jangan Inggrid ngetahui hubungannya dengan Viona?

mikirkan hal ini, Randika harus fokus dengan apa yang ada di depannya. Asalkan tidak muncul suatu masalah yang besar, dia masih bisa wujudkan rencana haremnya ini. Tetapi kehadiran Viona hari ini benar-benar mbuatnya kelabakan.

Kejadian ini benar-benar mbuat Randika rasa dirinya dalam situasi kritis. Sudah sangat lama dia rasakan perasaan seperti ini. Jika dia tidak ngatasi kejadian ini dengan benar, dia bisa kehilangan Inggrid atau Viona.

Tetapi Randika tidak akan mbiarkan hal ini terjadi. Dia sangat nyukai kedua perempuan ini. Bagaimanapun caranya, dia tidak akan mbiarkan siapapun lepas darinya.

Tetapi bagaimana caranya?

Randika mikirkan beberapa macam hal, apakah dia harus berbohong?

Tidak, kedua perempuan itu benar-benar pintar dan dirinya ketahuan masuki rumah Inggrid dan rabanya sekaligus manggilnya sayang. Jika dia berbohong dan ketahuan, jelas situasinya akan jauh lebih buruk untuknya.

Apakah dia harus kabur sentara waktu?

Tidak, itu bukan solusi yang bagus. Bahkan jika dia nunda masalah ini sentara waktu, dia tetap harus nghadapinya suatu saat nanti. Terlebih lagi, kabur bukanlah gaya Randika. Mau tidak mau, dia harus nghadapi masalah ini.

Sekarang pertanyaannya adalah bagaimana caranya yang paling tepat? Randika benar-benar dibuat gila oleh masalah ini.

Dia tidak bisa mikirkan alasan yang bagus, ayo otak bekerjalah!

Di balik pintu, Viona sendiri sedang bertarung dengan hatinya sendiri. skipun enggan ngakuinya, dia miliki beberapa tebakan ngenai Randika.

Gosip yang beredar di perusahaan, kedekatannya dengan Hannah dan kehadiran Randika di rumah Inggrid mberinya sebuah tebakan tentang hubungan Randika dan Inggrid yang sebenarnya.

Tetapi dia tidak mau ngakui hal ini karena jika iya maka dirinya bisa kehilangan Randika untuk selama-lamanya.

Namun, ketika dia nyadari sendiri kemungkinan ini, hati Viona benar-benar kacau.

Apa yang harus dilakukannya?

Viona sendiri tidak tahu harus berbuat apa, hatinya benar-benar dalam situasi kacau. Dia awalnya tidak ingin lakukan hal ini tetapi dia harus ngetahui situasi yang sebenarnya. Dan dia tidak nyangka bahwa Randika akan benar-benar datang ke rumah ini.

Setelah beberapa saat, Viona makai bajunya dan keluar untuk nemui Randika.

"Hannah yang mintaku untuk datang ke sini." Kata Viona sambil nunduk ke bawah. Bahasa tubuhnya ngatakan bahwa dia tidak nyaman dengan situasi reka ini.

Randika hanya bisa tersenyum pahit, sepertinya Viona juga ngalami gejolak batin.

"Viona." Panggil Randika dengan lembut. Viona lalu ngangkat kepalanya dan natap mata Randika.

Kedua bola mata itu benar-benar tulus.

"Vi, aku benar-benar nyukaimu." Kata Randika dengan nada yang lembut.

Viona tidak nyangka bahwa Randika akan berkata seperti itu dengan perasaan yang tulus, wajah Viona tidak bisa nahan rasa malunya.

"Tapi Ran kamu"

Sebelum Viona selesai berbicara, dia dihentikan oleh Randika. Randika gang kedua tangannya dan berkata sambil tersenyum. "Apa pun yang terjadi, aku tidak akan pernah lepaskan dirimu."

Apa maksudnya itu?

Hati Viona njadi jauh lebih kacau. Ketika Randika lihat Viona nundukan kepalanya, hatinya benar-benar terasa sakit. Dia ngangkat kepala Viona lalu nciumnya.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 363: Situasi Krisis on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

I Am the Fated Villain cover
Similar genre

I Am the Fated Villain

Fated Villain ·Harem

ImmediatelyafterGuChanggerealizedhehadtransgressedintoafantasyworld,theworld’sprotagonist,andfortune’schosen,vowedtotakerevengeonhim.Enviedbyall,he...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.