Jika truk gandeng ini tidak dihentikan, banyak orang akan tewas dan bisa nabrak mobil-mobil yang berhenti sehingga nimbulkan kecelakaan yang jauh lebih parah.
Semua orang berusaha nyelamatkan diri reka, jelas bahwa reka tidak ingin hari ini njadi hari terakhir reka di bumi.
Pengemudi truk gandeng tersebut sudah sangat ketakutan. Dia tidak tahu ngapa hal ini bisa terjadi. Ketika dia berusaha ngerem dan berhenti di bahu jalan, ternyata rem truknya tidak berfungsi sama sekali. skipun truk miliknya ini sudah diperiksa sebelum dia berangkat, dia tidak tahu apa penyebab terjadinya rem blong ini.
Semua orang lihat truk baru ini bagaikan banteng yang siap mbunuh siapapun yang berani berdiri di hadapannya. Tetapi orang-orang ini sepertinya hanya bisa nerima nasib reka karena tidak ada jalan untuk lari!
Pada saat ini, seseorang berdiri di barisan paling depan dan berdiri nghadap truk tersebut.
"Hei kamu gila atau apa? Cepat lari dan berlindung!" Orang di sekitarnya sudah berteriak ke arah orang tersebut tetapi dia hanya berdiri diam dan tidak ndengar peringatan orang-orang. Dia berdiri dengan ekspresi tenang, seolah-olah dia sedang nunggu truk tersebut nghampiri dirinya.
Pengemudi truk itu ketakutan setengah mati ketika lihat sosok Randika. Apa orang itu bodoh? Cepat minggir!
Pengemudi truk itu sudah ngucapkan doa permintaan maafnya. Sepertinya ada satu nyawa yang akan layang karena dosanya ini, dia sudah siap masuk ke penjara karena kejadian ini.
Selamat tinggal saudara!
Pengemudi truk itu sudah nutup matanya tetapi tiba-tiba Randika njulurkan kedua tangannya dengan perlahan.
nghadapi banteng besar ini, Randika hanya njulurkan kedua tangannya.
Orang-orang sudah tidak berani lihat lagi. Pemuda itu sudah pasti mati dan terpental jauh, mungkin reka bisa ngambil kembali jenasahnya nanti.
Truk itu sudah sangat dekat, kecepatannya sama sekali tidak nurun. Sebentar lagi adalah penentuannya!
Semua orang sudah bisa lihat bayangan mayat Randika yang tercecer karena sudah sangat mustahil untuk nghentikan truk tersebut.
Benar, mustahil! Apa kalian tidak bisa lihat betapa cepat rodanya berputar? Apakah kalian tidak lihat tinggi truk itu sudah bagaikan gunung? Tidak peduli seberapa banyak orang yang nghadang, truk itu akan lindas siapapun yang berani nghalanginya.
Tetapi sekarang di depan truk tersebut, seorang anak muda njulurkan kedua tangannya dan nampak berusaha untuk nghentikannya.
Semua orang sudah nutup mata reka, reka sudah tidak berani lihat lagi. Ketika reka lihat Indra yang ngangkat truk berbobot 1 ton itu reka sudah terheran-heran. Tetapi apa yang reka lihat sekarang jauh lebih ngherankan lagi.
Randika berhasil nghentikan laju truk gandeng tersebut!
Apa ini mimpi? Bahkan monster pun reka tidak yakin bisa nghentikan laju truk yang cepat itu.
reka benar-benar dalam keadaan syok. Dalam jangka waktu yang dekat, reka lihat 2 keajaiban dunia. Tidak ada kata yang cocok untuk ngekspresikan keterkejutan reka. Mungkin reka yang sekarang lihat ada orang terbang dengan celana dalam rahnya di luar, reka akan percaya 100% tanpa bertanya.
Kalau reka tidak percaya dengan keberadaan Superman, terus 2 makhluk di depan reka ini apa? Sudah pasti reka superhero kan?
Orang yang ngemudikan truk itu juga terkejut. Dia ngira sudah mbunuh Randika tetapi dia tidak ngira bahwa truknya akan tertahan.
skipun begitu, si supir segera berusaha ngerem sekuat tenaga tetapi hasilnya percuma.
Randika nyadari hal ini, dia langsung nggelengkan kepalanya. Lalu di bawah tatapan mata semua orang, dia ngangkat dan nggulingkan truk tersebut hingga jungkir balik.
Setelah terjatuh, ban mobil itu terus berputar di udara. Hal ini dilakukan oleh Randika agar ncegah insiden lain.
Setelah nyelesaikan masalah ini, Randika berniat naik kembali ke bus. Tetapi dia nyadari bahwa mulut orang-orang nganga ketika lihat dirinya, apakah reka hendak makan dirinya?
Namun, wajah Indra tetap terlihat biasa. Dia miliki kepercayaan penuh terhadap kemampuan dan kekuatan kakak seperguruannya itu. Kekuatan fisik Randika jauh lebih kuat darinya jadi Indra tidak heran dengan hasil seperti ini.
Randika lalu nghampiri Indra dan berjalan masuk ke dalam bus reka.
Orang-orang langsung berdiskusi apa yang baru saja reka lihat itu.
"Ya ampun, siapa kedua orang itu?"
"Apa mungkin reka titisan Dewa?" Kata seseorang. lihat truk yang terbalik dan truk yang dipindah oleh Indra, mungkin saja teori ini benar.
"Benar-benar luar biasa, sepertinya reka benar-benar titisan dewa."
Orang-orang terus berdiskusi tentang Randika dan Indra, sejujurnya Randika pernah ngalami hal ini sebelumnya. Pada waktu itu, dia nyelamatkan Deviana dari mobil polisinya yang lepas kendali itu. Jadi orang-orang nggosipi dirinya ini sudah rupakan pemandangan yang wajar bagi Randika.
Bagi Randika, skipun dia bukan Superman, dia masih seorang manusia. Karena tenaga dalamnya itu, dia bisa lakukan hal yang di luar akal sehat manusia.
Orang-orang di luar masih berdiskusi sedangkan orang-orang di dalam bus reka hanya berani natap diam ke arah Randika dan Indra. reka penasaran apakah keduanya ini adalah saudara atau tidak.
Kalau bukan saudara, kenapa reka bisa miliki kekuatan yang begitu besar?
Tidak ada alasan bagi Randika ataupun Indra untuk njelaskan pada reka. reka mbiarkan imajinasi orang-orang ini terus berkembang.
Akhirnya para polisi dan ambulans sudah datang. Ketika orang-orang ditanya apa yang telah terjadi, tentu saja para polisi ini tidak percaya.
"Ulangi lagi kata-katamu itu." Wajah polisi itu terlihat marah, dia ngira bahwa orang yang diwawancarainya ini sedang bercanda.
"Pak, aku berkata jujur. Aku lihat seorang pria gemuk mindahkan truk itu dari atas mobil yang tertindih itu. Truk yang terbalik itu juga ulah teman dari pria gemuk itu."
Para polisi yang ndatangi lokasi kejadian ini ngalami dilemma. reka tidak ngerti harus laporkan apa.
Randika dan Indra tentu saja ikut ditanyai oleh para polisi, tetapi Randika makai nama Deviana sebagai tang dan berhasil lolos dari sesi wawancara.
Setelah 2 jam tertunda, akhirnya bus reka laju sekali lagi.
Karena Randika dan Indra lakukan sesuatu yang ncolok, para penumpang bus ini tidak bisa lepaskan tatapan reka.
Beberapa perempuan lihat Randika dengan tatapan penuh makna. Setiap detik reka lihat Randika, semakin tersihir hati reka.
Orang ini benar-benar gagah dan tampan!
Akhirnya salah satu perempuan mbulatkan tekad dan duduk di sisi Randika.
"Halo, apakah aku boleh duduk di sampingmu?" Katanya sambil tersenyum.
"Oh silahkan." Randika lalu bergeser. Perempuan ini berusia sekitar 30 tahun. skipun sudah sedikit tua, wajahnya tergolong cantik. Tetapi Randika sama sekali tidak tertarik padanya.
Randika mang tidak pilih-pilih tetapi baginya perempuan ini terlalu tua baginya skipun wajahnya cantik.
"Kamu barusan benar-benar luar biasa." Kata perempuan itu. Tetapi Indra justru terlihat bingung ketika ndengarnya. Bukankah hal ini biasa bagi kakak seperguruannya? Kenapa perempuan itu lebih-lebihkan?
lihat Randika yang tidak njawab, perempuan itu rasa bahwa Randika jual mahal dan dia harus naikkan level permainannya. Dia mulai naruh tangannya di paha Randika dan mbelainya secara lembut.
Kali ini hati Randika mulai luluh. Sialan, dia bermain curang! Bahkan dia sendiri tidak akan bertindak seperti ini ketika nggoda perempuan.
"Hei," Perempuan itu tersenyum lebar. "Bagaimana kita mbahas apa yang barusan kamu lakukan nanti setelah kita turun?"
Maknanya sangat jelas. Randika hanya bisa tertawa. "Maaf aku tidak punya banyak waktu, tetapi adik seperguruanku ini punya banyak waktu. Apa kamu ingin pergi bersamanya?"
ndengar kata-kata Randika itu, si perempuan terkejut. "Dia adikmu?"
"Adik seperguruan lebih tepatnya." Kali ini Indra nimbrung karena namanya disinggung. lihat sosok Indra dalam jarak dekat, si perempuan itu hanya bisa ndengus dingin.
Orang-orang yang ndengar percakapan reka ini sudah tertawa. reka mbayangkan tubuh Indra yang nggencet perempuan itu, benar-benar seperti sandwich!
rasa ditolak secara halus oleh Randika, perempuan itu akhirnya nyerah dan duduk kemabli di tempatnya semula.
Reviews
All reviews (0)