Keesokan harinya, Randika mbawa Indra naik bus nuju kota Kebon Raya.
Perjalanan kali ini akan makan waktu yang cukup lama karena bus akan berhenti di beberapa titik sebelum ncapai kota Kebon Raya. Tetapi hal ini tidak madamkan antusias milik Indra.
Setelah tinggal di kota cukup lama, dia rasa kebebasannya di kota cukup terkengkang. Terlebih lagi, orang-orang di kota benar-benar aneh dan tidak sepengertian seperti orang-orang di desa.
Oleh karena itu, Indra lebih milih hidup di gunung daripada di kota.
Randika dan Indra duduk di kursi bagian belakang. Karena tubuh Indra yang besar, tidak ada pilihan selain duduk di paling belakang jadi mau tidak mau Randika mbeli 4 tiket agar tidak ditendang oleh supir bus.
Boneka ginseng masih duduk di pundak Indra, dia tampak bersemangat ketika lihat pemandangan di jendela. Sepertinya ini pertama kalinya ia keluar dari kota Cendrawasih.
Bus akhirnya telah keluar dari kota Cendrawasih dan langsung nancapkan gasnya. Bus laju dengan kecepatan kencang sambil nyalip beberapa mobil.
Pada saat ini, supir bus terkejut bukan main karena dari arah berlawanan ada mobil truk besar yang cara nyetirnya ugal-ugalan. Supir bus ini bingung karena cara nyetir mobil truk itu ke kanan dan ke kiri secara terus nerus.
Karena sudah ngemudikan bus selama beberapa tahun, supir bus ini ngerti akan bahaya tersebut dan mulai nginjak rem. Bahkan dia mutar busnya itu ke sisi bahu jalan agar terhindar dari mobil truk tersebut. Namun pada saat ini, tiba-tiba truk tersebut nghantam sisi jalan dan kehilangan kendalinya. Para penumpang bus dapat ndengar suara ban yang berdecit dengan keras itu, di bawah tatapan mata reka, reka dapat lihat dengan jelas bahwa truk tersebut akan terguling.
Karena bus reka sudah berhenti di bahu jalan, reka sudah terlepas dari ancaman bahaya ini. Namun, mobil yang nyalip reka dari belakang justru disambut oleh bahaya maut tersebut.
"Mobil itu akan tergencet!" Teriak salah satu penumpang.
Semua orang langsung lihat ke arah jendela dan lihat mobil tersebut berusaha ngerem dengan sekuat tenaga, tetapi semuanya itu sudah terlambat.
lihat kecepatan truk yang terguling itu, mobil itu sudah pasti akan kena.
"AWAS!" Orang-orang mulai heboh sendiri. Di bawah tatapan mata reka, tubuh truk itu dengan sempurna nindih mobil itu hingga gepeng.
CKIT! BRUAK!
Suara truk nindih mobil itu dapat terdengar dengan jelas, untungnya saja mobil tersebut tidak hancur sepenuhnya. skipun begitu, kaca pada mobil sudah hancur berkeping-keping di jalan.
Semua orang dapat lihat dengan jelas, mobil itu sudah tertekan hingga setengah dan setiap nitnya mobil itu makin gepeng.
Para penumpang bus yang lihat kejadian ini langsung panik dan heboh sendiri. Beberapa perempuan bahkan tidak berani lihat kejadian ini lagi dan langsung nutup kedua mata reka.
Kecelakaan ini terjadi terlalu ndadak, truk tersebut tergelincir dan nindih mobil yang tidak sempat nghindar tersebut.
Untungnya saja, truk tidak lindas mobil lain dan sekarang truk tersebut berhenti total.
Kecelakaan ini mbuat semua mobil berhenti dan natap truk tersebut. reka ikut khawatir dengan kejadian ini, tetapi reka sangat lega karena truk tersebut tidak nimbulkan ledakan. Kalau tidak, maka kecelakaan ini mungkin akan jauh lebih parah ngingat banyak mobil yang ada.
"Hei lihat! Orangnya masih hidup!" Kata seseorang ketika lihat mobil yang tergencet oleh truk tersebut.
Ketika orang-orang ndengar kata-kata orang tersebut, reka dapat lihat bahwa orang yang di dalam mobil itu mang masih hidup walaupun berlumuran darah. reka dapat lihat dengan jelas salah satu tangan pengemudi itu lambai-lambai skipun pelan.
"Cepat bantu dia!" Orang-orang langsung berusaha nolong orang tersebut.
Setelah nganalisa, reka semua sepakat bahwa untuk nolong orang di dalam mobil itu, reka harus ngangkat truk yang nindih mobilnya terlebih dahulu.
Supir yang ngendarai truk itu sudah diamankan, dia tidak ngalami luka sama sekali. skipun begitu, wajahnya benar-benar pucat pasi karena kecelakaan ini terjadi karena kesalahan dirinya.
"Yang laki cepat bantu angkat truk ini! Setelah terangkat, siapapun bantu orang yang terluka itu keluar dari mobilnya." Seseorang mulai ngarahkan.
Orang-orang terlihat ragu. "Bagaimana mungkin kita bisa ngangkat truk yang begitu berat?"
"Jangan ragu-ragu atau orang itu akan mati!"
Tidak peduli seberapa yakinkan dirinya, pada akhirnya hanya 4 orang yang bersedia mbantu.
"Satu, dua, tiga!" Kelima orang ini bekerja sama mbantu ngangkat truk tersebut tetapi semua itu percuma karena truk tersebut sama sekali tidak bergerak.
"Sialan, truk ini terlalu berat." Katanya dengan wajah yang penuh frustasi. Jika dilihat dengan barang muatannya, mungkin total berat truk ini lebih dari 1 ton.
Semua orang sudah nghela napas reka. Jika ini tabrakan antar mobil, mungkin reka bisa nyelamatkan orang tersebut. Namun, yang di depan reka adalah sebuah truk barang yang penuh dengan muatan. Jelas hal ini sangat mustahil untuk diangkat oleh orang apalagi hanya 5 orang yang bersedia mbantu.
"Aku sudah nghubungi polisi, sekarang kita hanya bisa berharap bantuan dapat datang tepat waktu." Kata seseorang dengan wajah sedih. Kejadian seperti ini mang mbutuhkan sin derek bangunan.
Tetapi permasalahannya adalah orang yang di dalam mobil itu terluka parah dan masih ngalirkan darah. Jika dia tidak dibantu segera mungkin, dia bisa-bisa mati sebelum bantuan datang.
Pada saat seperti ini, semua orang sudah kehilangan harapan reka.
"Permisi, biarkan aku lewat." Sebuah suara ngejutkan reka. Ternyata suara itu berasal dari Indra. Ketika orang-orang lihat tubuh gemuk Indra, semua njadi senang.
Jika punya tubuh sebesar itu, sudah pasti punya kekuatan yang besar!
Dalam sekejap harapan mulai tumbuh lagi di hati orang-orang.
"Cepat kita harus ngangkatnya sebelum terlambat." Kata seseorang.
"Aku sendirian bisa kok." Kata Indra dengan santai. Semua orang yang ndengarnya jelas terkejut, sendirian?
Dia bercanda atau apa? Yang diangkatnya itu truk apalagi penuh dengan muatan. Dan dia mau ngangkatnya sendirian?
"Jangan bercanda, cepat ambil sisi sana dan kita angkat sama-sama."
Indra nggelengkan kepalanya. "Aku bisa ngangkat truk ini seorang diri, mundurlah sana."
skipun semua orang tidak mpercayainya, reka tetap mundur. Semua orang tahu bahwa dia gemuk dan besar tetapi ngangkat truk itu seorang diri rupakan hal yang mustahil.
Namun, reka tidak punya pilihan lain.
Setelah orang-orang mundur, Indra nghampiri truk tersebut dan berkata pada orang-orang. "Setelah aku ngangkatnya, cepat bantu orang itu keluar."
Semuanya ngangguk, tetapi reka sendiri tidak yakin dengan Indra. Lalu Indra letakan kedua tangannya di bagian bawah truk dan dia pun berjongkok.
Semua mata tertuju pada Indra. skipun reka tahu bahwa ngangkat truk seorang diri itu mustahil, reka cuma bisa percaya. Harapan terbaik untuk pengemudi itu hanyalah Indra.
Indra mulai ngalirkan tenaga dalamnya. Pembuluh darahnya mulai ncuat dan tenaga dalamnya yang seperti lautan itu nyebar ke seluruh tubuh. Dengan kekuatan fisik Indra, truk tersebut mulai terangkat sedikit demi sedikit.
Orang-orang terkejut ketika lihatnya, sepertinya reka sedang bermimpi. Truk itu benar-benar terangkat!
Orang-orang jelas terkejut bukan main, bahkan ada orang yang ternganga. Jelas ini sudah di luar akal sehat manusia.
Sialan, apakah superhero benar-benar ada di dunia ini? Apa dia keturunan Superman?
Di tengah-tengah keterkejutan reka, akhirnya seseorang tersadar dan langsung berteriak. "Cepat tarik dia!"
Orang-orang langsung tersadar dan berusaha narik keluar pengemudi yang terjebak itu. Tetapi sayangnya pintu mobil itu tidak bisa dibuka, reka harus nggunakan kekerasan untuk mbukanya.
"Tarik!!" Wajah reka benar-benar rah tetapi pintu tersebut sama sekali tidak bergerak.
Orang-orang mulai kebingungan, lalu ada seseorang yang nyarankan untuk narik seluruh mobil sekaligus. Tetapi narik sebuah mobil bukanlah perkara mudah apalagi reka hanya ngandalkan tangan reka.
Waktu terus berjalan, reka juga nyadari bahwa Indra tidak bisa selamanya ngangkat truk ini untuk reka. Indra sendiri wajahnya sudah benar-benar rah, dia rasa dirinya mulai kelelahan dan ingin lepaskan genggamannya ini.
"ARGHH!!"
Indra tiba-tiba raung keras. Tiba-tiba, kekuatan besar mulai nyelimuti tubuhnya. Tangannya ngangkat ke atas dengan tegak dan truk yang diangkatnya itu terlihat ringan. Benar, truk tersebut diangkat sepenuhnya oleh Indra!
Roda-roda truk mulai lepaskan diri dari tempatnya dan terjatuh ke tanah dengan suara yang keras. Indra lalu nurunkan truk tersebut di tempat yang aman.
Semua orang sudah mbuka mulut reka lebar-lebar, reka tidak percaya dengan apa yang reka lihat. ngangkat masih mungkin tetapi mindahkannya seorang diri?
Apa orang itu monster?
Benar-benar mustahil!
Semua orang masih terkejut sampai-sampai lupa dengan orang yang terjebak di dalam mobil.
Ketika reka sadar dan berusaha ngeluarkan orang tersebut, malaikat maut sepertinya rasa tidak puas karena dirinya rasa dicurangi.
Dari arah sebaliknya, tiba-tiba ada sebuah truk gandeng besar yang laju kencang nuju reka.
"Lari!!" Semua orang langsung njadi panik.
Sepertinya truk gandeng tersebut ngalami masalah dalam remnya. Karena mobil-mobil berhenti di bahu jalan, jalanan utama benar-benar kosong dan dia laju dengan cepat. Sayangnya, jalur truknya ini ngarah pada kerumunan orang yang berusaha nyelamatkan orang yang terjebak di dalam mobilnya itu.
Reviews
All reviews (0)