Font Size
15px

Keesokan harinya, Randika berencana untuk jalan-jalan. Ketika dia sedang asyik jalan-jalan di daerah pertokoan, Randika lihat bahwa sedang ada kerumunan orang.

Di depan reka, terlihat sebuah ja panjang. Di atas ja, terlihat hot dog yang nggunung.

Orang-orang bersorak untuk mberi semangat pada para peserta, jelas ini rupakan kontes makan yang diadakan oleh daerah pertokoan ini. Di ujung ja terlihat sebuah tir yang nghitung waktu yang tersisa.

Sedangkan spanduk yang terpampang jelas itu berisikan "Kontes makan hot dog tahun ketiga!". Rupanya untuk narik pengunjung datang, daerah pertokoan ini nggelar kontes makan tahunan.

Randika sama sekali tidak tertarik dengan acara seperti ini. Tetapi ketika dia lihat ke arah para peserta, dia lihat sosok yang dikenalnya.

Dia adalah Indra!

Randika sampai terdiam beberapa saat, dia langsung nampar dahinya. Saking sibuknya, dia sampai lupa dengan keberadaan Indra. Adik seperguruannya ini benar-benar lenyap di pikirannya.

Tetapi Randika tidak bisa disalahkan. Dari pergi nuju markasnya di Jepang, nyelesaikan masalahnya dengan Shadow hingga pembalasan dendam keluarga Alfred, Randika sama sekali tidak punya waktu untuk mikirkan Indra.

Namun, lihat Indra yang baik-baik saja mbuat hati Randika sedikit lega.

Bagaimanapun juga, Indra adalah adik seperguruannya jadi sosoknya di hati Randika sedikit spesial.

Pada saat yang sama, sepertinya pertandingan makan hot dog ini sedang seru-serunya. Sorakan para penonton nggema di telinga para orang yang berjalan lewatinya. Bahkan ada seseorang yang ngunyah 2 hot dog sekaligus. Jelas orang tersebut nangkan ronde pertama ini.

Setelah penangnya sudah ditentukan, seseorang yang mbawa microphone ngambil alih.

"Baiklah, penang ronde pertama telah ditentukan. Dan sambutlah para peserta yang akan ngikuti ronde kedua."

Dalam sekejap, suara tepuk tangan segera riah suasana. Indra berdiri dan duduk di kursinya disertai dengan beberapa orang lainnya.

Ketika para penonton lihat Indra, jelas reka semakin bersemangat.

"Gila, baru tahu ada orang segemuk itu!"

"Hahaha sepertinya juara tahun ini sudah ditetapkan."

"Eits tunggu dulu, skipun dia gemuk belum tentu dia bisa makan banyak."

"Bodoh, kalau begitu jelaskan kenapa dia bisa segemuk itu!"

Tiba-tiba temannya ini kehabisan kata-kata. Sepertinya miliki bobot seperti Indra tidak bisa terlepas dari kata rakus dan makan banyak. Kalau tidak, mana mungkin dia bisa sebesar itu!

"Tapi coba lihat, orang itu lucu." Orang-orang mulai mperhatikan Indra. Penampilan Indra yang seperti orang bodoh itu makin lucu karena ada sosok bayi di pundaknya.

Orang-orang tidak tahu binatang apa itu tetapi yang jelas binatang itu berukuran kecil seperti bayi. Tentu saja, bayi itu adalah boneka ginseng. Namun, sosok boneka ginseng ini bukanlah boneka ginseng yang biasanya. Ia terlihat makai ikat kepala putih dan baju bergambarkan wajah Indra.

Rupanya yang paling semangat ndukung Indra adalah teman kecilnya yang ada di pundaknya itu.

"Lucu sekali binatang yang ada di pundak orang itu."

"Tapi binatang apa itu? Masa itu tupai?"

skipun reka bingung, tetapi reka tetap tersenyum lihat sosok Indra yang lucu itu. Sekarang semua penonton natap Indra karena badannya yang besar dan teman kecilnya yang duduk dengan tenang di pundaknya.

Namun, tatapan mata orang-orang dan sorakan reka tidak dapat mbuyarkan konsentrasi Indra. Yang ada di pikirannya sekarang adalah hot dog yang ada di depannya.

Akhir-akhir ini dia tidak makan banyak karena uangnya telah habis jadi bukan salahnya jika dia yang sekarang benar-benar lapar.

"Para peserta yang sudah duduk diharapkan siap-siap karena sebentar lagi acara akan dimulai." Kata MC yang mbawakan acara ini.

Bersamaan dengan adanya suara peluit, acara ini pun akhirnya dimulai kembali. Para peserta langsung lahap hot dog di depan reka itu dengan lahap.

"Semangat!"

Para penonton langsung mbagikan semangat reka pada para peserta. Tetapi ketika reka lihat Indra, suara sorakan reka itu berubah njadi hembusan napas reka.

Apa reka tidak salah lihat?

Orang-orang mulai fokus pada Indra, semuanya langsung terheran-heran ketika lihatnya.

"Ke mana hot dog itu?" Akhirnya pertanyaan itu terlontarkan dari salah satu mulut penonton.

Karena tidak dapat dipungkiri, hot dog yang dipegang Indra itu seakan-akan masuk ke dalam lubang hitam.

Indra sama sekali tidak peduli dengan tatapan orang-orang. Sejak suara peluit berbunyi, dia sudah nggenggam erat makanannya itu dan nelannya. Bahkan ketika hot dog baru terkunyah selama 1 detik, Indra sudah nelannya utuh-utuh. Kemudian dia segera ngambil kembali hot dog yang lain.

Kecepatan makan ini benar-benar ngerikan. Ketika para peserta masih berjuang makan hot dog reka yang kesepuluh, Indra hanya tinggal 3 biji lagi.

"Gila, aku sekarang tahu kenapa dia bisa gendut seperti itu." Kata salah satu penonton.

"Apa perutnya itu tidak rusak nelan makanan itu secara utuh?"

MC acara ini sendiri juga sama terkejutnya dengan para penonton. Dia tahu bahwa orang gemuk itu kuat makan tetapi dia tidak tahu bahwa Indra akan sengerikan ini. Apa dia berniat makan hot dog peserta yang lain juga?

Setelah nelan hot dog terakhirnya, Indra baru nyadari bahwa semua orang natapnya seperti sedang lihat seorang monster.

Dia lalu nggaruk-garuk kepalanya, dia tidak tahu apa yang salah dari dirinya. Dia lalu berkata dengan santai pada MC. "Bisa tambah?"

Tambah?

Semua orang jelas tertawa ketika ndengarnya. Si MC juga kelihatan kebingungan. "Tambah?"

"Iya tambah, aku masih lapar." Kata Indra sambil tersenyum tulus. Si MC hanya bisa tersenyum pahit, tidak heran orang itu bisa segemuk ini pikirnya.

Namun karena sorakan penonton, akhirnya ada seseorang mbawakan piring besar berisikan hot dog. Ketika lihat hal ini, mata Indra njadi berbinar.

Boneka ginseng di pundaknya itu juga rasa bersemangat, dia berusaha mberi semangat pada Indra agar naklukan gunung hot dog itu.

Pada saat ini, para peserta yang bersaing dengan Indra sudah nghabisi setengah jatah reka. Dan kecepatan makan reka mulai berkurang karena reka mulai kenyang. Tetapi ketika Indra mulai makan piring besar yang baru saja datang, dia sudah nghabiskan separuh piring.

lihat kemampuan Indra yang seperti monster itu, satu per satu peserta sudah angkat tangan dan nyerah. reka tidak mungkin bisa bersaing dengan Indra. Bahkan hot dog reka yang tidak habis itu diminta oleh Indra.

Sekarang orang-orang mulai penasaran, seberapa banyak makanan yang bisa dihabiskan oleh Indra.

"Semangat gendut, kamu pasti bisa!"

Orang-orang mulai bersorak untuk Indra.

Tidak butuh waktu lama bagi Indra untuk nghabiskan piring keduanya. Hal ini langsung nghebohkan para penonton.

Untuk nghargai dukungan para penonton, penyelenggara acara nawarkan Indra sepiring besar hot dog lagi. Jelas Indra nerima penawaran ini dengan senang hati.

Tujuan awal acara ini adalah narik pengunjung sebanyak mungkin jadi para penyelenggara makin senang dengan antusias para penonton. Karena jarang-jarang ada monster seperti Indra, acara ini bisa dikatakan sukses!

"Ayo kamu pasti bisa!"

"Hei cobalah 5 piring!"

"Hei, kalau ngomong itu aturan ya! Mana mungkin dia bisa nghabisi 5 piring?"

"Tapi dia sudah piring ketiga, nambah 2 piring lagi masa tidak bisa? Cobalah pecahkan rekor makan terbanyak!"

Rekor terbanyak dari lomba-lomba sebelumnya adalah 4 setengah piring. Ketika peserta itu coba nghabiskan piring kelimanya, dia sudah muntah dan dibawa ke rumah sakit.

Setelah piring ketiga habis, Indra langsung minta piring keempat. Bisa dikatakan bahwa lomba makan ini sudah berubah njadi acara tunggal milik Indra. Dan para peserta yang ngikuti lomba ini tidak keberatan karena reka sudah tahu bahwa tidak mungkin bisa ngalahkan Indra dari awal.

Ketika piring keempat itu datang, kecepatan makan Indra sama sekali tidak berkurang.

"Semangat, kamu pasti bisa!"

Orang-orang mberikan semangat reka pada Indra, reka ingin lihat rekor baru. Sedangkan Indra sama sekali tidak peduli asalkan bisa ndapatkan hot dog.

Tujuan Indra sangat sederhana yaitu makan sebanyak mungkin.

Akhir-akhir ini dia tidak bisa makan sepuasnya karena uangnya sudah mulai habis jadi dia terpaksa makan seadanya saja.

Dan acara ini benar-benar kesempatan bagus untuk mperbaiki gizi!

Ketika piring keempat dan kelima itu habis, Indra natap si MC. Matanya itu seakan-akan bertanya apakah masih ada lagi?

Si MC jelas terkejut, Indra telah minta piring keenam pada dirinya! Si MC langsung berkata di microphonenya. "Bawakan piring keenam!"

Setelah piring keenam ini datang, Indra rasa dirinya sudah kenyang. Pada saat ini, akhirnya dia nyadari bahwa para penonton sangat antusias pada dirinya.

"Kamu hebat!"

"Luar biasa!"

Orang-orang jelas bersemangat karena Indra telah cahkan rekor dengan makan 6 piring besar! Benar-benar luar biasa, para peserta yang lain hanya bisa tersenyum pahit karena reka sangat tidak beruntung bertemu dengan Indra.

Randika akhirnya mutuskan untuk mberi selamat pada Indra yang keluar sebagai penang ini, mata Indra langsung berbinar-binar ketika lihat Randika. "Kakak seperguruan."

"Hahaha bagaimana kabarmu?" Kata Randika sambil tersenyum. Hatinya benar-benar rasa bersalah karena dia telah lupakan Indra.

lihat kakak iparnya ini, entah kenapa Indra rasa kangen rumah. "Kak, aku ingin pulang."

Pada saat yang sama, boneka ginseng itu bersemangat ketika lihat Randika. Ia dengan cepat loncat dan ndarat persis di pundaknya Randika.

Randika lalu nyapa teman kecilnya itu. Sejak dia nyelamatkannya dari Shadow, hubungannya dengan boneka ginseng ini benar-benar baik. Sepertinya boneka ginseng ini tinggal beberapa lama dengan Safira tetapi pada akhirnya ia kembali ke Indra. Sepertinya ia mang nyukai aliran tenaga dalam Indra.

"Bukankah enak tinggal di kota?" Tanya Randika.

Indra lalu mbalas. "Kak, aku benar-benar bosan di sini. Aku tidak tahu harus ngapain setiap hari."

"Bagaimana latihan bela dirimu?" Tanya Randika.

"Terakhir kali aku berlatih, aku tidak sengaja nghantam dinding kamar. Setelah dimarahi sama pemilik rumah, aku tidak berani berlatih lagi." Kata Indra sambil nggaruk kepalanya.

Randika benar-benar kehabisan kata-kata, ngapain saja dia sampai hancurin tembok?

"Dan juga aku tidak bisa makan sepuasku karena semuanya butuh uang." Kata Indra. "Kalau di gunung aku bisa nangkap sendiri makananku."

Ternyata dugaan Randika benar, semua mang tentang makanan.

"Kenapa kamu tidak bisa makan? Bukankah aku mberikanmu uang yang banyak?"

"Sudah habis kak." Jawab Indra dengan polos.

Randika hanya bisa nampar dahinya. Bagaimana mungkin adik seperguruannya ini nghabiskan 100 juta dalam waktu sebulan? Sepertinya dia lagi-lagi ditipu orang.

Randika lalu berpikir selama beberapa waktu. mang kehidupan kota tidaklah cocok bagi Indra tetapi yang paling narik perhatiannya adalah boneka ginseng yang ngikuti Indra.

Boneka ginseng ini telah berjasa banyak untuk Randika, jelas dia ingin nahannya di sisinya. Tetapi sepertinya boneka ginseng ini sangat lekat dengan sosok Indra.

Setelah berpikir cukup lama, akhirnya Randika nganggukan kepalanya. "Baiklah kalau begitu, besok aku akan mbawamu pulang."

Wajah Indra langsung njadi gembira tetapi ekspresinya segera berubah njadi serius. "Tetapi aku punya satu permintaan kak."

"Apa?" Tanya Randika.

"Aku." Setelah mbulatkan tekad, Indra berkata dengan nada pelan. "Aku masih lapar."

"Kamu masih belum kenyang?" Randika jelas terkejut ketika ndengarnya. Bukankah kamu habis makan hot dog 6 piring? Kenapa dia masih belum kenyang.

Randika hanya bisa tersenyum pahit. "Baiklah, aku akan mbawamu ke restoran."

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 360: Lomba Makan Hot Dog on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Data-Driven Daoist cover
Trending now

Data-Driven Daoist

CatVI ·Action

Theycalledhimtrash—untilhestartedtreatingtheDaolikeaDataset.Whendemonsslaughterhisnewfamily,computerscientistJohan—nowrebornasYuHan—survivesbypurew...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.