Font Size
15px

Hannah dan Viona benar-benar sudah tersihir oleh Randika, apabila Randika bilang baju ini bagus maka reka akan makainya tanpa berpikir panjang. Bagi Randika, fashion show pribadi ini benar-benar manjakan matanya. Randika maksa reka nggunakan baju sexy pilihannya itu untuk keesokan harinya.

.....

Hari ini rupakan hari terakhir reka di Makau, sebelum nuju bandara, reka mutuskan untuk jalan-jalan untuk terakhir kalinya. Tetapi hari ini, Randika rasa bahwa tatapan mata orang-orang tertuju pada reka bertiga.

Untuk perempuan secantik Hannah dan Viona, reka dari awal sudah narik perhatian dengan kecantikan reka. Tetapi sekarang setelah makai baju sexy dan nggoda, jelas tatapan para pria hidung belang tidak bisa berhenti natap.

Untuk hari ini, Randika milihkan reka berdua baju yang cukup terbuka dan ketat. Lekuk tubuh reka sangat jelas terlihat.

Di sepanjang perjalanan reka, bukan hanya pria saja yang lirik ke arah reka tetapi para perempuan juga tidak kalah banyak.

"Ran, banyak orang lirik kita." Kata Viona yang miliki kulit tipis itu.

"Sudah tidak apa-apa, reka hanya sedang ngagumi padamu." Kata Randika sambil tertawa.

Tetapi sejujurnya, ketika para pria lihat Viona, reka semua terpukau. Ketika reka lihat Hannah, reka semua ternganga. Dan ketika reka lihat sosok Randika berdiri di tengah-tengah reka, reka semua nggila.

Diapit oleh dua perempuan cantik dan sexy, bukankah itu idaman para pria?

Semua pria miliki rasa benci dan iri pada Randika sedangkan Randika sendiri ngangkat kepalanya tinggi-tinggi, dia sangat bangga dengan keadaannya yang sekarang ini. Dia mpersilahkan semua orang lihat tetapi kalau reka berani nyentuh maka reka akan berurusan dengan tinju miliknya.

Di perjalanan reka, ada seseorang yang baru saja mbeli pot bunga dari toko bunga. Kemudian dia tidak sengaja lihat Hannah dan Viona.

PRANG!

Dalam sekejap pot bunga itu terjatuh njadi berkeping-keping.

Di restoran, ketika si pelayan mbawa nampan berisi makanan, dia tidak sengaja lihat ke arah jendela di mana waktu itu Hannah dan Viona kebetulan lewat. Tiba-tiba, nampan itu terjatuh dan ngenai salah satu pengunjung.

"Bajingan! Panggil manajermu!" Pengunjung itu marah besar.

Di sisi jalan, sebuah mobil wah berrek Maserati sedang lewat. Pada saat ini, si pengemudi natap Hannah dan Viona lekat-lekat dan matanya itu tidak bisa lepas dari kedua malaikat cantik itu. Kemudian, suara tabrakan yang lumayan keras dapat terdengar. Rupanya Maserati tersebut nabrak mobil di depannya!

"Tidak! Mobilku!" Si pengemudi Maserati itu benar-benar nyesal.

Bisa dikatakan bahwa ketiga orang ini telah nggertakan kota Makau hanya karena penampilan reka hari ini. Semua orang yang lihat reka benar-benar terpukau. Bagi Randika ini adalah pujian tertinggi yang bisa didapatkan oleh seorang pria.

Dia dapat rasakan tatapan kebencian dan iri orang-orang, perasaan seperti ini sangat nyenangkan. Ingin sepertiku? MIMPI!

Setelah reka cukup lama berjalan-jalan, akhirnya reka manggil taksi dan berangkat nuju bandara. Di bandara, tatapan mata orang-orang tidak sebanyak ketika reka jalan-jalan sebelumnya. Tetapi Randika masih dapat rasakan tatapan iri orang-orang yang lihat dirinya.

Setelah masuk ke dalam pesawat, akhirnya reka pulang nuju kota Cendrawasih. Sedangkan untuk pasukan Ares yang ada di Makau, Randika berkata pada reka bahwa misi telah selesai dan reka bisa pulang ke markas reka di Jepang.

Setelah 9 jam di dalam pesawat, reka akhirnya ncapai kota Cendrawasih di malam hari. Sesampainya reka di bandara Cendrawasih, reka bertiga manggil taksi. Pertama-tama reka ngantarkan Viona terlebih dahulu sebelum akhirnya pulang ke rumah.

Tidak lama kemudian, Randika dan Hannah telah sampai di rumah.

"Kak, aku pulang!" Teriak Hannah dengan lantang. Dia langsung berlari nuju ke dalam rumah dan ninggalkan Randika bersama koper dan tas belanjaannya.

"Wah nona muda sudah balik." Ibu Ipah nyambut Hannah dengan senyuman tulus. Inggrid yang lihat Hannah berlari ke arahnya itu juga ikut tersenyum. Di tangannya terlihat sebuah dokun, sepertinya Inggrid mbawa pulang pekerjaannya.

"Bagaimana liburanmu?"

"Sangat nyenangkan! Aku benar-benar puas! Banyak kejadian narik di Makau!" Hannah langsung duduk di samping Inggrid. Berbaring di paha kakaknya, dia mulai nceritakan apa yang terjadi selama di Makau.

Pada saat ini, Randika akhirnya masuk sambil mbawakan koper-koper miliknya dan Hannah. Ketika dia baru saja masuk, dia langsung disambut oleh kata-kata Hannah yang nusuk hati. "Tolong masukkan koperku ke dalam kamar ya kak."

Sialan, kenapa adik iparnya itu nganggap dirinya seorang pelayan? Bukankah aku ini kakak iparmu.

Randika benar-benar kehabisan kata-kata, tetapi dia sendiri juga berjalan nuju lantai 2 skipun dengan wajah yang ogah-ogahan.

"Jadi gini kak, waktu itu kak Randika cuma ngatakan 2 hal dan orang yang diteleponnya itu langsung ketakutan!" Kata Hannah dengan semangat.

lihat Hannah yang bersemangat seperti anak kecil ini, Inggrid tidak bisa berhenti tersenyum. Dia sangat paham kemampuan suaminya itu, tetapi ski begitu, Inggrid selalu terkagum dengan Randika. Sepertinya semua masalah yang dihadapi Randika itu selalu teratasi dengan mudah.

Sejak Randika nyelamatkan dirinya dari pernikahannya dengan keluarga Alfred, reputasi Randika sudah tersebar luas.

"Pertama, namaku adalah Randika. Kedua, apakah kau ingin keluargamu aku musnahkan?" Hannah ncoba nirukan Randika pada saat itu. Tiba-tiba, kepalanya itu dijitak dari belakang oleh Randika.

"sti cerita yang tidak perlu." Kata Randika sambil duduk di sebelah Inggrid.

"Kak, kenapa kakak mukulku?" Hannah njadi cemberut. "Aku belum selesai bercerita!"

"Cerita seperti itu biar aku sendiri yang cerita ke kakakmu. Sudah sana mandi dan istirahat, biar aku nemani kakakmu." Kata Randika dengan tatapan tajam.

"Hohoho jadi kak Randika berani lawanku? Aku ceritakan bagaimana kak Randika bersraan dengan perempuan lain saat di Makau." Kata Hannah di telinga Randika.

Randika hampir muntah darah. "Maksudmu apa! Aku tidak pernah lakukannya!"

"Jangan berdalih! Aku lihatmu saat di kasino sedang bersraan dengan perempuan lain." Kata Hannah sambil tersenyum nakal.

Randika hanya bisa tersenyum pahit. skipun ini cuma sebuah gertakan, tetapi ketika seorang istri ndengar gosip seperti ini tentu saja ini akan nimbulkan keretakan.

Inggrid hanya tersenyum ketika lihat kedua orang ini bertengkar. "Han, sebelum ini ada orang yang datang ke rumah. Dia ncarimu karena ingin mbicarakan bisnis toko bajumu itu."

Hannah langsung tersadar ketika diingatkan oleh Inggrid. Hannah langsung berlari ke kamarnya untuk nghubungi rekan kerjanya.

Setelah beberapa waktu toko bajunya itu buka, Hannah kehilangan hasratnya dalam berbisnis. Kemudian dia nyerahkan bisnis toko bajunya itu ke temannya. Keuntungan yang didapat oleh toko akan dibagi sesuai dengan kesepakatan reka berdua.

Bagaimanapun juga, lihat sifat Hannah, dia bukan tipe orang yang bisa diam dan nunggu.

Randika duduk kembali dan nggenggam tangan Inggrid. Tangan lembut istrinya ini mbuat dirinya tidak ingin lepasnya untuk selamanya.

"Sayang, apa kamu rindu aku?" Tanya Randika sambil ncium tangan Inggrid.

skipun reka sudah cukup lama njadi suami istri, Inggrid masih bisa tersipu malu ketika Randika bertindak romantis padanya. Namun, dia masih malu untuk ngakuinya. "Hmm kamu siapa ya?"

"Hahaha jangan gitu, aku benar-benar rindukanmu." Tangan Randika sudah berada di punggung Inggrid. Hari-harinya di Makau penuh dengan godaan dan dia tidak bisa berbuat apa-apa untuk ngatasinya. Dia sama sekali tidak bisa nyentuh Viona maupun Hannah jadi nafsunya itu benar-benar sudah di ambang batas.

Awalnya Randika ngira liburan ke Makau ini bisa nambahkan Viona dan Hannah ke dalam rencana haremnya tetapi tidak ada kesempatan sama sekali untuknya. Viona dan Hannah selalu bersama-sama, tidak ada kesempatan baginya untuk lancarkan serangannya.

Tetapi untungnya saja, dia miliki seorang istri yang perhatian padanya.

Randika sudah tidak tahan lagi, tangannya sudah mulai berenang ke mana-mana. Inggrid yang dapat rasakan nafsu suaminya yang tidak terbendung itu berbisik di telinganya. "Masih ada Ibu Ipah, tolong pelan-pelan."

"Baiklah." Tetapi Randika yang sudah nafsu ini mana bisa lakukannya pelan-pelan?

"Hei, apakah ada acara bagus malam ini di kamar?" Bisik Randika.

"Tentu saja tidak!" Kata Inggrid. Tetapi mata Randika yang penuh harap itu seakan-akan nyihir hati Inggrid untuk luluh.

Tetapi lakukan hal-hal aneh setelah sekian lama tidak bertemu? Tentu saja Inggrid nolak!

Tetapi bagaimanapun juga, sepertinya dia tidak bisa kabur dari terkaman Randika hari ini. Jadi dia minta Randika untuk sabar dan nunggu ketika reka sudah berdua di dalam kamar.

Randika hanya tersenyum dan Inggrid mulai bertanya ngenai Makau. "Apa yang sebenarnya terjadi di Makau? Dari cerita Hannah, kamu berseteru dengan penguasa kota Makau ya?"

"Hahaha cuma masalah kecil kok itu." Randika ngibaskan tangannya. "Hanya bocah-bocah tidak tahu diri yang aku temui saat di kasino. Aku sudah mberi pelajaran pada reka."

Pada saat ini, Ibu Ipah mbawakan makanan kepada reka.

"Makan malam sudah siap." Kata Ibu Ipah sambil tersenyum. "Aku akan manggil nona Hannah."

Randika ngangguk, karena makanan pesawat yang buruk, dia tidak sabar makan makanan Ibu Ipah.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 359: Pulang Menuju Kota Cendrawasih on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.