Font Size
15px

Selain para perwakilan keluarga yang datang di pernikahan Hans dan Inggrid itu, sisa dari para keluarga aristokrat ngerti berita ngejutkan ini dari dia berita di hari berikutnya. Tetapi reka semua sudah ngetahui apa yang telah terjadi sebenarnya daripada masyarakat awam.

Semakin reka mahaminya, semakin reka takut pada Randika. Bahkan para keluarga aristokrat di Indonesia mberi perhatian lebih pada Randika. Jika reka benar-benar tidak sengaja nyinggung Randika, bisa-bisa keluarga reka bernasib sama dengan keluarga Alfred.

Oleh karena itu, sejak kejadian keluarga Alfred, para keluarga aristokrat netapkan sebuah aturan yaitu hindari orang yang bernama Randika dan jangan pernah nyinggungnya.

Tentu saja, keluarga Liu Changhai juga lakukan hal yang sama. skipun reka berada di negara yang berbeda, keluarga Liu Changhai sudah netapkan beberapa nama orang di dunia yang tidak boleh disinggung. Tetapi sayangnya, Liu Changhai ternyata langgar hal ini.

Kali ini kakek Liu Changhai benar-benar bingung. Kekuatan milik keluarganya ini bisa dikatakan sama seperti keluarga Alfred. Randika bisa nghancurkan keluarga Alfred seorang diri, tentu saja dia bisa ngulanginya lagi.

Di lobi hotel, semua orang masih natap diam ke arah Randika. Semua orang yang ndengar kata-kata Randika kepada kakek Liu Changhai itu terdiam. Bagaimana mungkin ancaman kosong Randika seperti itu dapat mbuang seorang keluarga aristokrat ketakutan?

skipun orang yang di hadapan reka ini kuat, bagaimanapun juga, lawannya adalah sebuah keluarga besar yang miliki pengaruh kuat di Cina.

ndengar kata-kata Randika yang arogan itu, Liu Changhai sudah ndengus dingin. Dia tidak sabar lihat kemarahan kakeknya karena telah dihina sedemikian rupa oleh Randika.

Pada saat ini, suara si kakek terdengar seperti orang gagap. Randika langsung ngaktifkan mode loudspeaker. "Ah ini Randika dari Indonesia ya? Hahaha sepertinya ada salah paham, iya ini pasti salah paham. Tolong maklumi kelakuan cucuku, dia masih muda."

ndengar suara kakeknya yang ketakutan itu, wajah Liu Changhai benar-benar njadi kaku. Bagaimana mungkin suara kakeknya yang berwibawa berubah drastis seperti itu? Bahkan dia rasa kakeknya itu rendahkan derajatnya di hadapan Randika.

Ekspresi wajah Liu Changhai benar-benar bingung. Apa dia tidak salah nelepon? Apa benar ini masih kakeknya?

"Jadi maksudmu apa?" Kata Randika dengan nada santai. Semua orang jelas terkejut ketika ndengar jawaban dari kakek Liu Changhai ini.

Orang yang berdiri di hadapan reka ini siapa dia sebenarnya? Kenapa dia bisa mbuat kakek Liu Changhai ketakutan seperti itu?

Semua orang sudah kehilangan jejak berapa kali reka terkejut hari ini, keadaan berubah terlalu cepat dan benar-benar tidak terduga.

"Hahaha cucuku itu benar-benar nakal dan tidak tahu diri, maafkan aku karena kurang pintar ngajarinya. Kita pasti akan nghukumnya ketika dia pulang nanti." Kata si kakek. "Tetapi kalau kelakuan cucuku ini mang sudah keterlaluan, aku bersedia nemuimu dan minta maaf secara langsung."

ndengar kata-kata ini, jelas mbuat Liu Changhai terkejut bukan main. Dugaannya benar, kakeknya rupanya takut dengan Randika!

nyadari hal ini, tubuh Liu Changhai tidak bisa berhenti getar karena sedikit orang di dunia ini yang bisa mbuat kakeknya ketakutan.

Randika hanya nghela napasnya dan lempar HP tersebut ke Liu Changhai. Liu Changhai langsung berbicara dengan kakeknya. "Kek, siapa orang ini sebenarnya?" Wajah Liu Changhai benar-benar muram. Dia tidak nyangka kakeknya yang perkasa itu njadi seperti anjing.

"Siapa dia? Dasar cucu bodoh! Ini sebabnya kakek selalu ngomong kau itu perlu sekolah biar sedikit pintar. Tiap hari isinya keluyuran terus." Kakeknya yang ramah itu langsung marah-marah di balik telepon.

Untungnya saja, masih ada ruang untuk bernegosiasi. Kalau tidak, iblis bernama Randika itu sudah lama ncabut nyawa cucunya dan nggedor pintu rumahnya.

Jadi mau tidak mau, si kakek harus maki cucunya untuk nunjukan rasa penyesalannya pada Randika.

Liu Changhai jelas terkejut, tubuhnya getar tanpa henti ketika ndengar kelanjutan kakeknya. "Bukankah kalian semua itu sudah kuberi daftar nama-nama hitam? Aku tidak nyangka kau begitu bodoh sampai-sampai tidak mbacanya. Mulai hari ini kau tidak boleh pulang selama satu tahun, kalau kakek lihatmu sedetik saja, kakek akan matahkan kakimu!"

ndengar kata daftar nama hitam, ekspresi Liu Changhai segera berubah. Tubuhnya itu seolah-olah tersambar petir dan pandangannya segera njadi kabur.

Tidak heran dia pernah ndengar nama Randika itu dari mana, sifat arogannya telah ngaburkan akal sehatnya. Ternyata orang yang njadi lawannya ini adalah orang yang nghancurkan keluarga Alfred seorang diri!

Tetapi bukankah seharusnya dia ada di Indonesia? Kenapa dia ada di Makau?

Liu Changhai benar-benar ingin nangis. Jika dia tahu siapa orang di hadapannya ini sebelumnya, dia pasti tidak berani nyinggungnya.

"Sekarang cepat minta maaf pada Randika. Jika dia tidak maafkanmu, kakek bersedia mbuangmu dan jangan pernah tunjukan wajahmu lagi. Sekarang cepat bersujud minta maaf!" Si kakek lampiaskan amarahnya pada cucunya yang bodoh itu.

Orang-orang tidak dapat ndengar olan si kakek, reka cuma bisa lihat wajah Liu Changhai yang semakin pucat pasi. Ketika Liu Changhai natap Randika, kakinya semakin bergetar dan keringat dingin terus ngalir. Randika sendiri berdiri dengan santai, dia terlihat sedang nunggu.

Ketika ndengar kebulatan tekad si kakek untuk mbuangnya, wajah Liu Changhai sudah benar-benar ingin nangis. Dia lalu bersujud di lantai.

Demi kelangsungan hidupnya, Liu Changhai benar-benar bersujud dengan sepenuh hati. Dia yang sekarang rela njilat sepatu Randika.

Randika natap diam Liu Changhai, kemudian Liu Changhai berkata pada Randika. "Maafkan hamba, ini semua adalah salah saya. Saya mohon tolong jangan libatkan keluarga saya. Jika Anda ingin nghukum, hamba bersedia nerima apa pun."

Liu Changhai juga ngerti kebulatan tekad kakeknya itu. Jika Randika benar-benar ngincar keluarganya, bisa dikatakan bahwa seluruh anggota keluarganya akan mati. Bisa dikatakan bahwa Liu Changhai telah mbawa bencana pada keluarga besarnya, oleh karena itu dia mohon agar Randika tidak libatkan keluarganya.

Randika hanya terdiam ketika ndengar kata-kata Liu Changhai.

"Tenang aku bukan orang yang sekejam itu." Kata Randika dengan nada santai. "Karena kau telah ngakui kesalahanmu, aku tidak akan ngungkit masalah ini lagi."

Hati Liu Changhai benar-benar lega, dia lalu ngatakan. "Saya berjanji tidak akan ngganggu Anda lagi, saya juga berjanji ini adalah terakhir kalinya Anda lihat wajah saya."

Setelah berkata demikian, Liu Changhai berdiri dan berjalan keluar dari lobi hotel tanpa berani noleh ke belakang. Dia lalu minta anak buahnya untuk san tiket pulang ke rumahnya secepat mungkin.

Setelah Liu Changhai pergi, sekarang yang tersisa adalah Li Zhen dan ayahnya Li Weilong.

lihat targetnya berubah njadi dirinya, Li Weilong nggertakan giginya. Dia juga akhirnya nyadari siapa Randika sebenarnya ketika Liu Changhai berbicara dengan kakeknya. Jika masalah ini tidak segera diselesaikan, keluarga Li akan habis hari ini.

Keluarga Li Weilong tidak jauh berbeda dengan keluarga Liu Changhai. Di hadapan Randika, Li Weilong bukanlah apa-apa.

Pada saat ini, Li Zhen nopang ayahnya agar dia dapat berdiri. Wajah sang anak ini benar-benar panik, dia tidak nyangka akan ada orang yang ayahnya tidak bisa hadapi.

Randika ngerutkan dahinya. Ketika dia hendak berbicara, Li Weilong ngatakan. "Kami keluarga Li juga ingin ngucapkan maaf karena telah nyinggung Anda. Sebagai permintaan maaf, saya harap pengorbanan ini cukup untuk muaskan Anda."

Setelah berkata seperti itu, di hadapan semua orang, Li Weilong manggil anak buahnya dan nyuruhnya untuk nghantam sebuah kursi ke kakinya.

KRAK!

Jelas kedua kakinya itu patah.

Semua orang yang masih berada di lobi hotel itu sudah geleng-geleng ketika lihatnya. Li Weilong penguasa kota Makau ini sampai matahkan kakinya untuk minta maaf?

Li Zhen benar-benar terkejut, sedangkan wajah ayahnya itu tetap terlihat tenang skipun keringat dingin terus ngalir. Li Zhen hanya bisa nangis dalam hati ketika nyadari pengorbanan ayahnya.

Randika natap Li Weilong dan berkata padanya. "Kalau begitu masalah ini telah selesai. Tetapi aku tidak ingin lihat orang-orangmu lagi."

"Baik." Jawab Li Weilong. Dibantu oleh anak buahnya, Li Weilong dan Li Zhen berjalan keluar dari hotel.

Ketika dia berjalan keluar, Li Weilong tidak tahan lagi dan akhirnya pingsan.

"Bawa ayah ke rumah sakit!" Kata Li Zhen.

Li Zhen langsung mbawa ayahnya ke rumah sakit dengan terburu-buru. Para pengunjung dan staf hotel dibuat ternganga di lobi hotel.

"Ini. Aku sudah tidak tahu apa yang sebenarnya telah terjadi."

"Gila, siapa orang itu sebenarnya?"

Semua orang sudah bingung hingga kepala reka sakit. Dari awal hingga akhir, reka terus nerus dibuat terkejut oleh Randika. Dan hasil seperti ini benar-benar di luar dugaan reka.

Luar biasa, benar-benar luar biasa!

"Sepertinya nama keluarga Li di Makau sudah benar-benar hancur karena pria ini." Kata salah satu orang sambil geleng-geleng.

"Orang itu pasti keluarga aristokrat yang jauh lebih besar daripada Li Weilong. Kalau tidak mana mungkin seorang Li Weilong sampai ngorbankan kakinya sebagai tanda penyesalannya? Apalagi satuan khusus kota kita ini benar-benar bukan tandingannya."

"Benar juga. Tetapi aku tidak nyangka pergi ke Makau kali ini aku akan ndapatkan pertunjukan yang narik."

"Hahaha bisa-bisanya kamu bergembira di atas penderitaan orang lain?"

"Hahaha bukankah kita sendiri sudah sering disusahkan oleh Liu Changhai dan Li Zhen? Jadi anggap ini sebuah karma bagi reka."

Tebakan orang-orang ini salah, karena Randika bukanlah bagian dari keluarga aristokrat. Namun, kejadian hari ini telah nyebar ke seluruh Makau dan ke telinga para keluarga aristokrat.

Ketika ndengar informasi ini, para kepala keluarga dari keluarga aristokrat tersenyum pahit. reka harus negaskan ulang pada anggota keluarga reka agar kejadian Liu Changhai dan Li Zhen tidak terulang lagi. Untungnya saja kedua pemuda itu dimaafkan, kalau tidak bisa-bisa hari ini dua keluarga besar di Cina telah hilang dari peradaban.

Dalam sekejap, reka semua negaskan kembali pada seluruh anggota keluarga reka agar tidak ngganggu Randika dari Indonesia. Orang ngerikan tersebut benar-benar ancaman nyata yang bisa mbinasakan keluarga reka untuk selama-lamanya,

Para polisi dan para satuan khusus kota Makau juga mulai ninggalkan tempat. Karena reka adalah satuan hukum, Randika tidak ingin mbunuh reka.

Setelah masalah ini selesai, para pasukan Ares juga mbubarkan diri dan bersembunyi di balik kegelapan. Selama Randika nghendaki reka, reka akan muncul dalam sekejap.

Para staf hotel masih ternganga dengan kejadian ini, kejadian hari ini benar-benar di luar akal sehat reka. Hingga sekarang, bahkan General Manager hotel tidak tahu harus berbuat apa. reka semua hanya lihat Randika berserta Hannah dan Viona naik nggunakan lift.

You are reading Legenda Dewa Harem Chapter 357: Masalah yang Terselesaikan on novel69. Use the chapter navigation above or below to continue reading the latest translated chapters.
Share with your friends
Library saves books to your account. Reading History saves recent chapters in this browser.
Continuous reading

You may also like

Nightwatcher cover
Similar genre

Nightwatcher

Paperboy ·Harem

Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,andMagicians.XuQi’an,a...Readmore Inthisworld,thereis:Confucianism;Taoism;Buddhism,Demons,a...

No reviews yet. Be the first reader to leave one.
Please create an account or sign in to post a comment.